Anda di halaman 1dari 19

PERAN & FUNGSI PERSONIL

KESEHATAN KERJA
Oleh:
Nur Laili Kholilah, Ners
Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Akper dr.Soedono Madiun

Pelayanan Kesehatan Kerja


Organisasi / Lembaga
Personel / SDM
Program / Kegiatan / Tugas Pokok

ORGANISASI/LEMBAGA
1.
2.
3.

PKK mendapat pengesahan dari Disnaker


Mempunyai sarana dan prasarana yang memadai
Dokter penanggung jawab mendapat persetujuan
Disnaker Propinsi lebih dahulu
4. Syarat Dokter penanggung jawab PKK :
Memahami peraturan per-UU K3 khususnya
Kesehatan Kerja
Memenuhi persyaratan profesional (Ijazah, SIP,
SID)
Telah ditunjuk sebagai dokter pemeriksa
kesehatan tenaga kerja
5. Perusahaan membuat laporan PKK

SYARAT LEMBAGA PELAYANAN


KESEHATAN KERJA
1. Memiliki personil kesehatan kerja yang yang meliputi :
a. Dokter penanggung jawab pelayanan kesehatan kerja,
b. Tenaga pelaksanan kesehatan kerja berupa dokter perusahaan dan
atau paramedis perusahaan,
c. Petugas administrasi atau pencatatan dan pelaporan pelayanan
kesehatan kerja.
2. Memiliki sarana dan prasarana pelayanan kesehatan kerja,

Cont
3. Pelayanan kesehatan kerja yang ada di perusahaan
mendapat pengesahan dari instansi di bidang
ketenagakerjaan sesuai wilayah kewenangannya,
4. Pelayanan kesehatan kerja yang dilaksanakan oleh pihak di
luar perusahaan wajib dilengkapi dengan Nota
Kesepahaman (MoU) penyelenggaraan pelayanan kesehatan
kerja antara pengusaha dengan kepala unit pelayanan
kesehatan yang bersangkutan dan dilaporkan ke instansi di
bidang ketenagakerjaan sesuai wilayah kewenangannya.

CARA PENYELENGGARAAN PELAYANAN KESEHATAN KERJA


Permennakertrans No. Per. 03/Men/1982
Diselenggarakan sendiri oleh pengurus :
Poliklinik perusahaan
Rumah sakit perusahaan
Diselenggarakan melalui pengadaan ikatan/kerja sama dengan
dokter atau pelayanan kesehatan lain :
JPK (Jaminan Pelayanan Kesehatan Kerja) Jamsostek (KURATIF)
Dokter praktek swasta (KURATIF)
Puskesmas
Poliklinik swasta
Rumah sakit
Dan lain-lain
Diselenggarakan secara bersama antar beberapa perusahaan:
Rumah sakit pekerja
Dan lain-lain

Bentuk Penyelenggaraan Berdasarkan Jumlah Tenaga Kerja dan


Tingkat Bahaya di Tempat Kerja
No.
1

Jumlah Tenaga
Kerja
> 500 orang

Tingkat Bahaya
Rendah atau tinggi

Cara Penyelengaraan

Berbentuk klinik
Dipimpin oleh seorang dokter yg praktek tiap
hari kerja
Tiap shift kerja mempekerjakan lebih 500 orang,
harus ada poliklinik jaga tiap shift

200 500 orang

Tinggi

Idem

200 500 orang

Rendah

Berbentuk klinik, buka tiap hari kerja (dilayani


oleh paramedis)
Dipimpin oleh dokter yg praktek tiap 2 (dua) hari
sekali

100 200 orang

Tinggi

Idem

100 200 orang

Rendah

Berbentuk klinik, buka tiap hari kerja (dilayani


oleh paramedis)
Dipimpin oleh dokter yg praktek tiap 3 (tiga) hari
sekali

< 100 orang

Dapat menyelenggarakan PKK bersama


(bergabung) dengan perusahaan lain

Syarat Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Kerja


1) Mendapatkan Pengesahan
2) Dipimpin dan dijalankan oleh dokter
pemeriksa kesehatan tenaga kerja
3) Mempunyai sarana dan fasilitas
4) Menyampaikan laporan

Semua dokter dan paramedis yang memberikan pelayanan kesehatan kerja harus
sudah mengikuti pelatihan hiperkes (sertifikat hiperkes)

Pelaksanaan program dan kegiatan kesehatan kerja


diintegrasikan/dikoordinasikan dengan program
Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja
(P2K3) serta melibatkan ahli K3, Ahli K3 Kimia,
Hygienis Industri, petugas K3 dan personil K3
lainnya yang ada di perusahaan yang bersangkutan.

