Anda di halaman 1dari 4

Mekanisme kerja separator :

Pada gambar di atas fluida masuk melalui inlet lalu oleh deflector plate
Dp antara inlet dan outlet di hydrocyclone makin besar maka aliran fluida
semakin tinggi karena semakin tinggi aliran akan membuat aliran turbulensi yg
akan mempercepat pemisahan fluida minyak dan aair, sebaliknya Dp kecil maka
flow juga rendah akibatnya pemisahan fluida minyak dengan air tidak maksimal.

Hydrocyclone atau Vortoil


Pada Hydrocyclone ada yg namanya innersection yang berfungsi untuk
memisahkan minyak dan air. Karena adanya gaya sentrifugal maka air akan ke
atas dan minyak akan bergerak ke bawah. Innersection mempunyai selisih
tekanan antara 50-60 Psi dan 1 iner section mempunyai kapasitas pemisahan
hingga 1000 Bbl. Umumnya 1 hydrocyclone mempunyai kapasitas antara 5000055000 BFPD.
Chemical Injection dan Bahan Kimia
Bahan chemical yang ada pada platform CNOOC umumnya adalah IT-281
sebagai scale inhibitor, SRN 4082 sebagai ,SZB 4083 sebagai, SX 4181 sebagai ,
dan IZB 4083.
Sistem tekanan pada sistem ada upstream (Hulu/Statik) umumnya flownya di
bantu oleh pompa dan downstream. Arah aliran yaitu dari upstream ke
downstream.
Perbedaan Vessel dengan Tangki yaitu :
1. kalau vessel mempunyai tekanan tinggi sedangkan tangki rendah. Pada
vessel tekanan sudah tinggi sehingga tidak memerlukan bantuan pompa
sedangkan kalau tangki memerlukan pompa hisap untuk meningkatkan
tekanan.
2. Presseure vessel bekerja pd tekanan > 10 psi sedangkan slop tank < 10
psi shg membutuhkan bantuan seperti slope pump. Ada juga yang
namanya surge vessel atau surge tank. Di surge tank ada yg namanya
breather valve untuk kalau ada tekanan berlebih akan dikeluarkan dan jika

kekurangan tekanan akan menghisap.yg berfungsi sama seperti slpop


tank tetapi mempunyai tekanan < 2 psi.
3. Ada tekanan 3-15 psi untuk menekan spring agar terdorong.
Tahap Start-up well :
1. Pastikan semua valve (Master valve, crown valve, wingvalve) dalam
kondisi terbuka termasuk Production Header.
2. Pastikan pada tubing ada tekanan
3. Masuk ke PCR dan periksa keltronics apakah dalam kondisi no alarm
atau auxilary. Jika tulisan menunjukkan manual off maka switch tombol
flasher dari off ke on. Pastikan alarm berbunyi sesaat ketika tombol flasher
sudah di switch.
4. Kalau masih dalam kondisi auxilary maka perikas ke Autocopanel dan
pastikan lampu sudah clear atau tidak belang. Kalau masih belang maka
yg warna yg belang di plug lalu di tarik pada tombol ATP. Baru cek
keltronic harus dalam kondisi no-alarm.
5. Sebelum start sumur, konfirmasi terlebih dahulu ke Proses (WIDP) untuk
memulai start sumur.
6. Catat jam start, BHP/T, starting ampere.
7. Stand by di setiap LIC untuk monitoring, biasanya di FWKO (O/B, Oil, Gas
dll).
Down Hole Problem terbagi menjadi 3, yaitu :
1. Mechanical Downhole Problem, contoh shaft pompa putus atau broken
2. Electrical Downhole Problem, meger kabel phase to phase dan phase to
ground tidak selaras
3. Tubing leak, dengan deah head test baru bisa melihat tubing leak atau
tidak
Solve Probelm Backwash:
Fungsi backwash adalah untuk membersihkan inner section dan output oil di
dalam vort oil supaya tingkat ppm fluida yang keluar lebih jernih.
1. Tutup valve flowline 4 yg menuju ke slop tank.
2. Buka valve flowline yg terhubung dr vort oil ke sloptank line(line 2, line 1
untuk relief valve)
3. Pastikan ada orang yg standby di landing boat untuk menyemprotkan eon
wash. Biasanya ketika dilakukan backwash mk buangan pada overboard
hitam akibat oil banyak yg tumpah, oki diperlukan won wash untuk
memecah oil dengan sea water.
4. Lakukan backwash selama 5-8 menit
5. Kalau sudah selsai buka valve hubungan slop tank line dan tutup valve
vort oil-slop tank line 10 .By pass FWKO (manual valve/check valve)
fungsi untuk ESP yg hi level (300-350 Psi).
Chemical Injection
Fungsi untuk mengecek ppm keluaran vortoil bagus atau tidak.
Caranya:
1. Urutkan line chemical kemana arahnya (apakah ke tubing atau ke
production header)

