Anda di halaman 1dari 28

LAPORAN KASUS PSIKIATRI

Nama

: Ny. Sp

Umur

: 60 tahun

Jenis Kelamin

: Perempuan

Alamat

: Jl. Kancil

Pekerjaan

: Wiraswasta

Agama

: Kristen

Status Perkawinan

: Sudah menikah

Pendidikan

: SMA

Tanggal Pemeriksaan : 26 Oktober 2015


Tempat Pemeriksaan : Poliklinik RSU Anutapura Palu

Wawanca Psikiatri
DM: Dokter Muda
P: Pasien
D

Selamat pagi bu, saya mutia dokter muda yang dinas di anutapura, kalau

M
P
D

boleh tau dengan ibu siapa? (sambil jabat tangan)


Ibu susi
Ibu susi umurnya berapa tahun bu?

M
P
D

63
Alamatnya di mana bu?

M
P
D

Jalan kancil
Pekerjaannya apa bu

M
P
D

Wiraswasta dok
Ibu sudah menikah bu?

M
P
D

Iya sudah
Ada nomor telepon yang bisa di hubungi bu?

M
P
D

Iya, 085241426610
Baik bu, apa yang ibu rasakan sampai datang ke dokter bu?

M
P

Sering sakit saya punya kepala ini, baru tadi pagi sekitar jam 9 saya ada

pingsan
Pingsannya lama tidak bu?

M
P
D

Saya kurang tau juga barangkali sekitar 20 menit begitu


Ibu sudah sering pingsan bu?

M
P
D

Iya
Sejak kapan itu ibu mulai pingsan?

M
P
D

Kira-kira ini 5 tahun yang lalu, pas-pas saya di bilang vertigo


Owh jadi sakit kepala dan pingsannya ibu awal mulanya 5 tahun yang lalu

M
P
D

ya bu?
Iya kira-kira begitu
Hm kalau boleh tau bu mungkin ada peristiwa atau kejadian apa begitu bu 5
2

M
P
D

tahun yang lalu?


(diam beberapa saat)
Tidak apa-apa bu, di cerita saja, supaya kita tau apa yang bisa kita bantu bu

M
P

Hmm bagini saya ini dulu ada rumahku, ada juga hartaku jadi saya suka
bantu-bantu orang. Ada ini temanku punya banyak utang, saya bantu dia
sudah, ternyata dia tipu saya. Dia bilang sama itu renteir saya jadi
jaminannya, akhirnya rumahku di sita itu rentenir baru saya tidak tau sudah

kemana itu temanku.


(menyimak)

M
P

Habis itu, kita so rasa malu sama tetangga, di kira kita yang ba utang, baru
dari situ so te ada tenang saya rasa bapikir mau tinggal di mana. Puji tuhan
ada rejeki tuhan kasi, akhirnya saya beli BTN, saya so mulai ba jual-jual
nasi kuning dekat jembatan penyebrangan depan mall tatura itu. Baru pas
tahun 2012 saya pe anak ada kasi uang 70 juta, jadi saya ada beli tanah di
jalan maleo harganya 100 juta ukurannya itu sekitar 40 x 30, baru saya jual
ulang itu tanah dengan harga 170 juta jadi ada untung sekitar 70 juta, saya
jual dengan orang bugis. Skitar 1 atau 2 bulan dari situ, mau untung hanya
jadi buntung, tau-tau itu tanah sudah di jual dengan orang lain 10 tahun
yang lalu, jadi saya pergi ke kantor pertanahan untuk cek, tau-taunya betul
itu tanah so dijual 10 tahun yang lalu. pokoknya saya ta tipu lagi. Akhirnya
itu orang bugis minta uangnya di kembalikan, saya so usaha ba kasi
kembali baru 70 juta yang bisa saya kasi kembali, akhirnya dia kasi maso di
sel saya selama 3 hari, aduh pe malu kita, baru masi dua anak
perempuaanku belum menikah, kasian. Jadi saya te bilang kalau saya di
tahan saya bilang saya keluar kota, kasian no saya pe anak nanti. Apa orang
bilang mamanya mantan napi. Sampai sekarang belum bisa saya lunaskan,

masi saya ba jual terus ini.


Oh, jadi itu yang menjadi pikirannya ibu, mohon maaf bu, kalau boleh tau

M
P
D

suami ibu di mana?


Ada suamiku, kita beda agama tapi kita damai
Oh iya bu, suaminya kerja bu?

M
P
D

Sudah pensiunan PU
Anaknya ibu berapa bu?

M
P

Ada 3, pertama perempuan, kedua laki-laki (tampak sedih), yang terakhir

perempuan.
Owh jadi 2 anak perempuannya bu yang belum menikah itu bu?

M
P
D

Iya (masih tampak sedih)


Kalau yang laki-laki bu?

M
P
D

Sudah meninggal 4 bulan yang lalu


Oh iya bu, (diam sejenak). Kalau boleh tau bu, meninggal kenapa anaknya

M
P

bu?
Saya punya anak itu, saya sayang sekali, ganteng, suka main voli, tidak
nakal, sudah mau . Tapi belum ada kerjanya yang pasti. Jadi saya suru saja
dia cari-cari kerja. Dia dapat kerja proyek di Lambunu. Bulan Mei dia ke
Lambunu, baru dia di ajak curang sama temannya. Anakku ini polos jadi te
ada dia ba curang-curang. Orang jengkel sama dia. Akhirnya selasa malam
dia di ajak minum ternyata minumnya ada di taro racun habis itu kita pe
anak di buang di dekat sungai. Ada saksi mata supir mobil di itu proyek tapi

dia di ancam keluarganya jadi takut dia bersaksi.


Oh iya bu, jadi ibu tambah sedih bu, dengan peristiwa ini?

M
P

Iya, itu semua jadi kepikaranku, biasa langsung sakit kepalaku. Apalagi
kalau ada laki-laki lewat pake parfum axe langsung saya ingat anakku. Baru
kaya langsung datang dia, dia bilang mace ini saya pelo saya mace.

Langsung tidak bisa berdiri saya, seperti tidak sadar.


Oh jadi kalau cium parfum axe langsung kaya ada anaknya ibu bu?

