Anda di halaman 1dari 18

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
2.1Definisi
Kondiloma akuminata ialah vegetasi oleh human papilloma virus tipe
tertentu, bertangkai dan permukaannya berjonjot. Vegetasi bertangkai, lesi
berupa papulomatosa yang tampak seperti kutil, dapat memberi gambaran
cauli flower atau buah anggur yang berkelompok, berwarna kemerahan hingga
kehitaman, berukuran

rata-rata 2 mm- 5 mm dan

terdapat pada daerah

genital.3

2.2Epidemiologi
Penyakit ini temasuk Penyakit akibat Hubungan Seksual. Frekuensinya
pada pria dan wanita sama. Tersebar kosmopolit dan transmisi melalui kontak
kulit langsung.3 Semua bangsa dapat diserang penyakit ini, banyak pada
wanita hamil.11 HPV sangat menular dan merupakan Penyakit Hubungan
Seksual tersering di Amerika Serikat. Diperkirakan 5,5 juta orang terinfeksi
setiap tahunnya, dan sekitar 75% orang akan terinfeksi oleh HPV genital
selama masa hidup mereka, sementara di Inggris dari 1000 anak-anak yang
berusia 16 tahun dengan kondiloma yang dirujuk ke RS di Cambridge, 0,5%
menderita anogenital wart atau kondiloma akuminata.10,12
Penyakit ini dijumpai pada usia produktif terutama pada orang dewasa.
Dari beberapa penelitian didapatkan peningkatan insiden kondiloma
akuminata yang tetap sebanyak 7-8 x selama tahun 1950-1978, bahkan insiden
setahun dapat mencapai 106 per 100.000 atau sekitar 0,1%, dengan 0,5% dari

penderita adalah dewasa muda. Perbandingan insiden pada laki-laki dan


wanita adalah 1 : 1,4 dengan usia rata-rata pada wanita adalah 22 tahun, dan
26 tahun pada laki-laki. Satu persen dari penduduk dewasa muda (berusia 1519 tahun) dapat menderita external genital wart atau kondiloma akuminata,
bahkan insidennya meningkat beberapa kali lipat selama 2 dekade terakhir.10
Prevalensi terbesar adalah pada usia 17-33 tahun, dengan insiden yang
memuncak pada usia 20-24 tahun.4

2.3Etiologi
Virus penyebabnya adalah Human Papilloma Virus (HPV), ialah virus DNA
yang tergolong dalam family virus Papova. Sampai saat ini telah dikenal
sekitar 60 tipe VPH , namun tidak seluruhnya dapat menyebabkan kondiloma
akuminata. Tipe yang pernah ditemui pada kondiloma akuminata adalah tipe 6,
11, 16,18, 30,31, 33,35, 39, 41, 42, 44, 51, 52, dan 56.3
Pada referensi lain menyebutkan, lebih dari 120 subtipe yang berbeda dari
HPV yang telah diidentifikasi, dengan 40 subtipe yang mampu menginfeksi
traktus anogenital. Jenis ini dapat dibagi menjadi 3 kategori yaitu low risk,
intermediate risk, dan high risk. HPV tipe 6 dan 11 jarang menimbulkan kanker
serviks sehingga disebut subtipe low risk. Infeksi dari genotif ini bertanggung
jawab sekitar 90% pada formasi genital warts. Sebaliknya tipe 16 dan 18
sangat berhubungan dengan displasia serviks sehingga dianggap high risk,
subtipe onkogenik. Penelitian menunjukkan infeksi pada genotif ini adalah
sampai 70% terjadi Squamous Cell Carcinoma (SCC) dari serviks. HPV tipe
31, 33, 45, 51, 52, 56, 58, dan 59 adalah tipe intermediate risk, sering
ditemukan pada neoplasma skuamosa, tetapi jarang dihubungkan dengan SCC

