Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN PRAKTIKUM

GENETIKA

KEANEKARAGAMAN PADA MANUSIA

Disusun oleh:
Listya Dwi Anggarsari
Aldila Kemas Agusta
Ainun Nasikah
Nia Umi Nuzullaila
Ajeng Sulistyowati
Deliya Minianur

13304241002
13304241007
13304241008
13304241017
13304241021
13304241023

JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
Maret,2015

Keanekaragaman pada Manusia


A. Tujuan
Mengetahui keanekaragaman genetika pada manusia melalui pengamatan fenotipe.
B. Latar Belakang
Manusia memperlihatkan variasi pada beberapa ciri-ciri yang dapat dilihat
dengan mudah melalui fenotip atau penampilannya, inilah yang disebut dengan
keanekaragaman. Keanekargaman pada manusia dapat dilihat dari berbagai variasi,
misalnya bentuk hidung, warna mata, warna kulit, ada tidaknya lesung pipi dan lainlain. Keanekaragaman ini disebabkan oleh lolosnya suatu spesies dari seleksi alam
terhadap lingkungannya sehingga spesies tersebut bisa bertahan sampai sekarang dan
menimbulkan variasi, sehingga orang tersebut mempunyai ciri khas yang dapat kita
kenali walaupun hanya bertemu beberapa kali.
Untuk menentukan keanekaragaman manusia, biasanya menggunakan cakram
genetika dengan 6 ciri-ciri. Lima ciri diantaranya dapat dilihat dari fenotif yang ada,
sementara ciri yang ke enamnya adalah dari golongan darah ABO. Ke enam ciri
tersebut adalah ujung daun telinga (cuping), ibu jari, warna mata, rambut lurus atau
tidak adanya rambut pada ruas tengah pada jari tangan golongan darah yang terdiri
dari A, B, AB dan O.
Dengan diperolehnya

data

keanekaragaman

manusia,

kita

dapat

mendeskripsikan perbedaan dan persamaan antara satu individu dengan individu yang
lain berdasarkan ciri fenotip atau sifat yang tampak. Berdasarkan ciri-ciri tersebut
kami melakukan praktikum ini, dan apabila ada persamaan skor dimungkinkan orang
tersebut punya kesamaan sifat atau kesamaan karakter.
C. Tinjauan Pustaka
Keanekaragaman genetika dapat terjadi karena adanya perubahan nukleotida
penyusun DNA. Perubahan ini mungkin dapat memperngaruhi fenotipe suatu
organisme yang dapat dipantau dengan mata telanjang, atau mempengaruhi reaksi
individu terhadap lingkungan tertentu. Secara umum keanekaragaman genetik dari
suatu populasi dapat terjadi karena adanya mutasi, rekombinasi, atau migrasi gen dari
satu tempat ke tempat lain.
Keanekaragaman merupakan dasar ciriciri makhluk hidup. Adanya
keanekaragaman genetik merupakan hasil seleksi alam dari suatu spesies terhadap
lingkungannya. Keanekaragaman tidak hanya terjadi pada tumbuhan dan hewan saja
tetapi juga manusia. Namun pada manusia, keanekaragaman yang terjadi hanya pada

tingkat gen dan berkaitan dengan pewarisan sifat. Manusia memperlihatkan variasi
pada beberapa ciri-ciri yang dapat dilihat dengan mudah melalui fenotip atau sifat
yang tampak. (Cummings, 2011 : 6-7)
Kajian keragaman genetik bertujuan untuk mengetahui keragaman genetik
dengan melihat apakah terjadi perpindahan genetik diantara populasi sehingga bisa
menentukan status hidup populasi (Santos et al., 2010). Keragaman genetik
mempunyai arti penting dalam stabilitas dan ketahanan populasi (Ferguson et al.,
1995). Menurut Frakham (1999) kehilangan keragaman genetik akan mengurangi
kemampuan spesies tersebut untuk beradaptasi terhadap perubahan lingkungan.
Keragaman genetik juga mempunyai dampak secara langsung maupun tidak terhadap
populasi, komunitas, dan ekosistem (Hughes et al., 2008). Selain itu pemahaman
tentang struktur populasi juga bertujuan untuk keberlanjutan dan efektifitas
manajemen sumberdaya (Nishida et al., 1998; Chiang et al., 2006; Chiang et al.,
2008). Informasi genetik pada ikan dengan migrasi yang tinggi seperti tuna sangat
penting diketahui untuk pemanfaatan yang bersifat lestari (Santos et al., 2010). Nilai
komersial dan ekonomi yang tinggi ikan tuna sirip kuning menjadi alasan pentingnya
pemahaman guna efektifitas pengelolaan sumberdaya perikanan yang berkelanjutan
(Wu et al., 2010).
Gen adalah perintah-perintah yang membuat manusia, hewan, tumbuhan dan
makhluk hidup lainnya bekerja. Gen ditemukan dalam sel-sel yang menyusun semua
makhluk hidup. Gen terdiri atas suatu zat kimia yang disebut DNA. Sesuatu yang
diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya, dalam gen disebut sifat genetika.
Fungsi utama dari banyak gen adalah menghasilkan protein yang mengaktifkan
maupun menonaktifkan gen lain. Perkembangan merupakan proses