M
P
D

Iya (diam)
Ibu susah tidur bu? Ada mimpi buruk begitu bu?

M
P

Iya ada, saya mimpi anakku itu tangannya di pegang baru di tarik orang ke

kiri dengan ke kanan (sedih)


Baiklah bu, mohon maaf sebelumnya bu, ibu pernah sakit berat bu sampai

M
P
D

di rawat di RS bu?
Tidak pernah
Mohon maaf bu di rumah ada yang merokok atau minum alkohol bu?

M
P
D

Tidak ada
Baiklah bu apa ibu ingat dulu ibunya ibu atau bapaknya ibu ada cerita ibu

M
P

lalu lahir normalkah, cukup bulankah, baru siapa yang bantu bu?
Dulu saya lahir normal di rumah, namanya orang tua dulu belum ada yang

begini (sambil menunjuk rumah sakit) jadi di bantu dukun


Iya bu, waktu ibu kecil ibu ingat di kasi asi sampai kapan bu?

M
P
D

Sy so tidak ingat
Oh iya bu, waktu ibu kecil punya banyak teman bu?

M
P
D

Iya, saya cerewet saya suka bermain dengan banyak orang


Selamat pagi bu, saya mutia dokter muda yang dinas di anutapura, kalau

M
P
D

boleh tau dengan ibu siapa? (sambil jabat tangan)


Ibu susi
Ibu susi umurnya berapa tahun bu?

M
P
D

63
Alamatnya di mana bu?

M
P
D

Jalan kancil
Pekerjaannya apa bu

M
P
D

Wiraswasta dok
Ibu sudah menikah bu?

M
P
D

Iya sudah
Ada nomor telepon yang bisa di hubungi bu?

M
P
D

Iya, 085241426610
Baik bu, apa yang ibu rasakan sampai datang ke dokter bu?

M
P

Sering sakit saya punya kepala ini, baru tadi pagi sekitar jam 9 saya ada

pingsan
Pingsannya lama tidak bu?

M
P
D

Saya kurang tau juga barangkali sekitar 20 menit begitu


Ibu sudah sering pingsan bu?

M
P
D

Iya
Sejak kapan itu ibu mulai pingsan?

M
P
D

Kira-kira ini 5 tahun yang lalu, pas-pas saya di bilang vertigo


Owh jadi sakit kepala dan pingsannya ibu awal mulanya 5 tahun yang lalu

M
P
D

ya bu?
Iya kira-kira begitu
Hm kalau boleh tau bu mungkin ada peristiwa atau kejadian apa begitu bu 5

M
P
D

tahun yang lalu?


(diam beberapa saat)
Tidak apa-apa bu, di cerita saja, supaya kita tau apa yang bisa kita bantu bu

M
P

Hmm bagini saya ini dulu ada rumahku, ada juga hartaku jadi saya suka
bantu-bantu orang. Ada ini temanku punya banyak utang, saya bantu dia
sudah, ternyata dia tipu saya. Dia bilang sama itu renteir saya jadi
jaminannya, akhirnya rumahku di sita itu rentenir baru saya tidak tau sudah

kemana itu temanku.


(menyimak)

M
P

Habis itu, kita so rasa malu sama tetangga, di kira kita yang ba utang, baru
dari situ so te ada tenang saya rasa bapikir mau tinggal di mana. Puji tuhan
ada rejeki tuhan kasi, akhirnya saya beli BTN, saya so mulai ba jual-jual
nasi kuning dekat jembatan penyebrangan depan mall tatura itu. Baru pas
tahun 2012 saya pe anak ada kasi uang 70 juta, jadi saya ada beli tanah di
jalan maleo harganya 100 juta ukurannya itu sekitar 40 x 30, baru saya jual
ulang itu tanah dengan harga 170 juta jadi ada untung sekitar 70 juta, saya
jual dengan orang bugis. Skitar 1 atau 2 bulan dari situ, mau untung hanya
jadi buntung, tau-tau itu tanah sudah di jual dengan orang lain 10 tahun
yang lalu, jadi saya pergi ke kantor pertanahan untuk cek, tau-taunya betul
itu tanah so dijual 10 tahun yang lalu. pokoknya saya ta tipu lagi. Akhirnya
itu orang bugis minta uangnya di kembalikan, saya so usaha ba kasi

kembali baru 70 juta yang bisa saya kasi kembali, akhirnya dia kasi maso di
sel saya selama 3 hari, aduh pe malu kita, baru masi dua anak
perempuaanku belum menikah, kasian. Jadi saya te bilang kalau saya di
tahan saya bilang saya keluar kota, kasian no saya pe anak nanti. Apa orang
bilang mamanya mantan napi. Sampai sekarang belum bisa saya lunaskan,
D

masi saya ba jual terus ini.


Oh, jadi itu yang menjadi pikirannya ibu, mohon maaf bu, kalau boleh tau

M
P
D

suami ibu di mana?


Ada suamiku, kita beda agama tapi kita damai
Oh iya bu, suaminya kerja bu?

M
P
D

Sudah pensiunan PU
Anaknya ibu berapa bu?

M
P

Ada 3, pertama perempuan, kedua laki-laki (tampak sedih), yang terakhir

perempuan.
Owh jadi 2 anak perempuannya bu yang belum menikah itu bu?

M
P
D

Iya (masih tampak sedih)


Kalau yang laki-laki bu?

M
P
D

Sudah meninggal 4 bulan yang lalu


Oh iya bu, (diam sejenak). Kalau boleh tau bu, meninggal kenapa anaknya

M
P

bu?
Saya punya anak itu, saya sayang sekali, ganteng, suka main voli, tidak
nakal, sudah mau . Tapi belum ada kerjanya yang pasti. Jadi saya suru saja
dia cari-cari kerja. Dia dapat kerja proyek di Lambunu. Bulan Mei dia ke
Lambunu, baru dia di ajak curang sama temannya. Anakku ini polos jadi te
ada dia ba curang-curang. Orang jengkel sama dia. Akhirnya selasa malam
dia di ajak minum ternyata minumnya ada di taro racun habis itu kita pe
anak di buang di dekat sungai. Ada saksi mata supir mobil di itu proyek tapi

dia di ancam keluarganya jadi takut dia bersaksi.


