Anda di halaman 1dari 5

HASIL

Nomor
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14

Mata Normal

12
8
5
29
74
7
45
2
Motif
16
Motif
35
96
Motif
Kesimpulan

Bima
12
8
5
29
74
7
45
2
Motif
16
Motif
35
96
Motif
TBW

Insiwi
12
8
5
29
74
7
45
2
Motif
12
Motif
35
96
Motif
TBW

Praktikan
Tsani
12
8
5
29
74
7
45
2
Motif
16
Motif
35
96
Motif
TBW

Vella
12
8
5
29
74
7
45
2
Motif
16
Motif
35
96
Motif
TBW

Diva
12
8
5
29
74
7
45
2
Motif
16
Motif
35
96
Motif
TBW

Keterangan :
BW

= BUTA WARNA

BWT = TIDAK BUTA WARNA


Pengamatan menggunakan buku ishihara

PEMBAHASAN
Pada praktikum yang dilakukan pada 8 April 2015 berjudul......... bertujuan
untuk mengetahui cara melakukan pengujian tes buta warna. Praktikum ini dilakukan
untuk mengetahui sejauh mana kemampuan mata kita melihat warna dan agar
mengetahui seseorang menderita buta warna atau tidak . Untuk mengetahui seseorang
buta warna atau tidak, dilakukan tes buta warna, yaitu dengan cara seseorang yang

akan dites buta warna mengunakan metode pembacaan buku ishihara. Buku tersebut
terdiri dari plat atau lembaran yang di dalamnya terdapat titik-titik dengan
berbagai warna dan ukuran. Titik tersebut membentuk lingkaran, warna titik itu
dibuat sedemikian rupa sehingga orang buta warna tidak akan melihat perbedaan
warna seperti yang dilihat orang normal berupa lingkaran yang di antaranya di
rancang ada angka-angka tertentu dan menghubungkan jalur dari tanda-tanda tertentu
juga. Jika normal, maka dapat membaca benar antara 1-11, jika tidak normal/buta
warna hanya bisa membaca kurang dari itu.
Pada praktikum kali ini, praktikan dipersilahkan membentuk kelompok untuk
menguji buta warna. Setiap kelompok terdiri dari 5 orang. Indikator yang kami
gunakan yaitu kecocokan angka yang disebut probandus pada buku Ishihara test
dengan angka yang terlihat oleh pembanding. Dari hasil data yang kami peroleh
menunjukkan bahwa anggota kelompok kami yang terdiri dari 4 orang perempuan dan
1 orang laki-laki, tidak ada yang mengalami kelainan buta warna. Hal ini terbukti
dengan pembacaan angka pada buku Ishihara test sesuai yang terlihat oleh
pembanding (dapat membaca dengan benar antara 1-11). Berarti pada retina terdapat
sel-sel kerucut protan yaitu sel kerucut warna merah yang dapat melihat kecerahan
warna merah, sel-sel kerucut deuteron yaitu sel kerucut yang peka terhadap warna
hijau dan sel-sel kerucut tritan yaitu sel kerucut yang peka terhadap warna biru.
Ketika melakukan tes ini pastikan berada pada ruangan yang mendapat
penyinaran matahari secara langsung atau cahaya lampu yang cukup.
Dari percobaan mengenai buta warna, diperoleh hasil sebagai berikut :
1. Bima

= Tidak mengalami buta warna, karena bisa menjawab dengan benar

antara 1-11 gambar.


