Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN TUTORIAL SKENARIO 3

KELOMPOK 4

Tutor: dr. Erny Kusdiyah


Anggota Kelompok :
Hafid Rezando

G1A111007

Rizka Dewi Rahmiati

G1A1110

Dwi Hana Batsyeba

G1A111024

Resty Nuradha Z

G1A111037

Ayutrisna Annisa

G1A111038

Fika Putri Apriwati


Oka Kurniawan
Novita Suryana
Widia Pinasthika
Olan Olviara
Ririn Rahma Azura

G1A111046
G1A111057
G1A1110
G1A111064
G1A111069
G1A111070

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER


UNIVERSITAS JAMBI
2012/2013

SKENARIO 3
Ny. Y 54 tahun, seorang pedagang, datang ke Puskesmas dengan keluhan merasa
ada benjolan di leher. Keluhan ini sudah dirasakan lebih kurang 5 tahun belakangan.
Awalnya benjolan kecil lama kelamaan membesar. Tidak terasa nyeri, tidak ada
gangguan menelan, mengunyah, tetapi lama kelamaan benjolan menggangu
aktifitas. Keluhan lain yang dirasakan Ny. Y yaitu cepat merasa capek, terus
berkeringat dan tidak tahan panas, kadang merasa berdebar debar dan sesak nafas
terutama jika kecapekan atau saat menggendong dagangan, tidur gerlisah, berat
badan semakin menurun sedangkan pla dan porsi makan seperti biasa. Ny. Y juga
sering mengeluh nyeri sendi, kambuh-kambuhan dan sembuh sendiri. Biasanya
keluhan dirasakan agak berkurang dengan istirahat. Ny. Y senang makan yang asin
dan jeroan, sumber air mium berasal dari sumur gali tetapi jarang disaring. Riwayat
keluarga dengan keluhan yang sama tidak ada. Sebelumnya belum pernah dibawa
berobat. Dan pemeriksaan fisik didapatkan TD : 140/70 mmHg, nadi 110x/menit,
suhu 370 C, RR 26x/menit, bola mata agak keluar, tanda Stellwag (+), tanda
Moebius (+), lid lag (+), px leher : struma diffuse, permukaan merata, konsistensi
lunak, tidak nyeri da mudah digerakkan, serta ikut bergerak jika menelan. Jantung
takikardi, paru dalam batas normal, peristaltic usus meningkat, ekstremitas tangan
gemetar, basah dan berkeringat, myxedema pretibial (+). Berapa Index Wayne Ny. Y
dan bagaimana alur diagnosis Ny. Y?

KLARIFIKASI ISTILAH
1. Tanda stellwag : indikasi dari graves disease dimana terdapat infrenquent dan
incomplete dalam menutup mata.
2. Tanda moebius : ketidakmampuan untuk menahan konvergensi dari mata
3. Lid lag : gerakan lambat bola mata.
4. Strauma diffuse : keadaan dimana sekresi hormone tiroid yang terlalu banyak.
5. Myxedema pretibial : pembengkakan diatas tibia.
6. Takikardi : frekuensi denyut jantung >100x/menit.
7. Index wyne : index diagnostic lama yang digunakan untuk memfasilitasi
objektivitas dan menigkatkan akurasi klinis.

IDENTIFIKASI MASALAH
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Bagaimana mekanisme terjadinya benjolan dileher?


Apa yang menyebabkan benjolan semakin lama semakin membesar?
Apa yang menyebabkan Ny. Y merasakan keluhan-keluhan seperti itu?
Apa hubungan makanan dan minuman yang dikonsumsi Ny. Y dengan keluhan
yang dialaminya?
Bgaimana cara pemeriksaan tanda Stellwag, Moebius, lid lag?
Bagaimana interpretasi dari pemeriksaan fisik?
Bagaimana cara menghitung Index Wyne dan interpretasinya?
Apa diagnosis banding dari penyakit Ny. Y?