serviks. Pasien dengan kondiloma akuminata dapat terinfeksi stimultan oleh


beberapa jenis HPV.2

Beberapa tipe HPV tertentu mempunyai potensi onkogenik yang tinggi,


yaitu tipe 16 dan 18. Tipe ini merupakan jenis virus yang paling sering
dijumpai pada kanker serviks. Sedangkan tipe 6 dan 11 lebih sering ditemui
pada kondiloma akuminata dan neoplasia intraepitelial serviks derajat
ringan.1 kondiloma juga dapat menjadi koinfeksi yang high risk HPV
seperti HPV tipe 16. Merupakan penyakit menular seksual, dengan transmisi
rata-rata 60% di antara partner seksual.5

2.4 Faktor Resiko


a. Usia dan jenis kelamin

pakar mengemukakan, usia adalah faktor risiko independen pada kondiloma


akuminata, 80% penderita kondiloma akuminata terjadi pada usia 17-33
tahun, puncak usia menderita penyakit ini di usaia 20-24 tahun. Pria ratarata diusia 22 tahun bisa menderita kondiloma akuminata dan wanita 19
tahun, pria wanita proporsi adalah 11,4.
b. Status perkawinan dan kehamilan
Data menunjukan perceraian, suami istri tidak serumah, janda atau duda,
belum nikah adalah paling mudah menderita kondiloma akuminata, karena
keadaan diatas mudah terjadi perilaku seksual yang berisiko tinggi.
Penyakit ini tidak mempengaruhi kesuburan, hanya pada masa kehamilan
pertumbuhannya makin cepat, dan jika pertumbuhannya terlalu besar dapat
menghalangi lahirnya bayi dan dapat timbul perdarahan pasca persalinan.
Selain itudapat juga menimbulkan kondiloma akuminata atau papilomatosis
laring (kutil padasaluran nafas) pada bayi baru lahir.
c. Fungsi kekebalan tubuh lemah
Kekebalan tubuh lemah individual seperti tumor ganas, kemoterapi
imunosupresif dan mengunakan dexamethasone. Persentase menderita
kondiloma akuminata serta persentase kambuh juga tinggi dan jumlah kutil
pun bertambah banyak.
d. Merokok dan minum alkohol
Merokok dapat menurunkan daya tahan tubuh, dan persentase menderita
penyakit ini pun bertambah berdasarkan lama merokok dan jumlah batang
rokok yang dihisap per hari. Minum alkohol juga bisa menghambat
kekebalan tubuh. Merokok dan alkohol bisa menghambat sistem saraf
tengah, mengurangi kecemasan, meningkatan libido, resiko seksual pun
bertambah, sehingga meningkatkan kekambuhan akuminata mudah.

e. Hubungan seksual
Berdasarkan hasil penelitian dan statistik menunjukan, penyebab terjadinya
kondiloma akuminata karena memiliki banyak pasangan yang menderita
kondiloma akuminata, dan tingkat kekambuhan lebih tinggi dibandingkan
pasangan seksual tunggal.
f. Pemakaian kontrasepsi yang tidak tepat
Berdasarkan banyak hasil penelitian menunjukan infeksi HPV bisa dicegah
dimana harus mengunakan alat kontrasepsi. Penelitian lain menunjukan,
penyebab terjadinya kondiloma akuminata dimana wanita yang mengunakan
obat kontrasepsi persentase terjadinya kondiloma akuminata lebih tinggi
dibandingkan tidak memakai obat kontrasepsi.
g. Menderita penyakit lain
penyebab terjadinya kondiloma akuminata ada hubungannya dengan
penyakit menular seksual lainnya seperti alat kelamin, kencing nanah dan
AIDS. Banyak penderita kondiloma akuminata bisa menyebabkan penyakit
kelamin lainnya, dan beberapa patogen penyakit menular seksual merusak
mukosa, sehingga kemampuan tubuh melawan HPV pun menurun.

