Anda di halaman 1dari 11

ANALISIS & STANDARD

AKUNTANSI KEUANGAN

PEMBAHASAN MAKALAH:-

PSAK 15
INVESTASI PADA ENTITAS ASOSIASI
DI SUSUN OLEH:1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Hendra Candra
Ani Wahyuni
Yuli Issetyowati
Soimiatun Ismiarti
Sri Lestari
Larasati Karina
Wiwik Raftiawati

2015.35.3104
2015.35.3096
2012.35.1740
2015.35.3249
2015.35.3103
2012.35.1816
2015.35.3022

Page 1 of 11

BAB I
PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang
Analisis terhadap nilai saham penting dilakukan oleh seorang investor, terutama
berkaitan dengan dividen dan earning yang diharapkan dari perusahaan di masa yang
akan datang. Besarnya dividen dan earning yang diharapkan dari suatu perusahaan
akan tergantung dari prospek keuntungan yang dimiliki perusahaan. Karena prospek
perusahaan sangat tergantung dari keadaan ekonomi secara keseluruhan, maka
analisis penilaian saham yang dilakukan investor juga harus memperhitungkan
beberapa variabel makro yang mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk
menghasilkan laba.
Dalam praktek sehari-hari, tidak jarang ditemukan keragu-raguan dari praktisi akuntansi
perusahaan dalam membukukan penyertaan saham perusahaan. Misalnya PT. A
memiliki penyertaan saham di PT. B sebesar 40 %, apakah pencatatannya harus
menggunakan metode biaya perolehan, metode ekuitas ataukah metode konsolidasi?.
PSAK No. 15 mengatur mengenai pencatatan akuntansi atas penyertaan saham
tersebut. Terdapat syarat-syarat dan ketentuan yang harus diperhatikan terlebih dahulu
agar tidak keliru dalam menerapkan metode akuntansi yang paling tepat atas
penyertaan saham perusahaan seperti contoh di atas.
PSAK 15 Investasi dalam Perusahaan Asosiasi mengatur perlakuan akuntansi untuk
investor yang melakukan investasi dalam perusahaan asosiasi baik dalam laporan
keuangan konsolidasi maupun laporan keuangan tersendiri. PSAK 15 (revisi 2009)
berlaku efektif untuk laporan keuangan yang mencakup periode laporan yang dimulai
pada atau setelah 1 Januari 2011.
PSAK No. 15 tidak mengatur mengenai investasi saham dalam entitas anak, organisasi
modal ventura, reksadana, unit perwalian dan entitas sejenis termasuk dana asuransi.

1.2.

Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan dan batasan masalah yang timbul
adalah :
1. Bagaimana Pengaruh Signifikan terhadap besaran kepemilikan saham dalam suatu
entitas.
2. Penerapan Metode (Ekuitas / Biaya).

1.3.

Tujuan Makalah
1. Untuk memberikan gambaran tentang pengaruh besaran kepemilikan saham dalam
suatu entitas pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Investasi pada Entitas
Asosiasi.

Page 2 of 11

2. Untuk memberikan gambaran tentang penerapannya dalam Metode Ekuitas pada


Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Investasi pada Entitas Asosiasi.
1.4.

Manfaat
1. Bagi Pembaca, dapat digunakan sebagai referensi dalam pembahasan yang
berkaitan dengan penulisan makalah ini.
2. Bagi Penulis, untuk menambah wawasan dan pengetahuan dalam hal bagaimana
pengaruh besaran kepemilikan saham dalam suatu entitas dan bagaimana
penerapannya dalam metode ekuitas yang sesuai dengan Pernyataan Standar
Akuntansi Keuangan Investasi pada Entitas Asosiasi.

Page 3 of 11

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1.