9. Apa
10.Apa
11.Apa
12.Apa
13.Apa
14.Apa
15.Apa
16.Apa
17.Apa
18.Apa
19.Apa
20.Apa

yang terjadi pada Ny. Y?


definisi dari dari penyakit Ny. Y?
etiologi dari penyakit Ny. Y?
epidemiologi dari penyakit Ny. Y?
faktor risiko dari penyakit Ny. Y?
patofisiologi dari penyakit Ny. Y?
manifestasi klinis dari penyakit Ny. Y?
pemeriksaan penunjang dari penyakit Ny. Y?
penatalaksanaan dari penyakit Ny. Y?
komplikasi dari penyakit Ny. Y?
penceahan dari penyakit Ny. Y?
prognosis dari penyakit Ny. Y?

ANALISIS MASALAH
1. Bagaimana mekanisme terjadinya benjolan dileher?
Defisiensi yodium hipertropi dan hiperplasi sel-selfolikular oleh rangsangan
TSH awalnya pembesaran difus simetrik mengkonsumsi yodium meningkat
epitel folikel terstimuli epitel mengalami involusi (gepeng dan kuboid)
dengan koloid dalam jumlah besar dalam jangka panjang pembesaran tiroid
yang ireguler.
Awalnya dicurigai adanya tumor/ hyperplasia.
2. Apa yang menyebabkan benjolan semakin lama semakin membesar?
Tidak berobat + tetap mengkonsumsi makanan yang sama.
Hiperaktivitas kelenjar tiroid cAmp pada sel teraktifasi antibody terhadap
sel TSH hormone tiroid meningkat dengan kecepatan 5-15 kali dari kecepatan
normal tiroid membasar disertai hyperplasia dari lipatan sel-sel folikular
meningkat kelenjar tiroid membesar.
3. Apa yang menyebabkan Ny. Y merasakan keluhan-keluhan seperti itu?
a. Fatigue
Hormone tiroid meningkat metabolism meningkat BMR meningkat
pemecahan glukosa meningkat jaringan kekurangan nutrisi dan aktivitas
fisik fatigue.
b. Panas dan berkeringat
Metabolism meningkat produksi
berkeringat suhu menurun.

panas

meningkat

kompensasi

c. Berdebar-debar dan sesak nafas


Berdebar-debar : hormone tiroksin dan T 3 mempengaruhi epinefrin dengan
cara menigkatkan kepekaan reseptor beta dan katekolamin (jantung)
Sesak nafas : curah jantung meningkat gangguan sirkulasi dan ventilasi
paru kapasitas vital paru-paru menurun sesak nafas.

d. Tidur gelisah
Gangguan hipertiroid dan system saraf efek eksitori pada sinaps susah
tidur.
e. Berat badan menurun
Metabolism meningkat sumber energy digunakan sangat banyak (nadi
lemah) habis protein digunakan berat badan menurun.
f.

Nyeri sendi (kambuh-kambuhan dan sembuh sendiri)


Fungsi hormone tiroid meningkatnya turn over lebih besar reabsorbi
tulang osteopenia nyeri sendi menigkat.

4. Apa hubungan makanan dan minuman yang dikonsumsi Ny. Y dengan keluhan
yang dialaminya?
a. Makanan asin dan jeroan
Makanan asin : yodium meningkat berhubungan hormone tiroid.
Jeroan : mengandung purin nyeri.
b. Minuman
Bakteri pertahan tubuh aktifasi limfosit.
5. Bgaimana cara pemeriksaan tanda Stellwag, Moebius, lid lag?
a. Cara pemeriksaan Stellwag
Pasien melirik kebawah melihat kelopak mata.
b. Cara pemeriksaan Moebius
Pasien melihat pada satu titik ditanyakan apakah titik tersebut berbentuk
ganda tau tidak?
c. Cara pemeriksaan lid lag
Pasien mengikuti gerakan tangan/pensil kearah atas, bawah, samping
gerakan ekstraokuler.
6. Bagaimana interpretasi dari pemeriksaan fisik?
Pemeriksaan fisik :
- TD : 140/70 mmHg abnormal
- Nadi : 110x/menit takikardi
- Suhu : 370 C normal
- RR : 26x/menit takipnue
- Tanda Stellwag (+) abnormal
- Tanda Moebius (+) abnormal
- Tanda lig lag (+) abnormal
- Kelenjar gondok membesar hypertiroid
- Peristaltic usus meningkat abnormal
- Ekstremitas tangan gemetar, basah dan berkeringat abnormal
- Myxedema pretibial (+) abnormal
- Mata melotot abnormal

