Anda di halaman 1dari 41

Statistika Industri II

Pengujian Hipotesis
Ihwan Hamdala. ST., MT

Pengujian Hipotesis

Pengertian Hipotesis

Hipotesis berasal dar bahasa Yunani


Hupo

: lemah atau kurang atau di bawah

Thesis : teori, proporsi atau pernyataaan yang disajikan


sebagai bukti

Hipotesis => pernyataan yang masih lemah


kebenarannya dan masih perlu dibuktikan atau dugaan
yang sifatnya masih lemah.

Kebenaran dugaan ini akan ditentukan melalui suatu


pengujian.

Pengujian Hipotesis

Hipotesis Statistik

Hipotesis Statistik
Pernyataan statistik tentang parameter populasi yaitu:
ukuran ukuran yang dikenakan pada sampel spt:
(rata), s (simpangan baku), s (varians), r ( koef
korelasi), dll

Penerimaan suatu hipotesis

Penolakan suatu hipotesis

hipotesis tersebut benar

hipotesis tersebut salah

Pengujian Hipotesis

Contoh Hipotesis Statistik

Pernyataan bahwa rata - rata pendapatan


masyarakat kota Malang sekitar Rp. 1,5 juta/ bulan.
Pernyataan tersebut adalah suatu pernyataan yg
mungkin benar atau mungkin juga salah mengenai
populasi kota Malang.
Pernyataan mengenai rata - rata pendapatan
masyarakat kota Malang adalah suatu hipotesis.
Untuk membenarkan atau menyalahkan hipotesis
tersebut maka dilakukan pengujian hipotesis
statistik.

Pengujian Hipotesis

Pasangan Hipotesis

Hipotesis nol (H0)


Hipotesis yang diartikan sebagai tidak adanya
perbedaan antara ukuran populasi dan ukuran
sampel

Hipotesis alternatif (H1)


Lawannya hipotesis nol, adanya perbedaan data
populasi dgn data sampel

Pengujian Hipotesis

Prosedur Hipotesis
Langkah dalam pengujian hipotesis:
1.

Merumuskan Hipotesis (H0 dan H1)

2.

Menentukan tingkat signifikansi () dan nilai


kritis

3.

Menentukan nilai hitung (nilai statistik)

4.

Pengambilan keputusan

5.

Membuat kesimpulan

Pengujian Hipotesis

1. Merumuskan Hipotesis (H0 dan H1)

Rumusan hipotesis terdiri dari H0 dan H1


H0: hipotesis nol (Suatu pernyataan yang akan diuji)

H1: hipotesis alternatif (Suatu pernyataan yang akan


diuji)

Rumusan hipotesis pada H0 dan H1 dibuat menggunakan


simbol matematis sesuai dengan hipotesis

Beberapa kemungkinan rumusan hipotesis


menggunakan tanda matematis sebagai berikut:
H0
=
>
<
H1

< >

Pengujian Hipotesis

2. Menentukan Nilai Kritis

Tingkat signifikansi () yang digunakan. Biasanya 1%,


5%, dan 10%
Untuk pengujian 2 sisi, gunakan /2, dan untuk
pengujian 1 sisi, gunakan .
Banyaknya sampel (n) digunakan untuk menentukan
degree of freedom (df).
Satu sampel: df. = n 1
Dua sampel: df. = n1 + n2 2
Nilai kritis ditentukan menggunakan tabel statistik (tabel
distribusi z, tabel t, tabel f, dll)

Pengujian Hipotesis

3. Menentukan Nilai Hitung (nilai statistik)

Nilai hitung dapat diperoleh dengan:


Perhitungan manual
Perhitungan dengan komputer

Pengujian Hipotesis

4. Pengambilan Keputusan

Membandingkan antara Nilai Hitung dengan Nilai Kritis.


