Anda di halaman 1dari 9

BAB I

PENDAHULUAN
Pengenalan Pertanian merupakan kegiatan di luar kampus atau pengabdian
masyarakat pada semester pertama, dengan maksud agar mahasiswa lebih
mengetahui dan memahami bidang pertanian di lapangan sehingga memperoleh
gambaran nyata aplikasinya di masyarakat. Mahasiswa berkesempatan dikenalkan
pada berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pertanian, antara lain : profil tanah,
jenis tanah, dan kesesuian lahan, teknik budidaya tanaman, pasca panen,
pemasaran serta pengelolaan usaha yang berkaitan dengan bidang pertanian.
Desa Sewukan Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang Provinsi Jawa
Tengah di pilih sebagai tempat kunjungan Pengenalan Pertanian di dasarkan pada
pertimbangan bahwa lokasi tersebut sangat maju dalam bidang pertanian
khususnya hortikultura, dengan tersediaan pusat pemasaran (pasar khusus)
sayuran dan buah / Sub Terminal Agribisnis (STA).
Desa yang letaknya di kaki Gunung Merapi. Masyarakat Biasanya bertani
seperti: padi, jagung, ketela, cabai, kacang, buncis, tomat, timun, kolbunga, kubis,
dan ada juga yang beternak hewan seperti: sapi, kambing, ayam, dan itik.
Kegiatan masyarakat dalam bertani merupakan suatu budaya yang sudah turun
termurun penyedia pangan bagi semua manusia tanpa mengenal jaman dan
generasi.

BAB II
1

KEGIATAN PENGENALAN PERTANIAN


A. Pengenalan Profil Tanah, Jenis Tanah, dan Kesesuian Lahan
Tanah merupakan salah satu sumber daya alam utama yang ada di planet
bumi serta merupakan kunci kerberhasilan makhluk hidup. Tanah adalah
lapisan tipis kulit bumi dan terletak paling luar. Tanah merupakan hasil
pelapukan atau erosi batuan induk (anorganik) yang bercampur dengan bahan
organik. Tanah mengandung partikel batuan atau mineral, bahan organik
( senyawa organik dan organisme ) air dan udara. Mineral merupakan unsur
utama tanah. Pada umumnya mineral terbentuk dari padatan anorganik dan
mempunyai komposisi homogen.
Tanah terbentuk melalui proses alami dan berlangsung sangat lama. Selain
itu terdapat hubungan antara perkembangan lapisan tanah dan perkembangan
tumbuh-tumbuhan, hewan, manusia. Jenis tanah memiliki perbedaan antara
satu tempat dengan tempat lainnya Fungsi ketiganya secara integral mampu
menunjang produktivitas tanah untuk menghasilkan biomas dan produksi baik
tanaman pangan, tanaman obat-obatan, industri perkebunan maupun
kehutanan. (Gudang Ilmu,2013).
1. Profil Tanah
Profil tanah merupakan suatu irisan melintang pada tubuh tanah,
dibuat dengan cara membuat lubang dengan ukuran panjang dan lebar
serta kedalaman tertentu sesuai dengan keadaan tanah dan keperluan
penelitian (Hakim, dkk, 1982).
Hasil pelapukan batuan-batuan yang bercampur dengan sisa batuan
dari organisme yang hidup diatasnya. Selain itu, terdapat pula udara dan
air di dalam tanah. Air dalam tanah berasal dari air hujan yang ditahan
oleh tanah sehingga tidak meresap ketempat lain, disamping pencampuran
bahan organik di dalam proses pembentukan tanah, terbentuk pula lapisanlapisan tanah (Hardjowigeno, 1985).
Pembentukan lapisan atau
membangun tubuh alam yang

perkembangan

horizon

dapat

disebut tanah. Tiap tanah dicirikan oleh


2

susunan tertentu horizon. Secara umum dapat disebutkan bahwa setiap


profil tanah terdiri atas dua atau lebih horizon utama. Tiap horizon dapat
dibedakan berdasarkan warna, tekstur, struktur dan sifat morfologis
lainnya (Pairunan, 1985).
Pengenalan profil tanah secara lengkap meliputi sifat fisik, kimia,
dan biologi tanah. Faktor-faktor pembentukan tanah
1) Bahan Induk
Keadaan alami bahan induk akan mempunyai pengaruh
terputus pada sifat sifat tanah muda, mereka dapat memakai satu
pengaruh pada tanah-tanah tua yang ada. Sifat bahan induk yang
memakai satu pengaruh yang mendalam pada perkembangan tanah
termasuk tekstur, komposisi mineral dan tingkat stratifikasi.
Pembentukan tanah dapat dimulai segera setelah penimbunan abu
vulkanik, tetapi harus menunggu penghancuran batuan keras secara
fisik dimana granit dibuka. (Foth H.D, 1988).
2) Iklim
Pengaruh
pembentukan

