Anda di halaman 1dari 2

Hemostasis adalah kemampuan alami untuk menghentikan perdarahan pada lokasi

luka oleh spasme pembuluh darah, adhesi trombosit dan keterlibatan aktif faktor koagulasi,
adanya koordinasi dari endotel pembuluh darah, agregasi trombosit dan aktivasi jalur
koagulasi. Fungsi utama mekanisme koagulasi adalah menjaga keenceran darah (blood
fluidity) sehingga darah dapat mengalir dalam sirkulasi dengan baik, serta membentuk
thrombus sementara atau hemostatic thrombus pada dinding pembuluh darah yang
mengalami kerusakan (vascular injury).
Hemostasis terdiri dari enam komponen utama, yaitu: trombosit, endotel vaskuler,
procoagulant plasma protein faktors, natural anticoagulant proteins, protein fibrinolitik dan
protein antifibrinolitik. Semua komponen ini harus tersedia dalam jumlah cukup, dengan
fungsi yang baik serta tempat yang tepat untuk dapat menjalankan faal hemostasis dengan
baik
Fibrinogen adalah glikoprotein dengan berat molekul hingga mencapai 340.000
dalton. Fibrinogen ini disintesis di hati yaitu sekitar 1,7 - 5 g/hari dan oleh sel megakariosit.
Di dalam plasma darah yang kadarnya kira-kira 200-400 mg/dl. Waktu paruh yang
dibutuhkan fibrinogen adalah sekitar 3-5 hari. Fibrinogen tersusun atas 6 rantai, yaitu : 2
rantai A, 2 rantai B dan 2 rantai . Trombin (FIIa) memecah molekul fibrinogen menjadi 2
fibrinopeptide A (FPA) dari rantai A dan 2 fibrinopeptide B (FPB) dari rantai B. Fibrin
monomer yang dihasilkan dari reaksi ini kemudian berlekatan membentuk fibrin, yang
selanjutnya distabilkan oleh factor XIIIa. Tahap pertama stabilisasi terdiri atas ikatan dua
rantai dari dua fibrin monomer. Ikatan ini adalah asal dari D-Dimer, produk degradasi fibrin
spesifik. Fibrinogen dapat didegradasi oleh plasmin
Pemeriksaan fibrinogen dapat dilakukan secara manual (visual), foto optik atau
electro mecanik. Pemeriksaan ini bertujuan menilai terbentuknya bekuan bila di dalam
plasma yang diencerkan ditambahkan dengan thrombin. Waktu pembekuan dari plasma ini
kemudian terdilusi berbanding terbalik dengan kadar jumlah fibrinogen.
Pemeriksaan
fibrinogen berguna untuk mengetahui adanya kelainan pembekuan darah, mengetahui adanya
resiko terjadinya pembekuan darah (peningkatan resiko terjadinya Penyaikt Jantung Koroner
(PJK) dan Stoke) dan mengetahui adanya gangguan fungsi hati.
Bahan pemeriksaan yang digunakan adalah darah vena dengan antikoagulan natrium
sitrat 3.2% (0.109 M) dengan menggunakan perbandingan 9 : 1. Pemeriksaan Fibrinogen ini
menggunakan tabung plastik atau gelas yang dilapisi silikon. Sampel dicentrifuge selama 10
menit pada kecepatan 2.500 rpm. Kemudian Plasma yang didapat dipisahkan dalam tabung
plastik dan tahan 8 jam pada suhu 20 5 derajat celcius
1. Masalah Klinis
Penurunan
Kadar
:
DIC,
Fibrinogenolisis,
komplikasi
obstetrik,hipofibrinogenemia,leukemia, penyakit hati berat. Pada dasarnya, masa protrombin
(PPT) dan masa tromboplastin parsial (APTT) yang memanjang serta trombosit yang rendah
menandakan terjadinya defisiensi fibrinogen dan juga merupakan tanda DIC. Produk
degradasi fibrin (fibrin degradation product atau FDP) biasanya diukur untuk memastikan ada
atau tidak terjadinya DIC.
Peningkatan Kadar
: infeksi akut, diabetes, penyakit kolagen sindroma
inflamatori, obesitas. Pengaruh obat : Alat atau obat kontrasepsi oral, penggunaan heparin.

2. Faktor yang dapat mempengaruhi hasil temuan pada saat pemeriksaan Fibrinogen:

Trauma paska bedah dan kehamilan trimester ketiga juga dapat menyebabkan temuan
positif palsu dari adanya peningkatan kadar pada fibrinogen,

Terjadi Hemolisis pada sampel juga dapat menyebabkan temuan yang tidak akurat,

Penggunaan alat atau obat Kontrasepsi oral serta penggunaan heparin dapat
meningkatkan temuan uji Laboratorium.

3. Hal yang perlu diperhatikan:

Pada pemeriksaan hemostasis, hal-hal yang perlu diperhatikan adalah :


Antikoagulan : Natrium sitrat 0,109 M dengan pernbandingan 9 bagian darah dan 1
bagian Natrium sitrat. Untuk hitung trombosit antikoagulan yang dipakai adalah Na2EDTA
Penampung : Bahan plastik atau gelas yang dilapisi silikon, untuk mencegah
terjadinya aktivasi faktor pembekuan
Semprit dan jarum : ukuran besar, paling kecil nomor 20
Cara pengambilan darah : Hindari masuknya tromboplastin jaringan, sebaiknya
digunakan 2 semprit dimana darah pada semprit pertama dibuang karena dikhawatirkan
tercemar tromboplastin jaringan
Kontrol : Diperiksa 1 kontrol normal (tersedia secara komersial) dan 1 kontrol
abnormal
Penyimpanan dan pengiriman bahan : Sampel darah segera dikerjakan, harus selesai
dalam 3 jam setelah pengambilan darah. Bila harus ditunda, plasma sitrat disimpan dalam
tempat plastik tertutup dalam keadaan beku.