Anda di halaman 1dari 50

PEMERIKSAAN FISIK DAN

NEUROLOGIS PADA
NEONATUS
Moderator:
dr. Erita Ilyas, Sp.A
Presentan:
Intan Abhirama
Lucky Yogasatria N.
Mutiarani Ali

Kapan saja harus


diperiksa??
Pemeriksaan pada saat lahir
Pemeriksaan lanjutan
Pemeriksaan pada waktu pulang

Pemeriksaan pada saat lahir


[1]
Tujuan :
o Menilai adaptasi neonatus dengan cara
menghitung nilai Apgar score
Penilaian :
Nilai 7-10 : Neonatus beradaptasi
dengan baik
Nilai 4-6 : Asfiksia ringan sampai
sedang
Nilai 0-3 : Asfiksia berat

APGAR Score
Tanda

Appeara
nce

Seluruh
tubuh biru /
pucat

Tubuh
kemerahan,
ekstremitas
biru

Seluruh tubuh
kemerahan

Pulse

Tidak ada

< 100

> 100

Grimace

Lumpuh

Ekstremitas
fleksi sedikit

Gerakan aktif

Activity

Tidak
bereaksi

Gerakan
sedikit

Reaksi
melawan

Respirat
ory

Tidak ada

Lambat

Menangis
kuat

Pemeriksaan pada saat lahir


[2]
o Mencari kelainan kongenital
Anamnesis : riwayat obat teratogenik,
radiasi, infeksi pada trimester I,
kelainan bawaan pada keluarga dan
ibu
Cairan amnion : Polihidramnion (>
2000 ml) Oligohidramnion (< 500 ml)
Plasenta
Tali pusat

Pemeriksaan pada saat lahir


[3]

Berat lahir dan masa kehamilan


Mulut
Anus
Kelainan pada garis tengah (Spina
bifida, meningomielokel, sinus
pilonidalis)
Jenis kelamin

Pemeriksaan lanjutan
Dilakukan setelah neonatus dalam
keadaan stabil, terdiri dari:
Pemeriksaan umum
Pemeriksaan sistematik secara rinci
Pemeriksaan usia kehamilan

Pemeriksaan umum
Yang harus diperiksa antara lain:
Warna Kulit
Keaktifan
Tangisan bayi
Wajah neonatus
Keadaan gizi
Suhu

Warna kulit
o Normal
Kemerahan ( kadang sianosis pada ujung jari hari
pertama )
Mongolian spots (kebiruan pada punggung dan
bokong)

o Abnormal
Sianosis seluruh tubuh kelainan jantung
bawaan sianotik, methemoglobinemia
Pucat anemia berat, asfiksia pallida
Kuning bilirubin dalam darah, sebaiknya
diperiksa di mukosa

Keaktifan
Yang dinilai antara lain:
o Normal
Ekstremitas dalam keadaan fleksi
Gerakan tungkai dan lengan aktif simetris

o Abnormal
Asimetri kelumpuhan , patah tulang
Bila neonatus diam depresi SSP / akibat
obat, kecuali tidur nyenyak

Tangisan
o Normal
Tangisan keras dan kuat

o Abnormal
Melengking kelainan neurologis
Lemah / merintih kesukaran
pernapasan

Wajah
Dapat menunjukkan kelainan yang
khas :
Sindrom Down
Sindrom Pierre-Robin
Kretinisme

Keadaan gizi
Dinilai dari:
Berat badan dan panjang badan,
disesuaikan dengan masa kehamilan
Tebal lapisan subkutan
Kerutan pada kulit

Suhu
Diukur pada rektum (N: 36,5-37,5oC)
Suhu yang dapat ditemukan pada
dehidrasi, gangguan serebral, infeksi.

Pemeriksaan secara rinci

Kulit
Kepala dan leher
Dada
Abdomen
Genitalia eksterna
Anus
Tulang belakang dan ekstremitas
Ukuran antropometrik
Pemeriksaan neurologis
Pemeriksaan usia kehamilan

Kulit

Verniks kaseosa
Tebal jaringan subkutan 0,25 0,5 cm
Edema daerah presentasi
Lanugo >> kurang bulan ; << cukup bulan
Petekiae / ekimosis trauma lahir, sepsis,
penyakit perdarahan, trombositopenia
Tumor di kulit ukuran, bentuk, konsistensi,
warna
Turgor kulit
Milia

Kepala dan leher [1]


o Kepala
Ubun-ubun ukuran
dan ketegangan
Trauma lahir caput
suksadaneum,
hematoma sefal, fraktur
tulang tengkorak
Kelainan kongenital
anensefali, mikrosefali,
kraniotabes

