Anda di halaman 1dari 17

DOKUMEN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

DIPLOMA KEBIDANAN STIKes MITRA RIA HUSADA


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) TEORI
Program Studi
Mata Kuliah
Standar Kompetensi

: Diploma III Kebidanan


: Promosi Kesehatan
: Mahasiswa mampu menjelaskan dan memahami tentang promosi

Kompetensi Dasar
Topik

: Melakukan dan mempertimbangkan etika dalam promosi kesehatan


1. Etika promosi kesehatan
:

kesehatan secara profesional

2. Analisa masalah kesehatan dan prilaku kesehatan


3. Menetapkan sasaran
4. Menetapkan tujuan
5. Menetapkan pesan pokok
6. Menetapkan metode dan saluran komunikasi
7. Menetapkan kegiatan operasional
8. Menetapkan pemantauan dan evaluasi
9. Hubungan dengan klien
10. Kepedulian dengan determinan sosial dan
hubungannya terhadap kesehatan
11. Praktik promosi kesehatan
12. Pertimbangan-pertimbangan etis

Dosen
Referensi

: Putri Delimur Am.Keb


Dunkle. 2002, Health Promotion in Midwifery Practice Ballivere
Tindall, London
Promosi kesehatan, Depkes (Direktur Promosi Kesehatan Dirjen
Kesehatan Masyarakat) Jakarta 2000
Pratice Webb, 2994 Health Promtion and Patient education, Chapma
& Hall, London, UK
Valirie Edgo, Mindi Miller, 1994, Womens Health Care, Masbys
Clinical Nursing series
Susan, G Millstein, Phd, 1993, Promoting the Health of Adolescent,
Expord Universing
Perencanaan Pendidikan Kesehatan sebuah Pendekatan Diagnotik,
Lawrence, W Greece et al alih Zulazmi MamdynPPFKM
Depdibud RI Jakarta, 1990
Introduction To Health Education and Health Promotion
Petunjuk Praltik Promosi Kesehatan
Pengantar Pendidikan Kesehatan dan ilmu Perilaku, Soekidjo

Waktu

TAHAPAN PEMBELAJARAN
Isi

Metoda & Alat


Bantu
Metoda :
Ceramah

1. Memberikan Salam
2. Memberikan ilustrasi latar belakang materi,dan
menhubungkan materi ini dengan materi
sebelumnya
Alat Bantu :
3. Menyampaikan OPS
Papan Tulis
4. Menyampaikan Struktur
Pembelajaran(Menjelaskan pokok-pokok materi
yang akan dibahas, Referensi dan Proses
pembelajaran)
5. Menjelaskan pentingnya materi yang akan dibahas
Metoda : Ceramah, Tanya Jawab, Diskusi dan Studi Kasus
OPS (Enabling Objektif) :
Setelah mengikuti perkuliahan :
1. Setelah mengikuti pelajaran ini mahasiswa dapat mempertimbangkan etika dalam promosi
kesehatan secara baik dan benar sesuai dengan penjelasan yang diberikan.
2. Mahasiswa mampu menguraikan

masing-masing

pertimbangan etika dalam pr

denganomosi kesehatan dengan benar tanpa melihat catatan.


URAIAN MATERI
Eika Promosi Kesehatan
30

Metoda :
Explaination
Diskusi
Dalam rangka mewujudkan kesehatan, baik kesehatan individu, dan
kelompok,
atau
masyarakat
harus
diupayakan
dalam Ilustrasi
mempertimbangkan etika dalam promosi kesehatan
Alat Bantu
Activity :
:
Apa kata kunci etika dalam promosi kesehatan ?
Power
Point dan
Summary :
LCD
Etika dalam promosi kesehatan merupakan bagian dari filosofi yang
berhubungan erat dengan nilai manusia dalam menghargai suatu
tindakan, apakah benar atau salah dan apakah penyelesaian baik atau
buruk

