Anda di halaman 1dari 20

Laporan Praktikum R-LAB

LR01 – CHARGE DISCHARGE

Nama : Taqi Aufa


NPM : 1406572435
Fakultas : Teknik
Departemen : Teknik Kimia
Program Studi : Teknik Kimia
Kode Praktikum : LR01
Group :1
Minggu Percobaan :3
Nama Asisten : Fitria Anggraini

Laboratorium Fisika Dasar


UPP IPD
Universitas Indonesia
LR01 – Charge Discharge
I. Tujuan

 Melihat karakteristik tegangan kapasitor pada saat pengisian dan pelepasan muatan

II. Alat

1. Kapasitor
2. Resistor
3. Amperemeter
4. Voltmeter
5. Variable power supply
6. Camcorder
7. Unit PC beserta DAQ dan perangkat pengendali otomatis

III. Teori

Pada rangkaian arus searah seperti pada Gbr.1, kapasitor akan menjadi hambatan tak hingga.
Hanya saat rangkaian dibuka dan ditutp, arus akan mengalir. Saat rangkaian tertutup, arus akan
mengakibatkan kapasitor dimuati hingga saat dengan tegangan yang diberikan sebesar V0.
Sebaliknya, kapasitor akan melepaskan muatan melalui resistor saat rangkaian dibuka.
Karakteristik tegangan pada kapasitor dapat diterangkan dengan fungsi eksponensial.

V(t)
Vc

Gambar 1 Rangkaian kapaitor dan resisitor arus searah

Besar tegangan saat rangkaian terbuka adalah

𝑉(𝑡) = 𝑉0 𝑒 −𝑡⁄𝜏 (1)


Dengan  adalah konstanta waktu [s]. Konstanta waktu atau waktu paruh adalah waktu yang
1
dibutuhkan hingga tegangan jatuh menjadi 𝑉 yang ditentukan dari besar hambatan dan
𝑒 0

kapasitansi

𝜏=𝑅𝐶 (2)

Hal yang sama, besar tegangan saat rangkaian tertutup adalah

𝑉(𝑡) = 𝑉0 (1 − 𝑒 −𝑡⁄𝜏 ) (3)

Penurunan tegangan akan melambat sebanding dengan waktu. Tegangan kapasitor Vc(t) turun
secara asimtotik menjadi nol. Kurva karakteristik ini dapat dilihat pada Gbr. 2

Konstanta waktu dapat dihitung berdasarkan kurva pengisian kapasitor. Tarik garis tangensial dari
kurva pengisian pada titik t = 0 s dan tarik garis asimtot dari kurva pengisian. Buat garis yang
tegak lurus dari titik perpotongan antara tangensial dengan garis asimtot ke sumbu x . Titik yang
diperoleh pada sumbu adalah konstanta waktu.

Gambar 2 Kurva pengisian dan pengosongan dari kapasitor serta penentuan konstanta waktu

Pada percobaan di R-Lab akan digunakan 4 buah model rangkaian , yaitu Model 1 , 2 , 3 dan 4.
Untuk Model 1 dan 3 mengunakan kapasitor dengan kapasitas yang sama, Untuk Model 2 dan 4
menggunakan kapasitor dengan kapasitas yang sama.
IV. Cara Kerja

Eksperimen rLab ini dapat dilakukan dengan meng-klik tombol rLab di bagian bawah halaman
ini.

1. Mengaktifkan Web cam ! (klik icon video pada halaman web r-Lab)
2. Memperhatikan tampilan video dari peralatan yang digunakan
3. Mengatur model rangkaian yang akan digunakan , yaitu model 1
4. Menghidupkan Power Supply yang digunakan
5. Mengukur beda potensial di kaki-kaki kapasitor dan arus pengisian / pelepasan
kapasitor
6. Megulangi langkah 4 dan 6 untuk model rangkaian 2 , 3 dan 4

