Anda di halaman 1dari 2

HIPOTIK Pasal 1162 KUH Perdata

Pengertian :
Satu hak kebendaan atas benda tidak bergerak untuk mengambil pergantian daripadanya bagi perlunasan
suatu perutangan.
Sifat hipotik :
1. Bersifat accesoir
2. Bersifat zaaksgefolg
3. Lebih didahulukan pemenuhannya dari piutang yang lain berdasarkan pasal 1133-1134 KUHP ayat 2
4. Objeknya benda-benda tetap
Objek hipotik
1. Berdasarkan pasal 509 KUHP, pasal 314 KUHD ayat 4, dan UU no. 12 tahun 1992 tentang pelayaran.
2. UU nomor 15 tahun 1992 tentang penerbangan
Kedudukan Benda Jaminan
Hipotik hanya dapat diletakkan / dipasang oleh orang yang dapat mengoperkan/memindahkan benda
jaminan
Sifat

Bersifat accesoir
Bersifat zaaksgefolg
Lebih didahulukan pemenuhannya dari piutang yang lain berdasarkan pasal 1133-1134 KUHP ayat2
Objeknya benda-benda tetap

Obyek
Berdasarkan pasal 509 KUHP, pasal 314 KUHD ayat 4, dan UU no.12 tahun 1992 tentang pelayaran.
UU nomor 15 tahun 1992 tentang penerbangan
> Objek hipotik adalah benda tidak bergerak selain tanah dan bangunan, di mana pesawat
udara dan kapal laut dengan isi kotor paling sedikit 20 (dua puluh) meter kubik termasuk dalam
benda tidak bergerak
Pembebanan Benda Jaminan
Benda jaminan dibebankan diatas satu benda sudah merupakan keadaan biasa
Hapusnya Jaminan Hipotik
Jika barang yang digadaikan berpindah tangan ke orang lain, tetapi tetap mengikuti bendanya walaupun
bendanya dipindahtangankan ke orang lain

4. HAK TANGGUNGAN (UU No. 4 Tahun 1996).


A. Hak Tanggungan
Hak jaminan yang dibebankan pada hak atas tanah sebagaimana yang dimaksud dalam UUPA (UU No. 5
Tahun 1960) berikut/tidak berikut benda-benda lain yang merupakan satu kesatuan dengan tanah itu untuk
pelunasan utang tertentu, yang memberikan kedudukan yang diutamakan kepada kreditur tertentu
terhadap kreditur-kreditur lainnya.

B. Para Pihak Yang Dalam Perjanjian Pemberian Hak Tanggungan


Pemberi Hak tanggungan; Orang perseorangan / badan hokum yang memupunyai kewenangan untuk
melakukan perbuatan hukum terhadap objek hak tanggungan yang bersangkutan
Penerima / Pemegang hak tanggungan
C. Objek Hak Tanggungan
Menurut Pasal 4 UU No.4 Tahun 1996 menegaskan bahwa objek hak tanggungan. Hak atas tanah yang
dapat dibebani dengan hak tanggungan adalah
- Hak milik
- Hak guna usaha
- Hak guna bangunan
Selain hak-hak atas tanah sebagaimana dimaksud pada ayat (1), hak pakai atas tanah negara yang menurut
ketentuan yang berlaku wajib di daftar dan menurut sifatnya dapat dipindahtangankan dapat juga di
bebani dengan hak tanggungan
Jadi selain tanah, bangunan, tanaman dan hasil karya yang merupakan satu kesatuan dengan
tanahnya dapat jadi objek hak tanggungan
> Objek hak tanggungan adalah tanah dan bangunan
D. Prosedur Pemberian Hak Tanggungan

didahulukan janji untuk memberikan hak tanggungan sebagai jaminan pelunasan hutang
tertentu
dilakukan dengan pembuatan Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT) oleh PPAT

Pand (gadai)
Harus disetai dengan
pernyataan kekuasaan atas
barang yang digadaikan
Hapus jika barang yang
digadaikan pindah tangan ke
orang lain
Satu barang tidak pernah
dibebani lebih dari satu
gadai walaupun tidak
dilarang
Adanya gadai dapat
dibuktikan dengan segala
macam pembuktian yang
dapat dipakai untuk
membuktikan perjanjian
pokok

Hipotik
Hak tanggungan
Tidak harus disetai dengan
Dilakukan dengan pembuatan akta
pernyataan kekuasaan atas
pemberian hak tanggungan (APHT)
barang yang digadaikan
yang dibuat oleh PPAT
Tetap mengikuti bendanya
Selalu mengikuti obyek dalam
walaupun telah
tangan siapapun obyek hak
dipindahtangankan ke orang
tanggungan itu berada.
lain.
beberapa hipotik yang bersama- Objek hak tanggungan adalah tanah.
sama dibebankan diatas satu
benda adalah sudah merupakan
keadaan biasa
adanya perjanjian hipotik Dapat dibuktikan dengan akta
dibuktikan dengan akta
pemberian hak tanggungan (APHT)
otentik.
yang dibuat oleh PPAT