Anda di halaman 1dari 8

Pencatatan terhadap transaksi tersebut adalah:

a.

Pengiriman barang konsinyasi


Transaksi ini akan dicatat:

b.

Barang konsinyasi

xxx

Persediaan

xxx

Pembayaran biaya angkut (biaya pengiriman) barang konsinyasi


Transaksi ini akan dicatat:
Barang konsinyasi

xxx

Kas
c.

xxx

Menerima laporan pertanggungjawaban dari komisioner


Pada saat menerima laporan pertanggungjawaban tersebut pengamanat akan mengetahui 3 hal, yaitu:

Penjualan barang konsinyasi


Biaya yang berhubungan dengan konsinyasi
Pembayaran yang akan diterima dari komisioner
Transaksi ini akan dicatat:
Piutang- komisioner

xxx

Barang konsinyasi

xxx

Barang konsinyasi
d.

xxx

Menerima pembayaran dari komisioner


Transaksi ini akan dicatat:
Kas

xxx

Piutang- komisioner

xxx

Contoh:
Pada awal tahun 1991 PT ABC mengadakan perjanjian konsinyasi dengan toko XYZ. Isi perjanjian tersebut
antara lain:
1.

PT ABC akan menitipkan barang kepada toko XYZ

2.

Toko XYZ berhak atas komisi sebesar 15% dari hasil penjualan

3.

Semua biaya ditanggung oleh PT ABC

4.

Toko XYZ harus membuat pertanggungjawaban secara bulanan.


Transaksi yang berhubungan dengan perjanjian konsinyasi tersebut untuk bulan januari 1991 adalah:

1.

PT ABC mengirim 100 unit barang yang dalam keadaan CKD ke toko XYZ. Harga pokok barang tersebut Rp.
300.000,00 sedangkan harga jual ditentukan Rp. 500.000,00

2.

PT ABC membayar biaya angkut sebesar Rp. 500.000,00

3.

Toko XYZ menerima kiriman barang dari PT ABC dan membayar biaya perakitan sebesar Rp. 200.000,00

4.

Toko XYZ berhasil menjual seluruh barang dagangan secara tunai

5.

Toko XYZ mengirimkan laporan hasil penjualan ke PT ABC

6.

Toko XYZ mengirimkan kas yang menjadi hak PT ABC, yaitu:

Penjualan: 100 x Rp. 500.000,00

Komisi 15% = Rp. 7.500.000,00

Biaya

200.000,00 +

= Rp. 50.000.000,00
7.700.000,00

Kas yang dikirim

Rp. 42.300.000,00

Jurnal yang dibuat oleh PT ABC adalah:


Transaksi 1
Transaksi ini dicatat:
Barang konsinyasi

Rp. 30.000.000,00

Persediaan

Rp. 30.000.000,00

Transaksi 2
Transaksi ini dicatat:
Barang konsinyasi

Rp. 500.000,00

Kas

Rp. 500.000,00

Transaksi 3
Transaksi ini tidak dicatat oleh PT ABC
Transaksi 4
Transaksi ini tidak dicatat oleh PT ABC
Transaksi 5
Transaksi ini dicatat:
Piutang-komisioner

Rp. 42.300.000,00

Barang konsinyasi

Rp. 7.200.000,00

Barang konsinyasi

Rp. 50.000.000,00

Transaksi 6
Transaksi ini dicatat:

2.

Kas

Rp. 42.300.000,00

Piutang komisioner

Rp. 42.300.000,00

Metode tidak terpisah


Di dalam metode laba atau rugi dari kegiatan konsinyasi tidak dipisahkan dengan laba (rugi) dari kegiatan yang
reguler. Oleh karena itu, biaya dan pendapatan yang berhubungan dengan kegiatan konsinyasi dicampur dengan
pendapatan dan biaya yang reguler.
Pada umumnya pencatatan yang dibuat oleh pengamanat di dalam metode ini hanya mencakup 3 transaksi, yaitu:

a.

Pembayaran biaya angkut (biaya pengiriman) barang konsinyasi

b.

Menerima laporan pertanggungjawaban dari komisioner

c.

Menerima pembayaran dari komisioner

Pencatatan terhadap transaksi tersebut adalah:


a.

Pembayaran biaya angkut (biaya pengiriman) barang konsinyasi


Transaksi ini akan dicatat:
Biaya transport

xxx

Kas
b.

xxx

Menerima laporan pertanggungjawaban dari komisioner


Pada saat menerima laporan pertanggungjawaban tersebut pengamanat akan mengetahui 3 hal, yaitu:

Penjualan barang konsinyasi


Biaya yang berhubungan dengan konsinyasi
Pembayaran yang akan diterima dari komisioner
Transaksi ini akan dicatat:
Piutang- komisioner

xxx

Biaya

xxx
Penjualan

xxx

Apabila perusahaan menggunakan sistem perpetual pengamanat harus mencatat juga harga pokok penjualan.
c.

Menerima pembayaran dari komisioner


Transaksi ini akan dicatat:
Kas

xxx
Piutang- komisioner

xxx

Contoh:
Pada awal tahun 1991 PT ABC mengadakan perjanjian konsinyasi dengan toko XYZ. Isi perjanjian tersebut
antara lain:
1.

PT ABC akan menitipkan barang kepada toko XYZ

2.

Toko XYZ berhak atas komisi sebesar 15% dari hasil penjualan

3.

Semua biaya ditanggung oleh PT ABC

4.

Toko XYZ harus membuat pertanggungjawaban secara bulanan.


Transaksi yang berhubungan dengan perjanjian konsinyasi tersebut untuk bulan januari 1991 adalah:

1.

PT ABC mengirim 100 unit barang yang dalam keadaan CKD ke toko XYZ. Harga pokok barang tersebut Rp.
300.000,00 sedangkan harga jual ditentukan Rp. 500.000,00

2.

PT ABC membayar biaya angkut sebesar Rp. 500.000,00

3.

Toko XYZ menerima kiriman barang dari PT ABC dan membayar biaya perakitan sebesar Rp. 200.000,00

4.

Toko XYZ berhasil menjual seluruh barang dagangan secara tunai

5.

Toko XYZ mengirimkan laporan hasil penjualan ke PT ABC

6.

Toko XYZ mengirimkan kas yang menjadi hak PT ABC, yaitu:

Penjualan: 100 x Rp. 500.000,00

Komisi 15% = Rp. 7.500.000,00

Biaya

200.000,00 +

= Rp. 50.000.000,00
7.700.000,00

Kas yang dikirim

Rp. 42.300.000,00

Jurnal yang dibuat oleh PT ABC adalah:


Transaksi 1
Transaksi ini tidak dicatat
Transaksi 2
Transaksi ini dicatat
Biaya transport
Kas

Rp. 500.000,00
Rp. 500.000,00

Transaksi 2
Transaksi ini dicatat:
Barang konsinyasi

Rp. 500.000,00

Kas

Rp. 500.000,00

Transaksi 3
Transaksi ini tidak dicatat oleh PT ABC
Transaksi 4
Transaksi ini tidak dicatat oleh PT ABC
Transaksi 5
Transaksi ini dicatat:
Piutang-komisioner

Rp. 42.300.000,00

Biaya

Rp. 7.700.000,00

Barang konsinyasi

Rp. 50.000.000,00

Harga pokok penjualan


Persediaan

Rp. 30.000.000,00
Rp. 30.000.000,00

Transaksi 6
Transaksi ini dicatat:
Kas

Rp. 42.300.000,00

Piutang komisioner

Rp. 42.300.000,00

Prosedur akuntansi penjualan konsinyasi untuk komisioner


1.