yang

membingungkan ,sebuah sistem komunikasi yang sangat rumit namun harmonis dan
terkoordinasi dengan baik, melibatkan sinyal-sinyal kimia yang tidak hanya dari
dalam tubuh tetapi juga dari luar tubuh.

Simbol-Simbol Gen
a. Gen dominan, yaitu gen yang menutupi ekspresi gen lain, sehingga sifat yang
dibawanya terekspresikan pada turunannya (suatu individu) dan biasanya
dinyatakan dalam huruf besar, misalnya A.
b. Gen resesif, yaitu gen yang terkalahkan (tertutupi) oleh gen lain (gen dominan)

sehingga sifat yang dibawanya tidak terekspresikan pada keturunannya.


c. Gen heterozigot , yaitu dua gen yang merupakan perpaduan dari sel sperma (A)
dan sel telur (a).
d. Gen homozigot, dominan, yaitu dua gen dominan yang merupakan perpaduan
dari sel kelamin jantan dan sel kelamin betina, misalnya genotipe AA.
e. Gen homozigot resesif, yaitu dua gen resesif yang merupakan hasil perpaduan dua
sel kelamin. Misalnya aa.

Fenotip dapat dikatakan sebagai karakteristik atau ciri-ciri yang dapat diukur
atau sifat yang nyata yang dmiliki oleh organisme. Ciri itu tampak oleh mata, seperti
warna kulit atau tekstur rambut. Fenotip dapat juga diuji untuk identifikasinya, seperti
pada penentuan angka respiratoris atau uji serologi tipe darah. Fenotip merupakan
hasil produk-produk gen yang diekspresikan di dalam lingkungan tertentu. Namun
gen memiliki batasan-batasan di dalamnya sehingga lingkungan dapat memodifikasi
fenotip. (Stansfield, 1983 : 19)
Genotip ialah seluruh gen yang dimiliki suatu individu. Genotip yang
terekpresikan menampakan fenotip pada suatu individu. Genotip yang melibatkan
alel-alel pada suatu lokus tunggal dapat menghasilkan genotip yang homozigot.
Keturunan homozigot dapat dihasilkan dari galur murni. Perpaduan heterozigot
dihasilkan dari alel yang berbeda. (Starr and McMillan, 2010 : 374). Beberapa dari
ciri-ciri yang nampak tersebut tidak mengalami seleksi alam, sehingga tetap ada
sampai sekarang, dan dapat ditentukan oleh para ahli genetika melalui beberapa cara.
Cakram genetika biasanya menggunakan 6 ciri-ciri. Lima ciri diantaranya
dapat dilihat dari kenampakan yang ada .Pengamatan keenam adalah pengamatan
golongan darah ABO. Dari keenam ciri-ciri akan diketahui perbedaan dari masingmasing individu yang ada di dalam kelas.

Keenam ciri-ciri yang akan diamati adalah sebagai berikut:


1.
2.
3.
4.
5.
6.

