Anda di halaman 1dari 8

BABY BLUES SYNDROME

Pembimbing :
Dr.Galianti P SpKJ
OLEH :
Anak Agung Anom (030.10.026)

epidemiologi
80% terjadi pada minggu pertama setelah
melahirkan
44,5% terjadi pada tiga hari pertama masa nifas

etiologi

Patofisiologi

Gejala klinis
Beberapa gejala baby blue syndrome :

Mudah kesal, tersinggung, tidak sabar


Dipenuhi rasa sedih dan depresi
Tidak memiliki atau kurang bertenaga
Cemas, merasa bersalah dan tidak berharga
Tidak percaya diri
Menjadi tidak tertarik dengan bayi nya atau menjadi terlalu
khawatir dengan bayinya
Perasaan takut untuk menyakiti bayi nya dan diri sendiri

Diagnosis
Seseorang dikatakan baby blues syndrome apabila
terlihat secara psikologis kejiwaannya seperti :
Perasaan cemas, khawatir yang berlebihan, sedih,
murung, menangis tanpa ada sebab
Sering merasa kelelahan
Perasaan ketidakmampuan misalnya dalam mengurus
anak
Adanya perasaan putus asa

Penatalaksanaan
Pada keadaan baby blues syndrome, tatalaksana yang dibutuhkan
dari berbagai pihak antara lain : suami, keluarga, teman dekat
Penggunaan obat-obatan seperti antidepresan digunakan apabila
pasien telah mengalami depresi
Keadaan baby blues dapat dikurangi dengan meditasi (menarik
nafas panjang), berolah raga ringan, pada saat bayi tidur, ibu pun
ikut tidur.