2.5 Patofisiologi
Kondiloma akuminata dapat disebabkan kontak dengan penderita yang
terinfeksi HPV. HPV ini masuk melalui mikro lesi pada kulit, biasanya pada
daerah kelamin dan melakukan penetrasi pada kulit sehingga menyebabkan
abrasi permukaan epitel. Human Papilloma Virus adalah epiteliotropik; yang
sifatnya mempunyai afinitas tinggi pada sel-sel epitel. Replikasinya tergantung
pada adanya diferensiasi epitel skuamosa. Virus DNA (Deoxyribonucleic Acid)
dapat ditemukan pada lapisan terbawah dari epitel. Protein kapsid dan virus

infeksius ditemukan pada lapisan superfisial sel-sel yang berdiferensiasi. HPV


dapat masuk ke lapisan basal, menyebabkan respon radang. Pada wanita
menyebabkan keputihan dan infeksi mikroorganisme. HPV yang masuk ke
lapisan basal sel epidermis dapat mengambil alih DNA dan mengalami
replikasi yang tidak terkendali. Fase laten virus dimulai dengan tidak adanya
tanda dan gejala yang dapat berlangsung sebulan bahkan setahun. Setelah fase
laten, produksi virus DNA, kapsid dan partikel dimulai. Sel dari tuan rumah
menjadi infeksius dari struktur koilosit atipik dari kondiloma akuminata
(morphologic atypical koilocytosis of condiloma acuminate) berkembang.1,2
Lamanya inkubasi sejak pertama kali terpapar virus sekitar 3 minggu sampai 8
bulan atau dapat lebih lama. HPV yang masuk ke sel basal epidermis ini dapat
menyebabkan nodul kemerahan di sekitar genitalia. Penumpukan nodul merah
ini membentuk gambaran seperti bunga kol. Nodul ini bisa pecah dan terbuka
sehingga terpajan mikroorganisme dan bisa terjadi penularan karena pelepasan
virus bersama epitel.6
HPV yang masuk ke epitel dapat menyebabkan respon radang yang
merangsang pelepasan mediator inflamasi yaitu histamin yang dapat
menstimulasi saraf perifer. Stimulasi ini menghantarkan pesan gatal ke otak
dan timbul impuls elektrokimia sepanjang nervus ke dorsal spinal cord
kemudian ke thalamus dan dipersepsikan sebagai rasa gatal di korteks serebri.
Pada wanita yang terinfeksi HPV dapat menyebabkan keputihan dan disertai
infeksi mikroorganisme yang berbau, gatal dan rasa terbakar sehingga tidak
nyaman pada saat melakukan hubungan seksual.6

gambar 2.1. Patogenesis infeksi HPV.


2.6 Manifestasi Klinis
Kebanyakan pasien dengan kondiloma akuminata datang dengan keluhan
ringan. Keluhan yang paling sering adalah ada bejolan atau terdapat lesi di
perianal.5
1. Gejala
Kebanyakan pasien hanya mengeluhkan adanya lesi, yang dinyatakan tanpa
gejala. Jarang terdapat gejala seperti gatal, perdarahan, atau dispaurenia.
Tetapi terkadang lesi dapat menimbulkan ketidaknyamanan, rasa panas, dan
pruritus. Lesi yang besar dapat berdarah dan iritasi bila kontak dengan
pakaian atau selama hubungan seksual.5
2. Tanda-Tanda Fisik
Kondiloma biasanya pada jaringan yang lembab pada area anogenital. Lesi
sering ditemukan di daerah yang mengalami trauma selama hubungan
seksual. Pada pria tempat predileksinya di perineum dan sekitar anus, sulkus