Oh iya bu, jadi ibu tambah sedih bu, dengan peristiwa ini?

M
P

Iya, itu semua jadi kepikaranku, biasa langsung sakit kepalaku. Apalagi

kalau ada laki-laki lewat pake parfum axe langsung saya ingat anakku. Baru
kaya langsung datang dia, dia bilang mace ini saya pelo saya mace.
D

Langsung tidak bisa berdiri saya, seperti tidak sadar.


Oh jadi kalau cium parfum axe langsung kaya ada anaknya ibu bu?

M
P
D

Iya (diam)
Ibu susah tidur bu? Ada mimpi buruk begitu bu?

M
P

Iya ada, saya mimpi anakku itu tangannya di pegang baru di tarik orang ke

kiri dengan ke kanan (sedih)


Baiklah bu, mohon maaf sebelumnya bu, ibu pernah sakit berat bu sampai

M
P
D

di rawat di RS bu?
Tidak pernah
Mohon maaf bu di rumah ada yang merokok atau minum alkohol bu?

M
P
D

Tidak ada
Baiklah bu apa ibu ingat dulu ibunya ibu atau bapaknya ibu ada cerita ibu

M
P

lalu lahir normalkah, cukup bulankah, baru siapa yang bantu bu?
Dulu saya lahir normal di rumah, namanya orang tua dulu belum ada yang

begini (sambil menunjuk rumah sakit) jadi di bantu dukun


Iya bu, waktu ibu kecil ibu ingat di kasi asi sampai kapan bu?

M
P
D

Sy so tidak ingat
Oh iya bu, waktu ibu kecil punya banyak teman bu?

M
P
D

Iya, saya cerewet saya suka bermain dengan banyak orang


Selamat pagi bu, saya mutia dokter muda yang dinas di anutapura, kalau

M
P
D

boleh tau dengan ibu siapa? (sambil jabat tangan)


Ibu susi
Ibu susi umurnya berapa tahun bu?

M
P
D

63
Alamatnya di mana bu?

M
P
D

Jalan kancil
Pekerjaannya apa bu

M
P

Wiraswasta dok
8

Ibu sudah menikah bu?

M
P
D

Iya sudah
Ada nomor telepon yang bisa di hubungi bu?

M
P
D

Iya, 085241426610
Baik bu, apa yang ibu rasakan sampai datang ke dokter bu?

M
P

Sering sakit saya punya kepala ini, baru tadi pagi sekitar jam 9 saya ada

pingsan
Pingsannya lama tidak bu?

M
P
D

Saya kurang tau juga barangkali sekitar 20 menit begitu


Ibu sudah sering pingsan bu?

M
P
D

Iya
Sejak kapan itu ibu mulai pingsan?

M
P
D

Kira-kira ini 5 tahun yang lalu, pas-pas saya di bilang vertigo


Owh jadi sakit kepala dan pingsannya ibu awal mulanya 5 tahun yang lalu

M
P
D

ya bu?
Iya kira-kira begitu
Hm kalau boleh tau bu mungkin ada peristiwa atau kejadian apa begitu bu 5

M
P
D

tahun yang lalu?


(diam beberapa saat)
Tidak apa-apa bu, di cerita saja, supaya kita tau apa yang bisa kita bantu bu

M
P

Hmm bagini saya ini dulu ada rumahku, ada juga hartaku jadi saya suka
bantu-bantu orang. Ada ini temanku punya banyak utang, saya bantu dia
sudah, ternyata dia tipu saya. Dia bilang sama itu renteir saya jadi
jaminannya, akhirnya rumahku di sita itu rentenir baru saya tidak tau sudah

kemana itu temanku.


(menyimak)

M
P

Habis itu, kita so rasa malu sama tetangga, di kira kita yang ba utang, baru
dari situ so te ada tenang saya rasa bapikir mau tinggal di mana. Puji tuhan
ada rejeki tuhan kasi, akhirnya saya beli BTN, saya so mulai ba jual-jual
9

nasi kuning dekat jembatan penyebrangan depan mall tatura itu. Baru pas
tahun 2012 saya pe anak ada kasi uang 70 juta, jadi saya ada beli tanah di
jalan maleo harganya 100 juta ukurannya itu sekitar 40 x 30, baru saya jual
ulang itu tanah dengan harga 170 juta jadi ada untung sekitar 70 juta, saya
jual dengan orang bugis. Skitar 1 atau 2 bulan dari situ, mau untung hanya
jadi buntung, tau-tau itu tanah sudah di jual dengan orang lain 10 tahun
yang lalu, jadi saya pergi ke kantor pertanahan untuk cek, tau-taunya betul
itu tanah so dijual 10 tahun yang lalu. pokoknya saya ta tipu lagi. Akhirnya
itu orang bugis minta uangnya di kembalikan, saya so usaha ba kasi
kembali baru 70 juta yang bisa saya kasi kembali, akhirnya dia kasi maso di
sel saya selama 3 hari, aduh pe malu kita, baru masi dua anak
perempuaanku belum menikah, kasian. Jadi saya te bilang kalau saya di
tahan saya bilang saya keluar kota, kasian no saya pe anak nanti. Apa orang
bilang mamanya mantan napi. Sampai sekarang belum bisa saya lunaskan,
D

masi saya ba jual terus ini.


Oh, jadi itu yang menjadi pikirannya ibu, mohon maaf bu, kalau boleh tau

M
P
D

suami ibu di mana?


Ada suamiku, kita beda agama tapi kita damai
Oh iya bu, suaminya kerja bu?

M
P
D

Sudah pensiunan PU
Anaknya ibu berapa bu?

M
P

Ada 3, pertama perempuan, kedua laki-laki (tampak sedih), yang terakhir

perempuan.
Owh jadi 2 anak perempuannya bu yang belum menikah itu bu?

M
P
D

Iya (masih tampak sedih)


Kalau yang laki-laki bu?

