Anda di halaman 1dari 8

A.

sistem nefrourinarius:
1. ekstrophia vesicae,
2. UTI,
3. GO,
4. Uncomplicated pyelonefritis
5. parapimosis,
6. ruptur uretra,
7. ruptur kandung kencing,
8. ruptur ginjal,
9. striktur uretra,
10.priapismus
B. sistem muskulo skeletal:
1. paronychia,
2. tendosynovitis supuratif,
3. in growing toe nail, ganglion cyst,
4. lipoma
C. sistem reproduksi:
1. mother taking tobacco,
2. abortion,
3. primary mild contraction
4. secondary mild contraction,
5. incontinence of urine and feses,
6. condilomata acuminata, abses hair folicle or sebaceous gland
7. vaginitis,
8. bacterial vaginosis,
9. cervisitis,
10.vulvitis,
11.salpingitis,
12.cracked nipple,
13.inverted nipple
D. sistem saraf:
1. febrile convultion,
2. tetanus,
3. tension headache
E. sistem respirasi:
1. uncomplicated pulmonary tuberculosis,
2. TB dengan HIV,
3. acute bronchitis,
4. bronchopnemonia,
5. influenza,
6. bronchial asthma,
7. pertusis
F. sistem cardiovaskuler:
1. esential hipertension
G. sistem gastrointetinal, hepatobilier, pankreas:
1. candidiasis,
2. mouth ulcer (heerpes, aphthous),
3. infection of umbilicius,
4. gastritis,
5. GERD,
6. hepatitis,
7. thyphoid fever,
8. cholera,
9. gastroenteritis,
10.food alergy,
11.food poisoning,
12.hookworm diseases,
13.strongyloidiasis,
14.ascariasis,

15.schistosomiasis,
16.taeniasis,
17.disentry bacilii,
18.amebiasis
H. sistem endokrin, gangguan metabolik dan nutrisi:
1. NIDDM,
2. hiperlipoprotein,
3. obesity,
4. protein energy malnutrition,
5. vitamin deficiencies,
6. Dislipidemia
I. sistem hematoimunologi:
1. iron deficiency anemia,
2. dengue fever,
3. DHF,
4. malaria,
5. uncomplicated SLE
J. sistem indra:
1. conjungtivitis (allergi, viral, bakterial),
2. eyelid laseration,
3. eyelid retraction,
4. congenital deafness,
5. otitis externa,
6. OMA,
7. benign postural vertigo,
8. motion sickness,
9. meniere's diseases,
10.ear trauma,
11.furuncle of nose,
12.rhinitis,
13. epstaksis,
14.laringitis,
15. nasopharingitis,
16.pharingitis,
17.tonsilitis,
18.supurative parotitis,
19.mumps,
20.corpus alienum pada hidung,
21.carbuncle,
22.hidranitis suppurativa
K. System kulit dan integument:
1. verruca vyulgaris,
2. molluscum contagiosum
3. herpes zoster
4. morbilii
5. herpes simplek
6. impetigo
7. ulcerative impetigo/ecthyna
8. superficial folliculitis
9. furuncle,cabucle
10.erythrasma
11.erysipelas
12.scrofuloderma
13.leprosy
14.syphilis
15.tinea capitis
16.tinea barbae
17.tinea faciale
18.tinea corporis

19.tinea manus
20.tinea unguinum
21.tinea cruris
22.tinea suppurativa
23.tinea pedis
24.tinea versiclor
25.moccutaneous candidiasis
26.cutaneus larva migrant
27.filariasis
28.pediculosis capitis
29.pediculosis pubis
30.scabies
31.insect bites reaction
32.contact dermatitis irritant
33.atopic dermatitis
34.napkin eczema
35.nummular dermatitis
36.plamoplantar pustulosis
37.seboroic dermatitis
38.pityriasis rosea
39.acne vulgaris
40.hidradenitis supurativa
41.perioral dermatitis
42.miliaria
43.utrikaria
44.exanthematous drug eruption
45.fixed drug eruption

PEMERIKSAAN SISTEM NEFRO URINARIUS:


1. Bimanual ginjal
2. Pemeriksaan nyeri ketok ginjal
3. Perkusi kandung kemih

PEMERIKSAAN SISTEM REPRODUKSI:


1. Inspeksi penis
2. Inspeksi skrotum
3. Px umum termasuk px payudara (inspeksi dan palpasi)
4. Inspeksi dan palpasi genitalia eksterna
5. Pemeriksaan speculum:inspeksi vagina dan serviks
6. Pemeriksaan bimanual: palpasi vagina, serviks, korpus uteri, ovarium
7. Melakukan swab vagina
8. Duh genital: bau, ph, px gram, salin, KOH
9. Melakukan papsmear
10.Pemeriksaan IVA
11.Melatih px payudara sendiri
12.Advokasi kontrasepsi
13.Merawat wanita hamil
14.Inspeksi abdomen wanita hamil
15.Palpas: tinggi fundus, maneuver Leopold, penilaian posisi dari luar
16.Mengukur denyut jantung janin
17.Menolong persalinan fisiologis
18.Pemeriksaan obstetric (penilaian serviks, dilatasi, membrane,
presentasi janin dan penurunan)
19.Menerima/megang bayi baru lahir
20.Apirasi mulut/tenggorokan bayi baru lahir
21.Menilai apgar skor
22.Klem tali plasenta/pemisahan plasenta
23.Pemeriksaan tali plasenta
24.Pemeriksaan fisik bayi baru lahir
25.Postpartum: pemeriksaan tinggi fundus, plasenta: lepas/tersisa
26.Melahirkan plasenta
27.Pemeriksaan plasenta dan tali plasenta
28.Memperkirakan/ kehilangan darah, sesudah melahirkan
29.Memperbaiki episiotomy dan laserasi
30.Membantu dan memeriksa ibu dan bayi baru lahir
31.Menilai lochia
32.Palpasi posisi fundus
33.Payudara: inspeksi, laktasi, massage
34.Mengajarkan hygiene
35.Mendiskusikan kontrasepsi
36.Inspeksi luka episiotomy
PEMERIKSAAN SISTEM ENDOKRIN, GANGGUAN METABOLIK DAN NUTRISI:
1. Penilaian status gizi
2. Palpasi kelenjar troid
3. Mengatur diet
PEMERIKSAAN SISTEM GASTROINTESTINL, HEPATOBILIAR, PANKREAS:
1. Inspeksi abdomen
2. Inspeksi abdomen
3. Palpasi (dinding perut, kolon, hepar, lien, aorta, rigiditas dinding
perut)
4. Pemeriksaan nyeri tekan dan nyeri lepas (Blumberg test)
5. Pemeriksaan Psoas sign
6. Pemeriksaan Obturator sign
7. Perkusi (pekak hati dan area Traube)
8. Pemeriksaan pekak beralih (shifting dullness)
9. Pemeriksaan undulasi (fluid thrill)
10.Pemeriksaan rektum (RT)
11.Palpasi sakrum
12.Inspeksi sarung tangan
13.Persiapan dan pemeriksaan tinja
14.Pemeriksaan feses

15.Darah samar
16.Protozoa
17.Cacing usus
PEMERIKSAAN HEMATOIMUNOLOGI:
1. Pengukuran kadar gula darah
2. Palpasi kelenjar limfe
3. Pengukuran Hb
4. Uji deteksi protein
5. Uji deteksi glukosa
6. Uji deteksi darah
7. Uji deteksi empedu
8. Laju endap darah/kecepatan endap darah (LED/KED)
PEMERIKSAAN PSIKIATRI:
1. Alloanamnesis dengan anggota keluarga/ orang lain yang bermakna
2. Alloanamnesis dengan anggota keluarga/ orang lain yang bermakna
3. Memperoleh data mengenai keluhan / masalah utama
4. Menelusuri riwayat perjalanan penyakit sekarang/dahulu
5. Memperoleh data bermakna mengenai riwayat perkembangan,
pendidikan, pekerjaan, perkawinan, kehidupan keluarga
6. Penilaian status mental
7. Penilaian kesadaran
8. Penilaian persepsi
9. Penilaian orientasi
10.Mampu menentukan indikasi rujuk
PEMERIKSAAN MUSKULOSKELETAL:
1. Inspeksi tulang belakang saat berbaring
2. Inspeksi tonus otot ekstremitas
3. Inspeksi tulang belakang saat bergerak
4. Inspeksi bahu/ extremitas atas
5. Inspeksi sendi ekstremitas
6. Inspeksi posisi scapula
7. Inspeksi fleksi dan ekstensi punggung
8. Penilaian fleksi lumbal
9. Panggul: penilaian fleksi dan ekstensi, adduksi, abduksi dan rotasi
10.Menilai atrofi otot
11.Lutut: menilai ligamen krusiatus dan kolateral
12.Kaki: inspeksi postur dan bentuk
13.Kaki: penilaian fleksi dorsal/plantar, inversi dan eversi
14.Palpasi for tenderness
15.Palpasi tulang belakang, sendi sacro-iliac dan otot-otot punggung
16.Inspeksi gait
17.Inspeksi postur tulang belakang/pelvis
PEMERIKSAAN KULIT DAN INTEGUMEN:
1. Kulit, inspeksi dengan kaca pembesar
2. Inspeksi membran mukosa
3. Inspeksi daerah perianal
4. Inspeksi kulit dan kuku ekstremitas
5. Kulit, inspeksi dengan sinar UVA (Woods lamp)
6. Dermografisme
7. Palpasi kulit
8. Deskripsi lesi kulit dengan perubahan primer dan sekunder, seperti
ukuran, distribusi, penyebaran dan konfigurasi
9. Perawatan luka
10.To apply a dressing
PEMERIKSAAN RESPIRASI:
1. Palpasi trakea
2. Inspeksi dada saat berbaring
3. Penilaian respirasi
4. Palpasi fremitus taktil