10

koronarius, glands penis, muara uretra eksterna, korpus dan pangkal penis.
Pada wanita di daerah vulva dan sekitarnya, introitus vagina, kadang-kadang
pada porsio uteri. Terkadang dapat berkembang di mulut atau tenggorokam
setelah kontak seksual secara oral yang terinfeksi dari partnernya.
Kondiloma akuminata memiliki bentuk yang sangat bervariasi, mungkin flat
(datar), dome-shaped (seperti kubah), cauliflower-shape (kembang kol) atau
pedunculated. Kondiloma dapat bermanifestasi sebagai soliter keratotik
papul atau plak. Awalnya dalam bentuk kecil, ukuran 1-2 mm flesh-colored
papule dari kulit dan bentuk ini dapat bertahan selama infeksi.2
Kelainan kulit berupa vegetasi yang bertangkai dan berwarna
kemerahan kalau

masih baru, jika telah lama agak kehitaman.

Permukaannya berjonjot (papilomatosa) sehingga pada vegetasi yang


besar dapat dilakukan percobaan sondase. Jika timbul infeksi sekunder
warna kemerahan akan berubah menjadi keabu-abuan dan berbau tidak
enak.3

Terdapat lesi pada penis, gambaran multiple kembang kol pada batang
dan kulit penis.

11

Kondiloma

Akuminata
pada Vulva. Multiple papuls
pada labia yang berwarna pink-coklat.

Vegetasi yang besar disebut sebagai giant condyloma (Buschke) yang


pernah dilaporkan menimbulkan degenerasi maligna, sehingga harus dilakukan
biopsy. sering terdapat pada gland penis, daerah perianal.3

Giant condyloma dari Buschke-Lowenstein atau Buschke-Loewenstein


tumor (BLT) pertama kali ditemukan oleh Buschke pada tahun 1886. Oleh
Buschke dan Loewenstein tahun 1925, kemudian dinamai oleh Loewenstein
carcinoma-like condyloma acuminata pada penis. Pertumbuhannya sangat
lambat tumor verukosa dan mencapai ukuran besar. Beberapa penulis

12

menyebutkan bahwa etiologinya adalah HPV low risk yaitu tipe 6 dan 11,
sementara yang lain melaporkan pentingnya munculnya HPV risiko tinggi
onkogenik yaitu tipe 16 dan 18. Faktor risikonya adalah kebersihan yang
buruk, pasien yang tidak disirkumsisi, seks bebas, iritasi kronik, imunosupresi
karena infeksi virus HIV.7

2.7

Diagnosis
a. Anamnesis

Partner seksual multipel dan usia coitus yang lebih muda merupakan

faktor risiko kondiloma akuminata.


Umumnya, 2/3 dari individu yang memiliki pasangan kontak seksual
dengan kondiloma akuminata, lesi dapat berkembang dalam waktu 3

bulan.
Keluhan utama biasanya salah satu benjolan nyeri, pruritus atau
discharge. Terlibatnya lebih dari satu area sering terjadi. Riwayat lesi

multipel.
Lesi pada mukosa oral, laring atau trakea (tapi jarang) mungkin terjadi

karena kontak oral-genital.


Riwayat hubungan seksual anal baik pada lak-laki maupun perempuan

dapat menyebabkan lesi pada perianal.


Perdarahan uretra atau obstruksi uretra meskipun jarang dapat terjadi,

dapat disebabkan oleh kondiloma yang terdapat di meatus.


Riwayat pasien dengan PMS sebelumnya atau sedang terjadi.
Perdarahan saat koitus dapat terjadi. Perdarahan vagina selama

kehamilan terjadi karena erupsi dari kondiloma.4


b. Pemeriksaan Fisik

13

Erupsi papular single atau multipel dapat diobservasi. Erupsi mungkin


muncul mutiara, filiform, kembang kol (caulifowler) atau plaquelike.
Semuanya ini dapat secara halus (terutama pada penis), verukosa atau
lobular. Erupsi ini mungkin tidak berbahaya atau dapat mengganggu

penampilan.
Warna erupsi mungkin sama dengan warna kulit atau dapat juga eritema
atau hiperpigmentasi. Periksa ketidakteraturan dalam bentuk, warna

yang mensugesti melanoma atau keganasan.