Pemeriksaan lab :
- GDs : 130 normal
- Urin Acid : 9 mg/dl meningkat
- Ureum : 30 normal
- Creatinin : 0,9 mg/dl normal
- FT4 : 65 pmol/l menigkat
- FT3 : 15 pmol/l meningkat
- TSH5 : 0,2 menurun
- Kolesterol : 100 menurun
- pH urin : 6,5
- Kristal urat : (+) abnormal
7. Bagaimana cara menghitung Index Wyne dan interpretasinya?
>20 : hipertiroid
<10 : tidak ada hipertiroid
10-19 : meragukan
8. Apa diagnosis banding dari penyakit Ny. Y?
- Graves disease
- Goiter
- Atritis gout
- Tirotoksitosis
- Strauma ovarium
9. Apa yang terjadi pada Ny. Y?
Ny. Y suspect hipertiroid et causa graves disease
10.Apa definisi dari dari penyakit Ny. Y?
Hipertiroid adalah respon jaringan tubuh terhadap pengaruh metabolism
hormone tiroidbyang berlebihan.
11.Apa etiologi dari penyakit Ny. Y?
- Graves disease
- Multinodular toksik
- Tiroiditis akut
- Tiroiditis subakut
- Tiroiditis kronis
- Hipertiroiditisme prenatal tidak biasa
- Metastase dari kanker tiroid jarang
12.Apa epidemiologi dari penyakit Ny. Y?
0,7 12,4 prevalensi
30-40 tahun
Graves disease perempuan > laki-laki
13.Apa faktor risiko dari penyakit Ny. Y?
- Genetic
- Status gizi
- Berat badan lahir rendah

Stress
Merokok
Defiseiensi imun

14.Apa patofisiologi dari penyakit Ny. Y?


Autoimun (adanya limfosit bertahan berkembang biak menghasilakan
immunoglobulin) Ig G bereaksi dengan reseptor TSH / membrane plasma
tiroid merangsang fungsi tiroid tanpa tergantung pada TSH yang dihasilkan
hipotise tiroid mensekresikan hormone yang berlebihan hipertiroid.
15.Apa manifestasi klinis dari penyakit Ny. Y?
Umum : tidak tahan panas, capek, berat badan menurun, rambut rontok, labil
16.Apa pemeriksaan penunjang dari penyakit Ny. Y?
- Tes fungsi tiroid : pengukuran hormone tiroid, pengukuran TSH, pencitraan
tiroid.
- Ultrasonografi tiroid
- Skintrygrafi tiroid
17.Apa penatalaksanaan dari penyakit Ny. Y?
- Tirostatiska
- Tiroidektomi
- Iodium radioaktif
18.Apa komplikasi dari penyakit Ny. Y?
- Fibrilasi atrium
- Asia : paralisi, hipokalemia/hiperkalemia
- Nefrokalsenosis
- Penuruna libidio
- Hipotensi
- Impotensi
19.Apa penceahan dari penyakit Ny. Y?
Makanan : (-) yodium cek antibody pada graves disease
20.Apa prognosis dari penyakit Ny. Y?
Bisa sembuh total penanganan yang baik
Tidak bisa sembuh dan komplikasi penanganannya kurang baik

HIPOTESIS
Ny. Y menderita hipertiroid et causa graves disease disertai gout athritis

MIND MAPPING

SINTESIS

Simtom tirotoksikosis termasuk gugup, emosi labil, mudah pingsan, tidak tahan
terhadap panas, turunnya berat bersamaan dengan peningkatan nafsu makan,
peningkatan frekeuensi pergerakan intestinal, palpitasi (=denyut jantung yang
cepat dan tidak teratur), kelemahan pada otot proksimal (bisa terlihat saat
menaiki tangga atau bangkit dari posisi duduk), dan menstruasi tidak teratur
serta kuantitasnya kecil.