Ujung daun telinga (cuping) yang bebas dan melekat


Ibu jari yang dapat membengkok dan yang tidak
Lidah dapat ditekuk dan yang tidak dapat
Rambut yang tidak lurus dan yang lurus
Mempunyai lesung pipi dan yang tidak
Golongan darah : A, B, AB, dan O

1) Ujung daun telinga

Ujung daun telinga dibedakan menjadi dua yaitu ujung daun telinga
bebas dan ujung telinga melekat. Ujung telinga menggantung dan menempel
adalah satu contoh dari sifat genetika. Ujung telinga bebas merupakan pembawa
sifat dominan dan sebaliknya ujung telinga melekat merupakan pembawa sifat
resesif.
2) Ibu Jari
Ibu jari pada manusia ada yang dapat membengkok dan ada yang tidak.
Hal ini disebabkan adanya gen dominan dan resesif. Jari yang dapat membengkok
adalah pembawa sifat dominan dan yang tidak dapat membengkok adalah sifat
resesif.
3) Lidah
Lidah dibedakan menjadi dua yaitu lidah yang dapat melipat dan tidak
dapat melipat. Lidah yang dapat melipat merupakan pembawa sifat dominan dan
lidah yang tidak dapat melipat merupakan pembawa sifat resesif.
4) Rambut
Rambut juga dapat dipakai sebagai indikator keanekaraman pada
manusia. Rambut manusia dibedakan menjadi dua yaitu rambut tidak lurus dan
rambut lurus. Ciri pada rambut tersebut membedakan gen pada manusia. Jika
seseorang mempunyai rambut tidak lurus berarti dia membawa sifat dominan dan
sebaliknya. Rambut lurus merupakan sifat resesif dengan genotip tt. Sedangkan
rambut keriting adalah sifat dominan dengan genotip TT. Rambut ikal mempunyai
genotip Tt. Adanya rambut pada ruas tengah jari-jari tangan merupakan sifat
dominan, sedangkan tidak adanya rambut pada ruas tengah jari jari tangan
merupakan sifat resesif.
5) Lesung pipi
Lesung pipi merupakan cekungan pada pipi manusia. Cekungan ini
dapat terlihat saat wajah seseorang yang mempunyai lesung pipi ini diam atau
sedang berekspresi. Orang yang mempunyai lesung pipi merupakan pembawa
sifat dominan dan sebaliknya.
6) Golongan darah
Pada sekitar tahun 1900-an K. Landsteiner menemukan bahwa
penggumpalan darah (aglutinasi) kadang-kadang terjadi apabila eritrosit seseorang
tercampur dengan serum darah orang lain. Akan tetapi ada juga orang yang tidak
mengalami penggumpalan darah ketika dilakukan pencampuran antara darah dan
serum darah. Berdasarkan reaksi tadi, maka Landsteiner membagi orang menjadi
3 golongan, ialah A, B, dan O. Golongan darah yang ke empat jarang sekali

dijumpai, yaitu golongan darah AB yang ditemukan oleh dua mahasiswa


Landsteiner pada tahun 1902 yaitu A. V. von Decastello dan A. Sturli.
Dikatakan bahwa antigen atau aglutinogen yang dibawa oleh eritrosit
tertentu dapat mengadakan reaksi dengan zat anti atau antibodi atau aglutinin yang
dibawa oleh serum darah. Dikenal dua macam antigen, yaitu antigen-A dan
antigen-B. Zat antinya dibedakan atas anti-A dan anti-B.
Tabel hubungan antara golongan darah (fenotip) seseorang dengan
macam antigen dan zat anti

Golongan darah
(fenotip)

Antigen dalam eritrosit

Zat anti dalam


serum/plasma darah

anti-A dan anti-B ( dan )

anti-A ()

anti-B ()

AB

A dan B

D. Metode Percobaan
1. Alat dan Bahan
- Gambar Cakram Genetika
- Alat tulis
2. Cara Kerja

Menentukan ciri-ciri yang ada pada diri anda sesuai dengan keenam ciri yang sudah
disebutkan.
Menggunakan cakram genetika, dimulai dari bagian tengah dengan ciri pertama,
dan tentukan apakah anda berada di sisi kanan atau sisi kiri dari garis vertikal.
Memindahkan garis lingkaran ke dua pada roda cakram tersebut, kemudian
menentukan pada bagian mana sifat anda terdapat. Demikian selanjutnya sampai
lingkaran terluar yaitu golongan darah, pilih salah satu dari keempat macam tipe
golongan darah. Membaca angka yang tertulis, untuk kombinasi dari ciri-ciri
khusus yang telah diamati.