Kecenderungan pada glands penis pada pria dan daerah vulvovagina

dan serviks pada perempuan.


Lesi meatus uretra dan mukosa dapat terjadi.
Mencari adanya klinis dari PMS lainnya (misalnya ulserasi, adenopati,

vesikelm discharge).
Melihat lesi perianal, terutama pada pasien dengan riwayat atau risiko

dari imunosupresi atau hubungan seksual secara anal.4


c. Pemeriksaan Penunjang
Kolposkopi (Stereoskopi Mikroskopik)
Hal ini sangat berguna untuk mengidentifikasi (sebagian besar) lesi
pada serviks, dimana lebih baik mengidentifikasi dengan menggunakan
asam asetat.
Biopsi
Biopsi diindikasikan untuk lesi yang atipikal, rekurent setelah terapi
awal berhasil atau resisten terhadap pengobatan atau pasien dengan
risiko tinggi untuk neoplasia atau imunosupresi. Biopsi tidak diperlukan
untuk kutil anogenital yang khas.

2.8 Diagnosa Banding


a. Veruka vulgaris

14

Vegetasi yang tidak bertangkai, kering dan berwarna abu-abu atau sama
dengan warna kulit. Terutama terdapat pada anal-anak, tetapi dapat juga
pada dewasa dan orang tua. Tempat predileksinya terutama di ekstremitas
bagian ekstensor, walaupun penyebarannya dapat ke tubuh bagian lain
termasuk mukosa mulut dan hidung. Kutil ini bentuknya bulat berwarna
abu-abu, besarnya lentikular, permukaan kasar (verukosa). Dengan goresan
dapat timbul autoinkolusi sepanjang goresan (fenomenan Kobner).3

b. Kondiloma latum
Pada sifilis, biasanya dengan permukaan rata dan STS positif, ditemukan
banyak Spirochaeta pallidum dengan mikroskop lapangan gelap.8

c. Karsinoma sel skuamosa


Vegetasi yang seperti kembang kol, mudah berdarah dan berbau.
Karsinoma sel skuamosa berasal dari sel epidermis yang mempunyai

15

beberapa tingkat kematangan, dapat intraepidermal, dapat pula bersifat


invasif dan bermetastasis jauh. Umur yang paling sering adalah 40-50
tahun (dekade V-VI).3

d.

Moluskum Kontagiosum
Penyakit yang disebabkan oleh pox virus, klinis berupa papul-papul, pada
permukaannya terdapat lekukan, berisi massa yang mengandung badan
moluskum. Penyakit ini merupakan penyakit akibat hubungan seksual.
Transmisinya melalui kontak kulit langsung. Lokalisasi di daerah muka,
badan dan esktremitas, sedangkan pada orang dewasa di daerah pubis dan
genitalia eksterna.4

2.9 Pengobatan

16

Banyak metode pengobatan kondiloma akuminata tetapi secara umum dapat


dibedakan menjadi kemoterapi, dan bedah.
1. Kemoterapi
a. Podophyllin
Podophyllin pertama direkomendasikan

untuk

pengobatan

kondiloma oleh Culp dan Kaplan pada tahun 1942, bahan ini adalah
agen sitotoksik yang berasal dari resin podofilum emodi dan peltatum
podofilum yang mengandung senyawa lignin biologis aktif, termasuk
podofilox, yang merupakan komponen paling aktif terhadap kondiloma
akuminata.