60

Explaination
1.1 Analisa masalah dan perilaku kesehatan
A. Mengidentifikasi

Kebutuhan

dan

Metoda :
CTJ,
Diskusi
dan
Prioritas Ilustrasi

Masalah

Alat Bantu
Apa yang hendak ditegaskan sekarang adalah bahwa :
Power
anda harus mempunyai pemahaman yang jelas tentang
Point dan
kebutuhan kebutuhan mana yang akan anda tanggapi, LCD
dan mana yang menjadi prioritas anda. Sebelum
menganalisa masalah kesehatan masyarakat setempat
sebaiknya lakukan terlebih dahulu pengidentifikasian
masalah kesehatan antara lain :
1. Latar belakang masyarakat : letak geografis, mata
pencarian, perilaku kesehatan dan karakteristik
demografi.
2. Status kesehatan masyarakat : mortalitas dan
morbilitas
3. Sistem layanan kesehatan masyarakat : tempat
pelayanan kesehatan, SDM, jarak dan program
kesehatan
4. System sosial masyarakat : Pola partisipasi
masyarakat dan Organisasi sosial yang ada.
Setelah

diidentifikasi

masalah,

kemudian

tetapkan masalah dan perioritas masyarakat, seperti :


1. Langkah dalam menetapkan masalah : Tentukan
status

kesehatan,

pola

pelayanan

kesehatan,

hubungan antara status dan pelayanan kesehatan.


2. Pertimbangkan hal hal seperti : Beratnya
masalah, Akibat yang ditimbulkan, Besarnya
masalah, Politis, dan Sumber daya yang ada di
masyarakat.
3. Sumber data yang diperoleh : Sumber data,
Langsung dari masyarakat, Petugas lapangan,

Toma formal dan informal.


4. Cara

pengumpulan

mendalam,

forum

data

seperti

diskusi,

:interview

wawancara

dan

observasi.
1.2 Menetapkan Sasaran
Sasaran Promosi Kesehatan tidak selalu sama, kita harus
menetapkan :
1. Sasaran langsung Primer : diharapkan akan
melaksanakan kebiasaan/perilaku baru (bumil, ibu
balita).
2. Sasan tidan langsung Sekunder : Mereka yang
mempunyai

pengaruh terhadap saasaran primer

(Keluarga, petugas Kesehatan, kerabat, toma, todat,


toga dsb). Tertier : Orang yang berpengaruh atas
keberhasilan

program

(Pengambil

keputusan,

penyandang dana ).
1.3 Menetapkan Tujuan
Dalam menetapkan tujuan harus :
A. Berorientasi meningkatkan perilaku sehat masyarakat,
sehingga

masyarakat

mampu

memelihara

dan

meningkatkan kesehatan.
B. Berorientasi meningkatkan pengetahuan dan sikap
masyarakat.
Syarat membuat tujuan :
A. Dinyatakan dengan jelas.
B. Dinyatakan dalam bentuk performance.
C. Realistik, dapat diukur dengan 1 indikator, sesuai
logika, layak dan dapat diamati.
Menetapkan tujuan menurut L.Green (1990) ada 3
tingkatan tujuan :
A. Tujuan Program (jangka panjang).

B. Tujuan Pendidikan (jangka menengah).


C. Tujuan Perilaku (jangka pendek).
Ketika

merencanakan

kegiatan

kegiatan

promosi

kesehatan, yang menjadi pusat perhatian kita adalah


tingkat tujuan umum dan tujuan khususnya (maksud dan
sasaran).
A. Tujuan umum adalah pernyataan luas dari apa yang
hendak anda coba capai.
B. Tujuan khusus adalah jauh lebih spesifik dan
penetapan tujuan khusus ini merupakan tahap yang
sangat menentukan dalam proses perencanaan
Tujuan khusus mempunyai 3 hal : apa yang penyuluh
inginkan kliennya ketahui, rasakan, dan kerjakan sebagai
hasil dari penyuluhan
A. Tujuan