iklim

tanah

yang

adalah

penting
dan

yang

temperatur,

mempengaruhi
iklim

juga

mempengaruhi pembentukan tanah secara tidak langsung yang


menentukan vegetasi alami, tidaklah terlalu mengejutkan bahwa
terdapat beberapa penyebaran iklim, vegetasi dan tanah yang
paralel di permukaan bumi. Setiap kenaikan 10C akan menaikkan
laju reaksi kimia dua sampai tiga kali. Meningkatnya pelapukan
dan kandungan liat terjadi dengan meningkatnya rata-rata
temperatur tanah. (Foth H.D, 1988).
3) Organisme
Fungsi utama organisme hidup adalah untuk menyediakan
bahan organik bagi soil. Humus akan menyediakan nutrien dan
membantu menahan air. Tumbuhan membusuk akan melepaskan
asam organik yang meningkatkan pelapukan kimiawi. Hewan
penggali seperti semut, cacing, dan tikus membawa partikel soil ke
3

permukaan dan mencampur bahan organik dengan mineral


(Buckman dan Brady, 1982)
4) Topografi
Topografi mengubah perkembangan profil tanah dalam tiga
cara, yaitu (1) dengan mempengaruhi jumlah presipitasi yang
diabsorbsi dan ditahan dalam tanah, oleh karenanya mempengaruhi
kelembaban, (2) dengan mempengaruhi kecepatan perpindahan
tanah oleh erosi, (3) dengan mengarahkan gerakan bahan-bahan
dalam suspensi atau larutan dari daerah yang satu ke daerah yang
lain (Foth H.D, 1988).
5) Waktu
Tanah sebagai hasil evolusi berubah secara tetap seperti
perubahan bentuk bumi, mempunyai siklus hidup dengan keadaan
yang sama dimana bentuk muka bumi lambat laun menembus
suatu siklus, siklus hidup tanah teristimewa termasuk stadium
bahan induk, tanah muda, tanah matang dan tanah tua. Pada tanahtanah muda kandungan bahan organik meningkat dengan cepat
sebab laju pertambahan melebihi laju dekomposisi. Kematangan
dicirikan oleh kandungan bahan organik yang konstan sebagai
penambah diimbangi oleh yang hilang. Unsur yang tua dicirikan
oleh kandungan bahan organik yang rendah dan menurun yang
menunjukkan bahwa laju pertambahan susut dari tanah menjadi
lebih mudah dilapukkan (Foth H.D, 1988).
Pengamatan profil tanah dilakukan di Desa Sewukan
Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang Provinsi Jawa Tengah.
Praktikum dilakukan pada pukul 11.00, sampai selesai. Pada
daerah ini memilki wilayah yang berombak. Lahan di daerah ini
digunakan sebagai area pertanian

dengan bermacam-macam

tanaman. Pada umumnya di daerah ini didominasi oleh vegetasi


tanaman hortikultura, selebihnya padi, tanaman bambu, kelapa, dan

sebagainya. Daerah ini dikelola dengan

pengairan irigasi dari

bendungan.
Jenis tanah ini masih muda, belum mengalami diferensiasi
horizon, tekstur pasir, struktur berbukit tunggal, konsistensi lepaslepas, pH umumnya netral, kesuburan baik, berasal dari bahan
induk material vulkanik.
Entisol terjadi di daerah dengan bahan induk dari
pengendapan material baru atau di daerah-daerah tempat laju erosi
atau

pengendapan

lebih

cepat

dibandingkan

dengan

laju

pembentukan tanah, dengan vegetasi daerah sungai dan pantai,


seperti daerah bukit pasir, daerah dengan kemiringan lahan yang
curam, dan daerah dataran banjir.
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan terhadap profil
tanah bahan induk tanah berasal dari Material letusan Gunung
Merapi, didapatkan lapisan-lapisan

tanah dengan ukuran

kedalaman lapisan yang berbeda. Pada penelitian tanah lapisan


pernama tanah tersebut gembur dan akar tanaman banyak dijumpai
,Sedangkan pada lapisan ke 2 tanah sedikit menggumpal tetapi
masih lunak pada lapisan kedua ini akar tanaman masih dijumpai
tetapi hanya beberapa saja. Dilapisan ke 2 ini ada rumah serangga
seperti semut dan serangga lainya. Pada lapisan ke 3 ini tanah
sudah bersifat menggumpal atau keras dilapisan ke 3 ini tidak ada
sama sekali akar tanaman.
2. Jenis Tanah

