Anda di halaman 1dari 13

3D DIGITAL ROCK PHYSICS APPLICATION TO ESTIMATE ELASTIC

PROPERTIES OF RESERVOIR SANDSTONE

PROPOSAL PENELITIAN HIBAH

Disusun oleh :
HANDOYO1*, FATKHAN2, FOURIER DZAR ELJABBAR LATIEF3, GESTIN
MEY EKAWATI1, DAN RUHUL FIRDAUS1

Teknik Geofisika, Jurusan Teknik, Institut Teknologi Sumatera,


Jl. Terusan Ryacudu, Jati Agung, Lampung Selatan 35365, Indonesia
2
Teknik Geofisika, Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan, Institut Teknologi
Bandung, Jl. Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
3
Fisika Kebumian dan Sistem Kompleks, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
Alam, Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia

PROGRAM STUDI TEKNIK GEOFISIKA


JURUSAN TEKNIK
INSTITUT TEKNOLOGI SUMATERA
2015

LEMBAR PENGESAHAN

3D DIGITAL ROCK PHYSICS APPLICATION TO ESTIMATE ELASTIC


PROPERTIES OF RESERVOIR SANDSTONE

Disusun Oleh :

HANDOYO, FATKHAN, FOURIER DZAR ELJABBAR LATIEF,


GESTIN MEY EKAWATI, DAN RUHUL FIRDAUS

Menyetujui
Wakil Rektor Bidang Akademik ITERA

Prof. Dr. Ing. Mitra Djamal


NIP 19600522 198503 1 002

Ketua tim peneliti

Handoyo, S.Si., M.T.

DAFTAR ISI
a.
b.

Halaman

c.

1.
2.

RINGKASAN PROPOSAL............................................................................3
PENDAHULUAN..........................................................................................3
2.1. Latar belakang masalah............................................................................3
2.2. Tujuan Penelitian.....................................................................................3
3. METODOLOGI.............................................................................................3
3.1. Citra Digital 3D.......................................................................................3
3.2. Analisis dan Karakterisasi........................................................................3
3.3. Estimasi parameter elastisitas dan kecepatan gelombang...6
DAFTAR PUSTAKA ... 8
JADWAL PELAKSANAAN
PENELITIAN.9
1.

USULAN BIAYA
PENELITIAN..9
2.

d.

3.

RINGKASAN PROPOSAL
Perkembangan teknologi telah membawa kemudahan dan kemajuan dalam berbagai
bidang penelitian. Salah satu perkembangan yang memberi kemajuan yang cukup
signifikan adalah teknologi pencitraan 3D. Micro-Computed Tomography atau juga
dikenal dengan -CT telah berkembang pesat dan dimanfaatkan dalam berbagai bidang
kajian, seperti material science dan life science. Teknologi ini juga didukung oleh
pesatnya perkembangan teknologi komputasi sehingga proses akuisisi, rekonstruksi dan
pengolahan serta analisis citra 3D menjadi lebih mudah dilakukan secara digital.
Dalam rangka pengembangan IPTEK di ITERA, maka ITERA bekerja sama dengan
dengan ITB untuk melakukan riset penelitian terkait fisika batuan. Kerja sama
dilaksanakan oleh dosen Teknik Geofisika ITERA, Teknik Geofisika ITB, dan Fisika
Kebumian ITB. Institut Teknologi Bandung telah memiliki perangkat -CT Scan
SkyScan 1173 yang terinstall di Gedung Basic Science A. Perangkat ini telah beroperasi
secara optimal selama satu tahun. Keberadaan perangkat ini telah mendukung berbagai
penelitian di lingkungan civitas akademika ITB maupun di luar ITB baik dari bidang life
science maupun bidang material science. Perangkat ini mampu mencitrakan struktur 3D
sampel hingga ketelitian 5 m. Namun demikian, banyaknya parameter dalam proses
pemindaian (scanning) menyebabkan bervariasinya keluaran yang dihasilkan. Demikian
pula pada tahapan pasca-pemindaian, yaitu rekonstruksi citra. Pada tahapan ini, berbagai
parameter pra-pemrosesan (pre-processing) dapat mempengaruhi kualitas citra keluaran.
Tahapan selanjutnya adalah pengolahan dan analisis citra. Dalam tahapan ini, struktur
yang sudah dietakan dalam ruang 3D dapat dianalisis baik secara kualitatif maupun
secara kuantitatif.
Perangkat Skyscan 1173 dilengkapi dengan workstation yang disertai degnan perangkat
lunak akuisisi SkyScan117, perangkat lunak rekonstruksi NRecon, perangkat visualisasi
(analisis kualitatif) DataViewer, CTVox dan CTVol, serta perangkat pengolahan dan
analisis citra CTAn. Penelitian ini akan mengkaji berbagai aspek parameter pemindaian,
rekonstruksi, visualisasi maupun pengolahan dan analisis citra menggunakan SkyScan
1173 serta perangkat-perangkat lunak pendukung yang telah disebutkan di atas.
Dalam hal fisika batuan, teknologi -CT Scan diharapkan dapat dimanfaatkan dalam
bidang fisika batuan dan geofisika. Berdasarkan pemahaman tersebut, maka penelitian ini
bermaksud untuk memanfaatkan teknologi digital rock physics untuk membantu proses
karakterisasi batuan dan penentuan parameter-parameter fisika batuan dan elastisitas
gelombang dalam batuan.

2.
4.