Kepala dan leher [2]


o Wajah
Kelainan khas pada sindrom
Kelainan akibat trauma lahir laserasi,
paresis N.fasialis, patah Os.zygomatikus

o Mata
Goyangkan perlahan
mata terbuka periksa
Refleks pupil >
gestasi 28 minggu
Iris koloboma?
defek retina?
Diameter kornea
10 mm
Sekret
konjungtivitis
gonokokus

Kepala dan leher [3]


o Telinga

Bentuk
Ukuran
Posisi telinga
Kartilago
Kelainan autosomal dominan skin tags

Kepala dan leher [4]


o Hidung
Bentuk
Nasal bridge tampak lebar >> 2,5 cm
pada BBL cukup bulan abnormal
Napas melalui mulut curiga obstruksi
jalan napas atresia koana bilateral,
fraktur os nasal
Sekret mukopurulen, berdarah sifilis
kongenital

Kepala dan leher [5]


o Mulut
Inspeksi labio dan gnatoskisis, gigi, ranula,
lidah membesar sindrom beckwith
Palpasi high arc palate, palatoskisis
Hipersalivasi kemungkinan atresia esofagus
dengan atau tanpa fistula trakeo-esofagus
Normal BBL jarang punya gigi, bila ada
gigi seri bawah
Gigi pada BBL sindrom Ellis-van Creveld,
Hallerman-Strief

Pemeriksaan hidung dan


mulut

Kepala dan leher [6]


o Leher
Pendek dengan pergerakan yang baik
Keterbatasan gerak kelainan tulang
leher
Tumor tiroid, hemangioma, higroma
kistik
Trauma kerusakan pleksus brakialis
Tortikolis
Webbed neck sindrom Turner
Periksa klavikula fraktur?

Dada [1]
o Inspeksi
Bentuk
Pektus ekskavatum / karinatum arti
klinis (-)
Gerakan dinding dada simetris / tidak
Laju napas (N: 40-60 x/mnt hitung 1
menit)
Kelenjar payudara Laki2 dan
perempuan

Pemeriksaan kepala dan


leher

Dada [2]
o Palpasi
Temukan fraktur klavikula
Raba iktus kordis
tentukan posisi jantung
(dekstrokardia /
dekstroposisi)

o Perkusi
Tidak dilakukan pada
neonatus

o Auskultasi
Laju jantung hitung 1
menit (N: 100-180x/menit)

Abdomen [1]

o Dinding abdomen
Neonatus dinding perut lebih datar dari
dada
Perut cekung hernia diafragmatika
Abdomen buncit organomegali, tumor,
cairan intra abdomen
Perut kembung enterokolitis nekrotikan,
perforasi usus, gambaran ileus
Organ viscera di luar tubuh

Abdomen [2]
o Hati dan limpa
Hati biasanya teraba 2 sampai 3
cm di bawah arkus kosta kanan
Limpa sering teraba 1cm di bawah
arkus kosta kiri, karena masih
terjadi hematopoesis
ekstrameduler
Pada Eritroblastosis fetalis batas
bawah hati & limpa pada abdomen
bagian bawah

Abdomen [3]
o Ginjal
Palpasi dalam ginjal dapat diraba bila
posisi bayi telentang & tungkai bayi dilipat
Batas bawah ginjal dapat diraba setinggi
umbilikus di antara garis tengah dan tepi
perut
Biasanya bagian ginjal yang dapat diraba
sekitar 2-3 cm
Pembesaran ginjal krn neoplasma, kelainan
bawaan/ trombosis vena renalis

Genitalia eksterna
perempuan
o Cukup bulan labia minor tertutup
oleh labia mayor, dan ini adalah salah
satu kriteria untuk menilai masa gestasi
o Lubang uretra terpisah dari lubang
vagina, bila hanya terdapat satu lubang
berarti ada kelainan
o Kadang terdapat sekret yang berdarah
dari vagina karena pengaruh hormon
ibu (withdrawal bleeding)

Pemeriksaan genetalia eksterna perempuan


dan anus

Genitalia eksterna laki-laki


o
o
o
o

Sering terdapat fimosis


Ukuran penis 3-4 cm (pj) & 1-1,3 cm (lbr)
Hipospadia dan epispadia
Skrotum bayi cukup bulan biasanya banyak
rugae
o Hidrokel dan hernia inguinalis
o Turunnya testis
o Torsi testis dpt terjadi in utero & dpt dilihat pd
saat lahir berupa testis yg membesar dan
keras

Anus [1]
o Pemeriksaan anus untuk mengetahui
:
Ada tidaknya atresia ani
Posisi anus
Kadang fistula yg besar bisa
dianggap sbg anus normal
Pengeluaran mekonium tjd dlm 24
jam pertama

Anus [2]
o Bila setelah 48 jam tdk keluar
mekonium
Meconium plug syndrome
Megacolon congenital
Obstruksi saluran cerna
o Mekonium yg keluar in utero pada
bayi letak kepala tanda gawat
janin
o Bila trdpt darah pd mekonium,
bedakan apakah dari bayi atau darah