Melaporkan angka yang telah diperoleh tersebut

Mendapatkan angka seperti yang dipunya, dari teman-teman.

E. Hasil dan Pembahasan


Praktikum Genetika ini dilakukan pada hari Selasa, 17 Februari 2015 dengan
topik Keanekaragaman pada Manusia. Tujuan dari praktikum ini adalah mengetahui
keanekaragaman genetik pada manusia melalui pengamatan fenotip. Alat dan bahan
yang digunakan dalam praktikum adalah gambar cakram genetika dan alat tulis.
Langkah kerja yang dilakukan selama praktikum adalah menentukan ciri-ciri fenotip
yang terdapat dalam cakram genetika, setelah mendapatkan nomor indeks keragaman
untuk diri sendiri lalu dibahas bersama satu kelompok untuk mendapatkan data dari
teman yang lain. Setelah didapatkan data dari teman-teman sekelompok lalu dibuat
tabel pengamatan. Dalam praktikum ini, variasi fenotip yang diamati dari 6 orang
praktikan meliputi :
1. Ujung daun telinga (cuping) yang bebas dan melekat
2. Ibu jari yang dapat membengkok dan yang tidak
3. Lidah dapat ditekuk dan yang tidak dapat
4. Rambut yang tidak lurus dan yang lurus
5. Mempunyai lesung pipi dan yang tidak
6. Golongan darah : A, B, AB, dan O
Tabel Pengamatan :
No Nama

Angk

Listya Dwi Anggarsari

a
70

Aldila Kemas Agusta

84

Sifat
-

Rambut lurus
Ibu jari membengkok
Tidak ada lesung pipi
Kuping bebas
Lidah tidak melipat
Gol. darah B
Rambut lurus
Ibu jari bisa membengkok

Ainun Nasikah

100

Nia Umi Nuzullaila

84

Ajeng Sulistyowati

84

Deliya Minianur

69

Ada lesung pipi


Kuping bebas
Lidah menggulung
Gol. darah O
Rambut lurus
Ibu jari tidak bisa membengkok
Tidak ada lesung pipi
Kuping bebas
Lidah menggulung
Gol. darah O
Rambut lurus
Ibu jari bisa membengkok
Ada lesung pipi
Kuping bebas
Lidah menggulung
Gol. darah O
Rambut lurus
Ibu jari bisa membengkok
Ada lesung pipi
Kuping bebas
Lidah menggulung
Gol. darah O
Rambut lurus
Ibu jari bisa membengkok
Tidak ada lesung pipi
Kuping bebas
Lidah tidak melipat
Gol. darah A

Dari tabel pengamatan ditemukan bahwa setiap individu memiliki ciri-ciri


yang berbeda, walaupun ada individu yang memiliki nomor indeks sama pada cakram
genetika namun tetap ada perbedaan yang dapat diamati dari fenotipnya.
a. Indeks keragaman nomor 69
Orang yang memiliki indeks keragaman nomor 69 adalah Deliya. Ciri-ciri indeks
keragaman nomor 69 adalah memiliki rambut yang lurus, ibu jari bisa
membengkok, tidak memiliki lesung pipi, kuping bebas, lidah tidak dapat
melipat, dan memiliki golongan darah A.
b. Indeks keragaman nomor 70
Orang yang memiliki indeks keragaman nomor 70 adalah Listya. Ciri-ciri indeks
keragaman nomor 70 adalah memiliki rambut yang lurus, ibu jari bisa
membengkok, tidak memiliki lesung pipi, kuping bebas, lidah tidak dapat
melipat, dan memiliki golongan darah B.
c. Indeks keragaman nomor 84
Orang yang memiliki indeks keragaman nomor 84 adalah Aldila, Nia, Ajeng.
Ciri-ciri indeks keragaman nomor 84 adalah memiliki rambut yang lurus, ibu jari

bisa membengkok, memiliki lesung pipi, kuping bebas, lidah dapat melipat, dan
memiliki golongan darah O.

