Anda di halaman 1dari 8

PEMISAHAN CAMPURAN

Disusun Oleh :
Syallom Alfabel Wiratmoko
7E / 33

DAFTAR ISI

Filtrasi...................................................................................................................................... 2
Kristalisasi .............................................................................................................................. 3
Destilasi.................................................................................................................................... 4
Sublimasi................................................................................................................................. 5
Kromatografi.......................................................................................................................... 6
Dekantasi................................................................................................................................. 7

1. Filtrasi (Penyaringan)

Filtrasi (penyaringan) adalah cara pemisahan campuran berdasarkan perbedaan ukuran dari
partikel-partikel komponen campuran dengan menggunakan penyaring. Partikel yang
mempunyai ukuran lebih kecil akan lolos saringan dan partikel yang lebih besar akan tertinggal
pada saringan. Cara pemisahan dengan cara penyaringan ini dapat dilakukan untuk memisahkan
padatan yang mempunyai ukuran berbeda dan untuk memisahkan padatan dengan cairan.
Pemilihan ukuran penyaring disesuaikan dengan ukuran zat-zat yang akan dipisahkan. Saringan
untuk memisahkan pasir dan kerikil akan berbeda dengan saringan untuk memisahkan santan
dengan ampasnya. Hal yang paling utama dalam filtrasi adalah mengalirkan fluida melalui media
berpori.
Contoh : penyaringan kerikil dari pasir. Pemisahan zat-zat yang mempunyai perbedaan kelarutan
juga dapat dilakukan dengan penyaringan. Misalnya memisahkan garam yang bercampur pasir,
dimana garam mudah larut dalam air sedangkan pasir tidak larut. Campuran tersebut dimasukkan
dalam air, garam akan larut sedangkan pasir tidak. Setelah disaring pasir akan tertinggal di kertas
saring, dan air garam lolos menembus kertas saring. Zat yang tertahan di kertas saring
dinamakan residu dan cairan yang dapat menembus kertas saring dinamakan filtrat.
2

2. Kristalisasi (Penguapan)

Kristalisasi merupakan salah satu cara untuk memisahkan zat padat dari komponenkomponen lain penyusun campuran. Kristalisasi ada dua macam, yaitu kristalisasi penguapan
dan kristalisasi pendinginan. Kristalisasi penguapan dilakukan jika zat yang akan dipisahkan
tahan terhadap panas dan titik bekunya lebih tinggi daripada titik didih pelarut. Pemisahan secara
kristalisasi dilakukan untuk memisahan zat padat dari larutannya dengan jalan menguapkan
pelarutnya. Zat padat tersebut dalam keadaan lewat jenuh akan membentuk kristal. Contoh
Kristalisasi penguapan dilakukan oleh para petani garam. Pada saat air pasang, tambak-tambak
garam akan terisi air laut. Pada saat air surut maka air laut yang sudah mengisi tambak garam
akan tetap berada di tempat itu. Adanya pengaruh sinar matahari mengakibatkan komponen air
dari air laut dalam tambak akan menguap dan komponen garamnya akan tetap dalam larutan.
Jika penguapan ini terus berlangsung, lama-kelamaan garam tersebut akan membentuk kristalkristal garam tanpa harus menunggu sampai airnya habis. Kristalisasi pendinginan dilakukan
dengan cara mendinginkan larutan. Pada saat suhu larutan turun, komponen zat yang memiliki
titik beku lebih tinggi akan membeku terlebih dahulu, sementara zat lain masih larut sehingga

keduanya dapat dipisahkan dengan cara penyaringan. Zat lain akan turun bersama pelarut
sebagai filtrat, sedangkan zat padat tetap tinggal di atas saringan sebagai residu.
contoh : penguapan air laut (larutan garam) untuk memperoleh kristal garam.
3. Destilasi (Penyulingan)

Destilasi (penyulingan) yaitu memisahkan campuran berupa zat cair terlarut dari
pelarutnya. Pemisahan campuran dengan destilasi didasarkan pada perbedaan titik didih. Cara ini
dapat digunakan untuk memisahkan campuran yang mempunyai titik didih berbeda. Campuran
antara air dan bensin pun dapat dipisahkan dengan cara destilasi. Semakin jauh perbedaan titik
didih, semakin mudah campuran tersebut dipisahkan. Destilasi ada bermacam-macam, diataranya
destilasi sederhana dan destilasi bertingkat. Pemisahan spiritus yang bercampur dengan air dapat
dilakukan dengan cara destilasi. Campuran spiritus dengan air kita masukkan dalam labu
destilasi, kemudian dipanaskan. Proses yang terjadi adalah campuran air dan spiritus dipanaskan
hingga suhu 80oC sehingga spiritus menguap sedang air belum menguap. Uap spiritus
didinginkan dalam pendingin Liebieg, sehingga mengembun dan menetes di tabung erlenmeyer.
Zat yang dihasilkan dari destilasi yang disebut destilat. Salah satu contoh destilasi terbesar saat
ini adalah proses pengolahan minyak bumi menjadi fraksi-fraksi minyak bumi, seperti LPG,
bensin, minyak tanah, solar, pelumas, dan aspal.

4. Sublimasi

Sublimasi adalah perubahan wujud dari padat ke gas tanpa mencair terlebih dahulu.
Misalkanes yang langsung menguap tanpa mencair terlebih dahulu. Pada tekanan normal,
kebanyakan benda dan zat memiliki tiga bentuk yang berbeda pada suhu yang berbeda-beda.
Pada kasus ini transisi dari wujud padat ke gas membutuhkan wujud antara. Namun untuk
beberapa antara, wujudnya bisa langsung berubah ke gas tanpa harus mencair. Ini bisa terjadi
apabila tekanan udara pada zat tersebut terlalu rendah untuk mencegah molekul-molekul ini
melepaskan diri dari wujud padat.

5. Kromatografi

Kromatografi adalah suatu teknik pemisahan molekul berdasarkan perbedaan pola pergerakan
antara fase gerak dan fase diam untuk memisahkan komponen (berupa molekul) yang berada
pada larutan. Molekul yang terlarut dalam fase gerak, akan melewati kolom yang merupakan
fase diam.[Molekul yang memiliki ikatan yang kuat dengan kolom akan cenderung bergerak
lebih lambat dibanding molekul yang berikatan lemah. Dengan ini, berbagai macam tipe molekul
dapat dipisahkan berdasarkan pergerakan pada kolom.
Contoh kromatografi yang paling sederhana adalah kromatografi kertas yang dapat dibuat dari
kertas saring biasa, bahkan dari kertas tissue. Kromatografi kertas dapat digunakan untuk
memisahkan campran zat warna.

6. Dekantasi

Dekantasi adalah suatu cara pemisahan antara larutan dan padatan yang paling sederhana yaitu
dengan menuangkan cairan perahan-lahan sehingga endapan tertinggal dibagian dasar bejana.
Cara ini dapat dilakukan jika endapan mempunyai ukuran partkel yang besar dan massa
jenisnyapun besar, sehingga dapat terpisah dengan baik terhadap cairannya. Jika massa jenis
dan dengan ukuran partikel relatif kecil sehingga ada sebagan padatan yang melayang
atau mengapung maka cara pemisahan yang paling tepat adalah dengan penyaringan atau
sentrifugasi
Contoh dekantasi ialah antara air dan pasir atau campuran suspensi lain antara padatan dan
cairan. Bahkan sebenarnya dekantasi juga bisa dilakukan antara 2 cairan yang ditak bercampur
seperti air dan minyak.