1.Tanah Regosol
Tanah Regosol adalah tanah berbutir kasar dan
berasal dari material gunung api. Tanah regosol berupa
tanah aluvial yang baru diendapkan. Material jenis tanah
ini berupa abu vulkan dan pasir vulkan. Tanah regosol
merupakan hasil erupsi gunung berapi, bentuk wilayahnya

berombak sampai bergunung, bersifat subur, tekstur tanah


ini biasanya kasar, berbutir kasar, peka terhadap erosi,
berwarna keabuan, kaya unsur hara seperti P dan K yang
masih segar, kandungan N kurang, pH 6 - 7, cenderung
gembur, umumnya tekstur makin halus makin produktif,
kemampuan menyerap air tinggi, dan mudah tererosi. Ciriciri fisik tanah regosol adalah memiliki butiran kasar. Ciri
lainnya adalah belum menampakkan adanya perlapisan
horisontal. Warna bervariasi dari merah kuning, coklat
kemerahan, coklat dan coklat kekuningan. Itu karena
bergantung pada material dominan yang dikandungnya.
(Hedi Sasrawan.2013).
2.Tanah Entisol
Entisol merupakan tanah-tanah yang cenderung menjadi tanah asal
yang baru. Mereka dicirikan oleh kenampakan yang kurang muda dan
tanpa horison genetik alamiah, atau juga mereka hanya mempunyai
horison-horison permulaan. Pengertian Entisol adalah tanah-tanah dengan
regolit dalam atau bumi tidak dengan horison, kecuali mungkin lapis
bajak. Beberapa Entisol,
Proses pembentukan tanah entisol dibagi menjai tiga tahapan,
antara lain

Tahap I

: Pelapukan dari batuan induk,

Tahap II

: batuan yang lapuk akan menjadi lebih lunak.

Kemudian

rekahan-rekahan yang terbentuk pada batuan akan menjadi


jalur masuknya

air dan sirkulasi udara. Sehingga,

dengan proses-proses yang sama, terjadilah pelapukan pada


lapisan batuan yang lebih dalam.
Tahap III

: lapisan tanah bagian atas mulai muncul tumbuh-tumbuhan


perintis.

Akar tumbuhan ini membentuk rekahan pada lapisanlapisan batuan yang ditumbuhinya (mulai terjadi pelapukan
Biologis). Sehingga rekahan ini menjadi celah/ jalan untuk
masuknya air dan sirkulasi udara.(Semangat Geos.2011)
3.

Kesesuaian Lahan
Kesesuaian lahan adalah kecocokan macam penggunaan lahan
pada tipe lahan tertentu. Kesesuaian lahan adalah tingkat kecocokan
dari sebidang lahan untuk suatu penggunaan tertentu yang lebih spesifik
dari kemampuan lahan. Perbedaan dalam tingkat kesesuaian ditentukan
oleh

hubungan

antara

diperlukansehubungan

keuntungan

dengan

penggunaan

dan

masukan

yang

lahan

tersebut.

Dalam

bentuknya yang sangat kuantitatif, kesesuaian lahan dinyatakan dalam


istilah ekonomi dari masukan dan keluaran atau dalam hasilnya
berupa pendapatan bersih atau di daerah-daerah berkembang berupa
tingkatan kehidupan masyarakat taninya. Tujuan daripada evaluasi
kesesuaian lahan adalah untuk memberikan penilaian kesesuaian lahan
untuk tujuan-tujuan yang telah dipertimbangkan. Manfaat evaluasi
kesesuaian lahan adalah memberikan pengertian tentang hubunganhubungan antara kondisi lahan dan penggunaannya, serta memberikan
kepada

perencana

berbagai

perbandingan

dan

alternatif

pilihan

penggunaan yang dapat diharapkan berhasil ( I Made Mega.2010).