Tanda fisik tirotoksikosis bisa termasuk rasa hangat, kulit lembab dan kondisi
rambut yang tidak biasanya bagus; lepasnya ujung kuku tangan (onycholysis);
retraksi (tertarik) kelopak mata dan kelopak mata atas masuk ke dalam rongga
jika memandang ke bawah (lid lag); takikardi sewaktu istirahat; tekanan pulsa
yang melebar, dan murmur (suara pelan, bisikan) dari ejeksi sistolik; terkadang
ginekomasti pada pria; getaran pada lidah yang terjulur dan tangan yang
direntangkan; dan reflek tendon dalam yang hiperaktif.

Penyakit Grave manifestasinya berupa hipertiroid, pembesaran difus tiroid, dan


temuan ekstratiroidal exophthalmos (= gerakan bola mata abnormal), pretibial
myxedema, dan thyriod acropachy. Kelenjar tiroid biasanya membesar secara
difus, dengan permukaan halus dan konsistensi dari lunak sampai keras. Pada
penyakit yang parah, bisa dirasakan getaran melalui stetoskop pada kelenjar.

Nodul Tiroid manifestasinya berupa sebuah benjolan, atau bintil di leher depan
(mungkin cepat tumbuh atau keras) di dekat jakun. Nodul tunggal adalah tandatanda yang paling umum kanker tiroid. Sakit di tenggorokan atau leher yang
dapat memperpanjang ke telinga. Serak atau kesulitan berbicara dengan suara
normal. Pembengkakan kelenjar getah bening, terutama di leher. Mereka dapat
ditemukan selama pemeriksaan fisik. Kesulitan dalam menelan atau bernapas
atau sakit di tenggorokan atau leher saat menelan. Ini terjadi ketika mendorong
tumor kerongkongan. Batuk terus-menerus, tanpa dingin atau penyakit lain.

Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan
TD
Nadi
Suhu
RR
Bola mata
Tanda Stellwag
Tanda Moebius
Lid lag
Kelenjar gondok
Jantung
Paru

Hasil
140/70 mmHg
110x/menit
370 C
26x/menit
Agak keluar
+
+
+
Membesar
Takikardi
-

Normal
120/80 mmHg
60-100x/menit
36,6-37,2 oC
14-20x /menit
Tidak melotot
Tidak teraba
-

Intepretasi
Tekanan darah
Takikardi
Normal
Takipnue
Oftalmiopati
Abnormal
Abnormal
Abnormal
Hypertiroid
Abnormal
Normal
Metabolism
Tremor

Abdomen
Tangan
Myxedema
pretibial

Peristaltic usus
Gemetar
dan berkeringat
+

Abnormal

Cara Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan tanda Lid Lag


Cara : Melakukan pemeriksaan gerakan ekstraokular. Minta pasien agar
mengikuti gerakan jari tangan atau pensil yang kita pegang ketika
menggerakkannya secara berlahan dari atas ke bawah pada garis tengah.
Lid lag: bingkai sklera terlihat di antara kelopak mata atas dan iris; kelopak mata
tampak ketinggalan di belakang bola mata.

Tanda Stellwag
Pemeriksa memperhatikan kedipan dari pasien (pasien jangan sampai sadar
kalau diperhatikan), serta menghitung jumlah kedipan.Apakah masih dalam
batas kedipan normal.

Pemeriksaan Tanda Moebius


Cara : Melakukan tes konvergensi. Minta pasien untuk mengikuti gerakan tangan
atau pensil anda ketika anda menggerakkannya ke arah pangkal hidung pasien.
Normal : kedua mata yang mengadakan konvergemsi akan mengikuti gerakan
objek tersebut dalam jarak 5 cm hingga 8 cm dari hidung.
Tanda Moebius : konvergensi yang buruk pada hipertiroidisme

Pemeriksaan mata melotot


Cara : Lakukan inspeksi mata yang menonjol abnormal dari sebelah atas. Berdiri
di belakang pasien yang sedang duduk, tarik kelopak mata atasnya dengan hatihati ke arah atas dan kemudian bandingkan posisi kedua mata serta perhatikan
hubungan kornea dengan kelopak mata bawah. Pemeriksaan selanjutnya dapat
dilakukan dengan menggunakan alat eksoftalmometer, yaitu untuk mengukur
penonjolan bola mata dari samping.

