Anda di halaman 1dari 14

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang


Fungi atau cendawan adalah organisme heterotrofik. Mereka
memerlukan senyawa organik untuk nutrisinya. Bila mereka hidup dari benda
organik mati yang terlarut, mereka disebut sporofit. Fungi memiliki berbagai
macam penampilan tertgantung pada spesiesnya (Pelczar, 1986). Dalam
Campbell (2003), Fungi adalah eukariota, dan sebagian besar adalah eukariota
multiseluler. Meskipun fungi pernah dikelompokkan ke dalam kingdom
tumbuhan, fungi adalah organisme unik yang umumnya berbeda dari
eukariota lainnya ditinjau dari cara memperoleh makanan, organisasi
struktural serta pertumbuhan dan reproduksi.
Jamur sering dianggap sebagai organisme yang tergolong dalam
tumbuhan, tetapi adapula yang menganggap jamur sebagai golongan
organisme yang terpisah dari tumbuhan. Dengan demikian terdapat pula
perbedaan dalam klasifikasinya, tetapi perbedaan tadi terletak pada taksa yang
lebih tinggi dari kelas, sedangkan taksa dari kelas kebawah tidak terdapat
perbedaan. Jamur atau Fungi diklasifikasikan menjadi Khamir dan Kapang
(molds).
Kapang (molds) adalah jamur berfilamen. Disebut berfilamen karena
tersusun atas hifa yang berbentuk benang (Brock et al., 1994). Kapang di
alam memiliki peranan yang besar dalam siklus nitrogen, fosfor dan karbon
(Sonjak, 2009), bersimbiosis dengan akar tanaman (Boddy, 1999),
biodegradasi (Valentin, 2006) dan bioremidiasi (Gadd and Sayer, 2000).
Dalam kegiatan industri, kapang memiliki potensi yang berbeda karena setiap
kapang memiliki keunikan sifat dan karakteristik. Ada kapang yang
berperanan dalam proses fermentasi untuk menghasilkan antibiotik (Akio,

2009), enzim (Palaniswamy, 2006 dan Luis, 2006), sebagai bahan pangan,
obat-obatan, penyubur lahan, biopestisida, serta obyek dalam penelitian
genetika (Alexopoulos et al., 1996).
Pada makalah ini, penulis akan membahas beberapa kapang (molds)
antara lain Mucor sp. , Microsporum, Trichophyton, dan Epidermophyton.
1.2 Rumusan masalah
1.2.1 Bagaimanakah gambaran umum mengenai Mucor sp.?
1.2.2 Bagaimanakah gambaran umum mengenai Microsporum?
1.2.3 Bagaimanakah gambaran umum mengenai Trichophyton?
1.2.4 Bagaimanakah gambaran umum mengenai Epidermophyton?
1.3 Tujuan
1.3.1 Untuk mengetahui gambaran umum mengenai Mucor sp.?
1.3.2 Untuk mengetahui gambaran umum mengenai Microsporum?
1.3.3 Untuk mengetahui gambaran umum mengenai Trichophyton?
1.3.4 Untuk mengetahui gambaran umum mengenai Epidermophyton?

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Mucor sp.
2.1.1 Pengertian
Mucor adalah kapang bersifat mesofilik, yaitu tumbuh baik
pada suhu kamar sekitar 25-30 0C. Kapang ini juga bersifat aerobic
yaitu membutuhkan oksigen untuk pertumbuhannya. Kebanyakan
mucor dapat tumbuh pada kisaran pH yang luas yaitu 2 - 8,5 tapi
biasanya pertumbuhannya akan lebih pada kondisi pH (asam rendah).
Kapang ini termasuk fungi multiselular yang mempunyai
filament, yang pertumbuhannya pada makanan mudah dilihat karena
penampakannya yang berserabut seperti kapas.Pertumbuhannya mulamula akan berwarna putih, tetapi jika spora telah timbul akan
terbentuk warna hitam.
Kapang ini terdiri dari satu thallus yang tersusun dari filament
yang bercabang disebut hifa (tunggal=hypha, jamak=hyphae).
Kumpulan dari hifa ini disebut miselium (tunggal = mycelium, jamak
= mycelia). Hifa tumbuh dari spora yang melakukan germinasi
membentuk suatu tuba grem, dimana tuba ini akan tumbuh terus
membentuk filament yang panjang dan bercabang disebut hifa,
kemudian seterusnya akan membentuk suatu masa hifa yang disebut
miselium.
Hifa tumbuh dibawah permukaan yaitu terendam dalam
substrat/makanan, atau pertumbuhannya mungkin muncul diatas
substrat /makanan. Pada mucor terdapat dua macam hifa yaitu hifa
vegetative atau hifa tumbuh, dan hifa fertile membentuk bagian
reproduksi. Penyerapan nutrient terjadi pada permukaan miselium.
Mucor juga disebut fungi dimorfik karena dapat berubah dari bentuk
filament

menja

dibentuk

seperti

khamir.