Ajeng

Aldila

Nia

Walaupun Ajeng, Aldila, dan Nia memiliki kesamaan dalam indeks


keragaman, namun Ajeng, Aldila, dan Nia tetap memiliki perbedaan (dilihat dari
fenotip) yaitu:
-

Ajeng tidak memiliki tahi lalat disekitar wajah yaitu di bawah mata sebelah
kiri, sedangkan Aldila dan Nia memiliki tahi lalat disekitar wajah yaitu di

bawah mata sebelah kiri.


Ajeng memiliki bulu mata yang lebih pendek dibandingkan dengan Aldila dan
Nia. Sedangkan Aldila memiliki bulu mata yang lebih panjang dibandingkan

dengan Nia.
Ajeng memiliki tinggi badan 157 cm, Aldila memiliki tinggi badan 152 cm,

dan Nia memiliki tinggi badan 150 cm.


d. Indeks keragaman nomor 100
Orang yang memiliki indeks keragaman nomor 100 adalah Ainun. Ciri-ciri indeks
keragaman nomor 100 adalah memiliki rambut yang lurus, ibu jari tidak bisa
membengkok, tidak memiliki lesung pipi, kuping bebas, lidah tidak dapat
melipat, dan memiliki golongan darah A.
Keanekaragaman pada manusia terbentuk oleh sifat-sifat genetika yang
dibawa oleh gen dari orang tua. Sifat- sifat genetika meliputi sifat dominan dan sifat
resesif. Ujung daun telinga yang menggantung atau bebas merupakan sifat dominan,
sedangkan ujung daun telinga yang melekat atau menempel merupakan sifat resesif.
Ibu jari tangan yang melengkung merupakan sifat dominan, sedangkan ibu jari tangan
yang lurus merupakan sifat resesif. Orang yang memiliki rambut lurus termasuk orang
yang memiliki sifat gen resesif (biasanya disimbolkan tt), sedangkan orang yang

berambut tidak lurus (ikal disimbolkan dengan Tt dan keriting disimbolkan dengan
TT) memiliki sifat gen dominan. Golongan darah dibedakan menjadi empat, yaitu
golongan darah A, B,AB, dan O. Golongan O biasanya disebut donor universal karena
dapat mendonorkan darahnya kepada orang yang bergolongan darah sama atau
bergolongan darah lain. Orang yang bergolongan darah O biasanya lebih banyak
dijumpai daripada orang yang bergolongan darah lainnya. Sedangkan Golongan darah
AB disebut resipien universal (golongan darah yang dapat menerima donor dari
gologan darah lainnya), golongan darah AB biasanya lebih jarang dijumpai daripada
golongan darah lainnya.
Keanekaragaman pada manusia tidak hanya dijumpai pada manusia pada
umumnya, tetapi juga untuk manusia kembar. Walaupun kembar identik sekalipun,
pasti kedua manusia tersebut memiliki perbedaan yang dapat dilihat dari fenotip.
F. Kesimpulan
Berdasarkan praktikum genetika yang berjudul keanekaragaman pada
manusia, dapat disimpulkan bahwa setiap individu memiliki persamaan dan
perbedaan variasi sifat khususnya sifat-sifat fisik yang terlihat (fenotipe). Setiap
praktikan memiliki karaktersitik sifat fisik yang berbeda. Meskipun terdapat
persamaan, pasti terdapat perbedaannya. Perbedaan yang ada diantara individu yang
bergenotip sama pun kemungkinan dapat memiliki fenotip yang berbeda. Perbedaan
tersebut menyebabkan adanya variasi sifat yang memperkaya keanekaragaman
manusia.
G. Diskusi
1. Apakah ada seseorang dikelas anda yang mempunyai kesamaan terhadap ke enam
ciri-ciri tersebut? Yang berarti mempunyai angka yang sama dengan yang anda
punyai? (jika ada, dapatkah anda menentukan ciri-ciri ketujuh yang dapat
membedakan anda?)
Jawab : ada, salah satunya adalah tahi lalat disekitar wajah. Aldila dan Nia
memiliki tahi lalat disekitar wajah yaitu di bawah mata sebelah kiri, sedangkan
Ajeng tidak. Aldila dan Nia masih memiliki ciri yang membedakan keduanya,
yaitu bulu mata. Aldila memiliki bulu mata yang lebih panjang dibandingkan
dengan Nia.
2. Bagaimana ciri-ciri seseorang dengan angka 73 dapat berbeda dengan orang
lainnya yang mempunyai angka 56?