Metode terpisah
Di dalam metode ini semua laba ataupun rugi yang diperoleh dari kegiatan konsinyasi akan disajikan secara terpisah
dari rugi laba yang biasa. Untuk memisahkan tersebut maka pendapatan dan biaya yang berhubungan dengan
kegiatan komisioner juga harus dipisahkan . Alat yang digunakan untuk mengumpulkan pendapatan dan biaya
tersebut adalah rekening Barang Komisi. Rekening ini akan didebit dengan biaya yang berhubungan dengan
barang komisi dan dikredit dengan pendapatan yang berhubungan dengan barang komisi. Jadi pendebitan dan
pengkreditan terhadap rekening Barang Komisi adalah:

Pendebitan
Pendebitan terhadap rekening ini terdiri atas:

Biaya perakitan

Jumlah yang harus dibayarkan kepada pengamanat


Pengkreditan
Pengkreditan terhadap rekening barang komisi adalah hasil penjualan barang komisi.
Pada umumnya pencatatan yang dibuat oleh komisioner hanya mencakup 4 transaksi, yaitu:

1.

Membayar biaya angkut / perakitan

2.

Menjual barang komisi

3.

Mengirim laporan pertanggungjawaban kepada pengamanat

4.

Mengirim pembayaran kepada pengamanat komisioner


Pencatatan terhadap transaksi tersebut adalah:

1.

Membayar biaya angkut / perakitan


Transaksi ini akan dicatat:
Barang komisi

xxx

Kas
2.

xxx

Menjual barang komisi


Transaksi ini akan dicatat:
Kas

xxx
Barang komisi

3.

xxx

Mengirim laporan pertanggungjawaban kepada pengamanat


Transaksi ini akan dicatat:
Barang komisi

xxx

Utang pengamanat
4.

xxx

Mengirim pembayaran kepada pengamanat komisioner


Transaksi ini akan dicatat:
Utang pengamanat

xxx

Kas

xxx

Saldo rekening barang komisi akan menunjukkan laba atau rugi dari kegiatan konsinyasi. Pada akhir periode saldo
tersebut ditutup ke rekening ikhtisar laba rugi
Contoh:
Pada awal tahun 1991 PT ABC mengadakan perjanjian konsinyasi dengan toko XYZ. Isi perjanjian tersebut
antara lain:
1.

PT ABC akan menitipkan barang kepada toko XYZ

2.

Toko XYZ berhak atas komisi sebesar 15% dari hasil penjualan

3.

Semua biaya ditanggung oleh PT ABC

4.

Toko XYZ harus membuat pertanggungjawaban secara bulanan.


Transaksi yang berhubungan dengan perjanjian konsinyasi tersebut untuk bulan januari 1991 adalah:

1.

PT ABC mengirim 100 unit barang yang dalam keadaan CKD ke toko XYZ. Harga pokok barang tersebut Rp.
300.000,00 sedangkan harga jual ditentukan Rp. 500.000,00

2.

PT ABC membayar biaya angkut sebesar Rp. 500.000,00

3.

Toko XYZ menerima kiriman barang dari PT ABC dan membayar biaya perakitan sebesar Rp. 200.000,00

4.

Toko XYZ berhasil menjual seluruh barang dagangan secara tunai

5.

Toko XYZ mengirimkan laporan hasil penjualan ke PT ABC

6.

Toko XYZ mengirimkan kas yang menjadi hak PT ABC, yaitu:

Penjualan: 100 x Rp. 500.000,00

Komisi 15% = Rp. 7.500.000,00

Biaya

200.000,00 +

= Rp. 50.000.000,00
7.700.000,00

Kas yang dikirim

Rp. 42.300.000,00

Jurnal yang dibuat oleh Toko XYZ adalah:


Transaksi 1
Transaksi ini tidak dicatat
Transaksi 2
Transaksi ini tidak dicatat
Transaksi 3
Transaksi ini dicatat
Barang komisi
Kas

Rp. 200.000,00
Rp. 200.000,00

Transaksi 4
Transaksi ini dicatat:
Kas

Rp. 50.000.000,00

Barang komisi

Rp. 50.000.000,00

Transaksi 5
Transaksi ini dicatat:
Barang komisi
Utang pengamanat

Rp. 42.300.000,00
Rp. 42.300.000,00

Transaksi 6
Transaksi ini dicatat:
Utang pengamanat

Rp. 42.300.000,00

Kas

Rp. 42.300.000,00

2.