Pertumbuhan

yang

menyerupai khamir dirangsang jika kondisinya anaerobic dan dengan


adanya CO2.
2.1.2

2.1.3

Klasifikasi
Kingdom
Divisi
Subdivisi
Kelas
Ordo
Famili
Genus
Spesies

: Fungi
: Amastigomycota
:Zygomycotina
:Zygomycetes
:Mucorales
:Mucoraceae
:Mucor
:Mucor sp. (Sutanto (Ed),2008)

Ciri Spesifik
Mucor sering menyebabkan kerusakan pada bahan makanan,
tetapi sebaliknya beberapa spesies juga digunakan untuk fermentasi
makanan, seperti Mucorrouxii dan Mucorracemosus. Mucor juga
disebut fungi dimorfik karena dapat berubah dari bentuk filament
menjadi bentuk seperti khamir. Pertumbuhan seperti khamir di
rangsang jika kondisinya anaerobic dan dengan adanya CO2. (Waluyo,
2004).
Ciri-ciri spesifik Mucor sp
1. Hifa nonseptat
2. Sporangiospora (Aseksual) tumbuh pada seluruh bagian miselium,
bentuk sederhana atau bercabang
3. Kolumela berbentuk bulat, silinder atau seperti buah advokat
4. Spora halus dan teratur
5. Tidak membentuk stolon, rhizoid atau sporangiola (sporangia kecil
yang mengandung beberapa spora) (Waluyo, 2004).
Mucor, saprofit banyak kedapatan pada sisa-sisa makanan yang
banyak mengandung karbohidrat. Mucor membiak dengan dua
jalan, yaitu dengan spora yang semacam saja dan spora-spora yang
berlainan jenis. Spora-spora yang sejenis itu dihasilkan oleh
sporangium yang tumbuh pada ujung hifa. Mula-mula ujung suatu
hifa menggelembung, kemudian protoplas yang ada di dalam
4

gelembung itu membelah diri menjadi spora. Jika spora-spora itu


sudah dewasa, maka pecahlah sporangium, sehingga spora-spora
tersebut bertebaran kemana-mana. Pembiakan secara generative
dilakukan dengan bersatunya tonjolan pada hifa yang berlainan
(Dwidjoseputro, 2005).
2.1.4

Tempat Hidup
Mucor adalah jamur yang bersifat saprofit yaitu memperoleh makanan
dari benda mati. Misalnya dalam fermentasi makanan yang digunakan
dalam pembuatan roti , pembuatan keju Gammelot dan pembuatan
makanan oriental .selain itu ada Mucor yang saprofit pada kotoran
hewan missal mucormucedo/ jamurkelapa.

2.1.5

Kerugian atau Manfaat


Kerugian Jamur Mucor sp
1. Menyebabkan kerusakan pada bahan makanan (Waluyo, 2004).
2. Sebagai salah satu penyebab penyakit pada liang telinga, kelainan
kulit dan infeksi sistemik (Sutanto, 2008)

2.2 Microsporum
2.2.1 Pengertian
Microsporum adalah genus jamur yang menyebabkan tinea
capitis,tinea corpus,kurap,dan dermatophytoses lain infeksi jamur pada
kulit).Bentuk Microsporum kedua macroconidia struktur reproduksi
aseksual besar) dan microconidia (struktur reproduksi aseksual lebih
2.2.2

kecil) pada konidiofor pendek


Klasifikasi
Kingdom
: Fungi
Division
: Asmomycota
Class
: Eurotiomycetes
Orde
: Onygenales
Family
: Arthrodermataceae
Genus
: Microsporum

Spesies

: Microsporum audouinii
Microsporum canis
Microsporum cookie
Microsporum equinum
Microsporum ferrugineum
Microsporum fulvum
Microsporum gallinae
Microsporum gypseum
Microsporum nanum
Microsporum persicolor

