DISUSUN OLEH :
Kelompok III
Grandis Dwi K
Dimas Surya B
Eko Yeppianto
Luluk Anggarani
Astrid Dyah F.D
Rachmad Handani
Yan Laras M
(131411123037)
(131411123033)
(131411123029)
(131411123035)
(131411123042)
(131411123031)
(131411123039)
A. Latar Belakang
Krisis tiroid (Thyroid storm) merupakan hasil kegagalan akhir dari
mekanisme kompensasi tubuh dari hipertidoidism yang parah. Secara klinis, krisis
tiroid didefinisikan sebagai pengancam kehidupan dari manifestasi hipertiroid
(Bhasin, et.all).
Sekresi tiroid yang berlebihan (hipertiroid) menyebabkan badan menjadi
kurus, kegelisahan, takikardia, tremor, dan kelebihan pembentukan panas.
Hormon
tiroid
memiliki
efek
langsung
terhadap
kardiostimulator
dan
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Anatomi Tiroid
Jaringan tiroid terdapat pada semua vertebrata. Pada mamalia, tiroid
berasal dari evaginasi dasar faring; dan duktus tiroglosus menandai jalur
perjalanan tiroid dari lidah ke leher, yang kadang-kadang menetap sampai dewasa.
Kedua lobus kelenjar tiroid pada manusia dihubungkan oleh suatu jembatan
jaringan, yaitu ismus tiroid dan kadang-kadang terdapat lobus piramidalis yang
muncul dari ismus di depan laring. Kelenjar mendapat vaskularisasi yang baik,
dan tiroid merupakan salah satu organ tubuh yang memiliki jumlah aliran darah
tertinggi per gram jaringannya.
Tiroid terbentuk dari banyak asimus (folikel). Tiap-tiap folikel sferis
dikelilingi oleh satu lapisan sel dan diisi oleh bahan proteinaseosa berwarna
merah muda yang disebut koloid. Saat kelenjar tidak aktif aktif, koloid berjumlah
banyak, folikel berukuran besar, dan sel-sel yang membatasinya tipis. Bila
kelenjar aktif, folikel menjadi kecil, sel-selnya kuboid atau kolumnar, dan tepi
folikel mengalami lekukan yang membentuk banyak lakuna reabsorbsi kecil.
Dari apeks sel tiroid, terdapat mikrovili yang menonjol ke dalam koloid,
dan didalam mikrovili terdapat kanalikulus. Retikulum endoplasma tampak
menonjol, suatu yang lazim terdapat pada sebagian besar sel kelenjar, dan tampak
butir-butir sekretorik triglobulin. Tiap-tiap sel terdapat di atas lamina basalis yang
memisahkan sel-sel ini dari kapiler di sekitarnya. Kapiler mengalami fenestrasi
(berlubang-lubang), seperti kapiler di kelenjar endokrin lain. (Ganong, 2012).
penggunaan
preoperatif
iodida
dan
obat
anti-tiroid
3. Patofisiologi
4. Manifestasi Klinis
Tanda dan gejala menurut Urden dan Stacy (2010), adalah:
a) Sistem Kardiovaskular
Takikardi, sistolik murmur, peningkatan stroke volume, peningkatan
cardiac output, peningkatan tekanan sistolik, penurunan tekanan diastolik,
adanya gambaran ekstrasistol, paroxysmal atrial takikardi, dada berdebardebar, nyeri dada, peningkatan kontraktilitas jantung, CHF, edema pulmo
dan syok kardiogenik.
b) Sistem Syaraf Pusat
Hiperkinesis, kelemahan otot, konfusi, kunfulsi, tremor, emosional yang
labil, apatis, stupor, diaphoresis.
c) Sistem Gastrointestinal
Mual dan muntah, diare, pembesaran hati, nyeri perut, kehilangan berat
badan, penurunan nafsu makan.
d) Sistem integumen
Pruritus, hiperpigmentasi pada kulit, kebotakan.
e) Sistem Termoregulator
Hipertermia, penguapan tubuh, diaforesis.
f) Sistem Perkemihan dan serum
Hiperkalsemia, hiperglikemia, hipoalbumin
5. Tes Diagnostik
Pada kasus yang hipertiroidisme yang biasa, tes diagnostik yang paling tepat
menurut Guyton (2012) adalah pengukuran langsung konsentrasi tiroksin bebas
di dalam plasma, menggunakan tindakan analisis radioimun yang sesuai.Tes lain
yang sering digunakan adalah:
1. Biasanya kecepatan metabolisme basal meningkat sampai +30 atau +60 pada
hipertiroidisme berat.
2. Kecepatan ambilan yodium radio aktif dalam dosis suntikan standar oleh
kelenjar tiroid yang normal, bila diukur dengan detektor radio aktif yang telah
D. Manajemen Keperawatan
Menurut Urden dan Stacy (2010) tujuan manajemen medis krisis tiroid
adalah untuk mengurangi efek klinis hormon tiroid secepat mungkin, termasuk
mencegah
dekompensasi
jantung,
mengurangi
hypertermia,
dan
Terapi oral atau dengan nasogastrik iodida diberikan dalam jumlah besar
untuk mengurangi produksi hormon tiroid . yang mempertahankan iodida
dan meningkatkan tingkat protein terikat hormon tiroid , sehingga
mengurangi tingkat hormon tiroid bebas aktif, iodida yang paling umum
digunakan untuk krisis tiroid yaitu sodium iodida . kalium iodida , larutan
jenuh potasium iodida , atau iodide kuat juga dapat digunakan .
stimulasi
miokard
dan
kekuatan
kontraktil
dan
Channel
blockers
kalsium
mungkin
efektif
dalam
B1 (Breathing)
Peningkatan respirasi dapat diakibatkan oleh peningkatan kebutuhan oksigen
sebagai bentuk kompensasi peningkatan laju metabolisme yang ditandai
dengan takipnea
2. B2 (Blood)
Peningkatan
metabolisme
menstimulasi
produksi
katekolamin
yang
6. B6 (Bone)
Degradasi
protein
dalam
musculoskeletal
menyebabkan
kelelahan,
2.
4.
5.
C. Intervensi Keperawatan
1. Hipertermia berhubungan dengan peningkatan laju metabolisme
Tujuan : Mencapai pemeliharaan suhu tubuh normal dengan kriteria hasil suhu
dalam batas normal 36,5C-37,5C
Intervensi :
1. Pantau tanda vital (suhu) tiap 2 jam
R: Menilai peningkatan dan penurunan suhu tubuh
2. Berikan tambahan lapisan pakaian atau tambahan selimut
R: Meminimalkan kehilangan panas
3. Hindari dan cegah penggunaan sumber panas dari luar
R: Mengurangi vasodilatasi perifer dan kolaps vaskuler
4. Lindungi terhadap pajanan hawa dingin dan hembusan angina
R: Meningkatkan tingkat kenyamanan pasien dan menurunkan lebih
lanjut kehilangan panas
Layanan
untuk
meningkatkan
oksigenasi
dan
mencegah
nadi
lemah,
penurunan
produksi
urine
dan
propranolol,
atenolol,
nadolol
(R:
diberikan
untuk