khusus

berhubungan

tentang

dengan

menjelaskannya,

MENGETAHUI

memberikan

memberikan

informasi,

keyakinan

bahwa

klien memahaminya, dan meningkatkan pengetahuan


klien. Sebagai contoh, menjelaskan pro dan kontra
tentang vaksinasi kepada orang tua bayi mempunyai
tujuan khusus bahwa mereka akan mengetahui apa
manfaat dan kerugian dari vaksinasi
B. Tujuan khusus tentang MERASA Berhubungan
dengan sikap, kepercayaan, nilai dan pendapat.
Tujuan khusus tentang perasaan adalah berkenaan
dengan memberikan penjelasan, membentuk atau
mengubah sikap, kepercayaan, nilai atau pendapat.
Dalam contoh diatas ketika educator kesehatan
sedang mendidik orang tua tentang vaksinasi,
disamping tujuan khusus pengetahuan mungkin
ada tujuan khusus tentang membantu orang tua yang
cemas agar tidak perlu khawatir tentang hal itu.
C. Tujuan khusus dalam BERBUAT berhubungan

dengan keterampilan dan kegiatan klien. Sebagai


contoh, mengajari rangkaian rutin latihan latihan
jasmani,

atau

mengajari

penderita

diabetes

bagaimana melakukan injeksi pada dirinya sendiri,


mempunyai tujuan khusus bahwa klien memperoleh
keterampilan

keterampilan

praktis

dan

dapat

mengerjakan tugas tugas spesifik.


1.4 Menetapkan Pesan Pokok
Pesan

dibuat

dipahami

oleh

sederhana

mungkin

sehingga

mudah

Pesan

sebaiknya

dibuat

sasaran.

menggunakan gambar dan bahasa setempat, sehingga


sasaran merasa pesan benar-benar untuknya.
Disusun 7 program pembangunan kesehatan yaitu :
A. Program perilaku dan pemberdayaan masyarakat.
B. program lingkungan sehat
C. program upaya kesehatan
D. Program pengembangan sumber daya kesehatan
E. Program pengawasan obat, makanan dan obat
berbahaya
F. Program kebijakan dan manajemen pembangunan
kesehatan
Program pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
kesehatan 10 program unggulan kesehatan (Depkes, 1999)
:
1. Program kebijam kesehatan, pembiayaan kesehatan
dan hukum kesehatan
2. Program perbaikan gizi
3. Program pencegahan penyakit menular termasuk
imunisasi
4. Program peningkatan perilaku hidup sehat dan
kesehatan mental
5. Program lingkungan pemukiman, air dan sehat
6. Program kesehatan keluarga, kesehatan reproduksi

dan keluarga berencana


7. Program keselamatan dan kesehatan kerja
8. Program anti tembakau, alkohol, dan madat
9. Program pengawasan obat, bahan berbahaya, makan
dan minuman
10. Program pencegahan kecelakaan, dan keselamatan
lalu lintas
1.5 Menetapkan Metode dan Salluran Komunikasi
Merancang program komunikasi pada tahap ini telah dapat
menentukan perubahan perilaku dan menempatkan pesan
dengan tepat dan dengan memadukan semua informasi
yang telah dikumpulkan, selanjutnya dikomunikasikan
dengan dukungan seperti audio visual (vidio, film), oral
(radio), cetak (poster, leaflet), visual (flip chart).
Dalam menentukan metode harus mempertimbangkan
aspek yang akan dicapai :
1.

Aspek pengetahuan : poster, radio, spanduk leatflets.

2.

Aspek sikap : perlu contoh lebih konkret


menggugah emosi perasaan daan sikap (foto, film,
slide, drama).

3.

Aspek keterampilan simulasi dan demonstrasi.

1.6 Menetapkan Kegiatan Operasional


Setelah mengetahui tujuan, sasaran dan metode serta
saluran komunikasi maka dapat dilanjutkan dengan
kegiatan.
Berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan maka dapat
diidentifikasi serangkaian metode yang tepat dan efektif
untuk mencapai tujuan tersebut
Secara umum kegiatan dalam promosi kesehatan
adalah :
A. Memberikan

