Anda di halaman 1dari 4

Materi Kuliah Farmasi

Farmakognosi
Diposkan oleh Siti Nurohmah on Minggu, 21 April 2013

Farmakognosi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari sumber bahan alami


yang digunakan sebagai obat. Sumber bahan alami tersebut diperoleh dari berbagai
macam bentuk mikroskopis dan makroskopis tumbuhan dan organisme lainnya.
Sejarah mencatat bahwa tumbuhan atau bahan alam pernah digunakan sebagai
khasiat obat pada masa silam oleh nenek moyang. Di Indonesia sendiri, bukti adanya
penggunaan bahan alam sebagai obat pada masa lalu dapat ditemukan dalam
naskah Husodo (Jawa), Usada (Bali), Lontarak pabbura (Sulawesi Selatan) dan
dokumen lainnya.
Kesadaran masyarakat tentang khasiat penggunaan tanaman sebagai obat
merupakan perwujudan sikap masyarakat terhadap farmakognosi. Keadaan ini
didukung dengan meningkatnya pengetahuan masyarakat mengenai efek samping
dari pemakaian obat sintetis. Bahan alam yang sangat berpotensial akan
menghasilkan bahan obat yang merupakan senyawa penting bagi perkembangan
obat modern. Seperti perkembangan teknologi DNA rekombinan dan rekayasa
genetika mempelopori lahirnya antibodi vaksin dan serum yang memiliki manfaat
besar bagi daya imunitas tubuh manusia. Penemuan vaksin dan serum tersebut
merupakan manifestasi dari farmakognosi. Dalam S.K Menkes No.125 /Kab/BVII/1971
tentang wajib daftar obat ada 5 kategori yaitu:
1. Obat : merupakan paduan bahan-bahan yang dimaksudkan untuk menetapkan
diagnosa dan memberikan efektifitas seperti yang diharapkan
2. Obat Jadi : obat dalam keadaan murni atau campuran dalam bentuk serbuk,
tablet, pil, cairan atau dengan nama teknis yang sesuai dengan Farmakope Indonesia
3. Obat Paten : obat jadi dengan nama dagang terdaftar atas nama si penjual dan
diproduksi dengan kemasan asli dari pabriknya
4. Obat Baru : obat yang mengandung suatu zat dengan komponen lain yang belum
diketahui khasiat dan kemurniannya
5. Obat Tradisional : khasiat obat yang bersumber dari bahan alam yang kemudian

diramu atau di olah hingga memiliki efek teraupetik pada konsumennya


Farmakognosi merupakan bagian dari biofarmasi, biokimia, kimia sintetis sehingga
ruang lingkupnya menjadi luas seperti yang didefinisikan Fluckiger yakni
penggunaan secara serempak berbagai cabang ilmu pengetahuan untuk
memperoleh segala segi yang perlu diketahui tentang obat.
Hubungan Farmakognosi dengan Botani dan Zoologi
Mengingat pentingnya identitas botani-zoologi, simplisia harus memiliki identitas
botani dan zoologi yang tepat, dimaksudkan untuk mengetahui dengan tepat nama
latin tanaman atau hewan yang digunakan sebagai simplisia. Penetapan identitas
botani-zoologi secara tepat merupakan langkah pertama yang harus ditempuh
sebelum melakukan kegiatan lainnya di bidang farmakognosi. Kondisi simplisia dapat
rusak oleh faktor tertentu. Apabila hal tersebut terjadi, maka keadaannya tidak lagi
memenuhi syarat dan dianggap berkualitas rendah. Misalnya saja simplisia yang
akan digunakan bercampur dengan minyak pelumas, basah oleh air laut, rusak
karena bakteri, dan tercampur dengan komposisi bahan lain yang tidak semestinya.
Hubungan Farmakognosi dengan Ilmu-ilmu lain
Simplisia merupakan bahan utama yang tersedia di tempat meramu obat dan
umumnya diramu atau diracik sendiri oleh tabib.

Farmakodinamik
Diposkan oleh Siti Nurohmah on Selasa, 02 April 2013

Farmakodinamik bersama farmakokinetik memiliki hubungan yang erat dari ruang


lingkup farmakologi. Penjelasan mengenai farmakodinamik lebih pada mekanisme
kerja dan pengaruh atau efek obat pada tubuh baik efek fisiologi maupun efek
biokimia. Sedangkan farmakokinetik lebih menjelaskan pada suatu proses atau
perjalanan obat di dalam tubuh organisme. Keduanya merupakan subdisiplin dari
farmakologi.

