Anda di halaman 1dari 33

HIV PADA KEHAMILAN

Disusun oleh :
Esqha Arini
111001082

Pembimbing :
dr. H. M. Haidir, Sp. OG, MHA

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS ISLAM SUMATERA UTARA
MEDAN
2015

LATAR BELAKANG
HIV/AIDS pertama kali ditemukan di

Indonesia pada Seorang wisatawan asal


Belanda yang meninggal di RS Sanglah,
Bali pada tahun 1987.
Infeksi HIV pada ibu hamil dapat
mengancam kehidupan ibu serta ibu dapat
menularkan virus kepada bayinya
Lebih dari 90% kasus anak terinfeksi HIV,
ditularkan melalui proses penularan dari
ibu ke anak atau Mother To Child Hiv
Transmission (MTCT).Virus HIV dapat
ditularkan dari ibu yang terinfeksi HIV
kepada anaknya selama kehamilan, saat

HIV (Human Immunodeficiency


Virus )
virus yang menyebabkan penyakit AIDS

yang termasuk kelompok retrovirus.


Seseorang yang terinfeksi HIV, akan

mengalami infeksi seumur hidup


Kebanyakan orangdengan HIV/AIDS (ODHA)
tetap asimtomatik (tanpa tanda dan gejala
dari suatu penyakit) untuk jangka waktu
lama.

AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome)


bentuk lanjut dari infeksi HIV, yang

merupakan kumpulan gejala menurunnya


sistem kekebalan tubuh. Infeksi HIV
berjalan sangat progresif merusak sistem
kekebalan tubuh, sehingga penderita tidak
dapat menahan serangan infeksi jamur,
bakteri atau virus

EPIDEMIOLOGI
Di banyak negara berkembang, HIV merupakan

penyebab utama kematian perempuan usia


reproduksi.Pada tahun 2010 diperkirakan terdapat
57.000 ibu hamil terinfeksi HIV di regional Asia
Tenggara.
Data estimasi UNAIDS/WHO (2009) juga
memperkirakan 22.000 anak di wilayah Asia-Pasifik
terinfeksi HIV dan tanpa pengobatan,setengah dari
anak yang terinfeksi tersebut akan meninggal sebelum
ulang tahun kedua
kasus HIV-AIDS telah dilaporkan oleh 341 dari 497
kabupaten/kota di 33 provinsi.
prevalensi HIV tinggi pada populasi umum 15-49 tahun
terjadi di Provinsi Papua dan Papua Barat (2,4%).

ETIOLOGI
Virus HIV merupakan retrovirus yang

termasuk golongan virus RNA


Disebut retrovirus karena memiliki enzim
reverse transcriptase yang berfungsi virus
mengubah informasi genetiknya yang
berada dalam RNA ke dalam bentuk DNA
yang kemudian diintegrasikan ke dalam
informasi genetik sel limfosit yang diserang.
HIV menyerang sistem imun manusia yaitu
menyerang limfosit T helper yang memiliki
reseptor CD4 di permukaannya

CARA PENULARAN

Antepartum
Intrapartum
Air susu ibu, mastitis

Prematuritas
Nutrisi fetus
Fungsi Pencernaan
Respon imun neonatus

Karakteristik Virus
Antibodi Neutralizing
Infektivitas virus

Faktor ibu,
kehamilan
dan proses
persalinan.

