Anda di halaman 1dari 2

Review Makalah Perkembangan Teori Evolusi

Dasar pemikiran munculnya teori-teori evolusi:


1.

Teori Fixisme
Ilmuwan pada saat itu berpendapat setiap jenis mahluk hidup atau spesies yang sempurna
adalah stabil tidak mengalami perubahan. Teori ini muncul sebagai jawaban atas rasa
ingin tahu manusia (berfikir) untuk menjelaskan asal usul kehidupan, dimana pada saat
itu teori generatio spontanae dipercaya kebenarannya. Pada saat itu dipercaya adanya
kekuatan supernatural yang membimbing terjadinya penyempurnaan sehingga terdapat

2.

keanekaragaman mahluk hidup.


Teori JB Lamarck
JB Lamarck yang berpendapat bahwa suatu organisme berubah sesuai dengan kebiasaan
hidupnya dan perubahan sifat yang diwariskan kepada generasi berikutnya. Hal ini
muncul karena adanya kesadaran manusia bahwa mahluk hidup tidak ada satupun yang
identik sehingga JB Lamark mencoba menerangkan terjadinya perbedaan-perbedaan
tersebut dengan menjelaskan adanya perubahan sifat yang diwariskan akibat respon

3.

mahluk hidup terhadap lingkungannya.


Teori Darwin
Darwin berpendapat tentang seleksi alam sebagai suatu penyebab terjadinya proses
evolusi pada mahluk hidup. Hal ini muncul setelah darwin melakukan pelayaran
Beagle yang panjang dan mencoba mengamati fenomena burung Finch di kepulauan
galapagos. Didukung oleh pandangan dari A.R wallace dan S.C Lyell maka Darwin
menulis gagasannya dalam On The Origin of Spesies.
Komponen atau faktor-faktor alam terus berubah, misalnya perubahan iklim, perubahan
geografis ataupun fluktuasi cadangan makanan. Perubahan lingkungan yang demikian
menyebabkan hanya individu yang mampu bertahan saja yang dapat bertahan sedangkan
yang tidak mampu beradaptasi akan mati. Individu yang mampu bertahan akan dapat
mewariskan sifat-sifatnya pada generasi berikutnya. Kenyataan tersebut lambat laun akan
menyebabkan munculnya kelompok individu yang memiliki ciri yang semakin adaptif

4.

serta spesifik pada lingkungan tertentu.


Teori Genetika
Mendel dengan teori genetikanya mampu menerangkan bagaimana persamaan dan
variasi dapat diturunkan, juga dapat menjelaskan darimana keanekaragaman mahluk
hidup itu timbul. Hal ini muncul setelah Mendel melakukan serangkaian penelitian
dengan menggunakan tanaman Pisum sativum dimana dari peristiwa pembastaran ini
dapat diketahui adanya suatu petunjuk evolusi. Dengan berkembangnya ilmu genetika

dapat diketahui pentingnya variasi genetik dalam teori evolusi. Adanya variasi genetik
mampu menjelaskan munculnya ciri-ciri baru yang diwariskan kepada keturunannya.
Penemuan De Vries dan Morgan yang menunjukkan adanya perubahan kromosom pada
beberapa spesies menunjukkan bahwa telah terjadi mutasi pada beberapa spesies
tersebut. Dari hasil penelitian diketahui bahwa mutasi yang memiliki nilai terhadapa
kejadian evolusi adalah mutasi gen dan mutasi kromosom.
5. Teori Neo Darwinian
Neo-Darwinian berpendapat bahwa proses seleksi alam bukanlah penyebab utama
terjadinya evolusi mahluk hidup, melainkan hanya berperan sebagai faktor yang
mengarahkan proses perubahan atau evolusi. Hal ini dipengaruhi dari penelitian
Johansen yang menerangkan peristiwa seleksi alam tidak mempengaruhi populasi
mahluk hidup. Teori ini juga dipengaruhi penelitian sebelumnya (De Vries dan Morgan)
yang menyebutkan bahwa sebenarnya yang menyebabkan munculnya varian pada materi
genetik adalah proses mutasi bukan seleksi alam.
6. Teori Evolusi Modern
Pendekatan molekuler dan fisiologis yang telah dilakukan oleh sekelompok peneliti dari
Universitas California di Berkeley mengemukakan tentang hasil analisis DNA
mitokondria telah membuka pemikiran bahwa ada mekanisme perubahan pada tingkat
molekul DNA yang mempengaruhi perubahan evolusi pada mahluk hidup.