Anda di halaman 1dari 4

Menuju Cimory Riverside dengan

Kendaraan Umum
REP | 04 January 2013 | 12:40

Dibaca: 5698

Komentar: 0

Ke Puncak naik mobil atau kendaraan pribadi sudah biasa. Kali ini saya mau
mencoba jalan-jalan di seputaran Jakarta dengan menggunakan angkutan
umum. Naik angkutan umum di Jakarta bukan hal asing bagi saya, tapi naik
angkutan umum ke tempat tujuan wisata terus terang jarang saya lakukan,
karena alasan efisiensi waktu dan tenaga. Ah, sekali-kali jadi turis di Ibukota
gak ada salahnya. Akhirnya saya memutuskan untuk main ke Cimory
Riverside yang terletak di Jl. Raya Puncak, Cisarua-Bogor.
Menurut informasi dari petugas di Terminal Rawamangun (terminal terdekat
dari rumah saya), mereka tidak melayani trayek ke Bogor/Puncak, demikian
juga dari Terminal Pulogadung. Pilihan lebih banyak dari Terminal Kampung
Rambutan. Baiklah, segera saya menuju kesana dengan bis transjakarta.
Sesampai di terminal, saya perlu membayar retribusi peron sebesar Rp
1.000,00 di teminal bis antar kota. Lalu saya memilih untuk menumpang bis
Marita (full AC) jurusan Kp. Rambutan-Cianjur via Cipanas. Ada juga pilihan
lain sebenarnya, yaitu bis Doa Ibu (Non AC) jurusan Kp. RambutanTasikmalaya. Tetapi bisnya belum siap, bahkan mesin pun belum dipanaskan.
Saya rasa, saya akan menunggu lebih lama. Jadi saya putuskan untuk naik
Marita.
Duduk di kursi deretan terdepan, saya sudah sangat siap untuk memulai
perjalanan, walaupun belum ada tanda-tanda bis akan berangkat. Setelah
kurang lebih 15 menit menunggu, akhirnya bis jalan juga. Berangkat pk. 14.15
dari pool Marita, tapi baru keluar terminal pk. 15.00. Pengemudi memilih ngetem di beberapa titik untuk menaikkan penumpang. Saya bernafas lega ketika
akhirnya bis merayap perlahan keluar terminal. Eits, jangan salah. Ternyata di
sepanjang ruas jalan raya menuju pintu tol Gedong I pun, bis tetap berusaha
mengisi penuh armadanya. Segera setelah seluruh kursi dan tempat duduk
tambahan terisi, bis melaju menuju pintu tol. Waktu saat itu menunjukkan pk
15.15.
Ongkos bis sebesar Rp 15.000,00 (Kp Rambutan-Cipanas). Menurut
informasi dari beberapa penumpang, tarif biasanya Rp 10.000,00 tapi kenek
bis menaikkannya dengan alasan Jalanan macet, Teh dengan logat Sunda
yang kental. (__)

Perjalanan ditempuh dengan pemandangan khas Jl. Raya Puncak yang


macet dan penuh polusi visual. Spanduk-spanduk, Baliho, meramaikan
perjalanan hingga saya tidak tahu mana yang harus saya baca dan mana
yang tidak. Mulai dari penawaran villa dengan harga terjangkau sampai
makanan di restoran murah di sepanjang jalan. Hhh, masih sama seperti dulu
rupanya, pikir saya.

Cimory Riverside

Kurang lebih 2 jam kemudian saya tiba di Cimory Riverside yang terletak di
sebelah kanan jalan. Cuaca saat itu cukup bersahabat dan sejuk. Waktu
menunjukkan pl 17.20, saat yang tepat untuk early dinner. Yeahhh!
Ini bukan yang pertama kalinya saya ke Cimory, namun ini adalah kali
perdana saya makan jauh-jauh kemari dengan menggunakan angkutan
umum. Berangkat dari rumah di bilangan Jakarta Timur pk. 12.00 dan sampai
5.5 jam kemudian! Jangan heran dengan pesanan saya hari itu: Nachos, Mie
Goreng Ayam BBQ, Jus Sirsak, ditutup dengan Banana Split. Saya berpurapura lupa dengan beberapa pantangan makanan dari dokter untuk kesehatan
kulit saya. Today is a treat!