V. Tugas dan Evaluasi

1. Buatlah grafik tegangan V terhadap waktu (V vs t) saat pengisian kapasitor untuk tiap
model rangkaian yang digunakan !
2. Buatlah grafik tegangan V terhadap waktu (V vs t) saat pengosongan kapasitor untuk tiap
model rangkaian yang digunakan!
3. Hitung besar konstanta waktu dari rangkaian kapasitor berdasarkan kurva yang dibuat dan
besar konstanta waktu yang dihitung dari nilai kompenen R dan C ! Bandingkan hasilnya!
VI. Data dan Hasil Percobaan
 Model 1
Charge Discharge

WAKTU IC VC
WAKTU IC VC
1 3.88 3.88
1 3.97 1.03
2 3.11 3.11
2 3.17 1.83
3 2.50 2.50
3 2.54 2.46
4 2.02 2.02
4 2.03 2.97
5 1.63 1.63
5 1.63 3.37
6 1.31 1.31
6 1.30 3.70
7 1.07 1.07
7 1.04 3.96
8 0.86 0.86
8 0.83 4.17
9 0.70 0.70
9 0.66 4.34
10 0.57 0.57
10 0.52 4.48
11 0.46 0.46
11 0.41 4.59
12 0.38 0.38
12 0.32 4.68
13 0.31 0.31
13 0.24 4.76
14 0.25 0.25
14 0.19 4.81
15 0.21 0.21
15 0.14 4.86

Grafik Charge
6
V c (Volt)

0
0 5 10 15 20
Waktu (s)

Grafik Discharge
5
4
V c (Volt)

3
2
1
0
0 5 10 15 20
Waktu (s)
 Model 2
Charge Discharge

WAKTU IC VC
WAKTU IC VC
1 11.32 3.62
1 11.15 1.43
2 8.22 2.63
2 8 2.44
3 5.99 1.92
3 5.76 3.16
4 4.38 1.4
4 4.15 3.67
5 3.22 1.03
5 2.98 4.05
6 2.37 0.76
6 2.12 4.32
7 1.74 0.56
7 1.51 4.52
8 1.3 0.42
8 1.05 4.66
9 0.98 0.31
9 0.72 4.77
10 0.72 0.23
10 0.46 4.85
11 0.53 0.17
11 0.27 4.91
12 0.4 0.13
12 0.15 4.95
13 0.31 0.1
13 0.05 4.99
14 0.23 0.07
14 0 5
15 0.17 0.05
15 0 5

Grafik Charge
6
V c (Volt)

0
0 5 10 15 20
Waktu (s)

Grafik Discharge
4
V c (Volt)

0
0 5 10 15 20
Waktu (s)
 Model 3
Charge Discharge

WAKTU IC VC
WAKTU IC VC
1 2.81 2.81
1 2.63 2.37
2 1.68 1.68
2 1.54 3.46
3 1.03 1.03
3 0.91 4.09
4 0.65 0.65
4 0.55 4.45
5 0.42 0.42
5 0.32 4.68
6 0.27 0.27
6 0.19 4.81
7 0.18 0.18
7 0.1 4.9
8 0.12 0.12
8 0.04 4.96
9 0.09 0.09
9 0 5
10 0.06 0.06
10 0 5
11 0.04 0.04
11 0 5
12 0.03 0.03
12 0 5
13 0.02 0.02
13 0 5
14 0.02 0.02
14 0 5
15 0.01 0.01
15 0 5

Grafik Charge
6
V c (Volt)

0
0 5 10 15 20
Waktu (s)

Grafik Discharge
3
2.5
V c (Volt)

2
1.5
1
0.5
0
0 5 10 15 20
Waktu (s)
 Model 4
Charge Discharge

WAKTU IC VC
WAKTU IC VC
1 6.89 2.2
1 6.34 2.97
2 3.38 1.08
2 2.93 4.06
3 1.74 0.56
3 1.37 4.56
4 0.95 0.3
4 0.61 4.8
5 0.55 0.18
5 0.24 4.92
6 0.32 0.1
6 0.03 4.99
7 0.21 0.07
7 0 5
8 0.14 0.04
8 0 5
9 0.09 0.03
9 0 5
10 0.08 0.02
10 0 5
11 0.05 0.01
11 0 5
12 0.03 0.01
12 0 5
13 0.03 0.01
13 0 5
14 0.02 0
14 0 5
15 0.02 0
15 0 5

Grafik Charge
6
V c (Volt)

