Anda di halaman 1dari 13

TUGAS 1

INSTRUMENTASI

Disusun Oleh :
Nama
: Igor M Farhan
NIM
: I0714017

PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2015

1. Sebutkan sensor minimal 5 buah dan jelaskan cara kerja masing-masing sensor !
1. Sensor Proximity

Sensor proximity merupakan sensor atau saklar yang dapat mendeteksi adanya
target jenis logam dengan tanpa adanya kontak fisik. Biasanya sensor ini tediri dari
alat elektronis solid-state yang terbungkus rapat untuk melindungi dari pengaruh
getaran, cairan, kimiawi, dan korosif yang berlebihan. Sensor proximity dapat
diaplikasikan pada kondisi penginderaan pada objek yang dianggap terlalu kecil atau
lunak untuk menggerakkan suatu mekanis saklar.
Prinsip Kerja Sensor Proximity
Sensor ini bekerja berdasarkan jarak object terhadap sensor, ketika ada object logam
yang mendekat kepadanya dengan jarak yang sangat dekat 5 mm misalkan, maka
sensor akan bekerja dan menghubungkan kontaknya, kemudian melalui kabel yang
tersedia bisa dihubungkan ke perangkat lainnya seperti lampu indikator, relay dll.
Pada saat sensor ini sedang bekerja atau mendeteksi adanya logam (besi) maka akan
ditandai dengan lampu kecil berwarna merah atau hijau yang ada dibagian atas
sensor, sehingga memudahkan kita dalam memonitor kerja sensor atau ketika
melakukan preventive maintenace.
Contoh Aplikasi Sensor Proximity
Robot cerdas, proximity switch dll
2. Sensor LDR (Light Dependent Resistor)

Sensor LDR adalah sebuah sensor cahaya jenis photoconductive dimana jika cahaya
yang masuk kedalam sensor tersebut semakin sedikit, maka resistansinya akan
semakin besar demikian juga sebaliknya jika intensitas cahaya yang masuk semakin
banyak maka resistansinya (hambatan) akan semakin sedikit, LDR dihitung dalam
satuan ohm.

Prinsip Kerja Sensor LDR


Prinsip kerja LDR itu sendiri adalah nilai resistansinya akan bertambah besar apabila
tidak terkena cahaya (malam hari) dan akan berkurang resistansinya apabila terkena
cahaya (siang hari), LDR ini umumnya digabungkan dengan beberapa transistor
untuk membentuk rangkaian lampu otomatis atau rangkaian lainnya. Kelebihannya
tak ada kode spesial untuk membaca nilai resistasi pada LDR ini.
Contoh Aplikasi Sensor LDR
Contoh Aplikasi LDR sebagai sensor cahaya diantaranya: Rangkaian alarm, indikator,
counter (penghitung), fungsi potensiometer.
3. Sensor Tekanan MPX4100

Sensor tekanan MPX4100 merupakan seri Manifold Absolute Pressure (MAP) yaitu
sensor tekanan yang dapat membaca tekanan udara dalam suatu manifold. Pada
dasarnya sensor tekanan MPX4100 adalah sebuah sensor tekanan yang sudah
dilengkapi dengan rangkaian pengkondisi sinyal dan temperatur kalibrator yang
membuat sensor ini stabil terhadap perubahan suhu. Untuk akurasi pengukuran
sensor ini menggunakan teknik micro machine, thin film metalization dan proses
bipolar semiconductor. Bentuk fisik sensor tekanan MPX4100 cukup kecil seperti
terlihat pada gambar berikut.
Prinsip Kerja Sensor Tekanan MPX4100
Prinsip kerja dari sensor tekanan ini adalah mengubah tegangan mekanis menjadi
sinyal listrik. kurang ketegangan didasarkan pada prinsip bahwa tahanan pengantar
berubah dengan panjang dan luas penampang.
Daya yang diberikan pada kawat menyebabkan kawat bengkok sehingga
menyebabkan ukuran kawat berubah dan mengubah tahanannya, seperti terlihat
pada gambar 7. Aplikasi umum pengukuran tekanan balok
Contoh Aplikasi Sensor Tekanan
Pemantau cuaca, pesawat terbang, dan pengukur tekanan ban

