Anda di halaman 1dari 12

# LAPORAN PRAKTIKUM

## LABORATORIUM ELETRONIKA ANALOG 2

SEMESTER III TH 2015/2016

JUDUL

COMPARATOR
GRUP

4 (EMPAT)

S1-TERAPAN

2015

NAMA PRAKTIKAN

## : 1. NABILA SHAFFA BESTARI

2. ULIMA LARISA SYAFWI

## TGL. SELESAI PRAKTIKUM

: 16 NOVEMBER 2015

## TGL. PENYERAHAN LAPORAN : 30 NOVEMBER 2015

N I L A I

:..........

KETERANGAN

: .................................................

..................................................

..................................................

DAFTAR ISI
I.

TUJUAN PERCOBAAN...............................................................................................................4

II.

DASAR TEORI.............................................................................................................................4

## III. ALAT DAN BAHAN.....................................................................................................................6

IV. LANGKAH KERJA PERCOBAAN..............................................................................................6
V.

## VI. ANALISA DAN PEMBAHASAN..............................................................................................11

VII. KESIMPULAN...........................................................................................................................11
VIII. DAFTAR PUSTAKA..................................................................................................................12
IX.

LAMPIRAN...............................................................................................................................13

I.

TUJUAN PERCOBAAN
1. Dapat memahami comparator yang digunakan pada operasi amplifier dalam
percobaan berikut ini

II.

DASAR TEORI
1. Komparator
Komparator adalah sebuah aplikasi rangkaian penguat operasional yang
mampu mendeteksi selama rentang waktu tertentu. Mendeteksi elemen potensial
nol seperti yang ditunjukkan pada Gambar 20-1 (a). Input Pembalik (-) adalah
ground pada potensial nol, dan tegangan sinyal input diterapkan untuk input nonpembalik (+).
Gambar 20-1 (b) menunjukkan output ketika input gelombang sinusoida
diterapkan pada terminal input non-pembalik (+) dari potensial nol elemen
tingkat maksimum positiv (-).

## Gambar 20.1 Potensial Nol mendeteksi Elemen listrik

Misalkan gelombang sinusoida pada frekuensi rendah

diberikan ke input

## non-pembalik (+) dari penguat komparator operasional , potensi nol pendeteksi

elemen ditunjukkan seperti pada gambar 20-2 (a). Gangguan gelombang input

## gelombang sinusoda mendekati 0,

gangguan(noise) tersebut akan menyebabkan input naik dan turun( 0), sehingga
menyebabkan hasil output error.
Untuk mengurangi pengaruh yang disebabkan oleh gangguan komparator ,
histeresis digunakan sebagai umpan balik positif. Hysteresis berarti bahwa tingkat

referensi menjadi lebih tinggi ketika tegangan input berubah dari rendah ke nilai
yang lebih tinggi daripada ketika berubah dari tinggi ke nilai yang lebih rendah.
referensi dua tingkat didefinisikan sebagai Upper Trigger Point (UTP) dan
Lower Triger Point (LTP), dan hysteresis pada dua tingkat terdiri dari umpan
balik positif seperti yang ditunjukkan pada gambar 20-3 (a). Input Non-pembalik
(+) terhubung ke pembagi tegangan di mana bagian dari tegangan output adalah
pembalik (-).

## Tindakan dasar dari pembanding dengan hysteresis ditunjukkan pada gambar

20-3 (b). Dengan mengasumsikan output yang di

## maksimum), tegangan umpan balik pada terminal input non-pembalik VUTP :

VUTP =

Rf
+Vout (max))
R i+ R f

Ketika tegangan input melebihi VUTP, keluaran jatuh ke - Vout (max) (negatif (-)
nilai maksimum). Pada saat ini, umpan balik tegangan ke terminal masukan nonpembalik VLTP adalah:
VLTP =

Rf
R i+ R f (-Vout (max)

## Pada Komparator untuk mengubah dari tegangan maksimum negatif (-) ke

tegangan maksimum positif (+), Tegangan input harus turun di bawah VLTP. Ini
berarti bahwa output tidak dipengaruhi oleh sedikit noise pada input seperti yang
III.

