Anda di halaman 1dari 2

Penyebab Gigi Tiruan Patah

a. Kesalahan Konstruksi
- Bila gigi belakang, terutama pada rahang atas, disusun di luar puncak lingir sisa,
maka sebagian besar komponen gaya kunyah akan disalurkan ke bagian tengah geligi
-

tiruan tersebut. Hal ini merupakan sebab patahnya bagian tengah protesa rahang atas.
Kurang tebalnya plat resin akrilik pada bagian depan palatum, akan memperlemah
protesa. Hal ini terjadi terutama pada pemakaian gigi depan yang terbuat dari resin.
Bila bagian singulum gigi dibentuk secara anatomis, maka pada waktu pembuatan
plat malam, sering dilakukan penipisan bagian ini untuk mempertahankan bentuk gigi

tadi.
Kekuatan dan ketidaktepatan dimensional basis protesa, karena tidak tepatnya
konsistensi adonan pada waktu packing, lama dan suhu polimerisasi yang tak

memadai, dan atau kuvet terlalu cepat didinginkan setelah pemasakan (curing).
b. Faktor penyebab dari dalam mulut
- Tekanan berlebihan yang terjadi selama proses pengunyahan atau karena mengertak,
atau mengatup-ngatup gigi (clenching atau grinding). Dalam hal ini, basis resin geligi
-

tiruan perlu diganti dengan bahan metal.


Resorpsi tulang alveolar yang terjadi sesudah pemasangan geligi tiruan akan

menyebabkan geligi tiruan tidak stabil lagi dengan akibat mudah terjadi fraktur.
Frenulum labialis yang terlalu tinggi mengharuskan dibuatnya lekukan yang dalam
pada plat geligi tiruan. Lekukan semacam ini biasanya merupakan tempat awal

terjadinya fraktur.
Relif yang tidak memadai pada geligi tiruan rahang atas di bagian tengah palatum
pada penderita-penderita yang perbedaan ketebalan mukosanya menyolok, dapat
menyebabkan geligi tiruan melengkung pada bagian tengah palatum selama

berfungsi. Proses inindapat berakhir dengan fraktur.


c. Faktor yang berasal dari luar mulut
- Tekanan berlebihan selama pembersihan.
- Kecelakaan, umpamanya geligi tiruan jatuh ke lantai.

Faktor-faktor yang menentukan desain gigi tiruan :


-

Dukungan/resistensi terhadap beban


Desain dari gigi tiruan sebagian harus dapat menahan beban fungsional.
Stabilitas

Perlawanan atas ketahanan terhadap perpindahan gigi tiruan sebagian dalam arah
-

horizontal dalam keadaan berfungsi.


Retensi
Daya perlawanan terhadap lepasnya protesa atau gigi tiruan kea rah oklusal.
Faktor pemberi retensi antara lain kualitas klamer, sandaran oklusal, kontur,

landasan gigi tiruan, oklusi, adhesi, tekanan atmosfer.


Bahan yang digunakan sebagai basis
Kondisi penyangga
Sikap pasien terhadap oral hygiene
Status ekonomi pasien

Sumber :
Gunadi HA, Burhan LK, dkk. Buku ajar ilmu geligi tiruan sebagian lepasan. Jilid 2.
Jakarta:hipokrates; 2012 p.414-416
Soratus SH. Essentials of prosthodontics. New Delhi: Jaypee; 2006, p.132-133