M
P
D

Sudah meninggal 4 bulan yang lalu


Oh iya bu, (diam sejenak). Kalau boleh tau bu, meninggal kenapa anaknya

M
P

bu?
Saya punya anak itu, saya sayang sekali, ganteng, suka main voli, tidak
nakal, sudah mau . Tapi belum ada kerjanya yang pasti. Jadi saya suru saja
10

dia cari-cari kerja. Dia dapat kerja proyek di Lambunu. Bulan Mei dia ke
Lambunu, baru dia di ajak curang sama temannya. Anakku ini polos jadi te
ada dia ba curang-curang. Orang jengkel sama dia. Akhirnya selasa malam
dia di ajak minum ternyata minumnya ada di taro racun habis itu kita pe
anak di buang di dekat sungai. Ada saksi mata supir mobil di itu proyek tapi
D

dia di ancam keluarganya jadi takut dia bersaksi.


Oh iya bu, jadi ibu tambah sedih bu, dengan peristiwa ini?

M
P

Iya, itu semua jadi kepikaranku, biasa langsung sakit kepalaku. Apalagi
kalau ada laki-laki lewat pake parfum axe langsung saya ingat anakku. Baru
kaya langsung datang dia, dia bilang mace ini saya pelo saya mace.

Langsung tidak bisa berdiri saya, seperti tidak sadar.


Oh jadi kalau cium parfum axe langsung kaya ada anaknya ibu bu?

M
P
D

Iya (diam)
Ibu susah tidur bu? Ada mimpi buruk begitu bu?

M
P

Iya ada, saya mimpi anakku itu tangannya di pegang baru di tarik orang ke

kiri dengan ke kanan (sedih)


Baiklah bu, mohon maaf sebelumnya bu, ibu pernah sakit berat bu sampai

M
P
D

di rawat di RS bu?
Tidak pernah
Mohon maaf bu di rumah ada yang merokok atau minum alkohol bu?

M
P
D

Tidak ada
Baiklah bu apa ibu ingat dulu ibunya ibu atau bapaknya ibu ada cerita ibu

M
P

lalu lahir normalkah, cukup bulankah, baru siapa yang bantu bu?
Dulu saya lahir normal di rumah, namanya orang tua dulu belum ada yang

begini (sambil menunjuk rumah sakit) jadi di bantu dukun


Iya bu, waktu ibu kecil ibu ingat di kasi asi sampai kapan bu?

M
P
D

Sy so tidak ingat
Ibu anak keberapa dari berapa bersaudara bu?

M
P
D

Saya anak ke dua dari empat bersaudara


Oh iya bu, waktu ibu kecil punya banyak teman bu?

11

M
P
D

Iya, saya cerewet saya suka bermain dengan banyak orang


Bu kalau waktu sekolahnya bagaimana bu?

M
P

Lalu saya sekolah Cuma sampai SMA tp itupun tidak tamat langsung di

suruh bantu kerja


Kalau boleh tau bu, ibu ketemu suami ibu dimana?

M
P
D

Owh lalu pas dia ke kampungku itu dapat tugas di sana saya ketemu dia
Maaf ya bu, ibu kan beda agamamu lantas bagaimana hubungan ibu dengan

M
P

keluarga ibu?
Awalnya memang saya macam tidak di anggap sudah tapi pas saya sudah
punya anak pertama, saya so tidak di marah, saya jelaskan juga sama

keluargaku kalau saya bahagia dan damai


Kalau dari keluarga suaminya ibu bagaimana bu?

M
P
D

Ada yang suka ada juga yang tidak suka


Sekarang ibu tinggal dengan siapa di rumah?

M
P
D

Dengan suami, sama dua anak perempuanku


Yang anjurkan ibu untuk ke dokter siapa bu? Atau memang keinginannya

M
P

ibu?
Saya sendiri, baru suamiku memang suruh saya ke dokter apalagi pas habis
meninggal anakku ini, baru mataku jg orang bilang sudah katarak. Itu juga

saya mau minta konsul ke mata


Iya bu nanti kita beritahu dokter yang di dalam untuk di konsul bu. Ibu ada

M
P

perasaan mau mati begitu bu? Seperti mau bunuh diri?


Oh tidak ada saya masi pikir 2 anak perempuanku yang belum menikah,
masih harus kasi lunas utang. Hanya kalau sudah ada bau parfum axe
langsung tidak enak saja perasaanku macam sudah ada lagi anakku yang

laki-laki
Oh iya bu, masi ada lagi yang ingin ibu sampaikan bu?

M
P
D

(diam) tidak ada


Baik bu, nanti kita ketemu di dalam dan akan diperiksa lebih lanjut dengan

dr aristo bu. Terima kasih bu (jabat tangan)

12

LAPORAN PSIKIATRIK
I.

RIWAYAT PENYAKIT
A. Keluhan utama
Merasa sedih dan gelisah
B. Riwayat Gangguan Sekarang
Seorang perempuan 60 tahun MRS dengan keluhan sakit kepala,
pingsan tadi pagi, merasa sedih dan gelisah. Pasien menceritakan
bahwa dulunya pasien memiliki rumah dan dapat membantu sesama
dengan harta yang dimilikinya. Pasien seringkali meminjamkan uang
kepada temannya, namun temannya tidak pernah mengganti uang yang
telah di pinjam tersebut. Karena temannya menjadikan dirinya jaminan
sehingga rumah yang dimilikinya di ambil oleh rentenir tempat
temannya meminjam uang. Disinilah awal mula pasien mulai merasa
gelisah karena berfikir tentang tempat tinggal. Akhirnya pasien
membeli sebuah BTN sebagai tempat tinggal, pada tahun 2012 pasien
mendapatkan uang dari anaknya sebanyak 70 juta, kemudian uang
tersebut digunakan membeli tanah di jalan Maleo seharga 100 juta
dengan harapan dapat menjual kembali tanah tersebut dengan harga
170 juta. Namun ternyata pasien di tipu, tanah tersebut telah dijual
kepada orang lain 10 tahun yang lalu, sehingga orang yang telah
membeli tanah dengan pasien meminta uangnya untuk di kembalikan,
dan pasien belum mampu mengembalikannya, sehingga pasien sempat
menajadi tahanan selama 3 hari. Di samping itu pasien memikirkan 2
anak perempuannya yang belum menikah dengan statusnya tahanan,
sehingga pasien mengaku kepada anaknya bahwa pasien keluar kota,
bukan menjadi tahanan. Pasien kehilangan anak laki-lakinya sejak 4
bulan yang lalu. Anak pasien dibunuh saat sedang bekerja di lambunu
dan saksi mata takut memberi kesaksian karena saksi mata di ancam,

13

hal inilah yang membuat pasien bertambah sedih dan sering kali
bermimpi buruk saat tidur
Hendaya Disfungsi
Hendaya Sosial
(-)
Hendaya Pekerjaan
(-)
Faktor Stressor Psikososial
Kematian anak laki-lakinya
Masalah ekonomi, untuk membayar utangnya.
Dua anak perempuannya yang belum menikah
Hubungan gangguan sekarang dengan riwayat

penyakit

sebelumnya.
Pasien belum pernah berobat ke poliklinik Jiwa RSU Anutapura
Palu sebelumnya
C. Riwayat Gangguan Sebelumnya.
Tidak ada riwayat kejang , infeksi berat , trauma , penggunaan NAPZA
ataupun alkohol.
D. Riwayat Kehidupan Peribadi
Riwayat Prenatal dan Perinatal
Pasien lahir normal, cukup bulan, di rumah, dan di bantu oleh
dukun. Ibu

pasien

tidak

pernah

sakit

berat

selama

kehamilan. Pasien anak kedua dari empat bersaudara (L,P,P,P)


Riwayat Masa Kanak Awal (1-3 tahun)
Pasien lupa mendapatkan ASI hingga umur berapa, pertumbuhan
dan perkembangan sesuai umur, tidak ada riwayat kejang, trauma
atau infeksi pada masa ini. Pasien mendapatkan kasih sayang dari
orang tua.

Riwayat Masa Pertengahan (4-11 tahun)


Pasien diasuh oleh kedua orang tuanya. Pertumbuhan dan
perkembangan baik. Pertumbuhan dan perkembangan sama dengan
anak seusianya. Pasien memiliki banyak teman
Riwayat Masa Kanak Akhir dan Remaja. ( 12-18 tahun)

14

Pasien melanjutkan pendidikan sampai SMA dan pasien tidak


tamat
Riwayat Perkerjaan
Pasien bekerja sebagai wiraswasta. Pasien biasa berjualan di pasar

E. Riwayat Kehidupan Keluarga


Pasien anak kedua dari empat bersaudara (L,P,P,P). Hubungan dengan
ayah dan ibu baik. Hubungan dengan saudara baik. Tidak ada riwayat menderita
penyakit yang sama dalam keluarga .
F. Situasi Sekarang
Pasien tinggal bersama suami dan dua anak perempuannya
G. Persepsi pasien tentang diri dan kehidupan.
Pasien menyadari dirinya sakit secara penuh, dan memerlukan
pengobatan dari dokter.
II.

STATUS MENTAL
A. Deskripsi Umum
Penampilan:
Tampak seorang perempuan setengah baya memakai
kemeja hitam polos, memakai celana panjang kain abu-abu.
Postur tinggi badan pasien sekitar 150 cm, rambut lurus sedikit
beruban dan pirang, tampakan wajah pasien sesuai dengan
umurnya. Perawakan agak gemuk. Perawatan diri baik.

Kesadaran: composmentis
Perilaku dan aktivitas psikomotor : otomatisme
Pembicaraan : agak lambat, banyak bercerita
Sikap terhadap pemeriksa : Kooperatif

B. Keadaan afektif
Mood
: depresi
Afek
: sesuai
C. Fungsi Intelektual (Kognitif)

15

Taraf pendidikan, pengetahuan umum dan kecerdasan


Pengetahuan dan kecerdasan sesuai taraf pendidikannya.
Daya konsentrasi : berkurang
Orientasi : Baik
Daya ingat
Jangka Pendek
: Baik
Jangka sedang
: Baik
Jangka Panjang
: Baik
Bakat kreatif : ada, membuat nasi kuning
Kemampuan menolong diri sendiri : baik
D.

Gangguan persepsi
Halusinasi
Ilusi
Depersonalisasi
Derealisasi

: Tidak ada
: ada
: Tidak ada
: Tidak ada

E. Proses berpikir
Arus pikiran :
A.Produktivitas
B. Kontinuitas
C. Hendaya berbahasa
Isi Pikiran
A. preokupasi

: Cukup
: Relevan
: Tidak ada
:

anak

laki-lakinya

yang

telah

meninggal datang kepadanya


B. Gangguan isi pikiran
: Tidak ada
F. Pengendalian impuls
Baik
G.

Daya nilai
Norma sosial
Uji daya nilai
Penilaian Realitas

: Baik
: Baik
: Baik

H. Tilikan (insight)
Derajat VI: Pasien menyadari dirinya sakit dan butuh pengobatan
dari dokter

III.

Taraf dapat dipercaya


Dapat dipercaya
PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK LEBIH LANJUT

16

Pemeriksaan fisik :
Status internus: T : 150/90 mmHg, N:90x/menit, S: 36.5 C, P : 20 x/menit.
Mata: lensa mata kiri tampak keruh
IV. IKHTISAR PENEMUAN BERMAKNA
Seorang perempuan 60 tahun MRS dengan keluhan merasa sedih
dan gelisah. Pasien menceritakan bahwa dulunya pasien memiliki rumah
dan dapat membantu sesama dengan harta yang dimilikinya. Pasien
seringkali meminjamkan uang kepada temannya, namun temannya tidak
pernah mengganti uang yang telah di pinjam tersebut. Karena temannya
menjadikan dirinya jaminan sehingga rumah yang dimilikinya di ambil
oleh rentenir tempat temannya meminjam uang. Disinilah awal mula
pasien mulai merasa gelisah karena berfikir tentang tempat tinggal.
Akhirnya pasien membeli sebuah BTN sebagai tempat tinggal, pada tahun
2012 pasien mendapatkan uang dari anaknya sebanyak 70 juta, kemudian
uang tersebut digunakan membeli tanah di jalan Maleo seharga 100 juta
dengan harapan dapat menjual kembali tanah tersebut dengan harga 170
juta. Namun ternyata pasien di tipu, tanah tersebut telah dijual kepada
orang lain 10 tahun yang lalu, sehingga orang yang telah membeli tanah
dengan pasien meminta uangnya untuk di kembalikan, dan pasien belum
mampu mengembalikannya, sehingga pasien sempat menajadi tahanan
selama 3 hari. Di samping itu pasien memikirkan 2 anak perempuannya
yang belum menikah dengan statusnya tahanan, sehingga pasien mengaku
kepada anaknya bahwa pasien keluar kota, bukan menjadi tahanan. Pasien
kehilangan anak laki-lakinya sejak 4 bulan yang lalu. Anak pasien dibunuh
saat sedang bekerja di lambunu dan saksi mata takut memberi kesaksian
karena saksi mata di ancam, hal inilah yang membuat pasien bertambah
sedih dan sering kali bermimpi buruk saat tidur
Pada pemeriksaan status mental, Tampak seorang perempuan
setengah baya memakai kemeja hitam polos, memakai celana
panjang kain abu-abu. Postur tinggi badan pasien sekitar 150 cm, rambut
lurus sedikit beruban dan pirang, tampakan wajah pasien sesuai dengan
17