FAKTOR BAYI

FAKTOR VIRUS

MEKANISME PENULARAN HIV DARI IBU KE BAYI

PENANGANAN PASIEN HAMIL


DENGAN HIV

Ante
partu
m

Intra
partu
m

Post
partum

ANTEPARTUM

KONSELING

PEMBERIAN
OBAT ANTI
VIRUS

PEMERIKSA
AN ANTE
NATAL

PEMBERIAN OBAT

PEMBERIAN OBAT
No. Situasi Klinis

Odha dengan indikasi ART dan


kemungkinan hamil atau sedang hamil

Rekomendasi Pengobatan (Rejimen untuk Ibu)

AZT (d4T) + 3TC + NVP (hindari EFV)


Hindari EFV pada trimester pertama
Jika mungkin hindari ARV sesudah trimester
pertama

Odha sedang menggunakan ART dan


kemudian hamil

Lanjutkan rejimen (ganti dengan NVP atau


golongan PI jika sedang menggunakan EFV pad
atrimester I)
Lanjutkan dgn ARV yg sama selama dan sesudah

Odha hamil dan belum ada indikasi


ART

AZT mulai 28 minggu + NVP dosis tunggal pada


awal persalinan
Alternatif
Hanya AZT mulai 28 minggu
AZT + 3TC mulai 36 minggu, selama persalinan,
1 minggu sesudah persalinan
NVP dosis tunggal pada awal persalinan

PEMBERIAN OBAT
4

Odha hamil dengan indikasi ART, tetapi


belum menggunakan ARV

Odha hamil dengan tuberkulosis aktif

Bumil dalam masa persalinan dan tidak


diketahui status HIV

Odha datang pada masa persalinan dan


belum mendapat ART

AZT mulai 28 minggu + NVP dosis tunggal pada


awal persalinan
Alternatif
Hanya AZT mulai 28 minggu
AZT + 3TC mulai 36 minggu, selama persalinan,
1 minggu sesudah persalinan
NVP dosis tunggal pada awal persalinan
OAT yg sesuai tetap diberikan
Rejimen untuk ibu
Bila pengobatan mulai trimester III:
AZT (d4T) + 3TC + EFV
Bila belum akan menggunakan ARV:
disesuaikan dengan skenario 3
Tawarkan konseling dan testing dalam masa
persalinan; atau konseling dan testing setelah
persalinan (ikuti skenario 8)
Jika hasil tes positif maka dapat diberikan :
NVP dosis tunggal
Bila persalinan sudah terjadi maka ikuti skenario
8; atau
AZT + 3TC pada saat persalinan dilanjutkan 1
minggu setelah persalinan
NVP dosis tunggal ditambah
AZT + 3TC pada saat persalinan dilanjutkan 1
minggu setelah persalinan

INTRA PARTUM
Pilihan persalinan
Persalinan

Persalinan

pervaginam

perabdomen

Syarat :

Syarat :

Pemberian ARV mulai

Ada indikasi obstetrik;

pada

dan

14

minggu

(ART > 6 bulan); atau

VL < 1000 kopi/L

VL > 1000 kopi/L


atau

Pemberian
dimulai

ARV
pada

usia

kehamilan 36 minggu

PASCA PARTUM
ASUPAN
BAYI

DIAGNOSI
S HIV
PADA
ANAK

PEMBERI
AN OBAT

Pilihan asupan bagi bayi yang


lahir dari ibu dengan HIV positif.
Tersedia pengganti ASI yang memenuhi

syarat AFASS (affordable, feasible,


acceptable, sustainable, safe).
Bila kondisi AFASS tidak terpenuhi, maka
dapat dipertimbangkan pemberian ASI
eksklusif yang jangka pemberiannya
singkat atau alternatif ASI lainnya, yaitu:
Pasteurisasi/memanaskan ASI perah ibu.
Mencari Ibu Susu (perempuan lain untuk

menyusui bayinya) yang telah dibuktikan HIV


negatif.