asuhan

kebidanan

langsung

kepada

individu, keluarga, kelompok-kelompok khusus baik di

rumah, di posyandu, dipolindes, dan didaerah binaan


tempat kerja.
B. Penyukuhan/pendidikan kesehatan masyarakat dalam
rangka

merubah

perilaku

individu,keluarga

dan

masyarakat
C. Konsultasi dan pemecahan masalah kesehatan yang
dihadapi.
D. Bimbingan dan pembinaan sesuai dengan masalah yang
dihadapi.
E. Melaksanakan rujukan terhadap kasus-kasus yang
memerlukan penanganan lebih lanjut
F. Penemuan kasus pada tingkat individu, keluarga,
kelompok dan masyarakat.
G. Sebagai penghubung antar masyarakat dengan unit ply
kesh
H. Melaksanakan asuhan kesehatan komuniti, melalui
pengenalan masalah kesehatan masyarakat, perencanaan
kesehatan, pelaksanaan dan penilaian.
I. Mengadakan koordinasi di berbagai kegiatan asuhan
kebidanan komuniti
J. Mengadakan kerjasama lintas program dan lintas sector
dengan instansi terkait.
K. Memberikan
panutan

oleh

ketauladanan
ondividu,

yang

dapat

dijadikan

keluarga,kelompok

dan

masyarakat yang berkaitan dg kebidanan & kesh


L. Ikut serta dalam penelitian untuk menggambarkan
kebidanan masyarakat sesuai dengan tingkat pelayanan
dan pendidikan yang dimiliki

1.7 Menetapkan Pemantauan dan Evaluasi


Evaluasi adalah proses menilai apa yang telah dicapai dan
bagaimana mencapainya.

Melihat secara kritis pada kegiatan atau program, membuat


penilaian apa yang baik dan apa yang buruk dengannya,
dan bagaimana ia dapat diperbaiki.
Evaluasi dilakukan karena : untuk meningkatkan mutu
praktik itu sendiri, menilai atas penggunaan sumbersumber yang digunakan dalam kegiatan, memberikan
kepuasan dalam hal mengetahui berapa besar manfaat atau
efektifnya

kegiatan

mengidentikfikasi

yang
setiap

telah

dilakukan,

dan

hasil

yang

tidak

direncanakan/diharapkan.
Penilaian bisa berdasarkan menilai hasil dan menilai
proses
A. MENILAI HASIL
Dapat dilihat dari perubahan yang terjadi. Perubahan
tersebut yaitu perubahan pada pengetahuan dan
tingkah laku orang, atau perubahan-perubahan dalam
kebijakan atau cara orang bekerja
Perubahan dalam pengetahuan atau sikap, dapat dinilai
dengan :
1. Mengobservasi perubahan dalam apa yang klien
ucapkan dan perbuat.
2. Wawancara dan diskusi

yang

melibatkan

pertanyaan dan jawaban antara petugas promosi


kesehatan dan klien.
3. Diskusi dan observasi

tentang

penerapan

pengetahuan ke dalam situasi nyata.


4. Mengobservasi
bagaimana
mendemonstrasikan

pengetahuan

klien
tentang

keterampilan baru yang diperoleh.


5. Uji tulis atau kuesioner.
Perubahan tingkah laku dapat dinilai dengan :
1. Mengobservasi apa yang dibuat klien.
2. Mencatat tingkah laku.
Perubahan kebijakan dapat dinilai dengan :
1. Pernyataan dan implementasi kebijakan, seperti
pertambahan dalam cakupan k1.

2. Perubahan legislative, penambahan pembatasan


dalam melakukan episiotomi rutin.
3. Perubahan dalam ketersediaan produk-produk,
fasilitas dan pelayanan yang mempromosikan
kesehatan, seperti lebih banyak tersedianya Bidan
di desa atau Polindes.
4. Perubahan dalam prosedur atau organisasi, lebih
banyak waktu yang diberikan untuk penyuluhan di
posyandu.
Perubahan dalam lingkungan fisik dapat dinilai
dengan :
1. Mengukur perubahan-perubahan yang berkaitan
dengan tingkat polusi dalam udara.
Perubahan dalam status kesehatan dapat dinilai
dengan :
1. Menyimpan catatan indicator kesehatan pokok
seperti berat badan, TD, nadi dan lain-lain.
2. Survey

kesehatan

untuk

mengidentifikasi

perubahan dalam skala besar dalam hal perilaku


kesehatan atau status kesehatanyang dilaporkan
klien sendiri.
3. Analisis kecenderungan dalam statistic kesehatan
rutin, seperti kematian anak, jumlah orang sakit di
rumah sakit