4. Sensor Suara (Mic Kondenser)

Sensor suara adalah sensor yang cara kerjanya merubah besaran suara menjadi
besaran listrik, dan dipasaran sudah begitu luas penggunaannya. Komponen yang
termasuk dalam Sensor suara yaitu electric condenser microphone atau mic
kondenser.
Prinsip Kerja Sensor Suara (Mic Kondenser)
Prinsip kerja ECM adalah getaran suara yang diterima oleh dielectric berupa
membran tipis di dalam ECM akan menyebabkan perubahan nilai kapasitasnya.
Contoh Aplikasi Sensor Suara (Mic Kondenser)
Contoh pengaplikasian sensor ini adalah yang bekerja pada system robot. Aplikasi
mikrofon adalah pada system audio, sebagai sensor suara dan pada system
telekomunikasi telepon seluler.
5. Passive Infrared Sensor

PIR (Passive Infrared Receiver) merupakan sebuah sensor berbasiskan infrared. Akan
tetapi, tidak seperti sensor infrared kebanyakan yang terdiri dari IR LED dan
fototransistor. PIR tidak memancarkan apapun seperti IR LED. Sesuai dengan
namanya Passive, sensor ini hanya merespon energi dari pancaran sinar inframerah
pasif yang dimiliki oleh setiap benda yang terdeteksi olehnya. Benda yang bisa
dideteksi oleh sensor ini biasanya adalah tubuh manusia.

Prinsip Kerja Passive Infared Sensor (PIR)


Sensor ini bekerja dengan cara membaca radiasi optik yang dipancarkan suatu benda
dan mengubahnya kedalam besaran listrik. Untuk menggunakan komponen ini
sebagai sensor gerak, kita perlu menambahkan sebuah amplifier dan sebuah
comparator untuk mendukung alat ini bekerja.
Contoh Aplikasi Passive Infared Sensor (PIR)
Contoh penerapan Sensor ini dalam kehidupan sehari-hari dapat dilihat di Mal-Mal
besar. Disana mungkin terdapat Pintu yang akan terbuka dengan otomatis ketika ada
manusia hendak melintasi pintu tersebut. Kemungkinan besar pintu itu adalah
mengaplikasikan Sensor ini.
6. Sensor Warna

Sensor warna TCS230 adalah sensor warna yang sering digunakan pada aplikasi
mikrokontroler untuk pendeteksian suatu object benda atau warna dari objet yang di
monitor. Sensor warna TCS230 juga dapat digunakan sebagi sensor gerak, dimana
sensor mendeteksi gerakan suatu object berdasarkan perubahan warna yang
diterima oleh sensor. Pada dasarnya sensor warna TCS230 adalah rangkaian photo
dioda yang disusun secara matrik array 88 dengan 16 buah konfigurasi photodioda
yang berfungsi sebagai filter warna merah, 16 photodiode sebagai filter warna biru
dan 16 photo dioda lagi tanpa filter warna. Sensor warna TCS230 merupakan sensor
yang dikemas dalam chip DIP 8 pin dengan bagian muka transparan sebagai tempat
menerima intensitas cahaya yang berwarna.
Prinsip Kerja Sensor warna TCS230
Sensor mendeteksi gerakan suatu object berdasarkan perubahan warna yang
diterima oleh sensor. Pada dasarnya sensor warna TCS230 adalah rangkaian photo
dioda yang disusun secara matrik array 88 dengan 16 buah konfigurasi photodioda
yang berfungsi sebagai filter warna merah, 16 photodiode sebagai filter warna biru

dan 16 photo dioda lagi tanpa filter warna.