2. Insiwi
= Tidak mengalami buta warna, karena bisa menjawab dengan benar
antara 1-11 gambar.
3. Tsani
= Tidak mengalami buta warna, karena bisa menjawab dengan benar
antara 1-11 gambar.
4. Vella
= Tidak mengalami buta warna, karena bisa menjawab dengan benar
antara 1-11 gambar.
5. Diva
= Tidak mengalami buta warna, karena bisa menjawab dengan benar
antara 1-11 gambar.
Kemampuan sel-sel kerucut pada retina masing-masing probandus tidak
memungkinkan bahwa silsilah keluarga probandus tidak ada yang mengalami buta
warna. Mengingat bahwa salah satu penyebab buta warna yaitu gen yang diwariskan

dari keturunan dimana gen yang mengatur buta warna ini terpaut oleh seks pada
kromosom X. Bisa saja probandus perempuan normal atau karier buta warna.
Namun, pada praktikum ini kami belum dapat mengetahui genotipe setiap probandus.
Hal tersebut sesuai dengan teori, bahwa sel kerucut dan sel batang pada retina
mempunyai fungsi yang berbeda. Sel batang tidak dapat membedakan warna dan
lebih intesif terhadap cahaya, Sel kerucut memerlukan pencahayaan lebih banyak
untuk merangsang sel tersebut. Penglihatan warna ditimbulkan adanya tiga subkelas
sel kerucut, masing-masing memiliki jenis opsinnya sendiri dan berkaitan dengan
retina untuk membentuk pigmen visual fotopsin. Fotoreseptor sebagai kerucut merah,
hijau dan biru. Spektra absorbsi untuk pigmen ini saling tumpang tindih dan persepsi
otak terhadap corak intermediet bergantung pada perbedaan stimulasi dua atau lebih
kerucut. Contoh, ketika sel kerucut merah dan hijau dirangsang kita mungkin bisa
melihat warna kuning atau oranye, bergantung pada sel kerucut mana yang paling
kuat dirangsang. Buta warna lebih banyak ditemukan pada laki-laki dibandingkan
dengan wanita karena umumnya diwariskan sebagai sifat yang terpaut seks
(Campbell, 2002).
Buta warna merupakan kelainan genetik / bawaan yang diturunkan dari orang
tua kepada anaknya, kelinan ini sering juga disebaut sex linked, karena kelainan ini
dibawa oleh kromosm X. Artinya kromosom Y tidak membawa faktor buta warna.
Hal terebut yang membedakan antara penderita buta warna pada laki dan wanita.
Wanita dengan pembawa sifat, secara fisik tidak mengalami kelalinan buta warna
sebagaimana wanita normal pada umumnya. Tetapi wanita dengan pembawa sifat
berpotensi menurukan faktor buta warna kepada anaknya kelak.
Hal tersebut seuai dengan pendapat Suryo (1996), seorang perempuan normal
menikah dengan laki-laki butawarna, maka semua anak mereka akan normal. Tetapi
sebaliknya, seorang perempuan butawarna yang menikah dengan laki-laki normal,
maka semua anak laki-laki akan butawarna. Pada kasus yang terakhir tampak bahwa
sifat keturunan butawarna diwariskan kepada keturunan laki-laki, dan sifat yang
dimiliki ayah diwariskan kepada keturunan perempuan.

KESIMPULAN
Buku ishihara dapat memeriksa penglihatan seseorang tentang melihat warna.
Pada orang yang tidak mengalami buta warna dapat menyebutkan huruf atau gambar atau
angka secara cepat dan tepat. Hal tersebut menunjukkan tidak ada kelainan yang
disebabkan oleh ketidakmampuan sel-sel kerucut mata untuk menangkap suatu spectrum
warna tertentu.
DAFTAR PUSTAKA
Campbell, Neil A., Jane B. Reece & Lawrence G. Mitchell. 2002. Biologi Edisi Kelima
Jilid 3. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Suryo, 1996. Genetika.Yogyakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat
Jenderal Pendidikan Tinggi Proyek Pendidikan Tenaga Akademik.
www.google.com/url?
sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=6&cad=rja&uact=8&ved=0CDoQFjA
F&url=http%3A%2F%2Fdownload.portalgaruda.org%2Farticle.php%3Farticle
%3D7570%26val
%3D545&ei=JccnVZnuHcu4uATlyoCwDg&usg=AFQjCNF8Yj2m43jwXeY2Cg
Q0GuE04ZmkQ&sig2=_FVheDXikzueuilDT_HAfA&bvm=bv.90491159,d.c2E
diakes 10 april jam 20.06.