B. MENILAI HASIL
Menilai proses yaitu melihat pada apa yang berjalan
selama proses implementasi dan membuat penilaian
tentang biaya yang serendah-rendahnya, mutu yang
tinggi, metode dan bahan yang digunakan.
Aspek yang perlu diperhatikan dalam menilai proses
ini yaitu :
1. Mengukur input
Mengukur input adalah mencatat segala sesuatu

yang berjalan dalam kegiatan promosi kesehatan,


baik dari sudut waktu, biaya, dan bahan.
Kemudian dinilai apakah hasilnya berguna dan
membandingkannya dengan biaya yang telah
dikeluarkan.
2. Evaluasi diri sendiri
Mengajukan pertanyaan

kepada

diri

sendiri

tentang apa yang baik yang telah dikerjakan. Dan


bagaimana

dapat

memperbaikinya

di

masa

mendatang.
3. Umpan balik dari orang lain
Memperoleh umpan balik dari kolega yang
dipercaya tentang penampilan kerja merupakan
bentuk yang bermanfaat dari evaluasi sejawat.
Memperoleh

umpan

balik

dari

klien

juga

merupakan bagian menilai proses dari setiap


intervensi.

Penilaian

ini

dapat

berupa

mengobservasi klien secara teliti. Penilaian dapat


pula dilakukan dengan kotak saran, melalui
penyaluran keluhan, perhatian pada umpan balik
dengan ucapan spontan yang diterima atau melalui
bertanya.

1.8 Hubungan Dengan Klien


Dimulai dengan pertanyaan bagaimana sikap terhadap
orang lain/sasaran :
A. Apakah menerima mereka sesuai kondisinya atau
menilai mereka sesuai standar?, dan Apakah anda
bertujuan

mendukung

bergantung,

membuat

bertanggung

jawab

sasaran

agar

keputusan
pada

tidak
sendiri,

kesehatannya,

menyelesaikan masalah untuk mereka?


B. Tenaga kesehatan masyarakat berhubungan erat
dengan klien / masyarakat. Hal ini di tunjukan
dengan

pentingnya

peran

tenaga

kesehatan

masyarakat dalam merubah perilaku masyarakat


menuju hidup bersih dan sehat. Tenaga kesehatan
masyarakat diharapkan mampu mengambil bagian
dalam promosi PHBS
C. Ketika merencankan dan mengevaluasi kegiatan
promosi kesehatan sebaiknya berkerjasama dengan
klien.
D. Semua praktik promosi kesehatan harus mendorong
orang

menghargai

orang

lain

dengan

tidak

memandang umur, kemampuan, kecacatan, suku,


agama,

kelamin,

dan

berupaya

melakukan

perlawanan terhadap diskriminasi bila ada.


E. Promotor kesehatan akan mendukung prinsip
pemberian kesempatan yang sama, mengambil
langkah

positif

bila

ini

akan

membantu

pengurangan ketidakmerataan dalam kesehatan


atau pelayanan kesehatan.
Menerima sasaran/klien berarti :
A. Memahami bahwa pengetahuan dan kepercayaan
orang timbul dari pengalaman hidupnya, sedangkan
anda telah diubah dan diperluas melalui pendidikan
profesi dan pengalaman.
B. Memahami pengetahuan, kepercayaan, nilai, dan
standar anda berbeda dengan pengetahuan, nilai ,
dan standar klien menurut cara pandangnya
C. Pemahaman perbedaan diatas tidak berarti bahwa
anda, ahli promosi kesehatan, lebih berharga
dibandingkan sasaran anda
Menilai Sasaran Berarti
A. Menyamakan pengetahuan, kepercayaan, nilai,
standar dan perilaku sasaran. Misalnya tidak
mempertimbangkan pengalaman hidup dan latar
belakang budaya
B. Membedakan pengetahuan dan perilaku : misalnya
saya ahlinya, jadi saya lebih tahu bersifat

menilai, sedangkan saya lebih tahu banyak dalam


hal ini tidak.
Kemitraan berarti :
A. Ada kepercayaan dan keterbukaan antara dan
sasaran, sehingga tidak ada intimidasi.
B. Promotor menanyakan pandangan dan pendapat
sasaran/klien,

yang

anda

terima

dan

hargai

meskipun anda tidak setuju.