Definisi-definisi
Investasi secara umum dapat didefinisikan sebagai bentuk penyerahan modal kepada
suatu entitas tertentu. Pada umumnya, hubungan antar entitas dipengaruhi oleh
investasi dalam bentuk saham. Hal ini dikarenakan saham merupakan salah satu
komponen yang masuk dalam kelompok ekuitas. Jadi laba maupun rugi akan
ditanggung oleh investor yang menanamkan dananya melalui saham.
Entitas Asosiasi adalah suatu entitas, termasuk entitas non-korporasi seperti
persekutuan, dimana investor mempunyai pengaruh signifikan dan bukan merupakan
entitas anak ataupun bagian partisipasi dalam ventura bersama.
Entitas anak adalah suatu entitas, termasuk entitas non-korporasi seperti persekutuan,
yang dikendalikan oleh entitas lain (yang dikenal sebagai entitas induk) .
Laporan keuangan konsolidasi adalah laporan keuangan suatu kelompok usaha yang
disajikan sebagai suatu entitas ekonomi tunggal.
Laporan keuangan tersendiri adalah laporan keuangan yang disajikan oleh entitas induk,
yang mencatat investasi pada entitas anak, entitas asosiasi, dan pengendalian bersama
entitas berdasarkan kepemilikan ekuitas langsung bukan berdasarkan pelaporan hasil
dan aset neto investee.
Laporan keuangan terpisah adalah laporan keuangan yang disajikan sebagai tambahan
pada laporan keuangan konsolidasian, laporan keuangan dimana investasi dicatat
dengan menggunakan metode ekuitas dan laporan keuangan dimana bagian partisipasi
venture dalam ventura bersama dikonsolidasikan secara proporsional. Laporan
keuangan terpisah dapat atau tidak dapat ditambahkan ke, atau melengkapi, laporan
keuangan tersebut.
Metode Ekuitas adalah metode akuntansi dimana investasi pada awalnya diakui sebesar
biaya perolehan dan selanjutnya disesuaikan untuk perubahan pasca perolehan dalam
bagian investor atas aset neto investee. Laba atau rugi investor meliputi bagian investor
atas laba atau rugi investee.
Pengaruh signifikan adalah kekuasaan untuk berpartisipasi dalam keputusan kebijakan
keuangan dan operasional investee, tetapi tidak mengendalikan atau mengendalikan
bersama atas kebijakan tersebut.
Pengendalian adalah kekuasaan untuk mengatur kebijakan keuangan dan operasional
suatu entitas untuk memperoleh manfaat dari aktivitas entitas tersebut.
Pengendalian bersama adalah persetujuan kontraktual untuk berbagi pengendalian atas
sesuatu aktivitas ekonomi, dan ada hanya ketika keputusan keuangan dan operasional
strategis terkait dengan aktivitas tersebut mensyaratkan konsensus dari seluruh pihakpihak yang berbagi pengendalian (venture).
Page 4 of 11

Pengendalian dapat juga muncul ketika entitas induk memiliki setengah atau kurang hak
suara atas suatu entitas tetapi mempunyai:
a. mempunyai hak suara lebih dari setengah berdasarkan suatu perjanjian dengan
pemegang saham lain.
b. mempunyai hak untuk mengatur kebijakan keuangan dan operasional berdasarkan
anggaran dasar atau perjanjian.
c. mempunyai hak untuk menunjuk atau memberhentikan mayoritas anggota dewan
direksi atau badan yang setara dan pengendalian entitas dilakukan oleh oleh dewan
atau badan tersebut.
d. mempunyai hak untuk bertindak sebagai suara mayoritas dalam rapat dewan direksi
atau badan yang setara dan pengendalian entitas dilakukan oleh dewan atau badan
tersebut.
2.2.