0
0 5 10 15 20
Waktu (s)

Grafik Discharge
2.5
2
V c (Volt)

1.5
1
0.5
0
-0.5 0 5 10 15 20

Waktu (s)
VII. Pengolahan Data

Discharge
Ketika rangkaian tertutup, reaksi yang terjadi adalah charge, sehingga Berdasarkan persamaan
(3) maka:

𝑉(𝑡) = 𝑉0 (𝑒 −𝑡⁄𝜏 )
1
ln 𝑉(𝑡) = 𝑙𝑛𝑉0 + (− 𝜏 ) ∙ 𝑡 (4)

y = b + m x

Dengan pendekatan least square pada gravik Antara ln V(t) Vs t, Dapat diketahui besarnya nilai
𝜏 sehingga:

Model 1

Grafik hubungan ln V (t) Vs. Waktu (s)

1.5

0.5
Posisi (mm)
0
ln V (t)

0 2 4 6 8 10 12 14 16
-0.5

-1 Linear
-1.5

-2

y = -0.2091x + 1.5397
R² = 0.9997
Waktu (s)
No. X Y X^2 Y^2 XY
1 1 1.355835 1 1.838289 1.355835
2 2 1.134623 4 1.287369 2.269245
3 3 0.916291 9 0.839589 2.748872
4 4 0.703098 16 0.494346 2.81239
5 5 0.48858 25 0.23871 2.4429
6 6 0.270027 36 0.072915 1.620163
7 7 0.067659 49 0.004578 0.473611
8 8 -0.15082 64 0.022748 -1.20658
9 9 -0.35667 81 0.127217 -3.21007
10 10 -0.56212 100 0.315978 -5.62119
11 11 -0.77653 121 0.602997 -8.54182
12 12 -0.96758 144 0.936219 -11.611
13 13 -1.17118 169 1.37167 -15.2254
14 14 -1.38629 196 1.921812 -19.4081
15 15 -1.56065 225 2.435621 -23.4097
Total 120 -1.99574 1240 12.51006 -74.5109

𝑛∑xiyi − (∑xi)(∑yi)
𝑚= = −0.2091
n∑xi2 − (∑xi)2

∑xi2 ∑yi − ∑xi∑(xiyi)


𝑏= = 1.5397
n∑xi2 − (∑xi)2

Sehingga persamaannya adalah

𝑦 = −0.2091𝑥 + 1.5397

Karena

1
𝑚=−
𝜏

Sehingga

1
𝜏=−
𝑚

1
=−
−0.2091
= 4.7824 𝑠

Perhitungan kesalahan relatif:

𝑁
𝛿𝑚 = 𝛿𝑦 √
𝑁 ∑ 𝑥𝑖 − (∑ 𝑥𝑖)2
2

2
1 ∑ 𝑥𝑖 2 ∑ 𝑦𝑖 2 − 2 ∑ 𝑥𝑖 ∑ 𝑦𝑖 ∑ 𝑥𝑖𝑦𝑖 + 𝑁(∑ 𝑥𝑖𝑦𝑖)
𝛿𝑦 = √ 2
(∑ 𝑦𝑖 − )
𝑁−2 𝑁 ∑ 𝑥𝑖 2 − (∑ 𝑥𝑖)2

𝛿𝑦 = 0.016222

𝛿𝑚 = 0.000969
Kesalahan relative:
𝛿𝑚 0.000969
𝑘𝑒𝑠𝑎𝑙𝑎ℎ𝑎𝑛 𝑟𝑒𝑙𝑎𝑡𝑖𝑓 = | | ∙ 100% = | | ∙ 100% = 0.46%
𝑚 0.20909
Sehingga
𝜏 = (𝟒. 𝟕𝟖𝟐𝟒 ± 𝟎. 𝟎𝟐𝟏𝟏)𝒔

Model 2

Grafik hubungan ln V (t) Vs. Waktu (s)

2.000
1.500
1.000
0.500
0.000
Posisi (mm)
-0.500 0 2 4 6 8 10 12 14 16
ln V (t)

