Anda di halaman 1dari 5

Kelompok 8 :

1. Desak Putu Sanita Pebriani


2. Gede Gerby Adi Setiawan
3. IGA. A. Dwi Dharma Yanti

13.33.121.107
13.33.121.120
13.33.121.137

Kelas / Smtr : D4 / V
INVESTASI
a. Definisi
Investasi adalah asset yang dimaksudkan untuk memperoleh manfaat ekonomis
seperti bunga, deviden dan royalti atau manfaat sosial lainnya, sehingga dapat
meningkatkan kemampuan pemerintah dalam rangka pelayanan masyarakat.
Jadi, investasi sektor publik dapat dikatakan sebagai asset yang diberikan oleh
pemerintah kepada publik naik manfaatnya dapat dinikmati langsung atau tidak oleh
pemerintah itu sendiri yang dapat menyentuh seluruh golongan masyarakat.
b. Peranan sektor publik dalam wealth governance building strategy
Strategi membangun organisasi tidak hanya dilakukan dalam organisasi yang bersifat
privat tetapi juga dilakukan oleh organisasi sektor publik. Terdapat 2 pokok bahasan
dalam hal ini yaitu :
1. Dasar penilaian Investasi penetapan tujuan
Ide dasar penilaian investasi sangat sederhana, meliputi penetapan definisi tujuan atau
sasaran organisasi, identifikasi rancangan modal untuk pencapaian tujuan,
mengevaluasi biaya dan manfaat setiap proyek dan pembuatan keputusan.
2. Environmental Analysis
Fokus analisis lingkungan adalah tujuan dan misi yang akan dijalankan. Identifikasi
pola kempetisi dan kerjasama antar organisasi oleh pembuat kebijakan dapat
dilakukan melalui penilaian lingkungan. penilaian lingkungan internal membantu
pembuat kebijakan dalam mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan organisasi,
sedangkan identifikasi kesempatan dan ancaman terhadap organisasi dilakukan
dengan penilaian lingkungan ekternal.
c. Pengembangan Investasi dan Infrastruktur
Terdapat 5 hal yang harus diperhatikan dalam membahas investasi dan perdagangan,
yaitu :
1. proses globalisasi dalam 2 sisi yaitu permintaan dan penawaran
2. Saat ini setiap kekuatan regional bertahan menghadapi fluktuasi
3. muncul akto-aktor baru dalam dunia pasar global

4. munculnya industri global memunculkan peran baru dan berpengaruh di pasar


dunia
5. Kebajikan moneter tidak lagi sederhana dalam pencapaian target untuk bank
komersial dan agregat kebijakan moneter
d. Program investasi publik
Investasi publik memiliki kaitan erat dengan penganggaran modal/investasi.
Penganggaran modal/investasi merupakan proses untuk menganalisis proyek-proyek dan
memutuskan apakah proyek tersebut dapat diakomodasi oleh anggaran modal/investasi.
Untuk memberikan mekanisme supaya menjadi efektif dan efisien maka perlu dilakukan
analisis investasi secara mendalam. Analisis investasi berhubungan erat dengan
penganggaran fungsional, alokasi sumber daya, dan praktik manajemen keuangan
disektor publik. Selain itu, program investasi publik merupakan bentuk dari dual
budgeting yaitu pemisahan anggaran modal/investasi dari anggaran rutin.
e. Faktor-faktor yang mempengaruhi investasi publik
1. Tingkat diskonto yang digunakan
2. Tingkat inflasi
3. Risiko dan ketidakpastian
4. Capital rationing
f. Aspek kelayakan investasi
Dalam perencanaan dan analisis investasi harus dipertimbangkan beberapa aspek yang
secara bersama-sama menunjukkan keuntungan atau manfaat yang diperoleh akibat
adanya suatu investasi tertentu
a) Aspek Teknis
Aspek teknis merupakan bagian penting dari analisis investasi yang harus dipertimbangkan. Jika suatu usulan investasi sudah tidak layak dilihat dari aspek
teknisnya, maka usulan tersebut menduduki prioritas pertama untuk ditolak.
b) Aspek Sosial dan Budaya
Aspek sosial budaya ini menyangkut pertimbangan pendistribusian pelayanan secara
adil dan merata, sehingga mampu memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat.
Aspek sosial budaya mencakup juga aspek legal dan lingkungan.
c) Aspek Ekonomi dan Finansial

Pertimbangan aspek ekonomi meliputi kegiatan menganalisis apakah suatu proyek


yang diusulkan akan memberikan kontribusi yang nyata terhadap pembangunan
perekonomian secara keseluruhan dan apakah kontribusinya cukup besar dalam
menentukan penggunaan sumber-sumber daya yang digunakan.
d) Aspek Distribusi
Keputusan investasi merupakan keputusan yang perlu dikaitkan dengan masalah
distribusi pelayanan publik secara adil dan merata. Untuk itu perlu diketahui siapa
yang akan menerima manfaat atau keuntugan yang dihasilkan dari proyek investasi.
g. Teknik dasar penilaian investasi
Terdapat empat langkah utama untuk mengevaluasi suatu proyek investasi, yaitu :
a) Identifikasi kebutuhan investasi yang mungkin dilakukan
b) Menentukan semua manfaat dan biaya dari proyek yang akan dilaksanakan
c) Menghitung manfaat dan biaya dalam rupiah
d) memilih proyek yang memiliki manfaat terbesar dan efektivitas biaya yang tinggi
h. Penerapan di Indonesia
Pada tahun 1959 pemerintahan orde lama mulai melakukan kebijakan-kebijakan
berupa nasionalisasi perusahaan asing yang ditransformasi menjadi Badan Usaha Milik
Negara (BUMN). Tetapi karena tidak dikelola oleh manajer profesional dan terlalu
banyaknya politisasi atau campur tangan pemerintah, mengakibatkan perusahaan
tersebut hanya dijadikan sapi perah oleh para birokrat. Sehingga sejarah kehadirannya
tidak memperlihatkan hasil yang baik dan tidak menggembirakan. Kondisi ini terus
berlangsung pada masa orde baru. Lebih bertolak belakang lagi pada saat
dikeluarkannya Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 1983 tentang fungsi dari BUMN.
Dengan memperhatikan beberapa fungsi tersebut, konsekuensi yang harus
ditanggung oleh BUMN sebagai perusahaan publik adalah menonjolkan keberadaannya
sebagai agent of development daripada sebagai business entity. Terlepas dari itu semua,
bahwa keberadaan praktik akuntansi sektor publik di Indonesia dengan status hukum
yang jelas telah ada sejak beberapa tahun bergulir dari pemerintahan yang sah. Salah
satunya adalah Perusahaan Umum Telekomunikasi (1989).

Daftar Pustaka

Irfan, (2013). Analisis Investasi Sektor Publik. Jakarta :


http://irfansiyakusa.blogspot.co.id/2013/02/analisis-investasi-sektor-publik.html?m=1
Indra Bastian, (2001) . Akuntansi Sektor Publik Di Indonesia. Yogyakarta : BPFE-Yogyakarta
Mardiasmo, ( 2002). Akuntansi Sektor Publik. Yogyakarta : Andi
https://id.wikipedia.org/wiki/Akuntansi-Sektor-Publik-Penerapan-Akuntansi-SektorPublik-di-Indnesia