Podophyllin

memiliki

keuntungan

menjadi

mudah

digunakan dan sangat murah. Yang digunakan iaah tingtura podofilin


25%. Kulit disekitarnya dilindungi dengan vaselin atau pasta agar tidak
terjadi iritasi. Jika belum ada penyembuhan dapat diulangi setelah 3
hari. Setiap kali pemberian jangan melebihi 0,3 cc karena akan diserap
dan bersifat toksik. Gejala toksisitas ialah mual, muntah, nyeri
abdomen, gangguan alat napas, dan keringat yang disertai kulit dingin.
Dapat

pula

terjadi

supresi

sumsum

tulang

yang

disertai

trombositopenia dan leukopenia. Pada wanita hamil sebaiknya jangan


diberikan karena dapat terjadi kematian fetus.3
Beberapa kelemahan, termasuk keterbatasan penggunaan dan
toksisitas sistemik. Podophyllin harus dicuci setelah 6 jam karena
sangat mengiritasi kulit normal di sekitarnya dan menyebabkan reaksi
lokal yang parah berupa dermatitis, nekrosis, dan jaringan parut. 9
b. Bichloracetic Acid atau Trichloracetic Acid
Bichloracetic Acid adalah keratolitik kuat dan telah berhasil
digunakan untuk terapi kondiloma akuminata. Seperti podophyllin,

17

Bichloracetic Acid atau Trichloracetic Acid murah dan mudah


diterapkan. Namun, juga dapat menyebabkan iritasi kulit lokal dan
seringkali memerlukan kunjungan beberapa kali, umumnya pada
interval mingguan. Dalam sebuah studi oleh Swerdlow dan Salvati,
bichloracetic acid dan trichloracetic acid lebih nyaman digunakan
oleh pasien dan memiliki kemungkinan kekambuhan yang minimal
dibandingkan

yang

lain.

Mempunyai

efek

kaustik

dengan

menimbulkan koagulasi dan nekrosis pada jaringan superfisial


terutama pada bentuk hiperkeratotik . 9
c. 5-fluorourasil
Konsentrasinya antara 1-5% dalam krim. Bersifat sebagai
antimetabolit yang dapat mengganggu sintesis DNA , dipakai terutama
pada lesi di meatus uretra. 5-FU krem 1 % digunakan 2 kali sehari
secara periodik selama 2-6 minggu, dan krem 5% digunakan 4 kali
sehari secara. periodik selama 10 minggu. Sebaiknya penderita tidak
miksi selam 2 jam setelah pengobatan.3
2. Bedah Terapi
a. Elektrokauterisasi
Elektrokauterisasi adalah cara yang efektif untuk menghancurkan
kondiloma akuminata di anus internal dan eksternal tetapi teknik ini
memerlukan anestesi lokal dan tergantung pada keterampilan operator
untuk

mengontrol

kedalaman

dan

lebar

kauterisasi

tersebut.

Mengontrol kedalaman luka penting untuk mencegah jaringan parut


dan luka pada sfingter ani mendasarinya. Luka bakar melingkar harus
dihindari untuk mencegah stenosis ani. Jika penyakit ini sangat luas

18

atau melingkar, upaya-upaya harus dilakukan untuk mempertahankan


kontinuitas kulit.9
b. Eksisi bedah
Eksisi bedah telah lama digunakan untuk mengobati kondiloma
akuminata dengan tingkat keberhasilan tinggi. Kombinasi eksisi dan
elektrokauter dianggap sebagai gold standard untuk pengobatan
kondiloma akuminata.9
c. Bedah Beku (N2, N2O cair)
Bedah beku merupakan metode pengobatan umum dermatologist,
berbahan dasar nitrogen atau karbondioksida cair, es beku kering
penghancur kulit, penghancur kulit untuk edema lokal, bertujuan untuk
mencapai

tujuan

pengobatan.