-1.000
-1.500
-2.000
Linear
-2.500
-3.000
-3.500

y = -0.3014x + 1.5541
R² = 0.9997
Waktu (s)
NO. X Y X^2 Y^2 XY
1 1 1.286474 1 1.838289 1.286474
2 2 0.966984 4 1.287369 1.933968
3 3 0.652325 9 0.839589 1.956976
4 4 0.336472 16 0.494346 1.345889
5 5 0.029559 25 0.23871 0.147794
6 6 -0.27444 36 0.072915 -1.64662
7 7 -0.57982 49 0.004578 -4.05873
8 8 -0.8675 64 0.022748 -6.94
9 9 -1.17118 81 0.127217 -10.5406
10 10 -1.46968 100 0.315978 -14.6968
11 11 -1.77196 121 0.602997 -19.4915
12 12 -2.04022 144 0.936219 -24.4826
13 13 -2.30259 169 1.37167 -29.9336
14 14 -2.65926 196 1.921812 -37.2296
15 15 -2.99573 225 2.435621 -44.936
TOTAL 120 -12.8606 1240 12.51006 -187.285

𝑛∑xiyi − (∑xi)(∑yi)
𝑚= = −0.3014
n∑xi2 − (∑xi)2

∑xi2 ∑yi − ∑xi∑(xiyi)


𝑏= = 1.5541
n∑xi2 − (∑xi)2

Sehingga persamaannya adalah

𝑦 = −0.3014𝑥 + 1.5541

Karena

1
𝑚=−
𝜏

Sehingga

1
𝜏=−
𝑚

1
=−
−0.3014
= 3.3178 𝑠

Perhitungan kesalahan relatif:

𝑁
𝛿𝑚 = 𝛿𝑦 √
𝑁 ∑ 𝑥𝑖 − (∑ 𝑥𝑖)2
2

2
1 ∑ 𝑥𝑖 2 ∑ 𝑦𝑖 2 − 2 ∑ 𝑥𝑖 ∑ 𝑦𝑖 ∑ 𝑥𝑖𝑦𝑖 + 𝑁(∑ 𝑥𝑖𝑦𝑖)
𝛿𝑦 = √ 2
(∑ 𝑦𝑖 − )
𝑁−2 𝑁 ∑ 𝑥𝑖 2 − (∑ 𝑥𝑖)2

𝛿𝑦 = 0.025523

𝛿𝑚 = 0.001525
Kesalahan relative:
𝛿𝑚 0.001525
𝑘𝑒𝑠𝑎𝑙𝑎ℎ𝑎𝑛 𝑟𝑒𝑙𝑎𝑡𝑖𝑓 = | | ∙ 100% = | | ∙ 100% = 0.59%
𝑚 0.3014
Sehingga
𝝉 = (𝟑. 𝟑𝟏𝟕𝟖 ± 𝟎. 𝟎𝟏𝟔𝟓)𝒔
Model 3
Data yang diambil pada Model 3 hanyalah data detik ke 1 hingga 13, hal ini karena data pada
detik ke 14 dan 15 dianggap proses discharge sudah selesai

Grafik hubungan ln V (t) Vs. Waktu (s)


2

0
0 2 4 6 8 10 12 14
-1 Posisi (mm)
ln V (t)

-2

-3
Linear
-4

-5
y = -0.4057x + 1.2458
R² = 0.9958
Waktu (s)
No. X Y X^2 Y^2 XY
1 1 1.033184 1 1.838289 1.033184
2 2 0.518794 4 1.287369 1.037588
3 3 0.029559 9 0.839589 0.088676
4 4 -0.43078 16 0.494346 -1.72313
5 5 -0.8675 25 0.23871 -4.3375
6 6 -1.30933 36 0.072915 -7.856
7 7 -1.7148 49 0.004578 -12.0036
8 8 -2.12026 64 0.022748 -16.9621
9 9 -2.40795 81 0.127217 -21.6715
10 10 -2.81341 100 0.315978 -28.1341
11 11 -3.21888 121 0.602997 -35.4076
12 12 -3.50656 144 0.936219 -42.0787
13 13 -3.91202 169 1.37167 -50.8563
Total 91 -20.72 819 8.152623 -218.871

𝑛∑xiyi − (∑xi)(∑yi)
𝑚= = −0.4057
n∑xi2 − (∑xi)2

∑xi2 ∑yi − ∑xi∑(xiyi)