C. Promotor mengatakan bahwa anda belajar sesuatu
dari

sasaran

(misalnya

saya

tidak

pernah

memikirkannya demikian).
D. Menggunakan

metode informal dan partisipatif

saat melakukan pendidikan kesehatan, menggali


pengalaman dan pengetahuan sasaran.
E. Mendukung tukar pengetahuan dan pengalaman
antar sasaran.

1.9 Kepedulian

Dengan

Determinan

Sosial

Hubungannya Terhadap Kesehatan


Faktor penentu / determinan perilaku

dan

merupakan

kumpulan dari berbagai faktor baik internal maupun


eksternal (lingkungan). Perilaku manusia dapat dilihat 3
aspek yakni aspek fisik, psikis, dan sosial.Secara lebih
rinci perilaku manusia sebenarnya merupakan refleksi dari
berbagai gejala kejiwaan seperti pengetahuan, keinginan,
kehendak, motivasi, persepsi, dan sikap dalam menentukan
perilaku kesehatan.
A. Menurut spranger kepribadian seseorang ditentukan
oleh salah satu nilai budaya yang dominan. Perilaku
seseorang

atau

masyarakat

tentang

kesehatan

ditentukan oleh pengetahuan, sikap, kepercayaan,


tradisi dari orang atau masyarakat yang bersangkutan.
Disamping itu, ketersediaan fasilitas, sikap dan

perilaku para petugas kesehatan terhadap kesehatan


juga akan mendukung dan memperkuat terbentuknya
B.

perilaku.
Menurut teori Snehandu B.Kar perilaku kesehatan
dengan berititik tolak bahwa perilaku itu merupakan
fungsi

C.

dari

dukungan

sosial

dari

masyarakat

sekitarnya
Menurut WHO kepercayaan sering atau diperoleh
dari orang tua, kakek, nenek. Seseorang menerima
kepercayaan itu berdasarkan kenyakinan dan tanpa
adanya pembuktian terlebih dahulu

1.10

Kepedulian

dengan

determinan

sosial

dan

lingkungan terhadap kesehatan :


A. Semua program promosi kesehatan harus peka
terhadap

kerangka

sosial,

ekonomi,

dan

kebudayaan dari kelompok klien yang menjadi


sasaran. Program-program yang memusatkan diri
pada hal-hal atau individual khusus harus selalu
dipertimbangkan dalam konteks latar belakang
sosial, ekonomi, dan lingkungan yang lebih luas.
B. Semua kegiatan promosi kesehatan harus
memahami bahwa determinan sosial, ekonomi dan
lingkungan terhadap kesehatan sering berada diluar
kontrol

individual

memperhitungkan

dan

harus

berupaya

determinan-determinan

ini

dimana saja.
C. Memberdayakan orang agar mengambil lebih
banyak kontol dan tanggung jawab atas kesehatan
mereka,

sedemikian

rupa

hingga

mereka

mempunyai pengaruh pada system dan organisasi


yang mempengaruhi kesehatan, adalah penting bagi
promosi kesehatan yang efektif.
1.11

Praktik Promosi Kesehatan


Kesehatan ibu terkait dengan masalah kesehatan wanita.
Wanita dengan perkembangan dan pertumbuhannya

melalui

masa

bayi,

anak,

remaja,

ibu

(hamil,

melahirkan, menyusui) dan usia lanjut. Berbagai peran


yang dilakukan tenaga kesehatan lainnya. Bidan dapat
berperan sebagai pelaksana, pengelola, peneliti dan
pendidik.