Jawab : orang dengan angka 73 memiliki ciri antara lain rambutnya lurus, kisaran
rambut ke kiri, tidak memiliki lesung pipit, kupingnya melekat, lidah dapat
melipat dan memiliki darah golongan A. Sedangkan orang dengan nomer 56
memiliki ciri yang jelas berlawanan dengan orang yang memliki angka 73.
Perbedaan ciri itu terlihat dari rambutnya yang keriting, kisaran rambut ke kanan,
memiliki lesung pipit, kupingnya bebas, lidah tidak bisa melipat, dan golongan
darahnya adalah O.
3. Bagaimana ciri-ciri seseorang dengan angka 46 dapat berbeda dengan orang
lainnya yang mempunyai angka 80?
Jawab : antara orang dengan angka 46 dan orang dengan angka 80 hanya
memiliki 3 perbedaan ciri fenotipe, yaitu rambut, kisaran rambut, dan golongan
darah. Orang dengan angka 46 memiliki rambut keriting dengan kisaran rambut
ke kanan dan golongan darahnya B. Sedangkan orang dengan angka 80 memiliki
rambut lurus dengan kisaran rambut ke kiri dan dengan golongan darah O.
4. Coba laporkan melalui beberapa kelompok individual di dalam kelas anda untuk
sejumlah ciri-ciri lainnya?
Jawab : berikut ini adalah hasil dari kelompok 2. Asih Rahayu 37 (rambut
keriting, ibu jari tidak bisa menekuk, tidak ada lesung pipit, kuping bebas, lidah
tidak bisa melipat, golongan darah A), Hasanah Fajar Sayekti 98 (rambut lurus,
ibu jari tidak bisa menekuk, tidak ada lesung pipit, kuping bebas, lidah bisa
melipat, golongan darah B), Rieska Dies Rahmawulan 35 (rambut keriting, ibu
jari tidak bisa menekuk, tidak ada lesung pipit, kuping bebas, lidah bisa melipat,
golongan darah AB), Esty Hardian C 36 (rambut keriting, ibu jari tidak bisa
menekuk, tidak ada lesung pipit, kuping bebas, lidah tidak bisa melipat, golongan
darah O), Intan Fajar 72 (rambut lurus, ibu jari bisa menekuk, tidak ada lesung
pipit, kuping bebas, lidah tidak bisa melipat, golongan darah O), Previa Rahmi
Anjani 73 (rambut keriting, ibu jari tidak bisa menekuk, tidak ada lesung pipit,
kuping melekat, lidah bisa melipat, golongan darah A).
5. Apabila pada suatu kecelakaan pesawat terbang, dua orang laki-laki dan dua
orang perempuan, masing-masing berturut-turut mempunyai angka 36,40,44, dan
48 dapat selamat dan tinggal pada suatu pulau yang tidak berpenghuni, terpisah
secara populasi dengan lainnya. Ciri-ciri apa yang tidak anda dapatkan pada
populasi di pulau ini, yang ada dikelas anda?
Jawab : jika dibandingkan dengan populasi di pulau itu, ada satu ciri yang tidak
dimiliki kelompok kami, tetapi dimiliki oleh salah satu orang dengan angka 4 di

pulau itu, yaitu kuping melekat. Tidak ada satupun anggota kelompok kami yang
memiliki kuping melekat, semuanya memiliki kuping bebas.

Daftar Pustaka
Akbar,Nebuchadnezzar,Neviaty P Zamani,Hawis H Madduppa. 2014. Keragaman genetik
ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) dari dua populasi di Laut Maluku,
Indonesia. Bogor : Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan, Fakultas Perikanan dan
Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor, Indonesia.
Cummings, Michael R. 2011. Human Heredity : Principles and Issues, Ninth Edition. New
York : Brooks/Cole Cengage Learning.
Stansfield, William D. 1983. Genetika, Edisi Ketiga. Jakarta : Penerbit Erlangga.
Starr, Cecie and Beverly McMillan. 2010. Human Biology, Eighth Edition. New York :
Brooks/Cole Cengage Learning.
Suryanto, Dwi. 2013 . Melihat Keanekaragaman Organisme Melalui
Beberapa Teknik Genetika Molekuler. Sumatera Utara : Program Studi Biologi

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara.