Anda di halaman 1dari 23

1

BAB I
PENDAHULUAN

A; Latar Belakang
Akuntansi biaya adalah akuntansi yang membicarakan tentang
penentuan harga pokok (costs) dari sesuatu produk yang diproduksi (atau
dijual di pasar) baik untuk memenuhi pesanan dari pemesan maupun untuk
menjadi persediaan barang dagangan yang akan dijual. Akuntansi secara umum
merupakan proses pencatatan, penggolongan,, peringkasan dan penyajian
dengan cara-cara tertentu dari transaksi keuangan yang terjadi dalam
perusahaan atau organisasi lain dan penafsiran terhadap hasilnya.
Tujuan akhir dari akuntansi biaya adalah menyediakan informasi
tentang biaya untuk manajemen guna membantu mereka di dalam menglola
perusahaan atau departemennya. Biaya-biaya yang dikumpulkan sesuai dengan
golongan atau klasifikasi yang diinginkan, kemudian disajikan dan dianalisa
akan sangat bermanfaan bagi manajemen. Data biaya tersebut akan dpat
dimanfaatkan oleh manajemen untuk berbagai tujuan.
Biaya tenaga kerja didefinisikan sebagai pembayaran-pembayaran
kepada para pekerja yang didasarkan pada jam kerja atau atas dasar unit yang
diproduksi. Istilah yang digunakan untuk biaya tenaga kerja ini adalah biaya
tenaga kerja langsung, atau untuk pembayaran yang dinamakan upah. Hal ini
penting untuk membedakan kerja/karyawan yang didasarkan pada rentang
waktu seperti gaji mingguan, bulanan dan lain sebagainya. Upah dibebankan
melalui rekening biaya overhead pabrik.
Akuntansi biaya tenaga kerja dimulai dengan pembayaran upah,
diteruskan pada distribusi upah tersebut pada Job, produk atau pusat biaya

2
2

(departemen produksi). Di dalam upah tersebut sudah termasu pengurangan


atau potongan terhadapnya seperti penghasilan, iuran ASTEK dan lain-lain.
Demikian pula tambahan-tambahan terhadap upah seperti lembur, tunjangan,
dan lain sebagainya.
Penjelasan di atas sangat jelas bahwa setiap transaksi yang terjadi di
sebuah perusahaan sangat berpengaruh pada pelaporan keuangan yang
disajikan di setiap akhir periode. Hal ini berarti seluruh biaya termasuk biaya
tenaga kerja juga akan mempengaruhi besar kecilnya laba perusahaan tersebut.

B; Rumusan Masalah
1; Apa yang dimaksud dengan biaya tenaga kerja?
2; Bagaimana perhitungan upah kotor?
3; Bagaimana distribusi biaya upah dan gaji kotor?
4; Bagaimana perlakuan akuntansi biaya tenaga kerja?

C; Tujuan
1; Mengetahui pengertian tenaga kerja dan biaya tenaga kerja
2; Mengetahui perhitungan upah kotor
3; Mengetahui distribusi biaya upah dan gaji kotor
4; Mengetahui perlakuan akuntansi biaya tenaga kerja

3
3

BAB II
PEMBAHASAN
A; Pengertian Biaya Tenaga Kerja dan Cara Penggolongannya
1; Definisi Biaya Tenaga Kerja

Tenaga kerja merupakan usaha fisik atau mental yang dikeluarkan


karyawan untuk mengolah produk. Biaya tenaga kerja adalah harga yang
dibebankan untuk penggunaan tenaga kerja manusia tersebut.
2; Penggolongan kegiatan dan biaya tenaga kerja

Dalam perusahaan manufaktur penggolongan kegiatan tenaga kerja


dapat dilakukan sebagai berikut:
a; Penggolongan menurut fungsi pokok dalam organisasi perusahaan

Organisasi dalam perusahaan manufaktur dibagi menjadi 3 fungsi


pokok yaitu produksi, pemasaran dan administrasi. Sehingga perlu
adanya penggolongan dan pembedaan antara tenaga kerja pabrik dan
tenaga kerja nonpabrik, yang bukan merupakan unsur harga pokok
produksi, melainkan merupakan unsur biaya usaha. Dengan demikian
biaya tenaga kerja manufaktur digolongkan menjadi biaya tenaga kerja
produksi, biaya tenaga kerja pemasaran dan biaya tenaga kerja
administrasi dan umum.