umurnya. Perawakan agak gemuk. Perawatan diri baik. Perilaku dan


aktivitas

psikomotor

otomatisme

dimana

tindakan

dilakukan

menggambarkan alam bawah sadarnya, pembicaraan agak lambat, banyak


bercerita, mood depresi, afek sesuai, dan pasien mengalami tidur
terganggu disertai mimpi buruk tentang anak laki-lakinya yang telah
meninggal.
V.

EVALUASI MULTIAKSIAL
Aksis I
:
Berdasarkan autoanamnesa didapatkan adanya gejala klinis yang
bermakna berupa rasa sedih di tinggal oleh anak lakilakinya, dan membuat pasien menderita tidur yang terganggu
yang disertai mimpi buruk dan kualitas pekerjaan berkurang
sehingga dapat disimpulkan bahwa pasien mengalami Gangguan
Jiwa.
Pada pasien tidak hendaya berat dalam menilai realita, tidak
terdapat halusinasi ataupun waham dll, sehingga pasien didiagnosa
sebagai Gangguan Jiwa Non Psikotik.
Pada riwayat penyakit sebelumnya dan pemeriksaan status interna
tidak ditemukan adanya kelainan yang mengindikasi gangguan
medis umum yang menimbulkan gangguan fungsi otak serta dapat
mengakibatkan gangguan jiwa yang diderita pasien ini,sehingga
diagnose Gangguan mental dapat disingkirkan dan didiagnosa
Gangguan Jiwa Non Psikotik Non Organik.
Berdasarkan deskripsi kasus diatas, dapat disimpulkan bahwa
pasien

mengalami

gangguan

suasana

perasaan

(gangguan

afektif/mood). Pasien pada kasus ini merupakan pasien dengan


gangguan afektif episode depresi sedang yang di sertai dengan
adanya gejala somatisasi seperti sakit kepala. Adapun gejala utama
pada episode depresif yaitu: afek depresif, kehilangan minat dan
kegembiraan, berkurangnya energi. Gejala lainnya pada episode

18

depresi yaitu konsetrasi dan perhatian berkurang; harga diri dan


kepercayaan berkurang; rasa bersalah dan tidak berguna;
pandangan masa depan suram dan pesimistis; gagasan/perbuatan
yang membahanyakan diri; tidur terganggu dan nafsu makan
berkurang. Kriteria gangguan afektif episode depresi sedang dapat
ditegakkan sekurang-kurangnya 2 dari 3 gejala utama, ditambah 3
gejala lain; lamanya seluruh episode sekurang-kurangnya 2
minggu, dan menghadapi kesulitan nyata dalam pekerjaan dan
kegiatan social yang dilakukannya.1 Pada pasien ini ditemukan 2
gejala utama dan 4 gejala lain yaitu gejala afek depresif, yaitu
pasien kosentrasi berkurang, tidur terganggu, nafsu makan
berkurang, pikiran tentang rasa bersalah atas kematian anaknya.
Berdasarkan PPDGJ III, pasien dapat digolongkan dalam
Gangguan Afektif Episode Depresi Sedang Dengan Gejala
Somatik (F32.11).
Aksis II
Pasien adalah orang yang mempunyai sehingga digolongkan dalam
ciri kepribadian tidak khas.
Aksis III
Tidak ditemukan diagnosis karena tidak ada ditemukan gangguan
organic.
Aksis IV
Stressor psikososial yaitu masalah ekonomi, dan keluarga
Aksis V
GAF scale 70-61 ( mood deprif dan insomnia ringan. Beberapa
kesulitan dalam fungsi sosial).

VI.

DAFTAR MASALAH

Organobiologik

19

Terdapat ketidakseimbangan neurotransmitter sehingga pasien


memerlukan psikofarmaka.
Psikologik

Ditemukan adanya masalah/ stressor psikososial sehingga pasien


memerlukan psikoterapi.
VII.

PROGNOSIS
Ad bonam
Faktor yang mempengaruhi :
a . Keinginan yang jelas dari pasien untuk sembuh
b .Tidak ada kelainan organobiologik
c . adanya dukungan dari keluarga

VIII. RENCANA TERAPI


Farmakoterapi :

Antidepressan SSRI: kalxetin 15 mg 2x 1

Psikoterapi suportif

Ventilasi
Memberikan kesempatan kepada pasien untuk mengungkapkan isi hati
dan keinginannya sehingga pasien merasa lega

Cognitive Behavioral Theraphy (CBT)


Menjelaskan bahwa kematian anaknya merupakan takdir tuhan, dan
kebenaran akan terungkap. Dan menjelaskan bau parfum axe bukanlah
anaknya yang datang untuk menemuinya

Sosioterapi
Memberikan penjelasan kepada keluarga dan orang-orang sekitarnya
sehingga tercipta dukungan sosial dengan lingkungan yang kondusif

20

untuk membantu proses penyembuhan pasien serta melakukan


kunjungan berkala.

IX.

FOLLOW UP
Memantau keadaan umum pasien dan perkembangan penyakit serta
menilai efektifitas pengobatan yang diberikan dan kemungkinan
munculnya efek samping obat yang diberikan.