5. Perkusi paru dan dasar paru


6. Auskultasi paru
7. Persiapan dan pemeriksaan sputum
PEMERIKSAAN CARDIOVASKULER:
1. Inspeksi dada
2. Palpasi denyut apeks jantung
3. Palpasi arteri karotis
4. Perkusi ukuran jantung
5. Auskultasi jantung
6. Pengukuran tekanan darah
7. Pengukuran tekanan vena jugularis (JVP)
8. Palpasi denyut arteri ekstremitas
9. Penilaian denyut kapiler
10.Penilaian pengisian ulang kapiler (capillary refill)
11.Deteksi bruits
12.Pijat jantung luar
13.Resusitasi cairan

PEMERIKSAAN SARAF:
1. Pemeriksaan indra penciuman
2. Inspeksi lebar celah palpebra
3. Inspeksi pupil (ukuran dan bentuk)
4. Reaksi pupil terhadap cahaya
5. Reaksi pupil terhadap obyek dekat
6. Penilaian gerakan bola mata
7. Penilaian diplopia
8. Penilaian nistagmus
9. Refleks kornea
10.Penilaian kesimetrisan wajah
11.Penilaian kekuatan otot temporal dan masseter
12.Penilaian sensasi wajah
13.Penilaian pergerakan wajah
14.Penilaian indra pengecapan
15.Penilaian indra pendengaran (lateralisasi, konduksi udara dan tulang)
16.Inspeksi palatum
17.Penilaian kekuatan otot
18.Inspeksi cara berjalan (gait)
19.Inspeksi: postur, habitus, gerakan involunter
20.Penilaian tonus otot
21.Lidah, inspeksi saat istirahat
22.Lidah, inspeksi dan penilaian sistem motorik (misal dengan dijulurkan
keluar)
23.Inspeksi: postur, habitus, gerakan involunter
24.Penilaian tonus otot
25.Penilaian kekuatan otot
26.Tes untuk disdiadokinesis
27.Inspeksi cara berjalan (gait)
28.Shallow knee bend
29.Tes Romberg
30.Tes Romberg dipertajam
31.Tes telunjuk hidung
32.Tes tumit lutut

33.Penilaian raba nyeri


34.Penilaian raba suhu
35.Penilaian raba halus
36.Penilaian rasa posisi (proprioseptif)
37.Penilaian sensasi diskriminatif (mis. stereognosis)
38.Penilaian tingkat kesadaran dengan skala koma Glasgow (GCS)
39.Penilaian orientasi
40.Penilaian afasia
41.Penilaian daya ingat/ memori
42.Penilaian konsentrasi
43.Refleks tendon (bisep, trisep, pergelangan, platela, tumit)
44.Refleks abdominal
45.Refleks kremaster
46.Refleks anal
47.Tanda Hoffmann-Tromner
48.Respon plantar (termasuk grup Babinski)
49.Snout reflex
50.Refleks menghisap / rooting reflex
51.Refleks menggengam palmar / grasp reflex
52.Refleks glabela
53.Refleks palmomental
54.Interpretasi X-Ray tengkorak
55.Interpretasi X-Ray tulang belakang
56.Tanda Lasegue
57.Tanda Chavostek
58.Tanda Patrick dan kontra-Patrick
59.Penilaian fontanel
60.Deteksi kaku kuduk
61.Penilaian fleksi lumbal
62.Mendeteksi nyeri diakibatkan tekanan vertikal
63.Perkusi tulang belakang
64.Inspeksi tulang belakang saat bergerak
65.Inspeksi tulang belakang saat istirahat
PEMERIKSAAN INDERA:
1. Penilaian penglihatan
2. Penilaian penglihatan, bayi dan anak
3. Penilaian refraksi, subjektif
4. Lapang pandang, Amsler panes
5. Inspeksi kelopak mata
6. Inspeksi sclera
7. Inspeksi bulu mata
8. Inspeksi konjungtiva, termasuk forniks
9. Inspeksi kelopak mata dengan eversi kelopak atas
10.Inspeksi pupil
11.Penilaian pupil dengan reaksi langsung terhadap cahaya dan
konvergensi
12.Inspeksi bilik mata depan
13.Inspeksi iris
14.Inspeksi lensa
15.Tekanan intra okular, estimasi dengan palpasi
16.Tes penglihatan warna
17.Inspeksi aurikula, posisi telinga dan mastoid
18.Pemeriksaan meatus auditorius externus dengan otoskop
19.Pemeriksaan membran timpani dengan otoskop
20.Menggunakan cermin kepala
21.Menggunakan lampu kepala
22.Tes pendengaran, pemeriksaan garpu tala (Weber, Rinne, Schwabach)
23.Tes pendengaran, tes berbisik
24.Inspeksi bentuk hidung dan lubang hidung

25.Penilaian obstruksi hidung


26.Rhinoscopy anterior
27.Inspeksi bibir dan kavitas oral
28.Inspeksi tonsil
29.Penilaian pergerakan lidah
30.Penilaian pergerakan otot-otot hipoglosus
31.Inspeksi leher
32.Palpasi kelenjar ludah (submandibular, parotid)
33.Palpasi nodus limfatikus brachialis
34.Palpasi kelenjar tiroid
35.Pemberian obat tetes mata
36.Aplikasi salep mata