PERSONIL PELAYANAN KESEHATAN KERJA


adalah setiap tenaga kesehatan kerja yang
memberikan pelayanan kesehatan dalam
penyelenggaraan pelayanan kesehatan
kerja.

Penanggung jawab pelayanan kesehatan kerja


adalah dokter pemeriksa kesehatan tenaga
kerja, sedangkan tenaga pelaksananya dapat
terdiri dari :
1. Dokter pemeriksa kesehatan tenaga kerja
(penanggung jawab merangkap pelaksana),
2. Dokter perusahaan dan atau
3. Paramedis perusahaan.

Dokter pemeriksa kesehatan tenaga kerja


adalah dokter yang ditunjuk oleh pengusaha
atau kepala instansi/lembaga dan disahkan
oleh Direktur setelah memenuhi syarat
sesuai peraturan perUndang-Undangan
yang berlaku untuk melaksanakan
pemeriksaan kesehatan tenaga kerja.

SYARAT DOKTER PENANGGUNG JAWAB PELAYANAN


KESEHATANKERJA :
a. Ditunjuk oleh pimpinan perusahaan atau kepala unit/instansi
yang bersangkutan dan dilaporkan ke instansi
ketenagakerjaan sesuai wilayah kewenangannya;
b. Telah mendapatkan Surat Keputusan Penunjukan (SKP)
sebagai dokter pemeriksa kesehatan tenaga kerja dari
Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan
Ketenagakerjaan, Departemen Tenaga Kerja dan
Transmigrasi;

Dokter perusahaan adalah setiap dokter yang ditunjuk


atau bekerja di perusahaan yang bertugas dan
bertanggung jawab atas hygiene perusahaan,
kesehatan dan keselamatan kerja.
Paramedis perusahaan adalah tenaga paramedis yang
ditunjuk atau ditugaskan untuk melaksanakan atau
membantu penyelenggaraan tugastugas hygiene
perusahaan, kesehatan dan keselamatan kerja di
perusahaan atas petunjuk dan bimbingan dokter
perusahaan.

Syarat tenaga pelaksana pelayanan kesehatan kerja


(dokter perusahaan dan atau paramedis perusahaan) :
a. Memiliki sertifikat pelatihan hiperkes dan
keselamatan kerja (atau sertifikat lainnya) sesuai
peraturan perundangan yang berlaku;
b. Mematuhi etika profesi dokter dan tenaga kesehatan
lainnya sesuai kode etik profesi dan peraturan
perundangan yang berlaku;

Syarat dokter perusahaan :


a. Memiliki Surat Tanda Registrasi (STR)
dokter, atau sejenisnya sesuai peraturan
perundangan yang berlaku;
b. Surat ijin praktek (SIP) dokter yang masih
berlaku dari instansi yang berwenang.

FUNGSI DOKTER DAN PARAMEDIS


1.

Dokter Perusahaan, dokter pemeriksa kesehatan Tenaga


Kerja
Bertanggung jawab dalam Higiene perusahaan
Memimpin PKK
Melaksanakan tugas pokok PKK termasuk membuat
perencanaan tanggap darurat medik
Mendiagnosa PAK
Bertanggung jawab dalam medical record serta
menganalisis
Melaporkan pelaksanaan kegiatan

2.

Paramedis perusahaan
Membantu pelaksanaan Higiene perusahaan
Membantu pelaksanaan tugas pokok PKK

Fungsi Dan Peranan Pelayanan Kesehatan Kerja


Agar Optimal
Pengurus wajib memberikan kebebasan
profesional kepada dokter yang menjalankan
Pelayanan Kesehatan Kerja
Dokter dan tenaga kesehatan dalam
melaksanakan Pelayanan Kesehatan Kerja
bebas memasuki tempat-tempat kerja untuk
melakukan pemeriksaan-pemeriksan dan
mendapatkan keterangan-keterangan yang
diperlukan.

MOTTO
PERLU
Satu menit untuk menulis konsep keselamatan
Satu jam untuk melaksanakan pertemuan keselamatan
Satu minggu merencanakan program keselamatan
Satu bulan untuk menerapkannya di tempat kerja
Satu tahun untuk mendapatkan penghargaan keselamatan
Sepanjang hidup untuk membudayakan kerja selamat
NAMUN HANYA MEMERLUKAN
Waktu sesaat untuk menghancurkan itu semua dengan
KECELAKAAN