Anda di halaman 1dari 1

DIAGNOSIS OTITIS PADA KUCING

Metode yang paling sering dan mudah digunakan adalah memeriksa telinga dengan
menggunakan otoskop. Dengan alat ini dokter hewan dapat melihat keadaan telinga bagian luar
dan tengah termasuk saluran telinga. Tes lain bisa saja dilakukan dengan cara mengambil kotoran
yang terdapat di dalam telinga, kemudian diperiksa menggunakan mikroskop. Dari kotoran
tersebut diketahui kondisi dan penyebab radang telinga. Berikut adalah diagnose otitis pada
kucing yang disebabkan oleh Otodectes cynotis.
Seorang dokter hewan dapat mastikan dengan baik bahwa kucing terinfeksi tungau
Otodectes cynotis jika kucing itu muda, kanal telinga terpenuhi lapisan lilin dan timbul bau yang
tidak sedap. Tanda klinis yang mendukung diagnosis adalah adanya cairan telinga yang berwarna
hitam seperti gilingan kopi. Pemeriksaan Otodectes cynotis dapat dilakukan dengan otoskope
atau dengan mikroskop bahkan dapat secara visual. Cahaya otoskope menyebabkan tungau
keluar dari lapisan lilin telinga dan pindah ke permukaan yang gelap shingga tungau mudah
membentuk titik.
Pemeriksaan mikroskop yaitu pemeriksaan reruntuhan kulit terhadap adanya Otodectes
cynotis di bawah mikoskop. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara menggunakan cotton
tipped yang telah dibasahi karbo gliserin atau propilen glikol, kemudian dimasukkan ke dalam
saluran telinga dengan cara dimiringkan dan diputar-putar. Selanjutnya sampel tersebut diamati
di bawah mikroskop. Umumnya tungau Otodectes cynotis mudah ditemukan pada material
kerokan telinga. Tungau ini harus dibedakan dengan Sarcoptes scabiei dan Notoedres cati, yang
kduanya merupakan tungau yang banyak dijumpai pada kucing (Kustiningsih, 2001).
PROGNOSIS
Otitis merupakan inflamasi (peradangan) yang bersifat akut maupun kronik pada kanalis
auditorius. berdasarkan kedalaman lokasi inflamasinya otitis diklasifikasikan menjadi otitis
eksterna (OE), otitis media (OM), dan otitis interna (OI). Prognosis maupun terapi berbeda pada
setiap tipe otitis. Otitis ekterna merupakan peradangan terlokalisir pada canalis auditorius
externus dan membran tympani. OE sering kali terjadi pada anjing maupun kucing. angka
insidensi OE dilaporkan 5 hingga 12% pada anjing dan 2% pada kucing. Berbeda dengan otitis
eksterna, otitis media (OM) jarang terjadi pada anjing dan kucing, dilaporkan 80% resiko
tertinggi penderita OM disebabkan oleh otitis eksterna yang bersifat kronik dan berulang
(recurrent), meskipun penampakan klinis membrane tympani terlihat utuh seperti normal.
Prognosis otitis interna adalah infausta (Kustiningsih, 2001).
DAFTAR PUSTAKA
Kustiningsih, Heris. 2001. Studi Kasus Otitis Akibat Otodectes Cynotis pada Kucing di Rumah
Sakit Hewan Jakarta Sejak Januari 1999 Sampai Dengan Desember 2000 [Skripsi].
Fakultas Kedokteran Hewan. Institut Pertanian Bogor.

Anda mungkin juga menyukai