4
4

b; Penggolongan menurut kegiatan departemen-departemen

dalam

perusahaan
Misal departemen produksi suatu perusahaan kertas terdiri dari tiga
departemen. Bagian pulp, bagian kertas, dan bagian penyempurnaan.
Bagian tenaga kerja tersebut digolongkan sesuai dengan bagian-bagian
yang benar dalam perusahaan tersebut. Tenaga kerja yang bekerja di
departemen-departemen

nonproduksi

digolongkan

pula

menurut

departemen yang menjadi tempat kerja mereka. Dengan demikian biaya


tenaga

kerja

di

departemen-departemen

nonproduksi

dapat

dogolongkan menjadi biaya tenaga kerja bagian akuntansi, bagian


personalia, dan lain sebagainya. Penggolongan semacam ini dilakukan
untuk lebih memudahkan pengendalian terhadap biaya tenaga kerja
yang terjadi dalam tiap departemen yang dibentuk dalam perusahaan.
Kepala departemen bertanggungjawab atas hal-hal tersebut.
c; Penggolongan menurut jenis pekerjaannya

Dalam suatu perusahaan penggolongan tenaga kerja dapat digolongkan


menurut sifat pekerjaannya. Misalnya dalam suatu departemen
produksi, tenaga kerja digolongkan sebagai berikut: operator, mandor
dan penyelia. Dengan demikian biaya tenaga kerja juga digolongkan
menjadi upah operator, upah mandor, dan upah penyelia. Penggolongan
biaya tenaga kerja semacam ini digunakan sebagai dasar penetapan
diferensial upah standar tenaga kerja.
d; Penggolongan menurut hubungannya dengan produk

Dalam hubungannya dengan produk, tenaga kerja dibagi menjadi


tenaga kerja langsung dan tenaga kerja tak langsung. Tenaga kerja
langsung adalah tenaga kerja yang secara langsung ikut serta dalam
memproduksi produk jadi. Tenaga kerja tidak langsung adalah tenaga
kerja yang jasanya tidak secara langsung.

5
5

3; Catatan Kepegawaian

Sasaran utama dalam pembayaran upah karyawan adalah menentukan


bahwa pembayaran upah yang dilakukan adalah untuk karyawan yang
berhak menerima dari sebesar haknya pula. Oleh sebab itu, catatan
kepegawaian sangat penting. Formulir kepegawaian

dirancang tidak

hanya digunakan ketika seorang karyawan diupah tetapi juga untuk


promosi dan pemberhentian karyawan.
4; Catatan Waktu Kerja

Pencatatan jam kerja karyawan dilakukan dengan kapan karyawan masuk


kerja datang dan kapan dia keluar/pulang pada suatu kartu jam kerja (time
clock card). Kartu jam kerja harus ditandatangani karyawan untuk
menunjukkan bahwa perhitungan pada kartu tersebut sudah benar. Kartu
jam kerja dapat dibuat mingguan atau harian.
Tabel 1 Formulir Kartu Jam Kerja
PT HADI
YOGYAKARTA
KARTU JAM KERJA MINGGUAN
Nomer Urut
:______
Nama karyawan :______
Jumlah Jam
:______
Hari

Pagi
Masuk

Siang
Keluar

Tanggal :______
Minggu ke :______
Tarif/jam :______
Siang
Masuk

Sore
Keluar

Lembur
Masuk
Keluar

Jumlah jam kerja


Regir
Lembur

Senin
Selasa
Rabu
Kamis
Jumat
Sabtu
Total

Tanda tangan

6
6

B; Perhitungan Upah Kotor


1; Dasar tarif per jam kerja

Upahnya dihitung dari catatan waktu kerja masing-masing karyawan.