Pengaruh Signifikan
Pengaruh signifikan didefinisikan sebagai (memiliki wewenang untuk berpartisipasi
dalam keputusan yang menyangkut kebijakan keuangan serta operasi investee, tetapi
bukan merupakan pengendalian terhadap kebijakan tersebut). Untuk mencapai tingkat
keseragaman yang masuk akal dalam menerapkan uji pengaruh signifikan, PSAK 15
menetapkan batas 20%.
Jika investor memiliki 20% atau lebih dari hak suara pada perusahaan investee, maka
dipandang memiliki pengaruh signifikan, kecuali jika pengaruh tersebut dapat
ditunjukkan dengan jelas bahwa keadaannya tidak seperti itu. Sebaliknya, jika investor
memiliki kurang dari 20% hak suara,maka tiak dianggap memiliki pengaruh signifikan,
kecuali jika pengaruh tersebut dapat ditunjukkan dengan jelas. PSAK 15 juga
memberikan beberaa contoh di mana pengaruh signifikan terlihat jelas. Misalnya adalah
perwakilan dalam dewan direksi, partisipasi dalam proses pembuatan kebijakan, dan
ketentuan informasi teknis yang penting. Harus diperhatikan bahwa PSAK 15
mendefinisikan anak perusahaan dan perusahaan asosiasi termasuk didalamnya
perusahaan yang tidak berbentuk badan hukum seperti persekutuan. dan bukan
merupakan anak perusahaan maupun joint venture dari investornya.
Keberadaan pengaruh signifikan oleh investor umumnya dibuktikan dengan satu atau
lebih cara berikut ini:- Keterwakilan dalam direksi dan dewan komisaris atau organ setara di investee.
- Partisipasi dalam proses pembuatan kebijakan, termasuk partisipasi dalam
pengambilan keputusan tentan dividen atau distribusi lainnya.
- Adanya transaksi material antara investor dengan investee.
- Pertukaran personel managerial.
- Penyediaan informasi teknis pokok.
Entitas kehilangan pengaruh signifikan atas suatu investee ketika entitas tersebut
kehilangan kekuasaan untuk berpartisipasi dalam keputusan kebijakan keuangan dan
operasional investee tersebut. Hilangnya pengaruh signifikan dapat terjadi dengan atau
tanpa perubahan dalam tingkat kepemilikan secara absolut atau relatif. Hal ini dapat
terjadi, misalnya, ketika entitas asosiasi menjadi subjek pengendalian pemerintah,
Page 5 of 11

pengadilan, administrator atau regulator. Hal tersebut dapat juga terjadi sebagai hasil
dari suatu perjanjian kontraktual.
Apabila investor mempunyai pengaruh yang signifikan, maka investasi pada investee
dicatat dengan menggunakan metode ekuitas. Sebaliknya, apabila investor tidak
mempunyai pengaruh yang signifikan, maka investasi dicatat dengan menggunakan
metode biaya.
Jadi, jika penyertaan saham perusahaan pada perusahaan asosiasi kurang dari 20 %,
maka penyertaan saham perusahaan dibukukan dengan metode biaya.
2.3.

Penerapan Metode ( Ekuitas / Biaya)


2.3.1

Metode Ekuitas
Entitas dengan pengendalian bersama atau pengaruh signifikan atas investee
mencatat investasinya pada entitas investasi atau ventura bersama dengan
menggunakan metode ekuitas, kecuali jika investasi tersebut memenuhi syarat
pengecualian penerapan metode ekuitas.
Pengecualian
Investasi dalam entitas asosiasi dicatat dengan menggunakan metode ekuitas,
kecuali ketika:
a. Investasi diklasikasikan sebagai dimiliki untuk dijual sesuai dengan PSAK 58:
Aset Tidak Lancar yang dimiliki untuk dijual dan Operasi Dihentikan;
b. Pengecualian dalam paragraf 10 PSAK 4, yang mengijinkan entitas induk
yang juga memiliki investasi dalam entitas asosiasi untuk tidak menyajikan
laporan keuangan konsolidasian; atau
c. Memenuhi semua persyaratan berikut ini:
i. Investor adalah entitas anak yang dimiliki seluruhnya, atau entitas anak
yang dimiliki sebagian oleh entitas lainnya dan pemilik lain, termasuk pihak
yang tidak memiliki hak suara, yang telah diinformasikan dan tidak
menolak investor untuk tidak menerapkan metode ekuitas;
ii. Instrumen utang dan instrumen ekuitas investor tidak diperdagangkan di
pasar publik (bursa domestik atau bursa luar negeri atau overthe counter,
termasukpasar lokal dan regional);
iii. Investor tidak menyampaikan, atau dalam proses menyampaikan, laporan
keuangannya pada badan pengawas atau organisasi regulator lain, untuk
tujuan penerbitan setiap jenis instrumen di pasar publik; dan
iv. Entitas induk akhir atau entitas induk antara dari investor menerbitkan
laporan keuangan konsolidasian yang tersedia untuk pemakaian publik
yang sesuai Standar Akuntansi Keuangan.
Penghentian metode ekuitas
- Jika entitas menjadi entitas anak PSAK 65
- Jika sisa kepentingan merupakan asset keuanganPSAK 55.
Nilai wajar sisa kepentingan diangggap sebagai nilai wajar pada saat
pengakuan awal asset keuangan sesuai PSAK 55, entitas mengakui
selisihnya sebagai labarugi.
Page 6 of 11