2.2.3

Jenis
Beberapa jenis Microsporum antara lain :
Microsporum gypseum merupakan

fungi

yang

umum

menginfeksi kulit dan rambut. Kurniati dan Rosita (2008) melaporkan


bahwa penyakit yang disebabkan infeksi fungi ini antara lain tinea
kapitis (infeksi jamur pada kulit kepala dan rambut) dan tinea favosa
(infeksi jamur pada kulit kepala dan kulit muda).
Microsporum canis termasuk ke dalam organisme fungi
dermotatif zoofilik yaitu organisme fungi mengyerang kulit (terutama
kulit kepala dan rambut) dan merupakan fungi yang umumnya hidup
dan tumbuh pada hewan (kucing dan anjing ).Penyebarannya meluas
di seluruh dunia .Microsporus canis ini merupakan fungi dan memiliki
hifa yang bersepta,dan maksokonidia serta mikrokonidia sebagai alat
reproduksinya.

2.2.4

Kerugian atau Manfaat


Walaupun sifatnya yang dermatotif zoofilik, Microsporum
canis dapat menyebabkan infeksi pada kulit kepala manusia atau yang
dikenal sebagai penyakit tinea capitis.Penyakit ini dapat disebabkan
karena adanya kontak dengan kucing atau anjing yang terinfeksi.Tinea
capitis paling lazim di temukan pada anak-anak berumur 3-7 tahun dan
lebih banyak menyerang anak laki-laki daripada perempuan. Seorang
diduga terinfeksi dan terserag tinea capitis jika terjadi kombinasi dari
kebotakan,serta perubahan kulit kepala menjasi kering dan bersisik.

2.2.5

Pengobatan dan Pencegahan


Apabila seorang anak terinfeksi,semua anggota keluarga yang
lain seharusnya diperika dan diobati jika perlu.Bahkan di beberapa
negara anak yang terinfeksi tidak dibolehkan untuk masuk sekolah.
Carries mungkin tidak menunjukkan adanya symptom .Namun
pengobatan pada carrier ini perlu dilakukan untuk mencegah
penyebaran infeksi. Pengobatannya cukup dengan menggunakan
shampoo anti fungi 2 kali seminggu selama 4 minggu.
Shampoo yang cocok tersebut mengandung :
2,5 % selenium sulfide
1-2 % zinc pyrithione
Povidone-iodine
2% ketonozole

2.3 Trichophyton
2.3.1 Pengertian
Trichophyton adalah suatu dermatofita yang hidup di tanah,
binatang atau manusia.Berdasarkan tempat tinggal terdiri atas
anthropophilic,zoophilic,dan geophilic. Trichophyton adalah suatu
peyebab infeksi pada rambut ,kulit terutama kutu air (tinea pedis),dan
infeksi pada kuku manusia.
7

2.3.2

Klasifikasi
Kerajaan
Divinisi
Kelas
Ordo
Family
Genus
Spesies

: Fungi
: Ascomycota
: Eurotiomycetes
: Onygenales
: Arthrodermataceae
: Trichophyton
:

`Trichophyton ajelloi

geophilic

Trichophyton concentricum

anthropophilic

Trichophyton equinum

zoophilic (kuda)

Trichophyton flavescens

geophilic
(feathers)

Trichophyton gloriae

geophilic

Trichophyton megnini

anthropophilic

Trichophyton mentagrophytes

zoophilic
(landak)

Trichophyton mentagrophytes

anthropophilic

Trichophyton phaseoliforme

geophilic

Trichophyton rubrum

anthropophilic

Trichophyton schoenleinii

anthropophilic

Trichophyton simii

zoophilic (kera)

Trichophyton soudanense

anthropophilic

Trichophyton terrestre

geophilic

Trichophyton tonsurans

anthropophilic

Trichophyton vanbreuseghemii

geophilic

Trichophyton verrucosum

zoophilic (kuda)

Trichophyton violaceum

anthropophilic

Trichophyton yaoundei

anthropophilic

2.3.3

Jenis
Jamur dapat tumbuh di tubuh kita sendiri. Sebenarnya ia bisa
hidup dan tumbuh di mana saja seperti udara, air, tanah, pakaian,
almari, kuku, tangan dan tempat-tempat lain. Indonesia sebagai negara
tropis menjadi lahan subur tumbuhnya jamur khususnya jamur
Trichophyton rubrum. Trichophyton rubrum adalah salah satu spesies
jamur yang menyebabkan banyak penyakit. Penyakit-penyakit akibat
jamur ini seringkali menjangkiti masyarakat. Infeksii jamur disebut
mikosis. Trichophyton rubrum menyerang jaringan kulit dan

2.3.4

menyebabkan beberapa infeksi kulit.