Besar upah kotor yang akan diterima adalah dengan mengalikan jumlah
kerja karyawan termasuk lembur, jika ada dengan tariff per jam kerjanya.
2; Dasar tarif per unit produksi

Pada tarif per unit produksi upah kotor dibayar sebesar tarif dengan jumlah
unit produksi yang dapat dihasilkan oleh karyawan. Pada perusahaan yang
menggunakan dasar tarif per unit produksi biasanya dibuatkan suatu tarif
minimum per jam kerjanya.
Contoh perhitungan upah kotor dengan dasar per unit produksi :
Tabel 2 Laporan Biaya Upah
PT HUDA
YOGYAKARTA
LAPORAN BIAYA UPAH
Pabrik :_____
Tanggal:_____
Tarif minimum:_____

No. kartu

Nama

Kualitas

Tarif

Jam kerja

Jumlah

1.614
1.615

M. Hadi
A. Haris

13.100
17.000

Rp10,00
10,00

7
8

131.100
170.000

2.015

Zam-zam

18.000

Rp10,00

180.000

Total

5.490.000

Mandor : _______

Tambahan
ditambah
minimum
Rp.9000

Rp531.000,00

7
7

3; Dasar rencana insentif

Pada dasar ini, upah kotor dibayarkan sebesar upah standar ditambah
dengan sejumlah insentif.
Contoh sederhana:
Tabel 3 Laporan Biaya Upah dan Insentif
PT HUDA
YOGYAKARTA
LAPORAN BIAYA UPAH DAN INSENTIF

No. Kartu
Karyawan

Jam
Kuantitas Upah
Tarif
Kerja
dicapai Standar

Departemen :_____________
Tanggal
:_____________
Kuantitias Std.:_____________
Insentif
Premium
Total
Bonus
Tarif Jumlah
120
1.800
100
2,50
2,50
1.750
100
1.500

576
577
578

7
7
7

240
200
200

950
1.100
1.000

1.680
1.400
1.400

599

250

1.050

1.750

150

2,50

2,50

2.025

650

250

900

1.750

150

1.900

Total
Pembuat

190.000 17.500
: _______

Acc untuk dibayar : _______

12.500 220.000
Mandor : ________

8
8

C; Distribusi Biaya Upah dan Gaji Kotor


Setelah dihitung, upah kotor harus didistribusikan atau dicatat pada rekeningrekening yang bersangkutan dengannya. Metode distribusi ke rekeningrekening dimaksud tergantung pada keadaan perusahaan. Bila jumlah yang
dicatat relative kecil maka cukup dengan metode konvensional (metode
tangan), tetapi bila yang dicatat relative besar maka perlu digunakan metode
mesin (electronic method).
Buku pembantu untuk mencatat biaya distribusi upah ada dua macam, yaitu
buku pembantu departemen (catatan harga pokok per departemen). Yang
pertama digunakan pada metode pengumpulan harga pokok proses dan yang
kedua pada metode pengumpulan harga pokok pesanan. Pencatatan pada
buku

besar

dilakukan

Barang dalam proses


Biaya overhead pabrik
Biaya gaji

atas

dasar

jurnal

sebagai

xxx
xxx
-

berikut:
xxx

Biaya tenaga kerja langsung dicatat pada barang dalam proses, sedangkan
biaya tenaga kerja tidak langsung dicatat pada biaya overhead pabrik.
Secara grafis, distribusi upah kotor digambarkan sebagai berikut:

9
9

Catatan Waktu Kerja

Buku Besar

Jurnal
Barang dalam proses
Biaya overhead pabrik
Biaya gaji

Buku Pembantu

Catatan harga pokok per departemen


Kartu harga pokok per pesanan

xx
xx
xx
Untuk metode harga pokok pesanan
Untuk system harga pokok proses

Gambar 1 Distribusi Upah Kotor


1; Potongan-Potongan Terhadap Upah Kotor

Upah kotor yang telah dihitung melalui catatan waktu jam kerja,
laporan biaya gaji dan upah atau data lain sebelum dibayarkan kepada
karyawan telebih dahulu dipotong dengan potongan-potongan yang
berlaku. Potongan-potongan yang dimaksud baik yang merupakan
peraturan pemerintah (undang-undang) maupun potongan-potongan yang
menjadi keputusan bersama antara buruh/karyawan dengan manajemen di
suatu perusahaan.
Potongan-potongan yang berasal dari peraturan pemerintah antara
lain pajak penghasilan bagi karyawan, iuran asuransi sosial tenaga kerja
dan lain sebagainya. Potongan-potongan yang berasal dari ketentuan
perusahaan sendiri seperti potongan untuk koperasi, serikat buruh, dan lain
sebagainya.

