Anda di halaman 1dari 14

1.

Dapatkan
anda
membantu
memberikan
penjelasan
tentang
proses pembuatan surfaktan, seperti
yang diharapkan oleh mahasiswa
tersebut? Berikan uraian secara
sistematik !

Alkohol lemak atau fatty alkohol yang memiliki rantai C12C18 memiliki formulasi produk berupa deterjen.
Pembuatan surfaktan fatty alcohol sulfate dijelaskan
sebagai berikut.
Reaksi yang terdapat dalam pembuatan fatty alcohol
sulfate yaitu
RCH2OH
fatty alcohol

+ SO3 RCH2OSO3H

sulfur trioxide

fatty alcohol sulfuric acid

RCH2OSO3H + NaOH RCH2OSO3Na+ H2O


fatty alcohol sulfuric acid

caustic soda sodium fatty alcohol sulfate water

Produksi dari alkohol lemak


sulfat sendiri terdiri dari 5
tahapan

Proses separasi air


Mencegah korosi pada reaktor, karena uap air dapat bereaksi dengan gas SO 3. Proses ini juga dapat
memekatkan warna produk
Generasi sulfur trioksida
Konversi SO2 menjadi SO3 dengan katalis vanadium pentaoksida. Dilakukan dengan dua tahapan, yaitu
memasukkan sulfur cair dalam pembakar sulfur hingga menguap (T = 650C), kemudian mengubah SO 2
menjadi SO3.
Sulfasi
Dilakukan dalam reaktor film multitude untuk mengontrol rasio mol SO 3 dengan umpan organik dari
berbagai pipa. Pada tahap ini berlangsung reaksi pertama, yaitu reaksi antara alkohol lemak dengan
sulfur trioksida menghasilkan fatty alcohol sulfuric acid.
Netralisasi
Produk dihidrolisis untuk menghindari pengaruh buruk pada proses dan kualitas produk. Untuk
mengoptimasi hasil, proses ini bisa diulang hingga dua kali. Pada tahap ini berlangsung reaksi kedua,
yaitu reaksi antara fatty alcohol sulfuric acid dengan soda kaustik menjadi sodium fatty alcohol sulfate
dan air.
Exhaust gas treatment
Penghilangan komposisi gas dengan meregulasi lingkungan. Gas tersebut terdiri dari umpan organik sisa,
SO2, dan SO3 yang tidak bereaksi. Dilakukan dengan bantuan soda kaustik (NaOH) sebelum dilepas ke
lingkungan.

Diketahui bahwa surfaktan memiliki gugus


hidrofilik dan gugus lipofilik. Terangkan kedua
istilah tersebut dan hubungannya dengan
surfaktan. Jelaskan juga pengertian tentang
surfaktan beserta fungsi dan jenisnya. Ketika
anda mempelajari mengenai surfaktan anda
akan menemukan istilah misel, berikan
penjelasan mengenai istilah misel tersebut.
Berikan contoh tentang kinerja salah satu
surfaktan, gunakan model atau gambar sebagai

Gugus hidrofilik
Gugus hidrofilik pada
surfaktan bersifat polar
dan mudah bersenyawa
dengan air.
Gugus lipofilik
Gugus lipofilik bersifat
non polar dan mudah
bersenyawa dengan
minyak.

Fungsi Surfaktan

Jenis-Jenis Surfaktan

Kinerja Surfaktan

Mula-mula, surfaktan berbentuk misel dengan ujung hidrofil berikatan


hidrogen dengan air, sedangkan ujung hidrofobnya tertolak oleh air,
sehingga terlindung di bagian dalam misel. Saat berdekatan dengan noda,
ujung hidrofob ini akan menarik noda dari kain, kemudian bersama-sama
membentuk misel baru. Suhu tinggi, pengadukan dan pengucekan pakaian
akan mempercepat proses ini karena akan mempermudah terlepasnya noda
dari kain.

Setelah Critical Micelle Concentration (CMC)


tercapai, tegangan permukaan akan konstan
yang menunjukkan bahwa antar muka
menjadi jenuh dan terbentuk misel yang
berada dalam keseimbangan dinamis dan
monomernya. Bagaimana menetukan CMC,
gambarkan salah satu grafik yang dapat
menunjukkan CMC !

Jika C adalah konsentrasi stokiometri larutan, X

adalah fraksi satuan monomer yang diendapkan, dan


m adalah satuan monomer, maka
mX (X)m
C(1-X)

C(X/m)

Energi miselisasinya adalah

Pada CMC, X=0 dan , maka

Dengan mengintegralkan persamaan tersebut akan


diperoleh:

WAKTU IDEAL JADI TAK IDEAL, SURFAKTAN JENUH


DAN CMC, NILAI TEGANGAN, DETERGENSI,
PERMUKAAN AKAN STABIL NAH DISITULAH CMC
TERBENTUK.