PEMBERIAN OBAT

IBU
ANAK

1st line:TDF + 3 TC (atau


FTC) + EFV, 1X1
2nd line
AZT+3TC+EPV
AZT+3TC+NVP
TDF+2TC+NVP

NVP
1X1/AZT,2X1,
6 MINGGU

DIAGNOSA HIV PADA ANAK

LAPORAN KASUS

STATUS ORANG SAKIT SMF ILMU


KEBIDANAN DAN PENYAKIT
KANDUNGAN RS. HAJI MEDAN
1. IDENTITAS
1.1 Identitas Pasien
Nama : Ny. L
Jenis Kelamin : Perempuan
Umur : 29 tahun
Agama: Kristen
Suku : Batak
Pekerjaan: IRT
Pendidikan : SMA
Alamat: Jl. Padang Bulan, Simalungun
Nomor RM : 23.16.55
Tanggal Masuk : 14-06-2015

1.2 Identitas Suami


Nama : Tn. B
Jenis Kelamin : Laki-laki
Umur : 37 tahun
Agama: Islam
Suku : Batak
Pekerjaan: wiraswasta
Pendidikan : SMA
Alamat: Jl. Padang Bulan, Simalungun

ANAMNESA
Ny. L , 29 tahun, G 2P1A0, Kristen, Batak, SMA, IRT istri dari Tn. B, 37
tahun, Kristen, Batak, SMA, Wiraswasta, Jl. Padang Bulan
Simalungun datang ke Rumah Sakit Haji Medan pada tanggal 14
Juni 2015 pukul 10.50 wib dengan :
KU : Rencana SC
Telaah: Riwayat Mulas-mulas mau melahirkan (-), Keluar lendir darah
(-), Keluar air-air dari kemaluan (-). BAK (+) N dan BAB (+) N.
RPT : HIV
RPO : ARV 3 bulan
ANC: Dokter 3x
Riwayat KB : tidak pernah
Riwayat Operasi : tidak pernah
HPHT : 8/9/2014
TTP : 15/6/2015

Anamnesa Ginakologik/ keluarga :


Menarche
Haid
TTP

: 13 tahun

HPHT

: 8/9/2014

: 5-6 hari (2-3x ganti duk/hari)


: 15/6/2015

Dysmenorrhea: (-)
Hamil kembar: (-)
Flour albus: (-)
Lain-lain: (-)
Riwayat persalinan:
1.

Laki-laki, 7 tahun, Aterm, 3500 gr, 51 cm, PSP, klinik Bidan

2.

Hamil ini

Penyakit yang Pernah diderita :


Anemia : (-)
Tuberculosis : (-)
Hipertensi

: (-)

Penyakit jantung : (-)


Penyakit Ginjal: (-)
Penyakit lain : (-)

Status Lokalis
Keadaan gizi: Baik
Tenang/gelisah: Tenang
Cor : Bunyi Jantung normal, reguler, bunyi tambahan (-)
Pulmo: Suara pernapasan vesikuler, suara tambahan (-)
Status Obstetrikus
Abdomen : membesar, asimetris
Fundus uteri
: 3 jari dibawah processus xypoideus (35 cm)
Bagian tegang : Teregang di kanan

Bagian terbawah : Kepala


Turunnya : 5/5
Gerak

: (+)
: Tidak dapat dinilai
Ring v.bandl
: Tidak dapat dinilai
D.D.J
: 140x/i
Taksiran BB anak
Formula Johnson : 3200-3400 gram
Osborn
: (+)
Gerak janin
: (+)
HIS : 1x10/10menit
S.B.R

Status Ginekologis
Tanggal
: TDP
Jam : TDP
Dokter/Bidan
:
Indikasi
: TDP
Pembukaan
:
Cervix
: TDP
Efficement : TDP
Selaput Ketuban :
Bagian Terbawah
Turunnya : TDP
Posisinya : TDP
caput
: TDP
Promontorium :
Lin.Inominata
:
Sacrum
: TDP
S.Ischiadica
:
Arcus Pubis
:
Cocccigeus
:
Vagina
: TDP
Vulva
: TDP
Sarungtangan
:
Mekonium : TDP
Kesan
: (-)

TDP
TDP

TDP
: TDP

TDP
TDP
TDP
TDP
TDP

TDP

PEMERIKSAAN PENUNJANG
USG TAS
- Janin tunggal, presentasi kepala, anak hidup
- FM (+), FHR (+)
- BPD : 96.3 mm
- AC : 329.1 mm
- FL : 75.7 mm
- AFI : air ketuban cukup
- EFW : 3.200 gram
Kesan : IUP (38 40) minggu + Janin Tunggal +
Presentasi Kepala + JH