Contoh Aplikasi Sensor warna TCS230
contoh aplikasinya adalah alat pendeteksi warna yang diantaranya dapat
digunakan untuk mendeteksi warna cat pada mobil.
7. Sensor Kecepatan (RPM)

Proses penginderaan sensor kecepatan merupakan proses kebalikan dari suatu


motor, dimana suatu poros/object yang berputar pada suatui generator akan
menghasilkan suatu tegangan yang sebanding dengan kecepatan putaran object.
Kecepatan putar sering pula diukur dengan menggunakan sensor yang mengindera
pulsa magnetis (induksi) yang timbul saat medan magnetis terjadi.
Prinsip Kerja Sensor Kecepatan (RPM)
suatu poros/object yang berputar pada suatui generator akan menghasilkan suatu
tegangan yang sebanding dengan kecepatan putaran object. Kecepatan putar sering
pula diukur dengan menggunakan sensor yang mengindera pulsa magnetis (induksi)
yang timbul saat medan magnetis terjadi.
Contoh Aplikasi Sensor Kecepatan (RPM)
Buat program untuk pengukuran kecepatan putaran motor.
8. Sensor Rotary Encoder

Rotary encoder merupakan sensor digital yang digunakan untuk mendeteksi


perpindahan atau pergerakan robot.
Seiring dengan perkembangan robot, perkembangan FPGA menunjukkan respon
yang positif, sehingga para ilmuwan mulai mencoba mengaplikasikannya ke dalam
dunia robot.
Prinsip Kerja Sensor Rotary encoder
Prinsip kerja dari sensor ini adalah sebagai berikut saat rangkaian sumber cahaya
diberikan VCC 5 Volt dan menghasilkan cahaya, cahaya masuk pada photodioda tidak
terhalangi maka akan menghasilkan tegangan sekitar 5 V dan begitu juga sebaliknya
saat terhalangi maka akan menghasilkan tegangan sekitar 0 V. Dimana tegangan
menjadi inputan untuk mikrokontroler.
Contoh Aplikasi Sensor Rotary encoder
Salah satu contoh aplikasinya yaitu untuk menentukan posisi robot.
9. Sensor Limit Switch

Limit switch merupakan salah satu jenis saklar yang berfungsi sebagai penyambung
dan pemutus arus listrik. Limit switch umumnya digunakan sebagai saklar untuk
membatasi gerakan suatu benda. Misalnya pada palang pintu kereta api, pagar,
crane, pengangkat barang dan sejenisnya.
Prinsip Kerja Limit Switch
Cara kerja limit switch adalah bekerja berdasarkan tekanan atau sentuhan benda
kerja. Misalnya pada saat pintu pagar bergeser, pada saat pagar sudah mencapai titik
tertentu atau menyentuh batas yang diinginkan akan menekan pelat pemicu yang
menyebabkan kontak limit switch membuka.
Contoh Aplikasi Limit Switch
Pengendali Lampu Pijar menggunakan Limit Switch

10. Load Cell Sensor

Load Cell adalah salah satu Sensor yang banyak digunakan di timbangan-timbangan
elektronika untuk mengukur berat suatu benda. Load Cell mengubah suatu gaya
tekanan, menjadi besaran listrik. Load Cell juga dapat digunakan untuk mendeteksi
adanya gerak-gerak pada suatu objek yang hendak diotomatiskan. Contohnya
mungkin diindustri beras. Misal kita ingin mengarungkan beras dengan besar 50kg
perkarung, nah disini kita bisa memakai Load Cell untuk mendeteksi bila 50kg itu
sudah tercapai. Load Cell akan mengirim sinyal ke indikator bahwa karung tersebut
sudah mencapai batasnya.
Prinsip Kerja Load Cell
Cara kerja mirip dengan sensor tekanan yaitu mengubah gaya menjadi perpindahan
Menggunakan rangkaian jembatan untuk pembacaan, kalibrasi dan kompensasi
temperatur
Alternatif lain menggunakan kristal piezoelektrik untuk mengukur perubahan gaya.
Contoh Aplikasi Load Cell
Aplikasi sensor loadcell pada timbangan paket pos digital, aplikasi untuk
Timbangan, Weigher, Weighing, Weighing System, Scale, dan Weigh.