Virus

kondiloma

akuminata

menyebabkan terjadinya hiperplasia prostatik jinak pada kulit dan


membran mukosa. Ini memiliki pembuluh darah lecil dalam jumlah
banyak, berproliferasi secara cepat. Metode dapat menggunakan es
beku untuk kondiloma akuminata, membentuk edema lokal derajat
tinggi. Keuntungan yang paling bagus dari bedah beku ini ialah hanya
bersifat lokal tanpa meninggalkan bekas, tingkat keberhasilan
pengobatan kira-kira 70%. Tersedia dalam metode semprot atau kontak
langsung, mampu diaplikasikan pada bentuk kecil. Dapat digunakan
dalam 1 minggu sebanyak 2-3 kali. Bedah beku ini banyak menolong
untuk pengobatan kondiloma akuminata pada wanita hamil dengan lesi
yang banyak dan basah.
3. Terapi Laser
Terapi laser karbon dioksida untuk menghancurkan kondiloma pertama
kali dilaporkan oleh Baggish pada tahun 1980. Sebuah tingkat

19

keberhasilan keseluruhan dari 88 sampai 95% telah dilaporkan. Ini mirip


dengan elektrokauter, namun ablasi laser memiliki tingkat kekambuhan
tinggi dan menimbulkan nyeri pasca operasi, keuntunganya luka lebih
cepat sembuh, dan meninggalkan sedikit jaringan parut.3,9
4. Interferon
Dapat diberikan dalam bentuk suntikan (i.m atau intralesi) dan topikal
(krim). Interferon alfa diberikan dengan dosis 4-6 mU. i.m 3 kali seminggu
selama 6 minggu atau dengan dosis 1-5 mU i.m selama 6 minggu.
Interferon beta diberikan dengan dosis 2x106 unit i.m selama 10 hari
berturut-turut.3
Interferon tidak direkomendasikan sebagai modalitas pengobatan
utama. Diproduksi secara alami oleh protein dengan antivirus, antitumor
dan immunomodulatory actions.
5. Imunoterapi
Pada penderita dengan lesi yang luas dan resisten terhadap pengobatan
dapat diberikan pengobatan bersama imunostimulator.3
2.10 Pencegahan
Pencegahan dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
Tidak ada medikasi yang efektif 100%. Vaksin HPV dapat dilakukan dan
telah disetejui oleh FDA. The Advisory Committee on Immunization
Practice (ACIP) merekomendasikan vaksinasi rutin untuk perempuan usia
11-12 tahun dan vaksinasi catch-up untuk perempuan usia 13-26 tahun.
Sexual abstinence
Kondom dapat mencegah terjadinya penularan. 4
2.11 Komplikasi
Transformasi untuk keganasan genitourinaria pada laki-laki maupun
perempuan
Penularan pada neonatus
Kondiloma akuminata yang berulang. 4
Pre-cancer dan cancer

20

Pre-malignant (vulva, anal, penile intra-epithelial neoplasia) atau lesi invasif


(vulva, anal dan kanker penis) dapat muncul bersamaan dengan kondiloma.
Bowenoid papulosis (BP) adalah lesi coklat kemerahan yang dihubungkan
dengan tipe HPV yang onkogenik dan merupakan bagian dari spektrum
klinis neoplasia intraepithelial anogenital. Biopsi dapat dilakukan. Varian
lain yang jarang adalah HPV tipe 6/11 yaitu penyakit kondiloma raksasa
atau Buschke-Lowenstein tumor. Ini merupakan karsinoma verukosa,
ditandai dengan infiltrasi lokal yang agresig sampai ke struktur dermal.5
2.12 Prognosis
Walaupun sering mengalami residif, prognosisnya baik. Faktor
predisposisinya dicari, misalnya higiene, adanya flour albus, atau kelembaban
pada pria akibat tidak disirkumsisi.3
Banyak pasien baik itu gagal untuk merespon pengobatan atau rekuren.
Tingkat kekambuhan lebih dari 50% setelah 1 tahun dihubungkan dengan:
Infeksi berulang dari kontak seksual
Masa inkubasi yang panjang dari HPV
Lokasi virus pada lapisan kulit superfisial
Virus yang persisten di kulit, folikel rambut
Lesi yang dalam
Lesi subklinik
Anunderlying immunosuppression. 4

21