Sebagai

pengelola,

bidan

memimpin

kelompok atau masyarakat (peran pemimpin). Di


samping mendidik, bidan dapat berperan sebagai
penyuluh dan penasehat (konselor).
Sebagai promoter kesehatan yang merupakan salah
peran bidan adalah memberikan penerangan dan
pendidikan

sesuai

sasaran

untuk

meningkatkan

kesehatan. Sasaran akan dapat menerima pelayanan


kesehatan yang diberikan bila mereka memahaminya
dengan baik serta menguntungkan bagi diri dan
lingkungan mereka. Upaya untuk meyakinkan sasaran
agar dapat menerima pelayanan kesehatan yang
memberi manfaat bagi mereka tidak lain adalah melalui
promosi kesehatan. Adapun sasaran promosi kesehatan
dalam praktik kebidanan adalah : neonatus, bayi, anak
balita, remaja, ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, ibu
menyusui, PUS/WUS, klimakterium/menopause.
1.12

Pertimbangan-pertimbangan Etis
Promotor kesehatan tidak akan secara sengaja menunda
pelayanan

atau

informasi,

dilihat

dari

status

pengetahuan sekarang, yang dapat memberikan mafaat


kepada

klien.

Meraka

berusuha

mengikuti

perkembangan dalam promosi kesehatan. Promotor


kesehatan akan menghargai kerahasiaan informasin
yang dapat mereka akses, kecuali atas permintaan
hukum dan demi kepentingan klien. Promotor kesehatan
harus tidak melakukan kegiatan promosi yang tidak bisa
kerjakan.
1.13

MEMBUAT KEPUTUSAN ETIS


A. Bidan tidak jarang mengalami persoalan sulit dan

tidak ada penyelesaian dan jawaban yang tepat.


B. Pertanyan-pertanyaan berikut dirancang untuk
membantu mempertimbangkan beberapa dilema
yang dihadapi dan membuat keputusan tentang
persoalan etik bila dijumpai dengan kehadiran
alternatif-alternatif tindakan
Pertanyaan tentang pertimbangan etik :
1. Apa yang efektif dan efisien dikerjakan ?
2. Berapa derajat resiko yang mungkin terjadi ?
3. Adakah kode etik profesi yang mengingatkan
tentang ini ?
4. Pastikan ada bukti tentang masalah yang dihadapi ?
5. Adakah fakta yang masih diperdebatkan ?
6. Adakah implikasi hukum, dan jika ada apakah saya
memahaminya ?
7. Apa pandangan dan harapan dari orang lain yang
berkaitan ?
8. Dapatkah saya memberikan justifikasi dari sudut
bukti yang saya miliki ?
Activity :
1.
2.

Jelaskan pengertian etika dalam promosi kesehatan ?


Sebutkan pertimbangan-pertimbangan etika dalam promosi
kesehatan ?

Conclussion :
-

Etika merupakan bagian dari filosofi yang berhubungan erat


dengan nilai manusia dalam menghargai suatu tindakan,
apakah benar atau salah dan apakah penyelesaian baik atau
buruk (Jones,1994). Moral merupakan pengetahuan atau
keyakinan tentang adanya hal yang baik dan buruk serta
mempengaruhi sikap seseorang. Kesadaran tentang adanya
baik dan buruk berkembang pada diri seseorang seiring dengan
pengaruh lingkungan, pendidikan, sosial budaya, agama dsb,
hal inilah yang disebut kesadaran moral atau kesadaran etik.
Moral juga merupakan keyakinan individu bahwa sesuatu
adalah mutlak baik atau buruk walaupun situasi berada.

40

Latihan Siswa (Evaluasi)


1.
Sebutkan
dan
jelaskan
bagaimana cara memepertimbangkan etika promosi kesehatan
secara singkat?
2.
Buat video penyuluhan promosi
kesehatan secra singkat

10

Penutup
1. Menyamakan persepsi dengan mahasiswa
2. menyimpulkan materi bersama-sama dengan mahasiswa
3. menugaskan mahasiswa untuk membaca handout
4. mengucapkan salam

Note:
Kekurangan waktu pada topik
Evaluasi tidak bisa dilakukan

Metoda :
Diskusi
Alat Bantu
:
Power
Point dan
LCD
Metode :
Ceramah