𝑏= = 1.2458
n∑xi2 − (∑xi)2

Sehingga persamaannya adalah

𝑦 = −0.4057𝑥 + 1.2458

Karena

1
𝑚=−
𝜏

Sehingga

1
𝜏=−
𝑚

1
=−
−0.3014
= 2.4649 𝑠

Perhitungan kesalahan relatif:

𝑁
𝛿𝑚 = 𝛿𝑦 √
𝑁 ∑ 𝑥𝑖 − (∑ 𝑥𝑖)2
2

2
1 ∑ 𝑥𝑖 2 ∑ 𝑦𝑖 2 − 2 ∑ 𝑥𝑖 ∑ 𝑦𝑖 ∑ 𝑥𝑖𝑦𝑖 + 𝑁(∑ 𝑥𝑖𝑦𝑖)
𝛿𝑦 = √ 2
(∑ 𝑦𝑖 − )
𝑁−2 𝑁 ∑ 𝑥𝑖 2 − (∑ 𝑥𝑖)2

𝛿𝑦 = 0.106682

𝛿𝑚 = 0.007908
Kesalahan relative:
𝛿𝑚 0.007908
𝑘𝑒𝑠𝑎𝑙𝑎ℎ𝑎𝑛 𝑟𝑒𝑙𝑎𝑡𝑖𝑓 = | | ∙ 100% = | | ∙ 100% = 1.95%
𝑚 0.4057
Sehingga
𝝉 = (𝟐. 𝟒𝟔𝟒𝟗 ± 𝟎. 𝟎𝟒𝟖𝟎)𝒔
Model 4
Data yang diambil pada Model 3 hanyalah data detik ke 1 hingga 11, hal ini karena data pada
detik ke 12 hingga 15 dianggap proses discharge sudah selesai

Grafik hubungan ln V (t) Vs. Waktu (s)


2

0
0 2 4 6 8 10 12
-1 Posisi (mm)
ln V (t)

-2

-3
Linear
-4

-5

y = -0.5153x + 1.0154
R² = 0.9906
Waktu (s)
NO. X Y X^2 Y^2 XY
1 1 0.788457 1 1.838289 0.788457
2 2 0.076961 4 1.287369 0.153922
3 3 -0.57982 9 0.839589 -1.73946
4 4 -1.20397 16 0.494346 -4.81589
5 5 -1.7148 25 0.23871 -8.57399
6 6 -2.30259 36 0.072915 -13.8155
7 7 -2.65926 49 0.004578 -18.6148
8 8 -3.21888 64 0.022748 -25.751
9 9 -3.50656 81 0.127217 -31.559
10 10 -3.91202 100 0.315978 -39.1202
11 11 -4.60517 121 0.602997 -50.6569
TOTAL 66 -22.8376 506 5.844734 -193.704

𝑛∑xiyi − (∑xi)(∑yi)
𝑚= = −0.5153
n∑xi2 − (∑xi)2

∑xi2 ∑yi − ∑xi∑(xiyi)


𝑏= = 1.0154
n∑xi2 − (∑xi)2

Sehingga persamaannya adalah

𝑦 = −0.5153𝑥 + 1.0154

Karena

1
𝑚=−
𝜏

Sehingga

1
𝜏=−
𝑚

1
=−
−0.3014

= 1.9406 𝑠

Perhitungan kesalahan relatif:


𝑁
𝛿𝑚 = 𝛿𝑦 √
𝑁 ∑ 𝑥𝑖 − (∑ 𝑥𝑖)2
2

2
1 ∑ 𝑥𝑖 2 ∑ 𝑦𝑖 2 − 2 ∑ 𝑥𝑖 ∑ 𝑦𝑖 ∑ 𝑥𝑖𝑦𝑖 + 𝑁(∑ 𝑥𝑖𝑦𝑖)
𝛿𝑦 = √ 2
(∑ 𝑦𝑖 − )
𝑁−2 𝑁 ∑ 𝑥𝑖 2 − (∑ 𝑥𝑖)2