2. Sebutkan Peralatan alat ukur analog dan digital (minimal 3) . Jelaskan prinsip kerja
alat ukur tersebut
1. Osiloskop
Analog
Digital

Osiloskop (Oscilloscope) merupakan sebuah alat pengukur besaran listrik yang mana
nilai yang diukur adalah berupa nilai maksimal dan hasil pengukurannya ditampilkan
pada suatu layar/ display. Besaran yang dapat diukur oleh osiloskop meliputi : arus,
tegangan, waktu dan frekuensi, beda fasa, dsb.
Prinsip Kerja Osciloskop
Berdasarkan cara kerjanya, osiloskop dikelompokkan menjadi 2 jenis, yaitu
osiloskop analog dan osiloskop digital. Osiloskop analog menggunakan tegangan
yang diukur untuk menggerakkan berkas elektron dalam tabung gambar ke atas
atau ke bawah sesuai dengan bentuk gelombang yang diukur. Pada layar osiloskop
dapat langsung ditampilkan bentuk gelombang tersebut. Sedangkan osiloskop
digital mencuplik bentuk gelombang yang diukur dan dengan menggunakan ADC
(Analog to Digital Converter) untuk mengubah besaran tegangan yang dicuplik
menjadi besaran digital.
Berikut adalah beberapa tombol pengatur penting pada osiloskop :
Intensitas: mengatur intensitas (keterangan) cahaya pada layar. Sebaiknya
dijaga agar tombol intensitas ini tidak pada kedudukan maksimum
Focus : mengatur ketajaman gambar yang terjadi pada layar
Horizontal dan Vertikal: mengatur kedudukan gambar dalam arah horizontal
dan vertikal
Volt/div (atau Volts/cm), ada 2 tombol yang konsentris. Tombol ditempatkan
pada kedudukan maksimum ke kanan (searah dengan jarum jam) menyatakan
osiloskop dalam keadaan terkalibrasi untuk pengukuran. Kedudukan tombol di
luar menyatakan besar tegangan yang tergambar pada layar per kotak (per cm)
dalam arah vertikal
Time/div (atau Time/cm), ada 2 tombol yang konsentris. Tombol di tengah
pada kedudukan maksimum ke kanan (searah dengan jarum jam) menyatakan
osiloskop dalam keadaan terkalibrasi untuk pengukuran. Kedudukan tombol

diluar menyatakan faktor pengali untuk waktu dari gambar pada layar dalam
arah horizontal
Sinkronisasi: mengatur supaya pada layar diperoleh gambar yang tidak
bergerak
Slope: mengatur saat trigger dilakukan, yaitu pada waktu sinyal naik (+) atau
pada waktu sinyal turun (-)
Kopling: menunjukan hubungan dengan sinyal searah atau bolak-balik
Trigger Ext atau Int: Exit : Trigger dikendalikan oleh rangkaian di luar
osiloskop. Pada kedudukan ini fungsi tombol sinkronisasi, slope dan
kopling tidak dapat dipergunakan. Int : trigger dikendalikan oleh rangkaian
di dalam osiloskop. Pada kedudukan ini fungsi tombol simkronisasi, slope
dan kopling dapat dipergunakan.

2. Amperemeter
Analog

Digital

Amperemeter merupakan peralatan listrik yang digunakan untuk mengukur


besarnya arus listrik dalam suatu rangkaian. Secara garis besar, amperemeter
digolongkan menjadi 2 jenis, yaitu amperemeter analog dan amperemeter digital.
Amperemeter analog adalah amperemeter yang hasil pengukurannya ditampilkan
dalam gerak jarum penunjuk pada layar. Sedangkan amperemeter digital adalah
amperemeter yang hasil pengukurannya ditampilkan pada layar LCD yang langsung
berupa angka.
Prinsip Kerja Amperemeter
Amperemeter bekerja berdasarkan prinsip gaya magnetik (gaya Lorentz). Ketika
arus mengalir melalui kumparan yang dilingkupi oleh medan magnet, akan timbul
gaya Lorentz yang menggerakkan jarum penunjuk. Apabila arus yang melewati
kumparan besar, maka gaya timbul juga akan lebih besar. Sehingga penyimpangan
jarum penunjuk juga akan lebih besar. Demikian sebaliknya, ketika arus tidak ada

maka jarum penunjuk akan kembali ke posisi semula. Besar gaya yang dimaksud
adalah F = B.i.l.
3. Voltmeter
Analog