Pemeriksaan Laboratorium
Pemeriksaan
GDs
Urin Acid
Ureum
Creatinin
FT4
FT3
TSH5
Kolesterol
pH urin

Hasil
130 mg%
9 mg/dl
30
0,9 mg/dl
65 pmol/l
15 pmol/l
0,2 mU/L
100 mg/%

Normal
200 mg%
3-8 mg/dl
20-40 mg/100cc
0,6-1,2 mg/dl
1-23 pmol/L
3,5-6,5 pmol/L
4-6 mU/L
150-200 mg/%

Intepretasi
Normal
Meningkat
Normal
Normal
Meningkat
Meningkat
Menurun
Menurun

Kristal urat

6,5
+

5,5-7,5
-

Normal
Atritis gout

Index Wayne
Gejala yang Timbul
Sesak nafas
Berdebar
Kelelahan
Suka udara panas
Suka udara dingin
Keringat berlebihan
Gugup
Nafsu makan naik
Nafsu makan turun
Berat badan naik
Berat badan turun
Tyroid teraba
Bisisng tiroid
Exoptalamus
Kelainan palpebra
Hiperkinetik
Tremor
Tangan panas
Tangan basah
Fibrilasi atrial
Nadi >90 x/1

Nilai
+1
+2
+2
-5
+5
+3
+2
+3
-3
-3
+3
+3
+2
+2
+1
+4
+3
+2
+1
+4
+3
Jumlah

Nilai pada Ny. Y


+1
+2
+3
+5
+3
+3
+2
+2
+1
+3
+3
28

Hipertiroid : 20
Eutiroid: 11 - 18
Hipotiroid: <11
Berdasarkan Index Wayne didapatkan hasil Ny. Y m menderita hipertiroktoksitosis
karena memiliki jumlah 28 yang jumlah itu melebihi skala yang telah ditetapkan
dalam index wayne.
Etiologi Hipertiroidisme :
Lebih dari 90% hipertiroidisme adalah akibat penyakit Graves dan nodul tiroid
toksik.
Penyebab hipertiroidisme terbagi menjadi 3 yaitu :
- Biasa : penyakit graves, nodul tiroid toksik (multinodular dan mononodular
toksik), tiroiditis (de Quervains dan silent)

Tidak biasa : hipertiroidisme neonatal, hipertiroidisme faktisius, sekresi TSH


yang tidak tepat oleh hipofise (tumor dan non tumor), yodium eksogen
Jarang : metastasis kanker tiroid, koriokarsinoma dan mola hidatidosa, struma
ovarii, karsinoma testicular embrional, pilyostotic fibrous dysplasia

Patofisiologi Hipertiroidisme :
Hipertiroidisme pada penyakit graves adalah akibat antibody reseptor thyroid
stimulating hormone (TSH) yang merangsang aktivitas tiroid, sedangkan pada
goiter multinodular toksik berhubungan dengan autonomi tiroid itu sendiri. Adapula
hipertiroidisme sebagai akibat peningkatan sekresi TSH dari hipofisis, namun jarang
ditemukan. Hipertiroidisme pada T3 tirotoksikosis mungkin diakibatkan oleh
deiodinasi T4 pada tiroid atau meningkatnya T3 pada jaringan di luar tiroid. Pada
tirotoksikosis yang tidak disertai hipertiroidisme seperti tiroiditis terjadi kebocoran
hormon. Masukan hormone tiroid dari luar yang berlebihan dan terdapatnya
jaringan tiroid ektopik dapat mengakibatkan tirotoksikosis tanpa hipertiroidisme.
Manifestasi Klinis Hipertirodisme :
Perjalanan penyakit hipertiroidisme biasanya perlahan-lahan dalam beberapa bulan
sampai beberapa tahun. Manifestasi klinis yang paling sering adalah penurunan
berat badan, kelelahan, tremor, gugup, berkeringatt banyak, tidak tahan panas,
palpitasi, dan pembesaran tiroid.
Umum

