Anda di halaman 1dari 7

STEP 1

Ekstrusi
:
perpindahan/pergeseran gigi dimana gigi keluar dari soketnya dan
terlihat memanjang (adel)
pergerakan gigi keluar dari lengkung normal rahang cenderung
terdorong keluar dari posisi normalnya terjadi akibat trauma (ika)

Replantasi
Proses menempatkan kembali gigi pada soketnya (donna)
Suatu tindakan pemasangan insersi dan fiksasi gigi ke dalam soket
akibat avulsi gigi yang mengalami trauma (mira)

Laserasi gingiva
Robeknya jaringan pada gingiva (dayu)

STEP 2
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Pengertian dari fraktur dentoalveolar?


Klasifikasi fraktur dentoalveolar?
Alat stabilisasi pada fraktur dentoalveolar?
Bagaimana cara pencegahan fraktur dentoalveolar?
Etiologi avulsi?
Macam-macam prognosa gigi avulsi?
Macam-macam media yang digunakan untuk menyimpan gigi selain
susu?
8. Syarat-syarat replantasi?
9. Macam-macam replantasi gigi?
10.
Bagaimana prosedur/teknik replantasi gigi?
11.
Indikasi dan kontraindikasi replantasi gigi?
12.
Perawatan pasca replantasi?
13.
Penatalaksanaan dari skenario?
14.
Pemeriksaan penunjang pada kasus skenario?
15.
Perbedaan fraktur dentoalveolar dengan fraktur rahang?

STEP 3
1. Pengertian dari fraktur dentoalveolar?
Kerusakan atau terputusnya kontinuitas pada tulang yang meliputi
avulsi,subluksasi,atau fraktur gigi yang berkaitan dengan tulang
alveolar
2. Klasifikasi fraktur dentoalveolar?
a. Mengenai jaringan keras gigi dan pulpa
- Enamel infraction : suatu fraktur yang tidak sempurna pada email
tanpa kehilangan struktur gigi horisontal/vertikal
- Fraktur email yang tidak kompleks : fraktur yang hanya mengenai
lapisan email saja

Fraktur email,dentin : fraktur pada mahkota gigi yang hanya


mengenai email dentin tanpa pulpa
Fraktur mahkota kompleks : fraktur yang mngenai email dentin
pulpa
Fraktur mahkota tidak kompleks : fraktur mengenai email dentin
sementum, tidak mengenai pulpa
Fraktur akar : mengenai dentin sementu pulpa
Apikal, tengah, 1/3 koronal

b. Cedera pada jaringan periodontal


Concusion : tidak ada perpindahan gigi, ada reaksi ketika di perkusi
Subluksasi : kegoyangan abnormal, tidak ada perpindahan gigi
Luksasi ekstrusif : perpindahan gigi sebagian dari soket
Luksasi lateral : perpindahan ke arah axial disertai fraktur soket
alveolar
Luksasi intrusif : perpindahan ke arah tulang alveolar disertai fraktur
soket alveolar
Avulsi : gigi lepas dari soket

c. Menurut WHO:
Tipe 1 : menyangkut jaringan keras gigi dan pulpa
Tipe 2 : mengenai jaringan keras gigi, pulpa dan tulang alveolar
Tipe 3 : fraktur pada jaringan periodontal : luksasi, avulsi
Tipe 4 : mengenai jaringan lunak : abrasi , laserasi gingiva

d. Mengenai tulang pendukung


Fraktur dinding soket alveolar, mandibula/maksila : hanya pada
fasial/lingual palatal dinding soket
Fraktur proc.alveolar mandibula/maksila : melibatkan soket gigi
Fraktur mandibula/maksila : dapat/tidak melibatkan soket alveolar
Pecah dinding soket mandibula/maksila : kondisi hancur dan
tertekannya soket alveolar pada cedera intrusif dan lateral luksasi
e. Klasifikasi fraktur ellis
Klas 1 : mengenai email dengan atau tanpa melibatkan dentin
Klas 2 : fraktur dentin tanpa melibatkan pulpa
Klas 3 : fraktur mahkota dengan pulpa terbuka
Klas 4 : gigi non vital dengan atau tanpa kehilangan mahkota
Klas 5 : hilangnya gigi akibat trauma
Klas 6 : fraktur akar dengan atau tanpa hilangnya mahkota
Klas 7 : perpindahan gigi tanpa fraktur mahkota atau akar
Klas 8 : fraktur mahkota dan akar
Klas 9 : fraktur pada gigi decidui

