Anda di halaman 1dari 1

Selanjutnya, Piaget yang dikenal sebagai konstruktivis pertama (Dahar, 1989:

159)menegaskanbahwapengetahuantersebutdibangundalampikirananakmelaluiasimilasi
dan akomodasi. Asimilasi adalah penyerapan informasi baru dalam pikiran. Sedangkan,
akomodasi adalah menyusun kembali struktur pikiran karena adanya informasi baru,
sehinggainformasitersebutmempunyaitempat(Ruseffendi1988:133).Pengertiantentang
akomodasi yanglain adalah proses mental yang meliputi pembentukan skema baruyang
cocok dengan ransangan baru atau memodifikasi skema yang sudah ada sehingga cocok
denganrangsanganitu(Suparno,1996:7).
Konstruktivis ini dikritik oleh Vygotsky, yang menyatakan bahwa siswa dalam
mengkonstruksisuatukonsepperlumemperhatikanlingkungansosial. Konstruktivismeini
oleh Vygotsky disebut konstruktivisme sosial (Taylor, 1993; Wilson, Teslow dan
Taylor,1993;Atwel,Bleicher&Cooper,1998).
AdaduakonseppentingdalamteoriVygotsky(Slavin,1997),yaituZoneofProximal
Development(ZPD)danscaffolding.
ZoneofProximalDevelopment(ZPD)merupakanjarakantaratingkatperkembangan
sesungguhnyayangdidefinisikansebagaikemampuanpemecahanmasalahsecaramandiri
dan tingkat perkembangan potensial yang didefinisikan sebagai kemampuan pemecahan
masalahdibawahbimbinganorangdewasaataumelaluikerjasamadengantemansejawat
yanglebihmampu.
Scaffoldingmerupakanpemberiansejumlahbantuankepadasiswaselamatahaptahap
awal pembelajaran, kemudian mengurangi bantuan dan memberikan kesempatan untuk
mengambilalihtanggungjawabyangsemakinbesarsetelahiadapatmelakukannya(Slavin,
1997).
Scaffolding merupakan bantuan yang diberikan kepada siswa untuk belajar dan
memecahkan masalah. Bantuan tersebut dapat berupa petunjuk, dorongan, peringatan,
menguraikan masalah ke dalam langkahlangkah pemecahan, memberikan contoh, dan
tindakantindakanlainyangmemungkinkansiswaitubelajarmandiri.
Pendekatanyangmengacupadakonstruktivismesosial(filsafatkonstruktivissosial)
disebutpendekatankonstruktivissosial.Filsafatkonstruktivissosialmemandangkebenaran
matematika tidak bersifat absolut dan mengidentifikasi matematika sebagai hasil dari
pemecahanmasalahdanpengajuanmasalah(problemposing)olehmanusia(Ernest,1991).
Dalampembelajaranmatematika,Cobb,Yackel danWood(1992)menyebutnya dengan
konstruktivismesosio(socioconstructivism),siswaberinteraksidenganguru,dengansiswa
lainnyadanberdasarkanpadapengalamaninformalsiswamengembangkanstrategistrategi
untukmeresponmasalahyangdiberikan. Karakteristikpendekatankonstruktivissosioini
sangatsesuaidengankarakteristikRME