Ketika metode ekuitas dihentikan, seluruh jumlah yang telah diakui dalam
penghasilan komprehensif lain menggunakan dasar yang sama jika investee
melepas aset dan liabilitas.
Jika investee menjadi investasi pada ventura bersama atau sebaliknya, maka
entitas melanjutkan penerapan metode ekuitas dan tidak mengukur kembali
kepentingan yang tersisa.

Prosedur Metode Ekuitas


Penyesuaian atas bagian laba dan penghasilan komprehensif lain.
Keuntungan atas transaksi hulu dan hilir harus dieliminasi. Hulu dieliminasi
penuh, hilir dieliminasi sebesar bagiannya.
Selisih antara harga perolehan dan nilai wajar aset neto goodwill
Selisih lebih harga nilai wajar terhadap biaya perolehan investasi
penghasilan dalam menentukan bagian entitas atas laba rugi pada periode
investasi diperoleh.
Penyesuaian nilai entitas atas laba rugi entitas asosiasi atau ventura
bersama setalah perolehan dilakukan untuk untuk rugi penurunan nilai yang
diakui entitas aosiasi
Menurut metode ekuitas, investasi pada awalnya dicatat sebesar biaya
perolehan dan nilai tercatat ditambahkan atau dikurangi untuk mengakui bagian
investor atas laba atau rugi investee setelah tanggal perolehan.
Laporan keuangan yang menerapkan metode ekuitas bukan merupakan laporan
keuangan terpisah juga bukan laporan keuangan suatu entitas yang tidak
memiliki entitas anak, entitas asosiasi, atau bagian partisipasi venture dalam
ventura bersama.
Contoh
Pada 1 Desember dibeli investasi sebesar 500.000 yang merupakan 25%
kepemilikan pada PT. Maju. Pada 31 Desember PT. Maju melaporkan adanya
laba bersih yang dihasilkan oleh perusahaan sebesar 200,000. dan penghasilan
komprehensif lain 40.000. dan membagikan dividen 150.0000 .
Jan.1 Investasi jangka panjang
Kas

500.000

Des.31 Investasi jangka panjang


60.000
Pendapatan Investasi
Penghasila komprehensif lain
(pengumuman laba bersih, 200,000 x 0.25)
Des.31 Kas
37.500
Investasi Jangka Panjang
(pengumuman dividen = 150,000 x 0.25)

500.000

50.000
10.000

37.500

Page 7 of 11

2.3.2

Metode Biaya
Menurut metode biaya, investor mencatat investasinya pada perusahaan
investee sebesar biaya perolehan. Investor mengakui penghasilan hanya
sebatas distribusi laba (kecuali dividen saham) yang diterima yang berasal dari
laba bersih yang diakumulasikan oleh investee setelah tanggal perolehan.
Laporan keuangan perusahaan asosiasi yang paling akhir digunakan oleh
investor dalam penerapan metode ekuitas; laporan tersebut biasanya disajikan
pada tanggal yang sama dengan laporan keuangan investor.
Investasi dalam perusahaan asosiasi harus dipertanggungjawabkan dalam
laporan keuangan konsolidasi menurut metode ekuitas apabila investor
mempunyai pengaruh signifikan, dan menurut metode biaya apabila investor
tidak mempunyai pengaruh signifikan.
Investor harus menghentikan penggunaan metode ekuitas sejak tanggal pada
saat:
a. Investor tidak lagi memiliki pengaruh signifikan dalam perusahaan asosiasi;
atau
b. penggunaan metode ekuitas tidak lagi sesuai karena perusahaan asosiasi
beroperasi di bawah pembatasan ketat dalam jangka panjang yang secara
signifikan mempengaruhi kemampuannya untuk memindahkan dana kepada
investor.
Nilai tercatat dari investasi dalam perusahaan asosiasi harus dikurangi untuk
mengakui penurunan permanen, dalam nilai investasi. Selisih (baik positif
maupun negatif) antara biaya perolehan (aquisition cost) dengan bagian investor
atas nilai wajar aktiva neto yang dapat diidentifikasi (net identificable asset) pada
tanggal akuisisi harus dipertanggungjawabkan sesuai dengan Pernyataan
Standar Akuntansi Keuangan No. 22 tentang Akuntansi Penggabungan Usaha.
Investasi dalam perusahaan asosiasi yang dipertanggungjawabkan dalam
metode ekuitas, harus diklasifikasikan sebagai aktiva jangka panjang dan
diungkapkan sebagai pos terpisah dari neraca. Bagian investor atas pos luar
biasa atau pos masa lalu (prior period items) yang berasal dari investee harus
diungkapkan secara terpisah.