Kardiovaskular

Neuromuscular

Gastrointestinal

Reproduksi
Kulit

Berat badan turun


Keletihan, apatis
Berkeringat, tidak tahan panas
Palpitasi, sesak nafas, angina
Gagal jantung
Sinus takikardi, fibrilasi atrium
Nadi kolaps
Gugup, agitasi
Tremor, korea atetosis
Psikosis
Kelemahan otot, miopati proksimal
Paralisis periodic
Miastenia gravis
Berat badan turun meskipun berat badan meningkat
Diare, steatore
Muntah
Oligomenore
Infertilitas
Pruritis
Eritema Palmaris

Struma
Mata

Miksedema pretibial
Rambut tipis
Difus dengan/tanpa bising
Nodosa
Lid retraction, lid lag
Periorbital puffiness
Lakrimasi meningkat dan grittiness of eyes
Kemosis (edema konjungtiva)
Proptosis, ulserasi cornea
Oftalmoplegi, diplopia
Edema papil, penglihatan kabur

Komplikasi Hipertiroidisme :
Hipertiroid yang menyebabkan komplikasi terhadap jantung, termasuk fibrilasi
atrium dan kelainan ventrikel akan sulit dikontrol. Pada orang Asia, dapat terjadi
episode paralisis yang diinduksi oleh kegiatan fisik atau masukan karbohidrat dan
adanya hipokalemia dapat terjadi sebagai komplikasi. Hiperkalsemia dan
nefrokalsinosis dapat terjadi. Pria dengan hipertiroid dapat mengalamai penurunan
libido, impotensi, berkurannya jumlah sperma, dan ginekomastia.
Pemeriksaan Penunjang
Tes fungsi tiroid:
a. Pengukuran hormon tiroid
Hanya sekitar 1 % hormon tiroid berada dalam keadaan bebas dan aktif
secara metabolik karena baik T4 maupun T3 terikat kuat dengan protein
transpor dalam plasma. Assay T4 dan T3 total terutama mengukur hormon
yang terikat protein. Hal ini dapat dipengaruhi oleh berbagai keadaan yang
memengaruhi konsentrasi protein. Oleh karena itu, lonjakan tinggi T4 total
akan terjadi pada kehamilan dan pada wanita yang mengonsumsi pil
kontrasepsi oral karena estrogen meningkatkan sintesis globulin pengikat
tiroksin. Hasil pengukuran yang sangat rendah dapat terjadi pada individu
dengan defisiensi TBG kongenital atau gangguan hati berat.
b.

Pengukuran hormon penstimulasi tiroid (TSH)


Pengukuran TSH merupakan tes fungsi tiroid yang paling banyak digunakan.
Pengukuran ini relatif tidak terganggu oleh interfensi assay dan dapat
dipercaya dalam memprediksi fungsi tiroid sesuai prinsip umpan balik negatif.
Oleh karena itu, pada hipertiroidisme, konsentrasi TSH tidak dapat terdeteksi.
Pada hipotiroidisme primer, konsentrasi TSH meningkat dan pada
hipotiroidisme sekunder, rendahnya kadar T4 bebas disertai dengan
rendahnya konsentrasi TSH.

c.

