Anda di halaman 1dari 1

Proses Penyembuhan Luka Penyembuhan luka dapat didefinisikan sebagai proses fisiologis

dimana tubuh mengganti dan memperbaiki fungsi dari jaringan yang rusak. Terdapat dua
mekanisme dimana luka dapat mengalami kesembuhan dan seleksi mekanismenya tergantung
dari keadaan luka itu sendiri. Bagaimanapun proses secara umum dari kedua mekanisme tersebut
kurang lebih sama, hanya saja mungkin ada sedikit perbedaan dalam waktu penyembuhannya.
Primary Intention Penyembuhan melalui primary intention memakan waktu yang singkat tanpa
terpisahnya tepi luka dan dengan pembentukan jaringan parut yang minimal. Proses ini
berlangsung melalui tiga tahap yang berbeda, yakni: Inflammatory Pada hari pertama
penyembuhan luka, respon inflamasi mengakibatkan pengeluaran cairan dari jaringan, akumulasi
sel dan fibroblast serta meningkatnya suplai darah menuju luka. Leukosit dan sel-sel lainnya
akan menghasilkan enzim proteolitik yang akan menyingkirkan debris dari jaringan yang rusak.
Respon ini adalah respon untuk menyiapkan jaringan yang cedera untuk proses penyembuhan.
Proses ini berlangsung 3-7 hari. Proliferative Setelah proses debridement selesai, fibroblast mulai
membentuk matriks kolagen pada luka yang dikenal dengan jaringan granulasi. Kolagen
merupakan substansi protein yang merupakan konstituen utama pada jaringan ikat. Remodelling
Setelah proses deposit kolagen selesai, vaskularisasi ke luka perlahan-lahan berkurang dan
permukaan jaringan parut menjadi lebih pucat. Jumlah jaringan parut yang terbentuk, ditentukan
oleh jumlah jaringan granulasi yang dihasilkan sebelumnya. Tahapan Penyembuhan Luka
Tahapan Penyembuhan Luka Primer (primary intention) Secondary Intention Pada luka yang
gagal mengalami penyembuhan melalui primary intention, diperlukan proses penyembuhan yang
lama dan lebih kompleks. Penyembuhan luka melalui secondary intention disebabkan oleh
infeksi, trauma berlebihan, dan adanya jaringan yang hilang. Dalam proses ini, luka dtinggal
dalam keadaan terbuka dan dibiarkan sembuh dari lapisan terdalam ke lapisan terluar. Jaringan
granulasi terbentuk dan mengandung miofibroblas. Sel ini khusus membantu penutupan luka
melalui kontraksi. Proses ini jauh lebih lambat dibandingkan primary intention. Jaringan
granulasi yang berlebihan mungkin saja terbentuk dan perlu disingkirkan karena dapat
menghambat proses epitalisasi.
Read more at: http://www.medicinestuffs.com/2013/12/dehisensi-luka-operasi-abdomen.html
Copyright MedStuffs