## ALAT DAN BAHAN

1. Basic electric and electronic experimental instrument (HBE-B3E)
2. Chap20.Comparator Theme

IV.

## LANGKAH KERJA PERCOBAAAN

Percobaan ini dilakukan dengan menggunakan rangkaian komparator sebagai berikut.

## + 5V, daya -5V dimasukkan ke OP-AMP dari rangkaian tersebut

Aktifkan jendela SCOPE pada tag atas untuk input 1kHz / 5V melalui 'kontrol
konfigurasi' window dan pilih "AC" di 'AC / DC pilih' di sebelah kanan

Aktifkan jendela rangkain di atas, dan tutup saklar Power 1 , kemudian aktifkan
tombol pengukuran sinyal SIN1, SOU1 untuk menarik sinyal output pada gambar
20-4 melalui jendela Scope.

Aktifkan jendela rangkaian di atas dan ubah SW1 menuju R3 untuk memeriksa
sinyal keluaran sesuai dengan sinyal input melalui jendela Scope dan gambar

Hitung trigger point dari rangkaian tersebut dan tulis dalam tabel 20-1 mengacu

Ketika percobaan selesai, aktifkan tombol 'nilai awal' di kanan atas untuk
menginstal dan tekan 'ke layar isi' tombol untuk mengakhiri percobaan

V.

1

VUTP =
R2 = 10K
(VTP)

3K
10 K +3 K

3K
10 K +3 K

(5)

(-5)
= 1,153 V

Trigger
Point
(VTP)

VUTP =
R3 = 51K
(VTP)

3K
51 K +3 K

3K
51 K +3 K

= -1,153 V

(5)

Vout
Vin

2. Gain = AV =

Vout
Vin

VLTP =

(-5)
= 0,27 V

1. Gain = AV =

VLTP =

## ( 4,5 X 0,2 ) X 4,2

( 5 X 0,2 ) X 4,2

## ( 4,5 X 0,2 ) X 4,2

( 5 X 0,2 ) X 4,2

= -0,27 V

3,78
4,2

= 0,9 Kali

3,78
4,2

= 0,9 Kali

VI.

## ANALISA DAN PEMBAHASAN

4.1 PEMBAHASAN

Dari percobaan komparator yang telah dilakukan kita dapat mengetahui bahwa
rangkaian komparator adalah sebuah rangkaian penguat operasional yang mampu
mendeteksi selama rentang waktu tertentu. Rangkaian komparator juga adalah
sebuah rangkaian pembanding. Dalam sebuah gelombang sinus, terdapat
gelombang juga didalamnya. Dimana gambar gelombang tidak dapat dilihat
dengan sempurna. Hal ini disebabkan karena dalam gelombang tersebut ada
gangguan yang disebut juga sebuah noise. Ketika gangguan pada input
gelombang sinusoda mendekati 0, gangguan(noise) tersebut akan menyebabkan
input naik dan turun( 0), sehingga menyebabkan hasil output error.
Untuk mengurangi pengaruh yang disebabkan oleh gangguan komparator ,
histeresis digunakan sebagai umpan balik positif. Hysteresis berarti bahwa tingkat
referensi menjadi lebih tinggi ketika tegangan input berubah dari rendah ke nilai
yang lebih tinggi daripada ketika berubah dari tinggi ke nilai yang lebih rendah.