Digital

Voltmeter merupakan suatu peralatan listrik yang digunakan untuk mengukur


tegangan listrik dari suatu rangkaian. Secara garis besar, voltmeter digolongkan
menjadi 2 jenis, yaitu voltmeter analog dan voltmeter digital.
Voltmeter analog adalah voltmeter yang hasil pengukurannya ditampilkan dalam
gerak jarum pada layar pengukuran. Voltmeter digital adalah voltmeter yang hasil
pengukurannya ditampilkan pada display digital yang langsung menampilkan angka.
Berikut akan dijelaskan mengenai prinsip kerja, perbedaan voltmeter analog dan
digital, pebesaran range voltmeter, dan loading effect.
Prinsip Kerja Voltmeter
Prinsip kerja voltmeter adalah adanya fluksi magnetik yang memiliki bentuk
gelombang sinus dengan frekuensi yang sama dan masuk ke dalam suatu kepingan
logam secara paralel. Antara fluks yang satu dengan fluks yang lain terdapat suatu
perbedaan fasa. Fluks yang bolak-balik akan membangkitkan tegangan-tegangan
dalam kepingan logam yang akan menyebabkan terjadinya arus-arus putar di dalam
kepingan logam tersebut.
4. Tachometer
Analog

Digital

Tachometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur kecepatan putaran pada
poros engkel / piringan motor atau mesin lainnya. Ada 3 function yang bisa dipilih
pada switch tachometer, yaitu rpm (resolution per minute) untuk menghitung jarak
yang ditempuh.
Prinsip Kerja Tachometer
Prinsip kerja alat ini adalah dari inputan data berupa putaran diubah oleh sensor
sebagai suatu nilai frekuensi kemudian frekuensi tersebut dimasukkan ke dalam
rangkaian frekuensi to voltage converter (f to V) keluarannya berupa tegangan,
digunakan untuk menggerakkan jarum pada tachnometer analog atau dimasukkan
(analog to digital converter) ADC pada tachometer digital untuk diubah menjadi
data digital dan ditampilkan pada display.
5. Megaohmmeter (Megger)
Analog

Digital

Megaohmmeter (Megger) merupakan suatu meter tahanan isolasi. Alat ukur ini
dapat mengukur tahanan isolasi instalasi tegangan menengah maupun tegangan
rendah. Untuk instalasi tegangan menengah ,digunakan Meger dengan batas ukur
mega sampai gigaohm dan tegangan alat ukur antara 5.000 volt sampai dengan
10.000 volt arus searah.
Untuk instalasi tegangan rendah digunakan Meger dengan batas ukur sampai
megaohm dan tegangan alat ukur antara 500 sampai 1.000 volt arus searah.
Ketelitian hasil ukur dari meger cukup ditentukan oleh tegangan baterai yang
dipasang pada alat ukur tersebut.
Prinsip Kerja Megaohmmeter (Megger)
Megger jenis rotating handle memiliki generator di dalamnya yang membangkitkan
tegangan tinggi dan menyimpannya pada sebuah kapasitor, tegangan pada
kapasitor kemudian digunakan untuk memberi tekanan elektris kepada benda yang
sedang diuji. Sedangkan arus diukur pada tekanan elektris yang menimbulkan
resistansi atau breakdown.

Unit baterai portabel dioperasikan dengan menggunakan faktor pengali tegangan


untuk meningkatkan tegangan agar sampai ke tingkat tegangan pengujian.
Beberapa orang mungkin juga menggunakan sirkuit inverter dc ke dc.
Konsep umum dari tester megger adalah untuk memberi tekanan elektris pada
benda yang diuji dengan tegangan tinggi dan untuk mengukur resistansi atau
tegangan tembus di bawah tekanan dari tegangan tinggi yang diberikan.