Jika |nilai hitung| > nilai kritis, maka keputusan menolak
H0 dan sebaliknya.
Atau bisa menggunakan gambar kurva. Contoh: kasus
pengujian hipotesis yang menggunakan distribusi Z
(normal), bisa menggunakan kurva distribusi normal.
Jika nilai hitung berada pada daerah penolakan H0,
maka keputusannya adalah menolak H0 dan sebaliknya

Pengujian Hipotesis

10

5. Membuat kesimpulan

Kesimpulan dibuat berdasarkan keputusan


dengan memperhatikan rumusan hipotesis.
Hipotesis manakah yang diterima, apakah
menerima hipotesis nol (H0) ataukah menerima
hipotesis alternatif (H1)

Pengujian Hipotesis

11

Kesalahan dalam Pengujian Hipotesis

Kesalahan jenis I (error type I)


Besarnya probabilitas menolak hipotesis yang benar. Besarnya
kesalahan tipe I adalah .
disebut juga taraf signifikan, taraf arti, taraf nyata.
Kesalahan jenis II (error type II)
Besarnya probabilitas menerima hipotesis yang salah. Besarnya
kesalahan tipe II adalah 1- =
Kesimpulan

Hipotesis benar

Hipotesis salah

Terima hipotesis

tepat

error type II ()
(= 1 )

Tolak hipotesis

error type I
(besarnya = )

tepat

Pengujian Hipotesis

12

Kesalahan dalam Pengujian Hipotesis


= 5% : artinya peluang menolak hipotesis nol yang benar
adalah 5%
Ada 2 jenis error, yaitu:
type I () dan type II (= 1 )
Menghindari/memperkecil salah satu jenis kesalahan
memperbesar jenis kesalahan yang lain

Cara memperkecil kedua jenis kesalahan memperbesar


ukuran sampel
Pengujian Hipotesis

13

Jenis hipotesis berdasarkan arah

Pengujian dua sisi (two tail)


Digunakan jika parameter populasi dalam hipotesis
dinyatakan sama dengan (=).

Pengujian satu sisi (one tail)

ada 2 yaitu: pengujian sisi kiri dan sisi kanan.

digunakan jika parameter populasi dalam hipotesis

dinyatakan lebih besar (>) atau lebih kecil (<).

14

Contoh Rumusan Hipotesis


Pengujian dua sisi (two tail)
Soal 1
SMU X menyatakan bahwa nilai rata-rata ujian nasional
siswanya adalah 7. Ujilah apakah pernyataan SMU X tsb
benar.

Rumusan Hipotesis:
H0 : = 7 (rata2 nilai unas SMU X sama dgn 7)
H1 : 7 (rata2 nilai unas SMU X tdk sama dgn 7)

15

Contoh Rumusan Hipotesis


Pengujian satu sisi (one tail) - sisi kanan

Soal 2
SMU X menyatakan bahwa nilai rata-rata ujian nasional
siswanya lebih dari 7. Ujilah apakah pernyataan SMU X
tsb benar.
Rumusan Hipotesis:
H0 : < 7 atau juga bisa ditulis dgn = 7
H1 : > 7 (rata2 nilai unas SMU X lebih dari 7)

16

Contoh Rumusan Hipotesis


Pengujian satu sisi (one tail) - sisi kiri

Soal 3
SMU X menyatakan bahwa nilai rata-rata ujian nasional
siswanya kurang dari 7. Ujilah apakah pernyataan SMU X
tsb benar.
Rumusan Hipotesis:
Rumusan Hipotesis:
H0 : > 7 atau juga bisa ditulis dgn = 7
H1 : < 7 (rata2 nilai unas SMU X kurang dari 7)
17

Pengujian Dua Sisi


(distribusi normal)

Penerimaan Ho
PenolakanHo

PenolakanHo

- z/2

+z/2

H0: = o
H1: o

Hipotesis H0 diterima jika: -z/2 < z < z/2

Pengujian Satu Sisi - Sisi Kanan

PenolakanHo

Penerimaan Ho

+z

H0: = o
H1: > o

Hipotesis H0 diterima jika: z z

Pengujian Satu Sisi - Sisi Kiri

PenolakanHo

Penerimaan Ho

- z

H0: = o
H1: < o

Hipotesis H0 diterima jika: z -z

Uji hipotesis rata - rata

Uji hipotesis satu rata-rata (melibatkan satu


sampel)
Sampel berukuran besar (n 30)
Sampel berukuran kecil (n < 30)
Uji hipotesis untuk perbedaan dua rata-rata
(melibatkan dua sampel yang berbeda)
Sampel berukuran besar (n 30)
Sampel berukuran kecil (n < 30)

21

UJI RATA-RATA - SAMPEL


BERUKURAN BESAR
22

Uji Hipotesis untuk Rata-Rata


I. Uji Rata-rata untuk Sampel Berukuran Besar (n 30)
Data statistik sampel:
- n = ukuran sampel 30
- x = Rata - rata sampel
- s = Standard deviasi sampel
- = Standard deviasi populasi
Untuk menentukan nilai kritis menggunakan tabel distribusi
normal