Pencitraan tiroid

Pemeriksaan biokimiawi untuk fungsi tiroid dapat disertai dengan teknik


pencitraan untuk memeriksa struktur dan fungsi tiroid:
Ultrasonografi tiroid
Akan memperlihatkan adanya nodul dan kista tunggal atau multipel. Aspirasi
jarum untuk sitologi atau drainase kista dan biopsi tiroid dapat dilakukan dengan
panduan ultrasonografi
Skintigrafi tiroid
Atau pencitraan radionuklida berguna dalam mendiagnosis tiroiditis. Ketika
ambilan isotop sangat berkurang dan berkebalikan dengan peningkatan yang
merata pada tirotoksikosis. Nodul soliter yang terlihat secara klinis dapat
diperlihatkan sebagai nodul dingin pada pencitraan, dan membutuhkan
pemeriksaan lanjutan untuk menyingkirkan kemungkinan keganasan.
Panatalaksanaan Hipertiroidisme :
Tujuan pengobatan hipertiroidisme adalah membatasi produksi hormone tiroid yang
berlebihan dengan cara menekan produksi (obat antitiroid) atau merusak jaringan
tiroid (yodium radioaktif, tiroidektomi subtotal).
1. Obat antitiroid
Digunakan dengan indikasi :
a. Terapi untuk memperpanjang remisi atau mendapatkan remisi yang
menetap, pada pasien muda dengan struma ringan sampai sedang dan
tirotoksikosis.
b. Obat untuk mengontrol tirotoksikosis pada fase sebelum pengobatan, atau
sesudah pengobatan pada pasien yang mandapat yodium radioaktif
c. Persiapan tiroidektomi
d. Pengobatan pasien hamil dan lanjut usia
e. Pasien dnegan krisis tiroid
Obat diberi dalam dosis besar pada permulaan sampai eutiroidisme lalu
diberikan dosis rendah untuk mempertahankan eutiroidisme.
Obat

Dosis awal (mg/hari)

Karbimazol
Metimazol
Propiltiourasil

30-60
30-60
300-600

Dosis
(mg/hari)
5-20
5-20
50-200

2. Pengobatan dengan yodium radioaktif


Indikasi pengobatan dengan yodium radioaktif diberikan pada :
a. Pasien umur 35 tahun atau lebih
b. Hipertiroidisme yang kambuh sesudah operasi

pemeliharaan

c. Gagal mencapai remisi sesudah pemberian obat antitiroid


d. Tidak mampu atau tidak mau pengobatan dengan obat antitiroid
e. Adeonoma toksisk, goiter multinodular toksik
Digunakan Y131 dengan dosis 5-12 mCi peroral.
3. Operasi
Tiroidektomi subtotal efektif untuk mengatasi hipertiroidisme. Indikasi operasi
adalah :
a. Pasien umur muda dengan struma besar seta tidak berespon terhadap
obat antitiroid
b. Pada wanita hamil (trimester 2) yang memerlukan obat antitiroid dosis
besar
c. Alergi terhadap obat antitiroid, pasien tidak dapat menerima yodium
radioaktif
d. Adenoma toksik atau struma multinodular toksik
e. Pada penyakit Graves yang berhubungan dengan satu atan lebih nodul.
Sebelum operasi, biasanya pasien diberi obat antitiroid sampai eutirod
kemudian diberi cairan kalium yodida 100-200 mg/hari atau cairan lugol 1015 tetes/hari selama 10 hari sebelum operasi untuk mengurangi vaskularisasi
pada kelenjar tiroid.
4. Pengobatan tambahan
a. Sekat beta adrenergic
Obat ini diberikan untuk mengurangi gejala dan tanda hipertiroidisme.
Dosis diberikan 40-200 mg/hari yang dibagi aats 4 dosis. Pada orang
lanjut usia diberi 10 mg/6 jam.
b. Yodium
Yodium terutama digunakan untuk persiapan operasi, sesudah
pengobatan dengan yodium radioaktif, dan pada krisis tiroid. Biasanya
diberikan dalam dosis 100-300 mg/hari
c. Ipodat
Ipodat kerjanya lebih cepat disbanding propiltiourasil dans angat baik
digunakan pada keadaan akut seperti krisis tiroid. Kerja ipodat adalah
menurunkan konversi T4 menjadi T3 di perifer, mengurangi sintesis
hormone tiroid serta mengurangi pengeluaran hormone dari tiroid
d. Litium
Litium mempunyai daya kerja seperti yodium namun tidk jelas
keuntungannnya dibandingkan dengan yodium. Litium dapat digunakan
pada pasien dnegan krisis tiroid yang alergi terhadap yodium.
Penatalaksanaan Pada Pasien Badai Tiroid
Harus segera diberikan pengobatan, dirawat dibangsal jika memungkinkan lalu
harus dikontrol dengan baik.