3. Alat stabilisasi pada fraktur dentoalveolar?


a. Wire composite splint
Dengan menggunakan wire diadaptasikan pada lengkung gigi
yang terfiksasi oleh komposit, diaplikasikan diantara 2 gigi

b.

c.
d.
e.
f.
g.

disampingnya, biasanya digunakan pada fraktur akar, bisa


dipakai untuk yang melibatkan banyak gigi selain itu bisa
menggunakan essig dan ivy loop
Orthodontic splint
Menempatkan bracket, cara kerja hampir sama wire composite
splint, teknik ini sangat mengiritasi bibir dan ketidaknyamanan
saat bicara
TTS (titanium trauma splint)
Menggunakan titanium didepan gigi
Resin splint
Fiber glass splint
Self-etching dan bonding material
Suture splint
Merupakan alat splintung paling simple, untuk mencegah insisor
ekstrusi saat replantasi

4. Bagaimana cara pencegahan fraktur dentoalveolar?


- Pamakaian mouth protector :
stock mouth protector (dibuat dari lateks atau material silikon,
cukup longgar digunakan, dipakai saat rahang keadaan tertutup,
kurang nyaman karena menyulitkan bicara dan bernafas)
custom made mouth protector (yang paling baik karena retensi,
proteksi, dan kenyamanan saat digunakan baik, memiliki
perlindungan yang baik dalam mecegah dampak buruk trauma)
bimaksilary mouthguard (terfiksasi di mandibula dan cukup nyaman
untuk bernafa secara maksimal, efektif mencegah cedera dan
trauma yang menyebabkan jejas pada mandibula)
5.
-

Etiologi avulsi?
Trauma
Kecelakaan lalu lintas
Olahraga
Kelainan Jaringan periodontal
Penyakit sistemik
Jatuh

6. Macam-macam prognosa gigi avulsi?


Jika gigi avulsi <30 menit kemungkinan replantasi berhasil 90%
30-90 menit kemungkinan keberhasilan 43%
>90 menit kemungkinan keberhasilan 7%, dalam proses replantasi
>2 jam harus dilakukan perawatan endodontik berupa PSA karena
sel nekrotik dan resorbsi akar
Karena sel bisa nekrotik jika kering dalam 15 menit
Prognosa baik : ada reattachment gingiva, tidak ada kelainan
patologis, tidak ada kegoyangan gigi

7. Macam-macam media yang digunakan untuk menyimpan gigi selain


susu?
a. HBSS
b. Salin fisiologis
c. Susu, yang jenis apa?
-

Susu UHT / pasteurisasi/ susu yang cair yang kaya akan glukosa
karena berfungsi untuk mempertahankan fisiologis sel periodontal,
serta mudah ditemukan di pasaran, bisa berfungsi mengurangi
jumlah bakteri dan zat bakteriostatik yang bisa menonaktifkan
enzim fibroblas pada sel ligamen periodontal
Susu low fat , karena tekanan osmolalitas dapat mempertahankan
vitalitas sel ligamen periodontal pada temperatur ruang sampai 60
menit, pada temperatur lebih rendah dapat mengurangi
pembengkakan sel, meningkattkan viabilitas sel, dan perbaikan
penyembuhan sel
Susu rendah lemak dan glukosa tinggi, dalam keadaan dingin
d. Air
e. Saliva
f. Air kelapa

8. Syarat-syarat replantasi?
a. Gigi avulsi bukan karena penyakit periodontal
b. Kondisi gigi tidak terdapat karies yang luas serta kondisi akar gigi
baik
c. Pasien kondisi sistemik baik
d. Tulang alveolar tetap utuh
e. Ligamen periodontal baik
f. Lamanya gigi berada diluar mulut dipertimbangkan
g. Cara penyimpanan diperhatikan (dibersihkan dengan air
mengalir/saliva)

9. Macam-macam replantasi gigi? (QQ)


a. Replantasi autoplasty
Dilakukan pada gigi dengan foramen apikal >1.3mm
b. Replantasi alloplasty
Dilakukan pada gigi yang sudah tidak vital lagi
Menggunakan partial ceramic
c. Replantasi auto-alloplasty
Dilakukan pada gigi dengan foramen apikal <1.3mm
Dipotong bagian apeks, dilakukan pemasangan bahan metal
titanium seperti implan, bahan dimasukkan ke dalam saluran
akar , dan gigi dimasukkan ke soket