10
10

2; Pembayaran Upah Bersih

Setelah upah kotor dan potongan-potongan dapat ditentukan maka


pembayaran upah atau gaji dapat dilakukan. Semua perhitungan tersebut
dapat dilakukan secara manual maupun secara mekanis.
Metode mana yang akan diguanakan sangat tergantung pada
pertimbangan-pertimbangan ekonomis yakni dengan melihat volume
pekerjaan yang ada. Cara lain untuk mendapatkan informasi upah yang
akan dibayar adalah dengan payroll register/ payroll journal.
Payroll register adalah suatu daftar yang menunjukkan nomor
kartu kerja, nama karyawan, upah kotor, potongan-potongan, upah bersih,
dan cara pembayaran apakah tunai atau dengan cek. Dari payroll tersebut
dapat dibuat jurnal standar pembayaran upah/ gaji yakni :
Biaya gaji

xxx

(jumlah kotor)

Kas

xxx

Utang pajak penghasilan karyawan

xxx

utang ASTEK

xxx

lain-lain

xxx

(jumlah bersih)

Tabel 4 Formulir Payroll Register


Payroll Register
PT Huda
Yogyakarta
No.
kartu
kerja

Total

Bulan/minggu ke :
Total

Nama

Penghasilan

jam
kerja

Reguler
Jam

Tarif

Potongan

Lembur
Jumlah

Jam

Tarif

Jumlah

total upah

pajak

lembur

penghasilan

Astek

Pembayaran
lain-

upah

no.

lain

bersih

cek

tunai

11
11

D; Akuntansi Biaya Tenaga Kerja


Biaya tenaga kerja dapat dibagi menjadi tiga golongan besar, yaitu :
1; Gaji dan upah regular

Yaitu jumlah gaji dan upah bruto dikurangi dengan potongan- potongan
seperti pajak penghasilan karyawan dan asuransi hari tua
Ada berbagai cara dalam penghitungan upah karyawan. Salah satu cara
yaitu dengan mengalihkan tarif upah dengan jam karyawan. Dengan
demikian untuk menentukan upah karyawan perlu dikumpulkan data
jumlah jam kerja karyawan dalam periode tertentu.
Dalam perusahaan yang menggunakan metode harga pokok pesanan,
dokumen pokok untuk mengumpulkan waktu kerja karyawan adalah kartu
hadir (clock card) dan kartu jam kerja (job time ticket). Kartu hadir adalah
suatu catatan yang digunakan untuk mencatat jam hadir karyawan, yaitu
jangka waktu antara jam hadir dan jam meninggalkan perusahaan.
Dalam penggunaan waktu jam kerja, untuk pemakaian waktu jam kerja
biasanya untuk kehadiran langsung karyawan di pabrik.
Akuntansi biaya gaji dan upah dalam empat tahap, sebagai berikut :
a; Berdasarkan kartu hadir karyawan, bagian daftar gaji membuat daftar

gaji dan upah karyawan kemudian membuat daftar tersebut. Dari daftar
gaji dan upah tersebut kemudian dibuat rekapitulasi, untuk
mengelompokan daji tersebut menjadi upah karyawan pabrik, upah
administrasi dan umum, serta karyawan langsung dan tak langsung
dalam hubungan dengan produk. Jurnal seperti berikut :
Barang dalam proses biaya tenaga kerja

xxx

BOP

xxx

Biaya administrasi dan umum

xxx

Biaya pemasaran

xxx

Gaji dan upah

xxx

12
12

b; Atas dasar daftar gaji dan upah, bagian keuangan membuat bukti kas

keluar dan cek untuk pengambilan uang dari bank.