Metode tidak terpisah


Di dalam metode ini laba atau rugi dari kegiatan komisioner tidak dipisahkan dengan laba (rugi) dari kegiatan yang
reguler. Oleh karena itu, biaya dan pendapatan yang berhubungan dengan kegiatan komisioner dicatat seperti halnya
pendapatan dan biaya yang reguler.
Pada umumnya pencatatan yang dibuat oleh komisioner di dalam metode ini hanya mencakup 3 transaksi, yaitu:

1.

Membayar biaya angkut / perakitan

2.

Menjual barang komisi

3.

Mengirim pembayaran kepada pengamanat komisioner


Pencatatan terhadap transaksi tersebut adalah:

1.

Membayar biaya angkut / perakitan


Transaksi ini akan dicatat:
Utang pengamanat

xxx

Kas
2.

xxx

Menjual barang komisi


Transaksi ini akan dicatat:
Kas

xxx
Penjualan

3.

xxx

Mengirim pembayaran kepada pengamanat


Transaksi ini akan dicatat:
Utang pengamanat

xxx

Kas

xxx

Contoh:
Pada awal tahun 1991 PT ABC mengadakan perjanjian konsinyasi dengan toko XYZ. Isi perjanjian tersebut
antara lain:
1.

PT ABC akan menitipkan barang kepada toko XYZ

2.

Toko XYZ berhak atas komisi sebesar 15% dari hasil penjualan

3.

Semua biaya ditanggung oleh PT ABC

4.

Toko XYZ harus membuat pertanggungjawaban secara bulanan.


Transaksi yang berhubungan dengan perjanjian konsinyasi tersebut untuk bulan januari 1991 adalah:

1.

PT ABC mengirim 100 unit barang yang dalam keadaan CKD ke toko XYZ. Harga pokok barang tersebut Rp.
300.000,00 sedangkan harga jual ditentukan Rp. 500.000,00

2.

PT ABC membayar biaya angkut sebesar Rp. 500.000,00

3.

Toko XYZ menerima kiriman barang dari PT ABC dan membayar biaya perakitan sebesar Rp. 200.000,00

4.

Toko XYZ berhasil menjual seluruh barang dagangan secara tunai

5.

Toko XYZ mengirimkan laporan hasil penjualan ke PT ABC

6.

Toko XYZ mengirimkan kas yang menjadi hak PT ABC, yaitu:

Penjualan: 100 x Rp. 500.000,00

Komisi 15% = Rp. 7.500.000,00

Biaya

200.000,00 +

= Rp. 50.000.000,00
7.700.000,00

Kas yang dikirim

Rp. 42.300.000,00

Jurnal yang dibuat oleh Toko XYZ adalah:


Transaksi 1
Transaksi ini tidak dicatat
Transaksi 2
Transaksi ini tidak dicatat
Transaksi 3
Transaksi ini dicatat
Utang pengamanat

Rp. 200.000,00

Kas

Rp. 200.000,00

Transaksi 4
Transaksi ini dicatat:
Kas

Rp. 50.000.000,00

penjualan

Rp. 50.000.000,00

dan
Harga pokok penjualan

Rp. 42.500.000,00

Utang pengamanat

Rp. 42.500.000,00

Transaksi 5
Transaksi ini tidak dicatat
Transaksi 6
Transaksi ini dicatat:
Utang pengamanat

Rp. 42.300.000,00

Kas

Rp. 42.300.000,00