4.2 ANALISA
Pada percobaan pertama rangkaian komparator didapatkan nilai VTP yaitu
berupa nilai VUTP (Upper Trigger Point) dan nilai VLTP (Lower Trigger Point)
dimana nilai VUTP didapatkan dengan mengasumsikan output yang di

+Vout (max)

(positif (+) nilai maksimum), tegangan umpan balik pada terminal input non-

pembalik VUTP =

Rf
+Vout (max)) sehingga pada saat R2 = 10K maka nilai
R i+ R f

V. Akan tetapi nilai VLTP didapatkan

## ketika tegangan input melebihi VUTP,

keluaran jatuh ke - Vout (max) (negatif (-) nilai maksimum), umpan balik tegangan ke

## terminal masukan non-pembalik VLTP sehingg VLTP =

Rf
R i+ R f (-Vout (max) sehingga

51V maka nilai VLTP adalah -0,27 V.
Pada percobaan kedua rangkaian komparator didapatkan gambar gelombang
menggunakan R2 sebesar 10K. Dari gambar gelombang yang dihasilkan (pada
hasil percobaan) kita dapat melihat bahwa gelombang output mengikuti
gelombang input. Dimana puncak gelombang output tepat berada dan mengikuti
puncak gelombang input. Begitu juga dengan lembah pada gelombang input
maupun outputnya. Pada hasil percobaan kita dapat melihat bahwa gambar
puncak gelombang output seperti sebuah noise membentuk gelombang sinus yang
tidak beraturan. Akan tetapi jika kita meninjau dan meneliti lebih dalam,
sebenarnya gelombang output tersebut merupakan gelombang sinus yang berada
dalam gelombang sinus input. Hal itu sesuai dengan pembahasan yang telah
dibahas dalam bab pembahasan dan dasar teori yang menyatakan bahwa dalam
gelombang sinus terdapat juga sebuah gelombang. Sehingga dari percobaan

tersebut didapatkan bahwa nilai VOUT = ( 4,5 x 0,2 ) x 4,2 = 3,78 V sedangkan V IN =

Vout
Vin

= 0,9 kali.

## Pada percobaan ketiga rangkaian komparator didapatkan gambar gelombang

menggunakan R3 sebesar 51K. Dari gambar gelombang yang dihasilkan (pada
hasil percobaan) kita dapat melihat bahwa gelombang output mengikuti
gelombang input. Dimana puncak gelombang output tepat berada dan mengikuti
puncak gelombang input. Begitu juga dengan lembah pada gelombang input
maupun outputnya. Pada hasil percobaan kita dapat melihat bahwa gambar
puncak gelombang output lebih jelas terlihat dan lebih beraturan dari gambar
disebabkan nilai hambatannya lebih kecil dari percobaan yang ketiga. Sehingga
dapat disimpulkan, semakin besar nilai hambatan yang diberikan, maka semakin
besar dan jelas gambar gelombang output yang dihasilkan. Dan dari percobaan
tersebut didapatkan bahwa nilai VOUT = ( 4,5 x 0,2 ) x 4,2 = 3,78 V sedangkan V IN =

## ( 5 x 0,2 ) x 4,2 = 4,2 V. Sehingga penguatan/gainnya adalah

VII.

Vout
Vin

= 0,9 kali.

KESIMPULAN
Dari percobaan rangkaian komparator yang telah dilakukan dapat disimpulkan
bahwa :
1

Nilai penguatan yang dihasilkan dari kedua rangkaian baik pada saat R = 10K

Nilai VTP yang dihasilkan pada saat nilai R berbeda, tidak sama satu sama lain.

## Membuktikan bahwa nilai R mempengaruhi nilai VUTP dan nilai VLTP.

Semakin besar nilai hambatan (R) yang diberikan pada rangkaian, maka
semakin besar dan jelas gambar gelombang output yang dihasilkan

VIII.

DAFTAR PUSTAKA

h http://mekahybrid.blogspot.co.id/2014/02/pengertian-dan-fungsikomparator.htmlttp://faricha-ariefzh.blogspot.co.id/2012/05/prinsipkerjakomparator.html

IX.

LAMPIRAN

### Dapatkan aplikasi gratis kami

Hak cipta © 2021 Scribd Inc.