Hasil laboratorium tanggal 14-06-2015 pukul 12.57wib


Hematologi
Darahrutin Nilai NilaiRujukan satuan
Hemoglobin 11,5 12 16 g/dl
Hitung eritrosit 3,5 3,9 - 5,6
10*5/l
Hitung leukosit 13.900 4,000- 11,000 /l
Hematokrit32,1 36-47 %
Hitung trombosit 255.000 150,000-450,000 /l
Index eritrosit
MCV92,980 96 fL
MCH 33,2 27 31 pg
MCHC 35,6 30 34

Hitung jenis leukosit


Eosinofil 1 1 3 %
Basofil0 0 1 %
N.Stab0 2 6 %
N. Seg 83 5375 %
Limfosit 12 2045 %
Monosit 4 48 %
Kimia KlinikNilai Rujukan
Glukosa Darah Sewaktu : 112mg/dL

< 140

DIAGNOSA
HIV+SG++KDR(3839)minggu+PK+AH+B.Inpartu
(Lapor Supervisor dr. Muslich. Sp.OG)
R/ Sectio Caesarea 15-06-2015 pukul 09.00
WIB
Premedication: Inj zivovudin

LAPORAN PERSALINAN
Operator : dr. Muslich. Sp.OG
Tanggal :15/06/2015
Jam :09.00 WIB
Laporan SC a/i HIV
Lahir bayi perempuan , BB : 2900 gr, PB: 48 cm, AS 8/9, anus (+)
Ibu dibaringkan di meja operasi dengan infus dan kateter terpasang dengan baik.
Dilakukan tindakan aseptik dengan larutan betadin dan alkohol 70% pada dinding
abdomen lalu ditutup dengan doek steril kecuali lapangan operasi.
Dibawah spinal anastesi dilakukan insisi pfannenstiel mulai dari kutis, subkutis,
hingga tampak fascia.
Dengan menyisipkan pinset anatomis dibawahnya, fascia digunting ke kanan dan
ke kiri, otot dikuakkan secara tumpul.
Peritonium dijepit dengan klem, diangkat lalu digunting ke atas dan ke bawah
kemudian dipasang hack blast.
Tampak uterus gravidarum, identifikasi SBR dan lig. Rotundum.
Lalu plica vesicouterina digunting secara konkaf ke kiri dan ke kanan dan
disisihkan ke bawah arah blast secukupnya.

Selanjutnya dinding uterus diinsisi konkaf sampai menembus

subendometrium. Kemudian endometrium ditembus secara tumpul


dan diperlebar sesuai sayatan. Selaput ketuban dipecahkan, air
ketuban jernih
Tangan kiri operator mengekstraksi bokong janin lalu tali pusat
dikendorkan kemudian bokong janin dipegang secara femuropelvic,
lalu dilakukan manual aid untuk melahirkan badan janin lalu kepala
bayi dilahirkan secara mauriceau (tangan penolong yang sesuai
dengan muka janin dimasukkan kedalam jalan lahir, jari tengah
dimasukkan kedalam mulut dan jari telunjuk dan jari keempat
mencengkram fossa kanina, sedang jari lain mencengkram leher)
lahir Lahir bayi perempuan , BB : 2900 gr, PB: 48 cm, AS 8/9, anus
(+)
Tali pusat diklem pada 2 tempat digunting di antaranya.
Plasenta dilahirkan dengan traksi pada tali pusat dan penekanan
pada fundus, kesan lengkap.
Kedua sudut kiri dan kanan tepi luka insisi dijepit dengan oval klem
Kavum uteri dibersihkan dari sisa sisa selaput ketuban dengan
kassa steril terbuka sampai tidak ada sisa selaput atau plasenta
yang tertinggal. Kesan : bersih.

