Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN PRAKTIKUM PROPERTI MATERIAL

MODUL II.5
PEMERIKSAAN KOTORAN ORGANIK DALAM AGREGAT
HALUS

KELOMPOK R-14
M. Akram Ramadhan

1406533346

Nadya Ayu Anindita

1406533144

Tanggal Praktikum

: 10 Oktober 2015

Asisten Praktikum

: Fauzi Hidayatullah

Tanggal Disetujui

Nilai

Paraf Asisten

LABORATORIUM STRUKTUR DAN MATERIAL


DEPARTEMEN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS INDONESIA
DEPOK 2015

A.

TUJUAN PERCOBAAN
Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk menentukan adanya bahan
organik dalam pasir alam yang akan digunakan sebagai bahan campuran
mortar atau beton. Kotoran organik adalah bahan-bahan organik yang terdapat
di dalam pasir dan menimbulkan efek merugikan terhadap mutu mortar beton.

B.

PERALATAN
1.

Botol gelas tidak berwarna mempunyai tutup dari karet, gabus atau
lainnya yang tidak larut dalam larutan NaOH, dengan isi sekitar 350 ml.

C.

2.

Standar warna (organic plate)

3.

Larutan NaOH

BAHAN
Agregat halus 300 gram

D.

PROSEDUR
1.

Masukkan benda uji ke dalam botol

2.

Tambahkan larutan NaOH 3%. Setelah dikocok isinya harus mencapai


kira-kira 2/3 isi botol.

3.

Setelah 24 jam bandingkan warna cairan yang terlihat di atas benda uji
dengan standar warna

E.

TEORI DASAR
Kandungan bahan organik yang berlebihan pada unsur bahan beton
dapat mempengaruhi kualitas beton. Kadar organik adalah bahan-bahan yang
terdapat di dalam pasir dan menimbulkan efek kerugian terhadap suatu mortar
atau beton. Bahan organik berasal dari pohon-pohon dan dedaunan yang telah
tercampur dalam pasir dan bisaanya sudah membusuk.

Standar untuk SNI adalah "Tidak ada kandungan Bahan Organik".


Dalam PBI 1971 ditetapkan bahwa pasir yang akan dipakai untuk bahan
bangunan tidak boleh mengandung terlalu banyak zat organic, yang dapat
dibuktikan dengan percobaan warna dari Abrams Hander. Agregat halus yang
baik adalah agregat halus yang tidak mengandung bahan-bahan organik terlalu
banyak yang dibuktikan dengan percobaan warna dari Abrams-Harder, dengan
syarat warna tingkat 1 dan 2.
Standar warna yang digunakan no. 3, jika warna lebih muda dari warna
standar, yaitu no. 1 dan no. 2, maka dapat disimpulkan pasir mengandung
sedikit zat organic dan dapat digunakan sebagai bahan bangunan. Sedangkan,
jika warnanya lebih tua dari standar warna, yaitu no. 4 dan seterusnya, maka
agregat tersebut banyak mengandung bahan organic dan tidak layak digunakan
sebagai bahan bangunan.
Agregat yang tidak memenuhi syarat percobaan ini bisa dipakai
apabila kekuatan tekan adukan agregat tersebut pada umur 7 dan 28 hari tidak
kurang dari 95% dari kekuatan adukan beton dengan agregat yang sama tapi
dicuci dalam larutan 3% NaOH yang kemudian dicuci dengan air hingga
bersih pada umur yang sama. Kandungan kadar organik tinggi dapat
mengurangi kekuatan semen terutama berbahaya untuk kekuatan beton. Dalam
mortar bahan organik akan mengurangi kekuatan ikatan dan akan terlihat
sebagai noda coklat atau kuning di acian dan cat.

F.

DATA PRAKTIKUM
Setelah didiamkan selama 2x24 jam, warna cairan yang terlihat di atas
benda uji sama dengan warna standar pada nomor 3.
G. ANALISA
i.

Analisa Percobaan
Praktikum ini bertujuan untuk menentukan adanya bahan organik
dalam agregat halus yang akan digunakan sebagai bahan campuran mortar
atau beton. yang menjadi benda uji dalam percobaan kali ini.

Pertama-tama, praktikan menimbang NaOH seberat 7.5 gram,


kemudian praktikan juga mengambil air sebanyak 300 ml. Lalu praktikan
menuangkan NaOH seberat 7.5 gram tersebut ke dalam gelas yang sudah
berisi air dan mengaduknya dengan menggunakan batang plastik.
Setelah itu, praktikan menimbang agregat halus sebanyak 300
gram. Sesudah ditimbang, agregat halus tersebut dipindahkan ke dalam
botol gelas. Saat memindahkan pasir, botol gelas harus ditepuk dan
digoyang agar pasir dapat dimasukkan semuanya ke dalam botol.
Kemudian, praktikan menuangkan larutan NaOH 3% yang telah
dibuat ke dalam erlenmeyer yang telah dituangkan pasir. NaOH harus
dituang pelan-pelan supaya NaOH dapat mengenai seluruh pasir yang ada
di dalam tabung erlenmeyer.
Setelah seluruh pasir dan larutan NaOH 3% dimasukkan
seluruhnya ke dalam tabung erlenmeyer, campuran ini harus didiamkan
dulu minimal 24 jam sebelum dicek perubahan warnanya. Setelah
didiamkan lebih dari 24 jam, praktikan membandingkan warna cairan yang
ada dengan standar warna atau organic plate.
ii.

Analisa Hasil

iii.

Analisa Kesalahan
Pada dasarnya pada praktikum kali ini tidak diperoleh pengolahan
data untuk menunjukkan adanya kesalahan realtif dari data praktikum.
Namun, pada saat praktikum dapat terjadi beberapa kesalahan yang akan
mempengaruhi hasil yang diperoleh, kesalahan tersebut antara lain:
1)

Air yang digunakan bisa saja tidak tepat 300 ml, karena pada saat
pengambilan mata praktikan tidak sejajar dengan gelas ukur.

2)

Pada saat memasukkan pasir ke tabung erlenmeyer, ada


kemungkinan pasirnya ada yang jatuh atau tertiup angin.
Sehingga, pasir yang masuk ke dalam tabung tidak tepat 300
gram.

H. REFERENSI
American Society for Testing and Materials. Standards Test Method for
Organic Impurities in
Fine Aggregates for Concrete, No. ASTM C 40-04. Annual Book of AST,
Standards, Vol 04.02.
Badan Standarisasi Nasional. Meode pengujian kotoran organik dalam pasir
untuk campuran mortar atau beton, SNI 03-2816-1992

I. LAMPIRAN