Mekasnisme kerja obat dipengaruhi oleh reseptor, enzim, dan hormon. Dalam
farmakodinamik sangat penting mempelajari mekanisme kerja suatu obat guna
meneliti efek yang ditimbulkan obat pada sistem tubuh, mengetahui interaksi obat
dalam sel, dan untuk mengetahui tahapan kerja obat serta mengetahui spektrum
efek dan respon yang terjadi. Pengetahuan mengenai hal ini merupakan dasar terapi
rasional dan sangat berguna dalam sintesis obat baru.
Farmakodinamik sering disebut dengan aksi atau efek obat. Efek obat umumnya
timbul dari interaksi yang terjadi antara obat dan reseptor pada sel suatu organisme.
Interakasi ini mengakibatkan perubahan fisiologi dan biokimia yang merupakan
respon khas tubuh terhadap obat itu. Hal ini dapat digambarkan saat seseorang
menkonsumsi suatu obat. Maka tubuh akan memberikan respon pada kerja obat.
Dengan kata lain obat memberikan efek pada tubuh si penerimanya. Seperti
peristiwa yang terjadi pada kadar gula darah dan suhu tubuh yang menurun.

Farmakologi
Diposkan oleh Siti Nurohmah on Minggu, 31 Maret 2013

Kata farmakologi (pharmacology) dalam bahasa Yunani pharmaconberarti obat


dan logyberarti ilmu. Obat adalah setiap zat kimia yang dapat mempengaruhi
proses hidup pada tingkat molekuler. Farmakologi didefinisikan sebagai ilmu
pengetahuan yang mempelajari interaksi obat terhadap tubuh untuk menghasilkan
efek teraupetik (efek penyembuhan). Pada masa lalu, farmakologi mencakup semua
ilmu pengetahuan tentang sejarah, sumber, sifat fisika dan kimia, efek biokimia dan
fisiologi yang ditimbulkan dan penggunaan lainnya dari obat.
Dengan demikian farmakologi merupakan ilmu pengetahuan yang sangat luas
cakupannya. Dewasa ini farmakologi telah berkembang menjadi disiplin ilmu
tersendiri dalam ruang lebih sempit. Tetapi tidak terlepas dari ruang lingkup
farmakologi klinik, farmasi, toksikologi, dan lain-lain. Berikut penjelasan ruang
lingkup farmakologi:

1) Farmakognisi: cabang ilmu farmasi yang mempelajari sifat-sifat tumbuhan


sebagai sumber obat
2) Farmasetika: mempelajari cara mengolah atau memformulasikan obat
3) Farmakodinamik: mempelajari kegiatan obat terhadap organisme hidup
termasuk mekasnisme kerjanya, reaksi fisiologis serta efek teratotik yang
ditimbulkan
4) Farmakokinetik: mempelajari atau menguraikan nasib suatu obat di dalam
tubuh organisme. Umumnya mencakup suatu proses seperti absorpsi, distribusi,
biotransformasi atau metabolisme dan ekskresi
5) Farmakologi: mempelajari efek zat-zat asing/eksogen dan endogen dari suatu
obat terhadap organisme
6) Toksikologi: mempelajari efek racun suatu kandungan zat obat terhadap tubuh
7) Farmakoterapi: mempelajari penggunaan obat dalam pengobatan dan
pencegahan atau gejala-gejala suatu penyakit
8) Biofarmasi: mempelajari pengaruh suatu obat terhadap efek terapeutiknya (efek
penyembuhan)
Hubungan antara dosis suatu obat yang diberikan dan penggunaan obat untuk
pengobatan penyakit digambarkan dengan dua bidang khusus farmakologi
yaitufarmakokinetik (nasib atau proses yang dialami obat di dalam tubuh)
danfarmakodinamik (efek atau pengaruh obat pada tubuh). Farmakokinetik
berkaitan erat dengan absorpsi, distribusi, biotransformasi atau metabolisme dan
ekskresi oabat. Sedangkan farmakodinamik mencakup mekanisme kerjanya dan efek
fisiologi dan terarotik yang ditimbulkan oleh obat.