𝛿𝑦 = 0.1756

𝛿𝑚 = 0.0167
Kesalahan relative:
𝛿𝑚 0.0167
𝑘𝑒𝑠𝑎𝑙𝑎ℎ𝑎𝑛 𝑟𝑒𝑙𝑎𝑡𝑖𝑓 = | | ∙ 100% = | | ∙ 100% = 3.24%
𝑚 0.5153
Sehingga
𝝉 = (𝟏. 𝟗𝟒𝟎𝟔 ± 𝟎. 𝟎𝟎𝟔𝟐𝟖)𝒔

VIII. Analisis

A. Analisis Percobaan

Percobaan LR-01 Pengukuran panjang gelombang ini dilaksanakan secara online


dengan system R-lab. Percobaan ini menggunakan alat-alat utama: Kapasitor, resistor,
ampermeter, voltmeter, dan power supply. Powersupply digunakan sebagai
penghubung antara sumber listrik (stopkontak) dan rangkaian karena besarnya
tegangan listrik pada stopkontak (220 V) terlalu besar. Dengan tegangan yang besar,
maka dapat terjadi lompatan listrik pada kapasitor sehingga rangkaian menjadi tertutup.
Dengan begitu percobaan ini tidak dapat dilakukan karena rangkaian tertutup.
Voltmeter yang dipasang pada rangkaian disusun secara paralel. Hal ini karena
voltmeter biasanya memiliki hambatan yang sangat besar. Tujuannya adalah supaya
tidak ada arus yang masuk melewati voltmeter tersebut sehingga tidak mempengaruhi
percobaan yang dilakukan. Karena pada percobaan ini akan diukur lamanya charge dan
discharge pada sebuah kapasitor, maka voltmeter dipasang parallel diantara kapasitor.
Resistor pada percobaan ini disusun secara seri terhadap kapasitor yang akan
diukur. Tujuannya adalah untuk mempengaruhi secara langsung besarnya kuat arus
yang melewati kapasitor. Pada percobaan ini, variabel bebasnya adalah besarnya
resistensi resistor, kapasitansi kapasitor dan bentuk rangkaian. Ampermeter disisi lain,
dirangkai pada rangkaian dengan seri terhadap kapasitor. Ampermeter memiliki
resistensi yang sangat kecil sehingga dapat dengan akurat mengukur besarnya kuat arus
yang melewati kapasitor.
Pada percobaan ini, rangkaian diberikan arus listrik (tertutup) selama 15 detik
pertama (charging) dan tertutup 15 detik berikutnya. Interval 15 detik diperkirakan
cukup untuk men-charge dan discharge kapisitor yang anda sesuai dengan kemampuan
kapasitansinya. Jika kapasitor tetap di charge ketika kapasitansinya sudah maksimal,
maka energi yang tersimpan dalam kapasitor tidak bertambah. Oleh karena itu, data
yang dapat diambil dalam proses perhitungan hanyalah data sebelum kapasitor penuh.
Indikator ketika kapasitor sudah penuh adalah ketika grafik tegangan yang terbaca
dalam kapasitor stagnan atau tidak dirubah. Dengan alasan itu, maka detik ke 14
sampai 15 pada model 3, dan detik ke 12 hingga 15 pada model 4, tidak dimasukkan
kedalam data yang akan diproses.
Pada pengukuran besarnya nilai 𝜏, digunakan data discharge. Hal ini karena proses
charge bergantung kepada besarnya listrik yang masuk dari powersupply. Untuk
menghilangkan efek dari power supply sebagai factor pengganggu, digunakan data
discharge sebagai data. Hal ini karena pada discharge, kapasitor adalah sumber listrik
yang tersedia sehingga pengukuran akan lebih akurat. Selain itu besarnya nilai 𝜏 pada
kedua fase adalah sama. Hal ini karena nilai ini berasal dari besarnya resistensi resistor
dan kapasitansi kapasitor. Karena kode fase ini berada pada rangkaian yang sama, maka
secara teori nilai 𝝉 pada charge dan discharge adalah sama.
B. Analisis Data dan Grafik
Setelah percobaan dilakukan, didapatkan 30 data pada setiap modelnya.
Berdasarkan tabel besarnya voltase terhadap waktu pada bagian data, dapat dilihat
bahwa hubungan antara kedua variabel ini bersifat eksponensial. Pada detik detik
pertama, proses charge berlangsung dengan cepat, namun secara perlahan melambat
hingga akhirnya membutuhkan waktu yang tidak terhingga untuk mencapai voltase
demikian. Hal ini terlihat jelas pada detik detik awal charge, besarnya arus listrik yang
terbaca berada kondisi maksimal. Hal serupada dapat diamati pada fase discharge.
Walaupun begitu, data menunjukkan pada model 3 dan 4 voltase menjadi stangnan
setelah detik tertentu. Sebenarnya besarnya voltase masih meningkat walaupun sangat
kecil sehingga instrument yang digunakan tidak dapat mendeteksi perubahan voltase
yang terjadi.
Untuk memudahkan perhitungan, terlebih dahulu data yang ada dikonversikan
menjadi rumus (4) sesuai dengan bagian awal pengolahan data. Dalam fungsi yang
melibatlan logaritma euler, didapatkan grafik antara ln V(t) Vs t. Grafik ini
menunjukkan hubungan yang linear. Dengan begitu metode analisa least square dapat
dilakukan.
Berdasarkan data yang didapat, diketahui bahwa model 2 dan 4, dan model 1 dan 3
walaupun menggunakan kapasitor dan resistor yang sama, laju charge ataupun
discharge yang diamati berbeda. Hal ini menunjukkan bahwa penyusunan rangkaian
sangat mempengaruhi laju pengisian. Hal ini karena, besarnya besarnya arus listrik
yang mengalir pada rangkaian seri dan parallel berbeda.
Berdasarkan persamaan (1), (2) dan (3). Maka dapat diketahui besarnya laju
charging dan discharging bergantung terhadap besarnya nilai hambatan dan
kapasitansi. Semakin besar hambatan, semakin lama proses charge discharge. Hal ini
disebabkan karena semakin kecilnya arus yang mengalir dan berdampak kepada
lamanya muatan yang terkumpul pada kapasitor. Besarnya kapasitansi juga
menyatakan lebih banyaknya medan listrik yang dapat disimpan. Dengan kata lain