X. PEMBAHASAN
Kelainan fundamental dari kelompok gangguan afektif/mood adalah
perubahan suasana perasaan (mood) atau afek, biasanya kearah depresi (dengan
atau tanpa ansietas yang menyertai), atau kearah elasi (suasana perasaan
meningkat). Perubahan ini biasanya disertai dengan suatu perubahan pada
keseluruhan tingkat aktivitas dan kebanyakan gejala lainnya adalah sekunder
terhadap perubahan itu atau mudah dipahami hubungan dengan dengan perubahan
tersebut. 1
Sindrom depresi disebabkan oleh defisiensi relative salah satu atau
beberapa aminergik neurotransmitter (Noradrenaline, serotonin, dopamine) pada
celah sinaps neuron di system saraf pusat khususnya system limbic sehingga
aktivitas serotonin menurun.2
Gejala utama (pada derajat ringan, sedang dan berat):1
-

Afek depresif
Kehilangan minat dan kegembiaraan
Berkurangnya energy yang menuju meningkatnya keadaan mudah lelah (rasa
lelah yang nyata sesudah kerja) dan menurunnya aktivitas.
Gejala lainnya:1

Konsentrasi dan perhatian berkurang


Harga diri dan kepercayaan diri berkurang
Gagasan tentang merasa bersalah dan tidak berguna
21

Pandangan masa depan yang suram dan pesimistis


Gagasan atau perbuatan yang membahayakan diri atau bunuh diri
Tidur terganggu
Nafsu makan berkurang
Untuk episode depresif dari ketiga tingkat keparahan tersebut diperlukan
sekurang-kurangnya 2

minggu untuk penegakan diagnosis, akan tetapi

periode lebih pendek dapat dibenarkan jika gejala luar biasa beratnya dan
berlangsung cepat.1
Episode depresi ringan
-

Sekurang-kurangnya harus ada 2 dari3 3 dari gejala utama depresi seperti

disebut diatas
Ditambah sekurang-kurangnya 2 dari gejala lainnya
Tidak boleh ada gejala yang berat diantaranya
Lamanya seluruh episode berlangsung sekurang-kurangnya sekitar 2 minggu
Hanya sedikit kesulitan dalam pekerjaan dan kegiatan social yang biasa
dilakukannya.

Episode depresi sedang


-

Sekurang-kurangnya harus ada 2 dari3 3 dari gejala utama depresi seperti

pada episode ringan


Ditambah sekurang-kurangnya 3 dan sebaiknya 4 dari gejala lainnya
Lamanya seluruh episode berlangsung sekurang-kurangnya sekitar 2 minggu
Menghadapi kesulitan nyata untuk meneruskan kegiatan social , pekerjaan
dan urusan rumah tangga

Episode depresif berat tanpa gejala psikotik


-

Semua 3 gejala utama depresi harus ada


Ditambah sekurang-kurangnya 4 dari gejala lainnya, dan beberapa

diantaranya harus berintensitas berat


Bila ada gejala penting (misalnya agitasi atau retardasi psikomotor) yang
mencolok, maka pasien mungkin tidak mau atau tidak mampu untuk

melaporkan banyak gejalanya secara rinci


Episode depresif biasanya harus berlangsung sekurang-kurangnya 2 minggu,
akan tetapi jika gejala amat berat dan beronset sangat cepat, maka masih

22

dibenarkan untuk menegakkan diagnosis dalam kurun waktu kurang dari 2


-

minggu.
Sangat tidak mugkin pasien akan mampu meneruskan kegiatan social,
pekerjaan atau urusan rumah tangga, kecuali pada taraf yang sangat terbatas

Episode depresif berat dengan gejala psikotik


-

Episode depresif yang memenuhi kriteria menurut Episode depresif berat

tanpa gejala psikotik


Disertai waham, halusinasi, atau stupor depresif. Waham biasanya melibatkan
ide tentang dosa, kemiskinan atau malapetaka yang mengancam, dan pasien
merasa bertanggung jawab atas hal itu. halusianasi auditorik atau olfaktorik
biasanya berupa suara menghina atau menuduh, atau bau kotoran atau daging
membusuk. Retardasi psikomotor yang berat dapat menuju pada stupor.
Jika diperlukan, waham atau halusinasi dapat ditentukan sebagai serasi atau
tidak serasi dengan afek (mood-congruent). 1
Pengobatan pasien dengan gangguan

mood

harus diamanahkan pada

sejumlah tujuan. Pertama, keamanan pasien harus terjamin. Kedua, pemeriksaan


diagnostik yang lengkap pada pasien harus dilakukan. Ketiga,suatu rencana
pengobatan harus dimulai yang menjawab bukan hanya gejala sementara tetapi
juga kesehatan pasien selanjutnya. Dokter harus mengintegrasikan farmakoterapi
dengan intervensi psikoterapeutik.
dasarnya berkembang

dari

Jika dokter memandang gangguan mood

masalah

psikodinamika,

ambivalensi

pada

mengenai

kegunaan obat dapat menyebabkan respons yang buruk, ketidakpatuhan, dan


kemungkinan dosis yang tidak adekuat untuk jangka waktu yang singkat.
Sebaliknya, jika dokter mengabaikan kebutuhan psikososial pasien, hasil dari
farmakoterapi mungkin terganggu.

1. Terapi Farmakologis
Antidepresan yang tersedia sekarang cukup bervariasi di dalam efek
farmakologisnya. Variasi tersebut merupakan dasar untuk pengamatan bahwa

23

pasien individual mungkin berespons terhadap antidepresan lainnya. Variasi


tersebut juga merupakan dasar untuk membedakan efek samping yang terlihat
pada antidepresan. Pembedaan yang paling dasar diantara antidepresan adalah
pada proses farmakologis yang terjadi, dimana ada antidepresan yang memiliki
efek farmakodinamika jangka pendek utamanya pada tempat ambilan kembali
(reuptake sites) atau pada tingkat inhibisi enzim monoamine oksidasi bekerja
untuk menormalkan neurotransmitter yang abnormal di otak khususnya epinefrin dan
norepinefrin. Antidepresan lain bekerja pada dopamin. Hal ini sesuai dengan etiologi
dari depresi yang kemungkinan diakibatkan dari abnormalitas dari sistem
neurotransmitter di otak . Obat antidepresan yang akan dibahas adalah antidepresi
generasi pertama (Trisiklik dan MAOIs), tetrasiklik, (SSRIs) dan antidepresi
golongan ketiga (SRNIs) .
a. Trisiklik
Trisiklik merupakan antidepresan yang paling umum digunakan sebagai
pengobatan lini pertama untuk gangguan depresif berat . Golongan obat
trisiklik bekerja dengan menghambat

reuptake neurotransmitter di otak.