Anus [3]
o Cara membedakan dgn uji Apt
meneteskan basa kuat (NaOH atau
KOH), darah ibu akan mengalami
hemolisis sedangkan darah bayi
tidak karena resisten terhadap alkali
o Anus imperforata diperiksa
dengan memasukkan kelingking
termometer ke dalam rektum, atau
dgn pemeriksaan radiologi

Tulang belakang dan ekstremitas [1]


o Neonatus diletakkan dalam posisi
tengkurap
o Tangan pemeriksa meraba sepanjang
tulang belakang u/ mencari tdptnya
skoliosis, meningokel, spina bifida, spina
bifida okulta / sinus pilonidalis
o Dugaan adanya fraktur / trauma saraf yg
berhubungan dg persalinan dapat dilihat
pd gerak spontan / rangsangan reflek Moro

Tulang belakang dan ekstremitas [2]


o Pemeriksaan jari tangan dan kaki
o Semua neonatus harus diperiksa
panggulnya untuk melihat apakah ada
dislokasi tulang panggul bawaan
cara Ortholani
o Posisi kaki perhatikan apakah ada
talipes ekuinovarus / valgus
o Periksa tonus ekstremitas hipotonia
umum krn kelainan SSP

Pemeriksaan tulang belakang dan


Ekstermitas

Ukuran antropometrik
Ukuran badan neonatus cukup bulan yg
sesuai dengan masa kehamilan (Stoll BJ)
Ukuran
Berat lahir (kg)

Laki - laki
Perempuan
3,53 ( 2,53
3,40 ( 2,55
4,34 )
4,15 )
Panjang lahir
56,6 ( 52,8
55,3 ( 51,5(cm)
60,9 )
59,3 )
Perlu
diukur
kepala-simfisis
dan
Lingkar
kepalapanjang
35,8 (32,1

34,7 ( 32,3

(cm)
38,5 )menilai proporsi
37,7 ) tubuh
simfisis-kaki
untuk

bayi, agar kelainan seperti akondroplasia


dapat dideteksi

Pemeriksaan neurologis [1]


o Inspeksi
Jangan memegang atau merangsang
pasien
Neonatus 32-40 mgg abduksi paha &
fleksi ekstremitas simetris
Neonatus 25-30 mgg lengan fleksi,
tungkai fleksi / ekstensi
Sungsang tungkai tetap ekstensi
Abnormal sikap frog leg

Pemeriksaan neurologis [2]


o Pemeriksaan kepala
UUB 2,1 + 1,5 cm
Sutura tidak dapat dimasukin jari
Ibu jari & telunjuk digoyang-goyangkan di dada scr
lembut pasien membuka mata, mengernyitkan
muka, menangis, & menggerakkan ekstremitas
kesadaran baik
Jitteriness / tremulousness gemetar pada rahang
dan anggota gerak, tanpa gerakan bola mata,
perubahan napas, dapat diprovokasi, dan gerakan
terhenti bila ekstremitas difleksikan secara pasif

Pemeriksaan neurologis [3]


o Pemeriksaan saraf cranialis

N.
N.
N.
N.
N.
N.
N.
N.

I sulit diperiksa
II cahaya / benda digerakkan
III, IV, VI dolls eye maneuver
V, VII, XII refleks rooting dan sucking
VIII suara keras: reaksi kaget
IX gerakan arkus faring dan uvula
X refleks menelan
XI sulit diperiksa

Pemeriksaan neurologis [4]


o Pemeriksaan motor
Tonus fasik
Menguji tahanan anggota gerak dan
aktivitas refleks tendon
Tonus postural
Menguji tahanan terhadap tarikan gaya
berat

Pemeriksaan neurologis [5]


o Pemeriksaan refleks neonatal primer
Refleks Moro reaksi kejutan jatuh
Refleks tonic neck ekstensi
ekstremitas ipsilateral
Refleks withdrawal telapak kaki
dirangsang dg jarum
Refleks plantar grasps fleksi jari-jari
kaki
Refleks palmar grasps fleksi jari-jari
tangan

Pemeriksaan usia kehamilan


o HPHT sampai saat kelahiran
o USG
o DUBOWITZ, menilai kriteria 11 klinis
& 10 kriteria neurologis (kurang
praktis & mengganggu neonatus yg
sakit)
o BALLARD, menilai 6 kriteria klinis &
6 kriteria neurologis

Pemeriksaan pada waktu pulang


o SSP : aktivitas bayi, ketegangan ubunubun
o Kulit : adanya ikterus, pioderma
o Jantung : adanya bising yang baru timbul
o Abdomen : adanya tumor yg tdk
terdeteksi sebelumnya
o Tali pusat : adanya infeksi
o Bayi sudah pandai menyusu & ibu sudah
mengerti cara pemberian ASI yang baik

Terima Kasih