d. Replantasi intensional
Dilakukan setelah gigi tersebut lepas dari soketnya dengan
sengaja
Dengan perawatan saluran akar, sehingga perlu dicabut dulu
10.
Bagaimana prosedur/teknik replantasi gigi?
Untuk avulsi yang <30 menit :
a. Dillakukan perendaman pada media penyimpanan
b. Dilakukan anatesi
c. Dibersihkan soket dari jendalan darah
d. Dicobakan gigi dimasukkan ke dalam soket dengan
menggunakan penekanan dengan ibu jari dan telunjuk
e. Fiksasi menggunakan alat stabilisasi : splinting wire / resin
komposit
f. Dilakukan penambalan dengan resin komposit unruk stabilisasi
alatnya
g. Dilakukan pemeriksaan radiografis
h. Evaluasi
i. Diberi antibiotik dan antitetanus
j. Beri edukasi untuk menjaga kebersihan mulut
k. Diet lunak beberapa hari
l. Kontrol, splinting dibuka pada hari ke 7 karena apabila lebih bisa
ankilosis, minggu ke 3, ke 4, 3 bulan, dan 6 bulan
11.
Indikasi dan kontraindikasi replantasi gigi?
Indikasi :
- Tidak mempunyai penyakit periodontal
- Waktu tidak lebih dari 2 jam
- Tulang alveolar masih baik
Kontraindikasi:
- Tidak ada fraktur akar
- Gigi yang terlalu lama diluar soket
- Kondisi medis tidak mendukung (gangguan imun, dm)
- Pasien perokok, karena memiliki kuatlitas pembuh darah tunika
intima yang jelek sehingga mudah terjadi sumbatan, sehingga
penyembuhan luka dapat berlangsung lama
12.
Perawatan pasca replantasi?
a. Pasien dianjurkan mengkompres es selama 20-30 menit selama 4
jam pertama pasca replantasi
b. Pasien diet makanan lunak selama 2-3 minggu, bertahap dari
cair-lunak-biasa
c. Dokter meresepkan obat antibiotik, analgetik, antiinflamasi, obat
kumur clorheksidine
d. Pasien dianjurkan untuk menghindari gigitan pada daerah yang
di replantasi
e. Pasien menghindari berkumur terlalu keras selama 24 jam pasca
replantasi

f. Sikat gigi dengan sikat yang jenis halus


g. Berkumur dengan clorheksidine minimal 1 minggu
h. Selama 1 tahun dievaluai apabila nekrosis, dilakukan Perawatan
Saluran Akar
i. Foto radiografi 2 minggu sekali untuk mengevaluasi keadaan
pulpa
j. Foto radiografi dilakukan 6 bulan setelah perawatan untuk
mengevaluasi resorbsi akar
k. Splinting dilepas pada hari ke 7-10 karena gigi sudah stabil
l. Diinstruksikan pada 24 jam pertama pemakaian splint untuk
berkumur dengn air garam hangat untuk mencegah
pembengkakan pada daerah di sekira gigi replantasi
m. 1 hari setelah replantasi, melakukan kontrol kembali untuk
mengecek wire yang telah dipasang
13.
Penatalaksanaan dari skenario?
a. Replantasi gigi 12
b. Laserasi dibersihkan, dijahit
c. Reposisi 11,13
d. essig 11,12,13,
21,22,14 (sebagai pegangan)
14.
Pemeriksaan penunjang pada kasus skenario?
Radiografi
- Panoramik dan apikal
- Bite wing
- Lateral oblik dan posteroanterior apabila ada kecurigaan fraktur
rahang

15.
Perbedaan fraktur dentoalveolar dengan fraktur rahang? Dari
klinisnya dan gambar radiografi
Hanya ada pergerakan di gigi pada fraktur dentoalveolar, fraktur
rahang ada oedem facial
Tanda klinis fraktur rahang : edema, laserasi, deformitas daerah di
sekitar wajah, asimetris rahang, asimetris facial, maloklusi,
perdarahan disekitar nasal dan mata, radiografisnya terlihat
patahan/garis fraktur di rahangnya,
Diameter akar, intrusi ekstrusi tidak mempengaruhi jenis perawatan
Tanda klinis dentoalveolar : bengkak, kliking/krepitasi, laserasi,
adanya kegoyangan gigi, radiografisnya garis fraktur terlokalisasi
dari tulang alveolar-apeks akar, garis fraktur dapat terlihat tanpa
adanya pemisahan fragmen
Hanya melibatkan gigi dan processus alveolar

Yang menentukan prognosa ada intrusi ekstrusi Diameter pulpa