C. Analisis Kesalahan

Besarnya kesalah relatif yang didapat dari eksperimen sebesar 0.46% untuk model 1,
0.59% untuk model 2, 1.95% untuk model 3, dan 3.26% untuk model 4. Kesalahan
relative yang didapat dapat dikatakan cukup minim dan dapat dikatakan eksperimen
cukup akurat. Kesalahan yang muncul salah satunya disebabkan oleh pembulatan
ketika perhitungan. Proses perhitungan melibatkan logaritma natural sehingga
praktikan harus melakukan pembulatan pada setiap datanya. Walaupun begitu, model
3 dan 4 memiliki kesalahan relatif yang lebih besar daripada model 1 dan 2 karena
model 3,4 laju pengisiannya lebih cepat daripada model 1,2. Hal ini mengakibatkan
gangguan eksternal menjadi lebih signifikan dan data yang didapat lebih sedikit
diarenakan pada detik detik terakhir proses discharge sudah dianggap selesai.
IX. Kesimpulan
Besarnya laju charge dan discharge yang terjadi pada sebuah kapasitor dipengaruhi
oleh besarnya resistensi, kapasitansi, dan model rangkaian. Semakin besar nilai
resistensi resistor, semakin lama waktu charge discharge. Resistor yang dihubungkan
secara seri terhadap kapasitor cenderung membutuhkan waktu charge dan discharge
yang lebih lama. Sedangkan semakin besar kapasitansi resistor, semakin lama waktu
yang dibuthkan. Pola penambahan voltase yang terdapat pada kapasitor juga berbentuk
eksponensial.

X. Referensi
Giancoli, D.C.; Physics for Scientists & Engeeners, Third Edition, Prentice Hall, NJ,
2000.
Halliday, Resnick, Walker; Fundamentals of Physics, 7th Edition, Extended
Edition, John Wiley & Sons, Inc., NJ, 2005.

http://sitrampil.ui.ac.id/elaboratory/kuliah/view_experiment.php?id=9343&exp=4
diakses pada tanggal 3 Oktober 2015