Umum. Diberikan cairan untuk dehidrasi dan koreksi elektrolit (NaCl dan
cairan lain) dan kalori (glukosa), vitamin, oksigen, kalau perlu obat sedasi,
kompres es.
Mengoreksi hipertiroidisme dengan cepat:
a) Memblok sintesis hormon baru : PTU dosis besar (loading dose 6001000mg) diikuti dosis 200mg PTU tiap 4 jam dengan dosis sehari total
1000 1500mg
b) Memblok keluarnya cikal bakal hormon dengan solusio lugol (10 tetes
setiap 6-8 jam) atau SSKI (larutan kalium yodida jenuh, 5 tetes setiap 6
jam). Apabila ada, berikan endoyodin (NaI) IBV, kalau tidak solusio
lugol/SSKI tidak memadai
c) Menghambat konversi perifer T4 menjadi T3 dengan propanolol, ipodat,
pengahambat beta dan/kortikosteroid

Pemberian hidrokortison dosis stress (100 mg tiap 8 jam atau deksametason


2 mg tiap 6 jam). Rasional pemberiannya ialah kkarena defisiensi steroid
relatif akibat hipermetabolisme dan menghambat konversi perifer T4
Untuk antipiretik digunakan asetaminofen jangan aspirin (aspirin akan
melepas ikatan protein hormona tiroid sehingga free hormon meningkat)
Apabila dibutuhkan, propanolol dapat digunakan, sebab disamping
mengurangi takikardi juga dapat menghambat konversi T4 menjadi T3 di
perifer. Dosis 20 40 mg tiap jam.

Mengobati faktor pencetus (misal infeksi). Respon pasien (klinis dan membaiknya
kesadaran) umumnya terlihat dalam 24 jam, meskipun ada yang berlanjut hingga
seminggu.
Pencegahan
-

Primer untuk menghindari faktor risiko


1. Memberikan edukasi
2. Konsumsi makanan sumber iodium
3. Iodinisasi air minum untuk wilayah risiko tinggi
4. Beri kapsul minyak beriodium pada penduduk didaerah endemik berat dan
sedang

Sekunder
1. Deteksi dini penyakit (inspeksi/palpasi/tes fungsi hormon)
2. Upayakan orang yang sakit menjadi sembuh
3. Hambat progresivitas penyakit

Tersier
1. Mengembalikan fungsi mental, fisik, sosial, penderita diabetes setelah proses
penyakit dihentikan

2. Kontrol berkala untuk memastikan dan mendeteksi adanya kekambuhan /


penyebaran
3. Lakukan rehabilitasi dengan membuat penderita lebih percaya diri, fisik sehat
bugar dan keluarga serta masyarakat patut menerima kehadirannya melalui
fisioterapi
4. Menekan munculnya komplikasi dan kecacatan

DAFTAR PUSTAKA
1. Newman, Dorland W.A. 2002. Kamus Kedokteran Dorland, Edisi 29.Jakarta :
EGC
2. Guyton, Arthur C dan John E. Hall. 2008. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran, Edisi
11. Jakarta: EGC.
3. Price Sylvia A, Lorraine M. Wilson. 2005. Patofisiologi. Ed. 6. Jakara : EGC.
4. Aru W. Sudoyo dkk. 2007. Buku Ajar Ilmu Penyakit DalamEdisi V Jilid III. Jakarta:
InternaPublishing.
5. Mansjoer,Arif. 2000. Kapita Selekta Kedokteran. Jakarta : Penerbit Media
Aesculapius.
6. http://www.perkeni.org/?page=buletin.detail&id=104 (diakses tanggal 13 Januari
2013)
7. http://erlian-ff07.web.unair.ac.id/artikel_detail-35445-a.%20Semester
%207%20:%20Pharmacotherapy-GANGGUAN%20TIROID%20_%20Handbook
%20Pharmacotherapy%20_%20dipiro%20%28Indo%29.html (diakses tanggal 13
Januari 2013)