Jurnal seperti berikut:
Gaji dan upah

xxx

Utang PPH karyawan

xxx

Utang gaji dan upah

xxx

c; Setelah cek diuangkan. Gaji dibayarkan kepada karyawan melalui juru

bayar. Tiap karyawan menandatangani daftar gaji sebagai bukti


penerimaan.
Jurnal sebagai berikut
Utang gaji dan upah

xxx

Kas

xxx

d; Penyetoran pajak penghasilan

Utang PPH karyawan


Kas

xxx
xxx

Dalam hubungannya dengan gaji dan upah, perusahaan memberikan


insentif kepada karyawan agar dapat bekerja lebih baik. Insentif dapat
didasarkan atas waktu kerja, hasil yang diproduksi atau kombinasi diantara
keduanya. Beberapa cara pemberian insentif sebagai berikut:
a; Insentif Satuan dengan Jam Minimum (Straight Piecework with a
Guaranted Hours Minimum Plan)
Karyawan dibayar atas dasar tarif per jam untuk menghasilkan jumlah
satuan keluaran (output) standar. Karyawan menerima jumlah upah
tambahan sebesar jumlah kelebihan satuan keluaran di atas standar kali
tarif upah per satuan jika hasil produksi yang melebihi jumlah standar.
Tarif upah per satuan dihitung dengan cara membagi upah standar per
jam dengan satuan keluaran standar per jam.
b; Taylor Differential Piece Rate Plan
Cara pemberian insentif adalah semacam straight piece rate plan yang
menggunakan tarif tiap potong untuk jumlah keluaran rendah per jam
dan tarif potong yang lain untuk jumlah keluaran tinggi per jam.

13
13

2; Premi lembur

Dalam perusahaan, jika karyawan bekerja lebih dari 40 jam per minggu,
mereka berhak menerima uang dan premi lembur. Misalnya dalam satu
minggu seorang karyawan bekerja selama 44 jam dengan tarif upah Rp
600,- per jam. Premi lembur dihitung sebesar 50% dari tarif upah. Upah
karyawan tersebut dihitung sebagai berikut:
Jam biasa
40 x Rp 600 = Rp 24.000,Lembur
4 x Rp 600 = Rp 2.400,Premi lembur
4 x Rp 300 = Rp 1.200,- +
Jumlah upah satu minggu
= Rp 27.600,Perlakuan terhadap premi lembur tergantung atas alasan-alasan terjadinya
lembur. Premi lembur dapat ditambahkan pada upah tenaga kerja langsung
dan dibebankan pada pekerjaan atau departemen tempat terjadinya lembur
tersebut. Perlakukan ini dapat dibenarkan jika pabrik telah bekerja pada
kapasitas penuh dan pelanggan/pemesan mau menerima beban tambahan
karena lembur tersebut.
Premi lembut dapat diperlakukan sebagai unsur biaya over head pabrik
atau dikeluarkan sama dari harga pokok produk dan dianggap sebagai
biaya periode (period expenses). Perlakuan yang terakhir ini hanya dapat
dibenarkan jika lembur tersebut terjadi karena ketidakefisien atau
pemborosan waktu.

14
14

3; Biaya-biaya yang berhubungan dengan tenaga kerja (Labour Related

Costs)
a; Set up time

Biaya-biaya yang dikeluarkan untuk memulai produksi disebut biaya


pemulai produksi (set up costs). Biaya pemula produksi diperlukan
pada waktu pabrik atau proses mulai dijalankan atau dibuka kembali
atau pada waktu produk baru diperkenalkan. Biaya pemula produksi
meliputi pengeluaran-pengeluaran untuk mebuatan rancang bangun,
penyusunan mesin dan peralatan, latihan bagi karyawan, dan kerugiankerugian yang timbul akibat belum adanya pengalaman. Ada tiga cata
perlakuan terhada biaya pemula produksi:
1; Dimasukkan ke dalam kelompok biaya tenaga kerja langsung.
Bila biaya pemula produksi dapat diidentifikasikan pada pesanan
tertentu, maka biaya ini seringkali dimasukkan dalam kelompok
biaya tenaga kerja langsung dan dibebankan langsung ke rekening
Barang dalam Proses.
2; Dimasukkan sebagai unsur biaya overhead pabrik.
Biaya pemula produk dapat diperlakukan sebagai unsur biaya
overhead pabrik. Jurnal untuk mencatat biaya pemula produksi
adalah:
Biaya overhead pabrik sesungguhnya
xxx
Kas
xxx
Utang Dagang
xxx
Persediaan
xxx

15
15

3; Dibebankan kepada pesanan yang bersangkutan.