Dilakukan penjahitan hemostasis figure of eight pada kedua ujung

robekan uterus dengan chromic catgut no.2.0, dinding uterus dijahit


lapis demi lapis jelujur terkunci overhecting. Evaluasi tidak ada
perdarahan. Reperitonealisasi dengan plain catgut no.1.0
Klem peritonium dipasang, lalu kavum abdomen dibersihkan dari
bekuan darah dan cairan ketuban. Kesan : bersih
Evaluasi tuba dan ovarium kanan kiri. kesan : normal.
Lalu peritoneum dijahit dengan plain catgut no.00. kemudian
dilakukan jahitan aproksimal otot dinding abdomen dengan plain cat
gut no.00 secara simple / continous
Kedua ujung fascia dijepit dengan kocher, lalu dijahit secara jelujur
dengan vycril no.2/0.
Subkutis dijahit secara simple sutura dengan plain cat gut no.00
Kutis dijahit secara subkutikuler dengan vycril 2/0.
Luka operasi ditutup dengan kasa steril + betadin solusio.
Liang vagina dibersihkan dari sisa sisa darah dengan kapas sublimat
hingga bersih.
Keadaan umum ibu post operasi : stabil
Instruksi : Awasi vital sign, kontraksi dan tanda tanda perdarahan

FOLLOW UP 16 JUNI 2015


Keluhan : Nyeri luka operasi
Vital sign: Sens : Compos mentis Anemis : -/TD : 120/70 mmHg
Ikterik : -/HR : 90 x/menit Sianosis: RR : 22 x/menit Dypsnoe : Temp : 36,0 OC Oedem : -/Abdomen
: Soepel, Peristaltik (+) N.
TFU : 2 jari dbp, kontraksi baik
P/V : (-)
Lochia rubra: (+)
L/O : Tertutup verban kesan kering
BAK : via kateter, 350 cc pukul 06.00 WIB
BAB : (-)
Flatus : (+)
ASI : (+)
Dx : Post SC a/i HIV + NH2
Terapi : - IVFD RL 20 gtt/i
- Inj. Gentamicin 80 mg/12 jam
- Inj. Ketorolac 30 mg/8 jam
- Inj. Ranitidin 50 mg/8 jam
- Pronalges supp
- Lynoral 50mg 2x1

FOLLOW UP 17 Juni 2015


Keluhan : Vital sign : Sens : composmentis Anemis : -/TD : 120/70 mmHg
Ikterik : -/HR : 84 x/menit Sianosis: RR : 20 x/menit Dypsnoe : Temp: 36,3 OC Oedem : -/Abdomen
: Soepel, Peristaltik (+) N.
TFU : 2 jari dbp, kontraksi baik
P/V : (-)
Lochia rubra : (-)
L/O : tertutup verban kesan kering
BAK : via kateter, 1.350 cc pukul 06.00 WIB
BAB : (-)
Flatus : (+)
ASI : (+)
Dx : Post SC a/i HIV + NH3
Terapi : - IVFD RL 20 gtt/I
- Inj. Ceftriaxone 1gr/12 jam
- Inj. Gentamicin 80 mg/12 jam
- Syr Pondex 3x500mg
- Pronalges supp k/p
- Lynoral 50mg 2x1

FOLLOW UP 18 Juni 2015


Keluhan : Vital Sign : Sens : Compos mentis Anemis : -/TD : 120/80 mmHg
Ikterik : -/HR : 80 x/menit Sianosis: RR : 20 x/menit Dypsnoe : Temp: 36,7 OC Oedem : -/Abdomen
: Soepel, Peristaltik (+) N.
TFU : 2 jari dbp
P/V : (-)
Lochia rubra : (+)
L/O : Tertutup verban kesan kering
BAK : (+) normal
BAB : (-)
Flatus : (+)
Dx : Post SC a/i HIV + NH4
Advice : PBJ

TERIMAKASIH