Karena n > 30 jika tidak diketahui bisa


diestimasikan dengan s
23

Langkah langkah Uji Hipotesis


Rata-Rata
Langkah-langkah pengujian :
a. Uji hipotesis dua arah
H0 : = 0
H1 : 0
Tingkat signifikansi :
Statistik uji :
~ N(0; 1)

Daerah kritis (Daerah penolakan H0)


Zhitung < - Z/2 atau Zhitung > Z/2
Daerah penerimaan H0
- Z/2 Zhitung Z/2

24

Langkah langkah Uji Hipotesis


Rata-Rata
b. Uji hipotesis sisi kanan
H0 : = 0
H1 : > 0
Tingkat signifikansi :
Statistik uji :
~ N(0; 1)

Daerah kritis (Daerah penolakan H0)


Zhitung > Z
Daerah penerimaan H0
Zhitung Z

25

Langkah langkah Uji Hipotesis


Rata-Rata
c.

Uji hipotesis sisi kiri


H0 : = 0
H1 : < 0
Tingkat signifikansi :
Statistik uji :
~ N(0; 1)

Daerah kritis (Daerah penolakan H0)


Zhitung < - Z
Daerah penerimaan H0
Zhitung - Z

26

Contoh Uji hipotesis rata-rata


Rata-rata lifetime dari sampel sejumlah 100 unit
bola lampu yang dihasilkan suatu pabrik adalah
1.570 jam dengan standar deviasi 120 jam. Jika
rata-rata lifetime dari seluruh bola lampu yang
dihasilkan pabrik tersebut adalah , ujilah
dengan tingkat signifikansi 1% bahwa dari
bola lampu yang dihasilkan oleh pabrik tersebut
tidak sama dengan 1.600 jam.
Uji hipotesis dua sisi
27

Jawab Uji hipotesis rata-rata


Data statistik sampel:

Langkah-langkah uji hipotesis


1. Perumusan hipotesis
H0 : = 1.600 (rata2 life time bola lampu sama dengan 1.600 jam)
H1 : 1.600 (rata2 life time bola lampu tdk sama dengan 1.600
jam)
2. Tingkat signifikansi = 1%
Uji dua sisi maka harus dibagi 2, sehingga /2 = 0.5%
Berdasarkan tabel distribusi normal (tabel Z) diperoleh Z0,5% = 2,58

3. Menentukan nilai hitung (statistik uji)

28

Jawab Uji hipotesis rata-rata


4. Pengambilan keputusan
Daerah kritis (Daerah penolakan H0) yaitu:
Zhitung < - Z/2 atau Zhitung > Z/2
Zhitung < - 2,58 atau Zhitung > 2,58
Daerah penerimaan H0 yaitu:
- Z/2 Zhitung Z/2
-2,58 Zhitung 2,58

5. Pengambilan kesimpulan
Karena -2,58 Zhitung = -2,5 2,58; maka H0 diterima.
Disimpulkan bahwa rata-rata lifetime dari bola lampu yang
dihasilkan pabrik adalah 1.600 jam dengan tingkat keyakinan
99%.
29

Soal Uji hipotesis rata - rata

1. Kabel yang diproduksi suatu pabrik mempunyai rata-rata


breaking streght sebesar 1.800 lb. Penggunaan teknik
baru dalam proses manufakturing diharapkan bisa
meningkatkan breaking strenght kabel yang dihasilkan.
Dilakukan percobaan dgn teknik baru dan diambil
sampel sejumlah 50 kabel. Dari hasil pengukuran
sampel diperoleh rata-rata breaking strenght sebesar
1.850 lb dengan standar deviasi 100 lb. Dengan
menggunakan tingkat signifikansi 1%, ujilah apakah
teknik baru lebih baik? Nilai Z 1%= 2,33

30

Soal Uji hipotesis rata - rata


1. Pimpinan bagian pengendalian mutu pabrik susu merek
AKU SEHAT ingin mengetahui apakah rata-rata berat
bersih satu kaleng susu bubuk yang diproduksi lebih
kecil dari 400 gram. Dari data sebelumnya diketahui
bahwa simpangan baku bersih per kaleng adalah 125
gram. Dari sampel 50 kaleng yang diteliti, diperoleh ratarata berat bersih 375 gram. Dapatkah diterima bahwa
berat bersih rata-rata yang dipasarkan lebih kecil dari
400 gram? Ujilah dengan taraf nyata 5%! Z 5%= 1,645