Biaya pemula produksi dapat dibebankan kepada pesanan tertentu,


dalam kelompok biaya tersendiri yang terpisah dari biaya bahan
baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik.
b; Waktu Menganggur (Idle Time)
Dalam mengolah produk, seringkali terjadi hambatan-hambata,
kerusakan mesin atau kekurangan pekerjaan. Hal ini menilbulkan
-waktu menganggur bagi karyawan. Biaya-biaya yang dikeluarkan
selama waktu menganggur ini diperlakukan sebagai unsur biaya
overhead pabrik.
Misalkan seorang karyawan harus bekerja 40 jam per minggu dengan
upah per jam Rp 600,-. Dari 40 jam kerja, 10 jam merupakan waktu
menganggur dan sisanya digunakan untuk mengerjakan pesanan
tertentu. Jurnalnya sebagai berikut:
Barang dl. proses biaya tenaga kerja langsung Rp 18.000,Biaya overhead pabrik sesungguhnya
Rp 6.000,Gaji dan upah
Rp 24.000,c; Shif Premium
Giliran kerja pada malam hari akan menimbulkan masalah karena
perlakuannya akan berbeda dengan giliran kerja pada siang hari.
Biasanya pabrik yang dikelola dengan baik akan membedakan upah
buruh yang giliran kerja malam hari dengan giliran kerja siang hari.
Perbedaan upah tesebut dinamakan shift premium. Sebagai contoh:
Shift 1

: jam 08.00-16.00 = Rp 2.000,00

Shift 2

: jam 16.00-24.00 = Rp 2.050,00

Shift 3

: jam 24.00-08.00 = Rp 2.100,00

Dari data tersebut bila rekening barang dalam proses untuk biaya tenaga
kerja langsung di debit dengan total gaji, produk yang diproduksi pada
tiap shift akan berbeda harga pokok produksinya. Agar dapat
dibebankan dengan cara demikian maka shift premium tersebut
diperlukan sebagai biaya overhead.

16
16

Misalnya, jika seorang buruh bekerja pada shift 3 dengan upah 8 x Rp


2.100,00 = Rp 16.800,00 yang merupakan biaya tenaga kerja langsung,
maka biaya sebesar Rp 16.800,00 tersebut harus didistribusikan dengan
jurnal sebagai berikut :
Barang dalam proses

16.000

Biaya overhead pabrik(shift premium)


Biaya gaji

800
16.800

d; Bonus

Bonus adalah tambahan pembayaran upah/gaji yang diberikan kepada


pekerja. Alasan pemberian bonus ini pada umumnya adalah karena
karyawan telah bekerja pada tingkat produktivitas yang lebih tinggi dari
yang diharapkan.
Besarnya bonus biasanya ditentukan dalam persentase tertentu dari
keuntungan (laba). Selain itu sering pula dalam persentase tertentu dari
gaji/upah yang diterima. Bonus secara teoritis dimasukkan dalam harga
pokok produksi melalui rekening barang dalam proses. Namun
demikian, karena alasan praktis bonus dimasukkan dalam harga pokok
produksi melalui rekening biaya overhead pabrik.
e; Cuti dan Hari Libur

Pembayaran upah seorang buruh akan tetap dilakukan sementara buruh


tersebut tidak bekerja karena cuti atau pada hari libur. Upah tersebut
diakumulasikan tiap bulan dan didistribusikan pada seluruh produksi
selama setahun melalui biaya overhead pabrik.
Cara penghitungan yang umum digunakan adalah :
1; Upah selama cuti dan hari libur ditaksir selama setahun, kemudian

dibebankan tiap bulan 1/12-nya.


2; Ditentukan suatu persentase tertentu untuk dibebankan tiap bulan

pada biaya overhead pabrik

17
17

Misalnya sebuah pabrik memberikan cuti satu minggu dan ada lima hari
libur dalam setahun, seminggu ada 40 jam kerja, 5 hari kerja, dari data
tersebut jam kerja seorang buruh akan dapat dianalisa sebagai berikut :
Waktu produksi : 50 minggu x 40 jam =

2.000 jam

Waktu tidak produktif :


Cuti

: 1 minggu

= 1 x 40 jam = 40 jam

Libur

: 5 hari

= 5 x 8 jam

= 40 jam +
80 jam +

Total jam kerja dibayar

2.080 jam

Persentase jam kerja yang akan dibebankan pada biaya overhead pabrik
per bulan adalah :
waktu tidak produktif
100
waktu produktif
=

80
100
2000

= 4%

Jika seorang buruh pada periode (bulan) tertentu mendapat upah Rp


61.000,00 maka yang menjadi biaya overhead pabrik adalah
= 4% x Rp 61.000,00 = Rp 2.440,00
dan jurnal yang dibuat adalah :
Biaya overhead pabrik

Rp 2.440,00

Biaya cuti dan libur karyawan

Rp 2.440,00

Saat di setujui pembayarannya :