Kerugian atau Manfaat
Trichophyton rubrum menyerang

jaringan

kulit

dan

menyebabkan beberapa infeksi kulit antara lain :


A. Tinea pedis, orang Jawa menyebutnya rangen yang berlokasi
diantara jari- jari dan dapat jadi infeksi kronis. Awalnya rasa gatal
diantara jari, kemudian vesikel kecil pecah mengeluarkan cairan
encer. Kulit di sela-sela jari maserasi dan mengelupas, nampak
pecah-pecah. Kala infeksi jadi kronis, pengelupasan dan pecahpecah pada kulit jadi manifestasi yang mendasar, disertai nyeri dan
pruritus. Infeksi ini banyak dialami oleh orang yang kerap
memakai sepatu .
B. Tinea corporis, lesinya berlokasi di kulit tipis yang tidak berambut.
seperti bercak sirkuler dengan tepi merah, melebar, bervesikel dan
pusat bersisik, menimbulkan rasa gatal.
C. Tinea cruris (jock itch) biasanya infeksi ini pada laki-laki dan
tampak sebagai lesi kering yang gatal dan sering dimulai pada
scrotum dan menyebar ke selangkangan. Infeksi ini juga
menyebabkan rasa gatal.
9

D. Tinea unguium yang berlokasi di kuku tangan mapun kaki. Selain


itu dapat juga menyebabkan kurap pada badan. Bila kurap di badan
tertumpu pada sebelah badan saja dikatakan asimetri.
2.3.5

Pengobatan dan Pencegahan


Adapun obat-obat yang biasa digunakan dalam proses
pengobatan yaitu :krim anti jamur(ex:fungisol), minum obat
(ex:cetirizine) dan gunakan sabun antiseptic. Cara paling baik untuk
menghindarinya adalah dengan menjaga kebersihan badan dan
lingkungan sebaik mungkin

2.4 Epidermophyton
2.4.1 Pengertian
Epidermophyton adalah genus jamur yang menyebabkan
dangkal dan kulit mikosis, termasuk E. floccosum, penyebab tinea
corporis (kurap), tinea cruris (gatal-gatal), tinea pedis (kaki atlet), dan
onikomikosis atau tinea unguium, infeksi jamur kuku. Sebagaimana
umumnya jamur, maka jamur jamur penyebab kurap ini berkembang
biak dengan spora. sangat mudah menular dan menyebar.
2.4.2

2.4.3

Klasifikasi
Kingdom : Fungi
Phylum : Ascomycota
Class
: Saccharomycetes
Order
: Saccaharomycetaceles
Family : Saccharomycetaceae
Genus
: Epidermophyton
Spesies
: Epidermophyton floccosum,
Epidermophyton stockdalae
Jenis
Jenis Epidermophyton terdiri dari dua jenis; Epidermophyton
floccosum dan Epidermophyton stockdaleae. E. stockdaleae dikenal
sebagai non-patogenik, sedangkan E. floccosum satu-satunya jenis
yang menyebabkan infeksi pada manusia. E. floccosum adalah satu
penyebab tersering dermatofitosis pada individu tidak sehat.

10

Menginfeksi kulit (tinea corporis, tinea cruris, tinea pedis) dan kuku
(onychomycosis). Infeksi terbatas kepada lapisan korneum kulit luar.
koloni E. floccosum tumbuh cepat dan matur dalam 10 hari. Diikuti
inkubasi pada suhu 25 C pada agar potato-dextrose, koloni kuning
2.4.4

kecoklat-coklatan (Anonymous, 2011)


Tempat Hidup
Jamur Epidermophyton spesies E. floccosum merupakan jenis
jamur patogen bukan dari golongan flora normal. Tempat hidup atau
habitat dari jamur ini adalah pada kulit hewan dan manusia terutama
pada bagian selangkangan. Jamur ini berada pada bagian selangkangan
karena pada daerah tersebut biasanya apabila suhu tubuh meningkat
akan lebih banyak menghasilkan keringat sehingga memacu
pertumbuhan dari jamur ini sebab jamur ini menyukai tempat yang
lembab dan tertutup dengan pH yang cukup asam biasanya pada
bagian tubuh yang ditempeli jamur ini akan mengakibatkan gatal
gatal yang lama kelamaan akan memerah dan menjadi hitam biasanya
diikuti dengan timbulnya kurap pada kulit.