Struktur Klasifikasi Kesesuaian Lahan
Dalam menilai kesesuaian lahan ada beberapa cara, antara lain dengan
perkalian perameter, penjumlahan atau menggunakan hukum minimum yaitu
mencocokkan (matching) antara kualitas lahan dan karakteristik lahan sebagai
parameter dengan kriteria kelas kesesesuaian lahan yang telah disusun
berdasarkan persyaratan penggunaan atau persyaratan tumbuh tanaman atau
komoditas lainnya yang dievaluasi.

Luas Desa Sewukan adalah 166,7 hektar yang terdiri dari 7,3 hektar
lahan pemukiman penduduk 156,1 hektar lahan pertanian berupa sawah, dan
3,3 hektar lahan pekarangan dan kebun (Sumber: Monografi Desa Sewukan
2008). Sebagian besar, hampir seluruh penduduk Desa Sewukan adalah
petani, baik petani pemilik lahan maupun buruh tani sehingga hampir seluruh
aktivitas ekonomi masyarakat terkait dengan kegiatan pertanian. Selain
potensi lahan dan peluang yang menjanjikan. Budidaya bertani merupakan
budaya turun-termurun di Desa Sewukan dan kawasan agropolitan pada
umumnya. Irigasi yang diterapkan adalah sistem teknis, setengah teknis,
irigasi dan sawah tadah hujan. Komoditas unggulan di kawasan ini adalah
tanaman sayuran dataran tinggi (cabai, tomat, kubis, dan buncis). Kawasan
mampu memproduksi komoditas unggulan sepanjang tahun.
Penggunaan lahan di Desa Sewukan sebagian besar sebagai lahan
pertanian dengan fisiografi tanah sistem vulkanik, kemiringan lereng 10,4 %,
relief lahan teras, ketinggian tempat 685 m dpl, drainase permukaan cepat dan
jeluk mempan atau daerah jelajah akar yang perlu untuk dikonservasi untuk
menghadapi erosi sedalam 113 cm.
Berdasarkan sifat fisika dan kimia tanah, maka tanah pada lahan usahatani
di Desa Sewukan dapat digolongkan mempunyai kesuburan sedang. Hasil
evaluasi lahan menunjukkan lahan di Desa Sewukan cukup sesuai untuk
tanaman kubis, caysin, bunga kol, kacang, buncis, cabai dan mentimun
dengan beberapa faktor pembatas. Secara umum faktor pembatas utama
kesesuaian lahan tersebut adalah retensi hara yakni kejenuhan basa yang
rendah dan reaksi tanah (pH) yang masam hingga agak masam. Reaksi tanah
yang agak masam dapat diatasi dengan memberikan kapur dan pupuk organik
serta pengaturan pola dan waktu tanam, maka kadar keasaman tanah dapat
teratasi.
Kemampuan lahan (land capability) adalah kesesuaian lahan untuk
berbagai penggunaan yang secara umum dapat diusahakan di suatu wilayah.
Contoh : suatu wilayah sesuai untuk penggunaan lahan pertanian atau
pemukiman. Hal ini berarti wilayah tersebut dapat digunakan untuk lahan
pertanian saja atau lahan pemukiman saja atau kedua-duanya. Karena itu

semakn banyak kesesuaian lahan yang dapat diusahakan di suatu wilayah,


semakin tinggi kemampuan lahannya.
Kesesuaian lahan (land capability) adalah kecocokan suatu lahan untuk
penggunaan tertentu, misalnya : sesuai untuk pertanian, pemukiman, industri
dan sebagainya. Dengan demikian kesesuaian lahan pertanian adalah
kecocokan suatu lahan untuk penggunaan pertanian.
Klasifikasi kesesuaian lahan dapat dibagi menjadi 2 macam, yaitu
klasifikasi kesesuaian sekarang (current suitability) dan klasifikasi kesesuaian
potensial (potential suitability). Klasifikasi kesesuaian sekarang menunjukkan
kesesuaian terhadap penggunaan lahan yang ditentukan dalam keadaan
sekarang, tanpa ada perbaikan yang berarti. Sedangkan klasifikasi kesesuaian
potensial menunjukkan kesesuaian terhadap penggunaan lahan yang
ditentukan dari satuan lahan dalam keadaan yang akan datang setelah
diadakan perbaikan utama tertentu yang diperlukan. Dengan demikian
klasifikasi kesesuaian lahan sifatnya tidak tetap atau dapat berubah.