Biaya cuti dan libur karyawan
Utang upah gaji

xxx
xxx

18
18

f; Pekerjaan yang Rusak

Sudaah menjadi hal biasa terjadi dalam pelaksanaan produksi adanya


produk yang tidak sesuai, rusak atau cacat. Dari produk yang tidak
sesuai, rusak atau cacat tersebut ada yang dapat diperbaiki seperti yang
diinginkan. Masalah yang timbul adalah diperlukan pula tenaga kerja
untuk mengerjakan dan tentu saja timbul biaya tambahan terhadap
produk tersebut.
Tambahan biaya tersebut biasanya dibebankan pula pada biaya
overhead pabrik, yang penting adalah biaya tersebut perlu diawasi dan
dikendalikan. Cara yang sederhana adalah dengan membebankan
terbatas pada batas-batas yang telah ditetapkan terlebih dahulu.
Tenaga kerja langsung yang upahnya dibebankan atau diperlakukan
sebagai biaya overhead pabrik di contohkan sebagai berikut :
Seorang operator mesin mempunyai tarif upah Rp 400,00 per jam. Pada
suatu hari ia bekerja 9 jam kerja dimana 8 jam merupakan jam kerja
regular dan 1 jam merupakan jam kerja lembur. Tarif atas kerja lembur
adalah 50% dari tarif normal. Dari kartu kerja 9 jam kerja tersebut
terbagi atas :
Melaksanakan produksi normal

7,5 jam

Waktu menganggur/menunggu order baru

0,5 jam

Mengerjakan kembali produk rusak

1,0 jam
9,0 jam

Dengan data tersebut maka perincian upahnya adalah sebagai berikut :


Barang dalam proses

Waktu menganggur:

0,5 jam @ Rp400,00 = Rp

Kerja produk rusak

1,0 jam @ Rp400,00 = Rp

400,00

Lembur

1,0 jam @ Rp200,00 = Rp

200,00

Total

7,5 jam @ Rp400,00 = Rp 3.000,00


200,00

= Rp 3.800,00

19
19

Jurnal yang dibuat :


Biaya overhead pabrik
Biaya tenaga kerja langsung

800
3.000

Biaya upah dan gaji


Biaya upah dan gaji
Utang upah dan gaji

3.800
3.800
3.800

20
20

BAB III
PENUTUP
A; Simpulan
Biaya tenaga kerja didefinisikan sebagai pembayaran-pembayaran
kepada para pekerja yang didasarkan pada jam kerja atau atas dasar unit yang
diproduksi. Istilah yang digunakan untuk biaya tenaga kerja ini adalah biaya
tenaga kerja langsung, atau untuk pembayaran yang dinamakan upah. Hal
ini penting untuk membedakan dengan istilah gaji. Gaji merupakan
pembayaran kepada tenaga kerja/karyawan yang didasarkan pada rentang
waktu seperti gaji mingguan, bulanan dan lain sebagainya. Upah dibebankan
melalui rekening biaya tenga kerja langsung, sedangkan gaji dibebankan
melalui rekening overhead pabrik.
Sasaran utama dalam pembayaran upah karyawan adalah menentukan
pembayaran upah yang dilakukan adalah untuk karyawan yang berhak
menerima dari sebesar haknya pula. Oleh sebab itu, catatan tentang data
kepegawaian merupakan proses pengupahan yang sangat penting. Formulir
catatan kepegaiawaian dirancang tidak hanya digunakan ketika seorang
karyawan diupah tetapi juga untuk promosi dan pemberhentian karyawan.
Setelah karyawan atau buruh yang bekerja dilakukan pencatatan
waktu kerja mereka, masalah selanjutnya adalah perhitungan upah kotor. Ada
3 metode dasar, yaitu:
1; Dasar tarif per jam kerja
2; Dasar tarif per unit produksi
3; Dasar rencana insentif

21
21

Beberapa masalah yang timbul dalam biaya tenaga kerja adalah


sebagai berikut:
1; Waktu menganggur
2; Shift premium
3; Bonus
4; Cuti dan hari libur
5; Pekerjaan yang rusak
6; Set up time

22
22

DAFTAR PUSTAKA

Halim, Abdul. 1999. Dasar-Dasar Akuntansi Biaya. Yogyakarta: BFE

23
23