2.4.5

Kerugian atau Manfaat


Jamur jenis ini termasuk jamur yang patogen atau yang
merugikan karena menyebabkan penyakit seperti penyakit gatal-gatal
karena infeksi jamur atau sering disebut kurap. Penyakit kurap yang
disebabkan oleh infeksi jamur ini biasanya dapat timbul akibat sering
berganti-ganti

pakaian

dengan

orang

lain

dan

juga

kontak

langsung. Penyebab tersering adalah akibat infeksi jamur yang


mengenai kulit bagian terluar. Penyakit ini cukup umum ditemui pada
orang-orang yang: Mudah berkeringat, gemuk, diabetes, Suka
menggunakan pakaian ketat dan suka menggunakan pakaian secara
bergantian dengan orang lain. Hendaknya tidak menggunakan atau
berbagi pakaian dengan orang lain, selain itu juga mengganti pakaian

11

dalam setiap 8 jam sekali. Handuk yang digunakan untuk mengelap


badan bagian atas dan bawah sebaiknya dipisahkan, dan setelahnya
dijemur dan sesering mungkin diganti.
2.4.6

Pengobatan dan Pencegahan


Adapun obat-obat yang biasa digunakan dalam proses
pengobatan yaitu :krim anti jamur(ex:fungisol), minum obat
(ex:cetirizine) dan gunakan sabun antiseptic. Cara paling baik untuk
menghindarinya adalah dengan menjaga kebersihan badan dan
lingkungan sebaik mungkin. dan jika memang sudah terkena penyakit
kulit ini, obat paling ampuh biasanya adalah obat luar, yang bisa
langsung berkontak dengan jamur dan sporanya.

12

BAB III
PENUTUP

1.1 Simpulan
Mucor adalah kapang bersifat mesofilik, bersifat aerobic, termasuk fungi
multiselular yang mempunyai filament, yang pertumbuhannya pada makanan
mudah dilihat karena penampakannya yang berserabut seperti kapas.
Microsporum adalah genus jamur yang menyebabkan tinea capitis, tinea
corporis, kurap,dan dermatophytoses lain infeksi jamur pada kulit.
Trichophyton adalah suatu dermatofita yang hidup di tanah, binatang atau
manusia. Trichophyton

adalah

suatu peyebab infeksi pada rambut ,kulit

terutama kutu air (tinea pedis),dan infeksi pada kuku manusia.


Epidermophyton adalah genus jamur yang menyebabkan mikosis, termasuk
tinea corporis (kurap), tinea cruris (gatal-gatal), tinea pedis, dan onikomikosis
atau tinea unguium, infeksi jamur kuku
1.2 Saran
Beberapa yang telah dipaparkan dalam makalah merupakan jamur yang
tergolong patogen atau yang merugikan karena menyebabkan penyakit seperti
hidup pada makanan yang membusuk, menimbulkan penyakit gatal-gatal karena
infeksi, serta beberapa infeksi serius lainnya. Disarankan untuk segera memberi
pengobatan apabila terinfeksi beberapa jenis jamur yang telah dibahas di dalam
makalah.

13

DAFTAR PUSTAKA

http:/digilib.its.ac.id/public/ITS-Undergraduate-17787-Chapter1-370730.pdf (Diakses
Jumat, 16 Oktober 2015)
http://panacea.med.uoa.gr/topic.aspx?id=869 Aristea Velegraki, Asisten Profesor,
Wakil Presiden International Society of Medis dan Kedokteran Hewan Mikologi
Isham
Michalis Arabatzis, Dermatologist dan Kelamin, Clinical Research Associate.
Departemen Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran
Direktur: Assoc. . Profesor A. Tseleni-Kotsovili
revisi terakhir: 2007/03/12
Dwidjoseputro. 2005. Dasar-DasarMikrobiologi. Jakarta :Djambatan.
Gandjar, Indrawati, dkk. 2000. Pengenalan Kapang Tropik Umum. Jakarta :Yayasan
Obor Indonesia.
Gandjar, Indrawati, dkk. 2006. Mikologi Dasar dan Terapan .Jakarta :Yayasan Obor
Indonesia. Hariskal. 2010.
.
Sutanto, Inge (Ed). 2008. Parasitologi Kedokteran. Jakarta : Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia.
Tim Laboratorium Mikologi. 2011. Petunjuk Praktikum Mikologi.
Kediri :Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata

14