Secara biokimia, obat amin sekunder diduga bekerja sebagai penghambat


reuptake norepinefrin, sedangkan

amin tersier menghambat reuptake

serotonin pada sinaps neuron. Hal ini mempunyai implikasi bahwa depresi
akibat kekurangan norepinefrin lebih responsif terhadap amin sekunder,
sedangkan depresi akibat kekurangan serotonin akan lebih responsif
terhadap amin tersier.
b. Tetrasiklik
Terdapat tetrasiklik amin sekunder (nortriptyline, desipramine) dan
tetrasiklik

tersier (imipramine,

amitriptlyne).

Yang paling

sering

digunakan adalah tetrasiklik amin sekunder karena mempunyai efek


samping yang lebih minimal. Obat golongan tetrasiklik sering dipilih
karena tingkat kepuasan klinisi dikarenakan harganya yang murah karena
sebagian besar golongan dari obat ini tersedia dalam formulasi generik .
c. MAOIs (Monoamine Oxidase Inhibitors)

24

MAOIs telah digunakan sebagai antidepresan sejak 15 tahun yang lalu.


Golongan ini bekerja dalam proses penghambatan deaminasi oksidatif
katekolamin di mitokondria, akibatnya kadar epinefrin, noreprinefrin dan 5-HT dalam
otak naik . Obat

ini sekarang jarang digunakan sebagai lini pertama

dalam pengobatan depresi karena bersifat sangat toksik bagi tubuh. Selain karena
dapat menyebabkan krisis

hipertensif akibat interaksi dengan tiramin yang

berasal dari makanan-makanan tertentu seperti keju, anggur dan acar, MAOIs
juga dapat menghambat enzim-enzim di hati terutama sitokrom P450 yang
akhirnya akan mengganggu metabolisme obat di hati.
d. SSRIs (Selective Serotonin Reuptake Inhibitors)
SSRIs adalah jenis pengobatan yang juga menjadi pilihan lini pertama
pada gangguan depresif berat selain golongan trisiklik. Obat golongan ini mencakup
fluoxetine, citalopram

dan

setraline.

SSRIs

sering

dipilih

oleh

klinisi

yang pengalamannya mendukung data penelitian bahwa SSRIs sama manjurnya


dengan trisiklik dan jauh lebih baik ditoleransi oleh tubuh karena mempunyai
efek

samping

yang

cukup

minimal

karena

kurang

memperlihatkan pengaruh terhadap sistem kolinergik, adrenergic dan


histaminergik. Interaksi farmakodinamik yang berbahaya akan terjadi bila SSRIs
dikombinasikan dengan MAOIs, karena akan terjadi peningkatan efek serotonin
secara berlebihan yang disebut sindrom serotonin dengan gejala hipertermia,
kejang, kolaps kardiovaskular dan gangguan tanda vital.
e. SNRIs (Serotonin and Norepinephrine Inhibitors)
Golongan antidepresan SNRIs bekerja dengan mekanisme yang hampir
sama dengan golongan SSRIs, hanya saja pada SNRIs juga menghambat dari
reuptake norepinefrin. Selain dari golongan obat yang telah dibahas sebelumnya,
masih ada beberapa alternatif yang digunakan untuk terapi medikamentosa pada
pasien depresi dengan keadaan tertentu. Hal tersebut dapat terlihat lebih jelas pada
gambar di bawah ini .

25

Gambar 2.1.10.1 Pilihan obat-obatan antidepresan pada lini pertama

f. Terapi Non Farmakologis


Tiga jenis psikoterapi jangka pendek yang digunakan dalam pengobatan
depresif berat adalah terapi kognitif, terapi interpersonal dan terapi perilaku. Telah
ditemukan prediktor respons terhadap berbagai pengobatan sebagai berikut ini :
(1) disfungsi sosial yang rendah menyatakan respons yang baik terhadap terapi
interpersonal, (2) disfungsi kognitif yang rendah menyatakan respons yang baik
terhadap terapi kognitif-perilaku dan farmakoterapi, (3) disfungsi kerja yang
tinggi mengarahkan respons yang baik terhadap farmakoterapi, (4) keparahan depresi
yang

tinggi menyatakan respons yang baik terhadap terapi interpersonal dan

farmakoterapi.

26

Terapi kognitif dikembangkan oleh Aaron Beck yang memusatkan pada


distorsi kognitif yang didalilkan ada pada gangguan depresi berat. Tujuan terapi
ini untuk menghilangkan episode depresif dan mencegah rekurennya dengan
membantu pasien mengidentifikasi dan uji kognitif

negatif. Terapi interpersonal

dikembangkan oleh Gerald Klerman,memusatkan pada satu atau dua masalah


interpersonal pasien yang sedang dialami sekarang, dengan menggunakan dua
anggapan: pertama, masalah interpersonal sekarang kemungkinan memiliki akar
pada hubungan awal yang disfungsional. Kedua, masalah interpersonal sekarang
kemungkinan terlibat di dalam mencetuskan atau memperberat gejala depresif sekarang .

27

DAFTAR PUSTAKA
1. Maslim R, 2001. Buku Saku Diagnosis Gangguan Jiwa Rujukan Ringkas
dari PPDGJ-III. Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa FK Unika Atma Jaya,
Jakarta.
2. Maslim R, 2007. Panduan Praktis Penggunaan Klinis Obat Psikotropik
(Psychotropic Medication). Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa FK Unika Atma
Jaya, Jakarta.
3. Elvira S, Hadisukanto G, 2013. Buku Ajar Psikiatri Edisi Kedua. Fakultas
Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta.
4. Gunawan S, Setiabudy R, Nafrialdi, 2008. Farmakologi dan Terapi Edisi 5.
Departemen Farmakologi dan Terapetik. Fakultas Kedokteran Universitas
Indonesia. Jakarta

28