2. Lihat pada sight glass penurunan chemical dalam 1 menit


3. Kencangkan baut untuk meningkatkan kecepatan pompa ada 2 bagian,
yaitu : mempercepat dan memperbesar rate pompa.
Backwash di BPC
Tahapan backwash di INT BPC :
1. Tutup valve press gauge pada vort oil
2. Tutup valve yg alirannya menuju ke slop tank (valve vortoil di
tutup)

Apabila Blackout Yang harus dilakukan adalah :


1. Lihat air tank, apabila 110-115 psi nyalakan genset cadangan.
Apabila dibawh 100 psi mk cek catridge pd top deck.
2. Lihat feeder dr pusat muapun yg lain karena harus tahu
penyebabbya
3. Penurunan/penaikan breaker stroom harus pd saat genset
cadangan nyala.
4. Pastikan alat komunikasi menyala untuk memberi kabar ke WIDP
5. Tutup reject valve pd vort oil dan master valve yg menuju ke over
board.
Standart Injeksi Kimia :
Sx-4181 = 10 GPD (Demulsifier)
IZB-108 = 7 GPD (Water Clarifier)
IT 281 = 35 GPD (Scale Inhibitor)
SRN 4082 = 35 GPD (Corrosion Inhibitor)
SZB 4083 = 13 GPD (Water Clarifier)
Cara pengecekan kimia :
1. Lihat di bagian sight glass (cc/day)
2. Penurunan dlm 1 menit = 20 cc x 60 menit x 24 jam / 1000 x 3,875
3. Pada kasus lain ada chemical pump yg tidak ada sight glass nya,
makka untuk itu di lihat piringan yg ada strip. 1 strio bernilai 2,4 GPD
Depurator:
1. Aliran dari proses (WIDP masuk ke wemco D melalui pipa 20)
2. Pada wemco ada mixer dan skimmer. Mixer untuk mengaduk
supaya oil dan water terpisah. Skimmer untuk memisahkan oil ke
slop tank. SZB 4083 untuk water clarifier yg di pompa oleh chemical
injection masuk ke dalam wemco.
3. Dr wemco A,B,C,D dialirkan ke caisson/Sumppile yg akan bergabung
dengan line buangan dr vort oil. Apabila caisson running maka
minyak ikutan di caisson akn di pompakan oleh wilden pump masuk
ke slop tank dan di kirim ke proses. Pada caisson ada gas venting
yaitu melewati pipa ukuran 4
Wo & WS
sebelum sumur ingin di servis biasanya ada barge dari service
company dlm hal ini adalah COSl yang akan merapat ke platform

untuk beberapa hari saja. Dimana barge COSL ini akan memeriksa
area sekitar platform sebelum melakukan rig up. Tugas operator
sblm rig up adalah memastikan bahwa semua valve yang ada di
wellhead di greasing dan gas yg ada harus di bleeding. Greesing
adalah pekerjaan melancarkan valve yang stuck atau susah untuk
di putar menggunakan oli yang sangat gemuk dan si semprot
memakai WD 40 di sela-sela stamp.
Bleeding pressure bertujuan untuk menguras sisa pressure yg ada
dlm sumur shg pada saat WO akan safe. Caranya yaitu:
1. Tutup valve yang ke arahflowline/casing valve dan valve di PH.
Penutupan valve yang ada di PH bertujuan menghindari aliran
balik ke sumur.
2. Tutup valve pressure gauge & buka pressure gauge smpai
tekanan tidak ada. Atau dikatakan nol.
3. Buka valve pressure gauge untuk menghilangkan pressure yg
ada di dalam sumur.
Variable speed Drive merupakan alat untuk Pompa ESP yg rate
nya sudah di bawah 1000 BFPD atau hunting. Fungsinya untuk
mendapatkan frekuensi yg rendah dengan rate rendah.
Cara mengeset setting oil jika terlalu naik:
1. Jika level oil naik (pointer hingga 80) mk set point dinaikkan
hingga 78 u/ pancing pointer turun, kl sudah turun, set point
diturunkan perlahan-lahan hingga kecil.
2. Jk well test dilakukan , mk aliran akn menuju FWKO bravo,
OKI jk well test dilakukan terkadang level oil di FWKO Bravo
suka naik.
Scale dan corrosion merupakan masalah pada pipa flowline.
Corrosion merupakan pengikisan pada pipa sedangkan scale
yg membuat diameter pipa menjadi semakin kecil.
Shut Down Valve mekanisme kerja adlaah buka dan
menutup secara penuh.