Anda di halaman 1dari 5

BAB I

PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang
Penyakit Thypus Abdominalis terdapat di seluruh dunia dan
penyebarannya

tidak bergantung

pada keadaan iklim, tetapi lebih banyak

dijumpai di negara-negara yang sedang berkembang (http://www. Blogspot, Com,


2008). Penyakit ini cenderung meningkat pada masyarakat dengan standar hidup
dan kebersihan yang rendah dan terjadi secara endemis. Biasanya angka kejadian
tinggi terutama pada daerah tropis dibandingkan dengan daerah yang berhawa
dingin.
Di Indonesia penderita Thypus Abdominalis cukup banyak dan tersebar
dimana-mana. Juga ditemukan pada semua umur, kasus dengan Thypus
Abdominalis yang ditemukan hampir sepanjang tahun terutama pada musim
panas.
Menurut data dari Dinas Kesehatan Propinsi Kalimantan Barat di temukan
penderita Thypus Abdominalis pada tahun 2008 sebesar 790 jiwa. Berdasarkan
Medical Record (MR) Rumah Sakit Yarsi Pontianak penderita Thypus
Abdominalis pada tahun 2007 berjumlah 76 jiwa.
Melihat data di atas peran perawat sangatlah penting untuk mencegah agar
angka penyakit Thypus Abdominalis tidak meningkat dan tidak terjadinya
komplikasi yang lebih lanjut dengan cara memberikan perawatan sebagai bagian

dari pelayanan kesehatan. Selain itu juga


pencegahan

penyakit

Thypus

Abdominalis

memberikan penjelasan tentang


dengan

menganjurkan

pada

masyarakat untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat, penyediaan air
minum yang memenuhi syarat dan pembuangan kotoran manusia pada tempatnya.
Sehingga penyakit Thyupus Abdominalis

dapat berkurang,

dan dapat

meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.


Sehubungan dengan hal tersebut maka penulis merasa tertarik membahas
tentang asuhan keperawatan dengan gangguan sistem pencernaan: Thypus
Abdominalis.
B. Tujuan Penulisan
1. Tujuan Umum
Untuk mendapatkan gambaran secara umum asuhan keperawatan pada
klien dengan Thypus Abdominalis.
2. Tujuan Khusus
Adapun tujuan khusus dari penulisan laporan kasus ini adalah:
a.

Memperoleh

gambaran

tentang

pelaksanaan

pengkajian,

menetapkan diagnosa, merencanakan, mengimplementasikan rencana


yang telah dibuat dan mengevaluasi pada klien dengan Thypus
Abdominalis khususnya Tn.J di Rumah Sakit Yayasan Rumah Sakit Islam
Pontianak.

b.

Mengaplikasikan teori ke dalam praktek serta menerapkan asuhan


keperawatan dengan menggunakan proses keperawatan

c.

Untuk

membandingkan

antara

teori

dan

praktek

dalam

memberikan asuhan keperawatan pada klien dengan Thypus Abdominalis


khususnya pada Tn. J dengan gangguan sistem pencernaan Thypus
Abdominalis di Rumah Sakit Islam Yarsi Pontianak.
C. Ruang Lingkup Penulisan
Pada laporan kasus ini penulis hanya membatasi lingkup permasalahan
pada satu pasien yaitu asuhan keperawatan pada klien Tn. J dengan gangguan
sistem pencernaan Thypus Abdominalis di Rumah Sakit YARSI Pontianak. Mulai
tanggal 24 juli sampai tanggal 26 juli 2008 dengan menggunakan pendekatan
proses keperawatan.
D. Metode Penulisan
Dalam penyusunan laporan kasus ini penulis menggunakan metode
deskriptif. Adapun untuk melengkapi laporan kasus ini penulis melakukan cara
antara lain:
1.

Tinjauan literatur dengan menelusuri perpustakaan yaitu


mempelajari buku dan sumber lainnya untuk mendapatkan dasar ilmiah yang
berhubungan dengan permasalahan dalam laporan kasus.

2.

Observasi partisipatif yaitu melakukan pengamatan dan


perawatan langsung pada klien dengan Thypus Abdominalis yang bekerja

sama dengan tim kesehatan lain sehingga penulis mendapatkan pengalaman


secara langsung dalam memberikan pengobatan dan perawatan kepada klien
yang terlibat dalam penanganan kasus Thypus Abdominalis.

E. Sistematika Penulisan
Laporan kasus ini terdiri dari 5 (lima) bab yang disusun secara sistematik,
adapun sistematika penulisan sebagai berikut:
BAB I

: Pendahuluan yang terdiri dari: latar belakang, tujuan penulisan,


ruang lingkup penulisan, metode penulisan, dan sistematika
penulisan.

BAB II

: Landasan teoritis yang terdiri dari anatomi dan fisiologi usus halus,
konsep dasar dari Thypus Abdominalis dan asuhan keperawatan
pada klien dengan Thypus Abdominalis

BAB III

: Laporan kasus yang terdiri dari pengkajian, diagnosa keperawatan,


perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi

BAB IV

: Pembahasan yang terdiri dari pengkajian, diagnosa keperawatan,


perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi

BAB V

: Penutup yang terdiri dari kesimpulan dan saran