31

UJI RATA-RATA - SAMPEL


BERUKURAN KECIL
32

Uji Hipotesis untuk Rata-Rata


I. Uji Rata-rata untuk Sampel Berukuran Kecil (n < 30)

Data statistik sampel:


- n = ukuran sampel < 30
- x = rata-rata sampel
- s = tandard deviasi sampel

33

Langkah langkah Uji Hipotesis


Rata-Rata
a. Uji hipotesis dua arah
H0 : = 0
H1 : 0
Tingkat signifikansi :
Statistik uji :
~ t(n-1)

Daerah kritis (Daerah penolakan H0)


Thitung < - t(1-/2);(n-1) atau Thitung > t(/2);(n-1)

Daerah penerimaan H0
- t(1-/2);(n-1) Thitung t(/2);(n-1)
34

Uji Hipotesis untuk Rata-Rata


b. Uji hipotesis sisi kanan
H0 : = 0
H1 : > 0
Tingkat signifikansi :
Statistik uji :

~ t(n-1)

Daerah kritis (Daerah penolakan H0)


Thitung > t;(n-1)
Daerah penerimaan H0
Thitung t;(n-1)

35

Uji Hipotesis untuk Rata-Rata


c.

Uji hipotesis sisi kiri


H0 : = 0
H1 : < 0
Tingkat signifikansi :
Statistik uji :
~ t(n-1)

Daerah kritis (Daerah penolakan H0)


Thitung < - t(1-);(n-1)
Daerah penerimaan H0
Thitung - t(1-);(n-1)

36

Contoh soal
Sebuah mesin pembuat washer dalam keadaan baru bisa
menghasilkan washer dengan ketebalan (tingkat ketipisan)
0,050 inchi. Untuk mengetahui apakah mesin tersebut
masih bisa bekerja dengan baik (seperti dalam keadaan
masih baru) diambil sampel produk sejumlah 10 washer.
Dari sampel tersebut diperoleh rata-rata ketebalan 0,053
inchi dengan standar deviasi 0,003 inchi.
Ujilah dengan = 5% apakah mesin tersebut masih
bekerja seperti dalam keadaan baru!

37

Jawab
Data statistik sampel:

Langkah-langkah uji hipotesis


1. Perumusan hipotesa
H0 : = 0,05
H1 : 0,05
2. Tingkat signifikansi = 5%
Uji dua sisi maka harus dibagi 2, sehingga /2 = 2,5%
Berdasarkan tabel distribusi t, diperoleh t(2,5% ); (9)= 2,26
3. Menentukan nilai hitung (statistik uji)

38

Jawab
4. Pengambilan keputusan
Daerah kritis (daerah penolakan H0) :
Thitung < - t(0,975);(9) = - 2,26 atau Thitung > t(0,025);(9) =2,26

5. Kesimpulan
Karena Thitung = 3, > t(0,025);(9) = 2,26; maka H0 ditolak.
Artinya mesin sudah tidak bekerja seperti semula
39

Soal - Tugas

1. Uji breaking strenght dari 6 buah kawat yang dihasilkan


oleh suatu perusahaan menunjukkan rata-rata breaking
strenght 7.850 lb dengan standar deviasi 145 lb.
Padahal pemilik perusahaan tersebut mengatakan
bahwa breaking strenght dari kawat yang dihasilkan
mempunyai rata-rata tidak kurang dari 8.000 lb. apakah
klaim dari pemilik perusahaan tersebut bisa dibenarkan?
Ujilah dengan = 1% dan = 5%.

40

Soal - Tugas

2. Waktu rata-rata yang diperlukan seorang mahasiswa


untuk daftar ulang di suatu perguruan tinggi adalah 50
menit. Suatu prosedur pendaftaran baru yang
menggunakan mesin modern sedang dicoba. Bila dari
sampel random sebanyak 12 mahasiswa diperoleh data
rata-rata waktu pendaftaran dengan menggunakan
sistem baru tersebut adalah 48 menit dengan standar
deviasi 11,9 menit. Ujilah hipotesis bahwa sistem baru
tersebut lebih cepat dibandingkan sistem yang lama.
Gunakan = 5%

41