Mie Goreng Ayam BBQ yang sudah saya makan setengahnya ;)

Perjalanan yang melelahkan terbayar dengan pemandangan dan suasana


yang menyegarkan. Restoran ini memang sangat cocok untuk semua
kalangan, mulai dari muda-mudi, keluarga kecil, jamuan keluarga besar, atau
orang iseng seperti saya yang mengembara sendirian. Saya sangat
menikmati tempat ini, juga menjadi saksi keceriaan pengunjung yang asyik
berfoto di pinggir sungai yang dibatasi oleh pagar tinggi dan lampu gantung
yang romantis.
The best part is. harga makanannya terjangkau. Ketika membayar, gak
bikin kening berkerut. Kalau setiap minggu anda biasa makan di mall, anda
tidak akan keberatan dengan makan di Cimory. Setelah mengisi perut, saya
menyempatkan diri mampir di toko mereka yang menjual beberapa
merchandise, coklat, penganan, sampai marshmellow kegemaran saya! :)

Ada ruang menyusui juga :)

Hari menjelang malam, udara dingin mulai menusuk. Waktu saat itu
menunjukkan pk 19.30. Saya memutuskan untuk segera kembali ke Jakarta.

Dari depan Cimory saya naik angkot yang banyak berseliweran sampai pasar
Ciawi, kemudian dilanjutkan dengan naik bis apa saja yang sedang nge-tem
di perempatan pasar yang menuju Kp. Rambutan. Kebetulan ada bis Doa Ibu
yang sudah siap tancap gas, segera saya berlari daannn.. hup! Saya berhasil
duduk manis di dalam bis.
Perjalanan ke Kp. Rambutan jauh lebih singkat, kali ini hanya 45 menit,
dengan ongkos Rp 7.000,00. Segera saya menuju halte transjakarta, dan
bersiap pulang ke rumah. Saya sampai di rumah sekitar jam 9 malam, dengan
oleh-oleh makanan kecil, lumpia ayam kulit tahu, dan tentunya susu Cimory
coklat untuk anak saya.
Tidak mudah memang, bepergian di Jakarta dengan angkutan umum. Tidak
efisien dan sangat memakan waktu. Tapi perlu diingat bahwa Jakarta bukan
hanya milik orang kaya, yang punya kendaraan pribadi atau punya uang
untuk menyewa kendaraan untuk liburan. Masyarakat menengah ke bawah
pun berhak jalan-jalan (sekeluarga) dan berlibur. Kalau mereka mau ke
Puncak, ada transpor memadai dan efisien. Atau kalau mereka mau jalanjalan ke Ancol/Ragunan, tidak perlu lagi berdesakan di dalam transjakarta,
sekeluarga bisa duduk nyaman, gak keringetan di bis ber-AC. Ntah bisa
terwujud atau tidak, tapi berharap boleh kan?
Berikut adalah rincian biaya yang dibutuhkan menuju Cimory Riverside
dengan kendaraan umum, terhitung dari Terminal Kampung Rambutan:
Ke Cimory:
Retribusi Peron/Pemakaian Fasilitas Terminal Bus Antar Kota: Rp 1.000,00
Bis Marita (AC): Rp 15.000,00
Dari Cimory:
Angkot ke pasar Ciawi: Rp 4.000,00
Bis Doa Ibu (Non AC): Rp 7.000,00
TOTAL BIAYA TRANSPORTASI: Rp Rp 27.000,00 (alokasi waktu perjalanan
tergantung pada kondisi lalu lintas)