2.4.

Investee Merugi
Jika bagian investor atas kerugian perusahaan asosiasi sama atau melebihi nilai
tercatat dari investasi, maka investasi dilaporkan nihil
Kerugian dicadangkan dan kewajiban diakui apabila investor memiliki kewajiban
konstruktif atau hukum untuk melakukan pembayaran kewajiban perusahaan
asosiasi yang dijaminnya
Jika entitas asosiasi selanjutnya laba, investor akan mengakui penghasilan apabila
setelah bagiannya atas laba menyamai bagiannya atas kerugian bersih yang belum
diakui
Page 8 of 11

2.4.1

Rugi Penurunan Nilai


Indikasi penurunan nilai menggunakan ketentuan dalam instrumen keuangan
(PSAK 55)
Penurunan nilai investasi (termasuk didalamnya goowill) diuji berdasarkan
PSAK 48, sebagai aset tunggal.
Rugi penurunan adalah selisih nilai tercatat dan nilai yang dapat
dipulihkan.
Nilai dipulihkan adalah nilai tertinggi antara nilai wajar dikurangi biaya
penjualan dengan nilai pakai).

Contoh
Pada 1 Januari 2012, PT Maju membeli 30% saham berhak suara PT Mundur sebesar
Rp4.000 milyar dengan laba rugi untuk tahun 2012 sd 2015
Tahun

Laba (rugi)
PT Maju

Porsi laba (rugi)


utk PT. Maju

Nilai tercatat

2012

(10.00)

(3.000)

1.000

2013

(8.000)

(2.400)

(1.400)

2014

4.000

1.200

(200)

2015

6.000

1.800

1.600

Nilai tercatat investasi:


Tahun 2010 Rp 1.000 milyar
Tahun 2011 Rp 0
Tahun 2012 Rp 0
Tahun 2013 Rp 1.600

Page 9 of 11

BAB III
STUDI KASUS
PT. MUNDUR adalah sebuah anak perusahaan (subsidiary) yang berdomisili di
Surabaya dan bergerak dalam bidang farmasi. Pemegang saham mayoritas adalah PT.
MAJU yang berdomisili di Jakarta. Sedangkan pemegang saham lainnya, yaitu
pemegang saham minoritas (minority shareholders), hanya memiliki kurang dari 0,5%
dari jumlah saham PT. MUNDUR. Dalam laporan keuangannya, PT. MUNDUR
menunjukkan kinerja keuangan yang jelek, sehingga menderita kerugian yang
mengakibatkan modal pemegang saham menjadi berkurang. Atas dasar hal tersebut,
pemegang saham minoritas komplain ke Pengadilan Tinggi Surabaya dengan alasan
bahwa kondisi kinerja keuangan yang jelek tersebut disebabkan karena PT. MUNDUR
melakukan praktik transfer pricing dengan membebankan biaya pembelian bahan baku
obat yang dibeli dari PT. MAJU. dengan harga yang tinggi (artificially high price).
Pemegang saham minoritas tersebut berpendapat bahwa mark-up harga beli bahan
baku obat yang sangat tinggi tersebut menyebabkan PT.MUNDUR menderita kerugian.
Pihak Pengadilan juga berpendapat sama dengan pemegang saham minoritas.
Pengadilan mengutip Laporan Audit (auditors report) yang menyatakan bahwa:
..... Laporan Keuangan PT. MUNDUR adalah merupakan konsekuensi langsung dari
keputusan manajemen..., dan keputusan manajemen tersebut adalah untuk
kepentingan pemegang saham mayoritas, yang merupakan pemasok utama bahan
baku obat.
Laporan Audit juga memberikan catatan bahwa 60% dari bahan baku obat yang dibeli
oleh PT. MUNDUR adalah berasal dari PT. MAJU dan Laporan tersebut juga menyajikan
perbandingan harga yang dibebankan oleh PT. MAJU dan pemasok lainnya yang
independen. Salah satu bahan baku obat yang dibeli dari PT. MAJU adalah
Rp. 30.000.000/Kg, sedangkan harga dari pihak lain yang independen adalah Rp.
5.000.000/Kg. Bahan baku lainnya yang dibeli dari PT. MAJU adalah Rp. 87.500.000/Kg,
sedangkan harga dari pihak lain yang independen adalah USD 12.500.000/Kg.
Pengadilan berkesimpulan bahwa meskipun akuntan publik telah bekerja dengan baik
dan menghasilkan pendapat yang adil (fair), akan tetapi akuntan publik tidak
mempertimbangkan dampak dari praktik transfer pricing yang dilakukan oleh PT. MAJU
terhadap laporan keuangan PT. MUNDUR dan nilai saham dari pemegang saham
minoritas. Oleh karena itu, pemegang saham minoritas sudah sewajarnya mendapatkan
kompensasi atas tindakan yang telah dilakukan PT. MAJU yang tidak fair. Atas dasar
argumentasi tersebut, pengadilan memerintahkan kepada akuntan publik untuk
menghitung ulang nilai saham PT. MUNDUR dengan asumsi tidak ada manipulasi
harga.

Page 10 of 11

BAB IV
PENUTUP
3.1.

Kesimpulan
Jika sebuah perusahaan memiliki penyertaan saham dalam perusahaan lain, maka
menurut PSAK No. 15 mengenai Akuntansi untuk Investasi dalam Perusahaan Asosiasi
diatur bahwa :
Penyertaan saham Perusahaan dan Anak Perusahaan dengan persentase kepemilikan
paling sedikit 20 % tetapi tidak lebih dari 50 %, baik langsung maupun tidak langsung,
dicatat dengan metode Ekuitas sebesar biaya perolehan, ditambah atau dikurangi
dengan bagian laba atau rugi bersih serta dikurangi dividen yang diterima setelah
tanggal perolehan anak perusahaan sesuai dengan persentase kepemilikannya.
Sedangkan penyertaan saham dengan kepemilikan kurang dari 20 % dicatat dengan
metode Biaya Perolehan.
Dari paparan kasus tersebut di atas, pelajaran penting yang dapat kita petik adalah
bahwa:
1. Ternyata tidak hanya otoritas pajak suatu negara saja yang dirugikan atas
praktik kejahatan dari transfer harga (abuse of transfer pricing), pemegang saham
minoritas juga sangat dirugikan dengan adanya praktik ini.
2. Akuntan publik dituntut kemampuannya untuk dapat mendeteksi adanya Kejahatan
dari transfer harga (abuse of transfer pricing) dalam laporan keuangan perusahaan
publik untuk melindungi kepentingan pemegang saham minoritas.

3.2.

Saran
Jika kita akan memilih karir sebagai Akunting maka kita WAJIB menjalankan tugas kita
secara Baik dan Benar menurut Syariat Agama dan Akademik serta tidak mudah di
SUAP karena tindakan yang tidak baik akan merugikan pihak lain termasuk diri kita
sendiri serta Akuntan harus dapat mendeteksi Kejahatan dan Kecurangan Kecurangan
dalam Laporan Keuangan.

Daftar Pustaka
- PSAK No. 15, Investasi Pada Entitas Asosiasi. 2009. Ikatan Akuntansi Indonesia.
- Dwi Martiani : Slide PSAK 15 Investasi Pada Entitas Asosiasi
- hobiakuntansi.blogspot.co.id/2015/04/investasi-pada-entitas-asosiasi

Page 11 of 11