PENDAHULUAN
Latar belakang masalah
Batuan reservoar adalah batuan yang memiliki sifat dan karakteristik tertentu.
Karakteristik umum dari batuan reservoar diantaranya adalah porositas dan permeabilitas.
Selain porositas dan permeabilitas, parameter-parameter fisika batuan yang

4.1.

mencerminkan karakteristik suatu reservoar adalah parameter yang terkait dengan fasies
reservoar, seperti nilai saturasi fluida, densitas, volume, tekanan dan temperatur. Untuk
mendapatkan informasi-informasi tersebut, metode konvensional yang sering dilakukan
adalah melalui pengambilan inti pengeboran (coring) dan data log (Sismanto, 2013).
Menurut Sukmono (2002), karakterisasi reservoar merupakan suatu proses untuk
menjabarkan secara kualitatif dan kuantitatif karakter reservoar menggunakan data yang
ada. Karakterisasi reservoar yang dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai
parameter-parameter fisika dari batuan reservoar adalah sangat penting untuk diketahui
sebagai sarana untuk memahami karakteristik batuan reservoar.
Pada dasarnya, semua parameter fisika reservoar dipengaruhi oleh struktur mikro dari
pori batuan. Pengukuran parameter fisika batuan dapat dilakukan secara langsung
maupun tidak langsung. Pengukuran langsung dapat dilakukan di laboratorium
(konvensional). Pengukuran secara tidak langsung dapat dilakukan dengan cara
mengukur besaran fisis lain dan kemudian dihitung menggunakan hubungan-hubungan
matematis antar besaran-besaran fisis tersebut. Sebagai contoh, nilai kecepatan
gelombang seismik dapat diprediksi dengan mengetahui nilai modulus bulk, modulus
shear, densitas, permeabilitas, saturasi air dan porositas.
Berawal dari pemahaman tersebut, maka penelitian ini bermaksud untuk melakukan
karakterisasi batuan reservoar menggunakan teknik fisika batuan digital atau Digital
Rock Physics (DRP) yang memanfaatkan suatu teknologi CT-Scan (micro computing
tomography) yang banyak digunakan dalam ilmu kedokteran.
Metode DRP memiliki kemampuan untuk melakukan rekonstruksi citra batuan secara
digital dalam bentuk tiga dimensi, menghitung nilai porositas batuan, dan mendapatkan
visualisasi pori dari struktur mikro batuan yang kompleks (Dvorkin dan Nur, 2009).
Andra dkk (2012) telah menerapkan metode fisika batuan digital untuk melakukan
identifikasi mineral penyusun batupasir dan memvisualisasikannya. Kemudian, metode
fisika batuan digital dapat memvisualisasikan pengaruh saturasi fluida seperti yang telah
dilakukan oleh Jain dan Juanes (2009) serta Setiawan dkk (2011). Lebih lanjut lagi,
menurut Arns dan Knackstedt (2002), metode ini dapat digunakan untuk menghitung
secara komputasi parameter-parameter elastisitas batuan. Parameter elastisitas batuan
yang dapat dihitung adalah kecepatan gelombang P, kecepatan gelombang S dan modulus
bulk dan modulus shear.
4.2.

Tujuan riset/inovasi

Maksud dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan atmosfer penelitian di ITERA dan
menjalin kerja sama dengan institusi lain seperti ITB. Sedangkan tujuan dari penelitian
ini adalah:
1. Mengaplikasikan teknologi fisika batuan digital atau Digital Rock Physics (DRP)
untuk pencitraan dan membantu menentukan nilai parameter-paremeter fisika dan
parameter gelombang dalam sampel batupasir.
5

Membuat citra digital dan identifikasi parameter fisika batuan seperti porositas,
matriks padatan densitas tinggi, matriks padatan densitas rendah dan pengaruh
saturasi fluida di dalam pori.
3. Menghitung nilai parameter-parameter fisika batuan reservoar seperti densitas,
porositas total, porositas efektif, porositas terisolasi, luas permukaan internal spesifik,
tortuositas dan permeabilitas.
4. Menghitung nilai parameter elastisitas dan parameter gelombang dalam batuan seperti
modulus bulk, modulus shear, kecepatan gelombang P dan kecepatan gelombang S.
2.

5.

METODOLOGI
3.1

Citra Digital 3D

Citra digital 3D dari sampel medium berpori diperoleh dengan melakukan pemindaian
dengan memanfaatkan perangkat -CT scanner SkyScan 1173. Sampel yang dipindai dengan
sinar-X akan menghasilkan citra proyeksi yang terrekam pada CCD flatpanel. Citra proyeksi
arah vertikal yang dihasilkan dari proses pemindaian dengan perangkat lunak akuisisi
SkyScan1173 ini adalah dalam bentuk citra skala keabuan (grayscale image, Gambar 1.b).
Citra rekonstruksi dapat kemudian dihasilkan dari citra proyeksi dengan menggunakan
perangkat lunak rekosntruksi NRecon. Data keluaran akhir dari tahap ini berupa citra dengan
kode warna yang menunjukkan pseudo-density dengan proyeksi pemetaan arah horizontal
(lihat Gambar 2.a.). Perangkat DataViewer dapat menghasilkan proyeksi citra dalam
potongan arah yang berbeda (horizontal pada arah x maupun y , Gambar 3.b dan
Gambar 2.c.) Hasil akhir dari tahap ini kemudian dapat dipetakan menjadi struktur 3D yang
ditunjukkan dalam Gambar 2.d. Visualisasi dapat dilakukan dengan lebih beragam, seperti
isolasi retakan pada sampel di bawah (Gambar 3). Pada Gambar 3, perangkat CTVox
memiliki fitur transfer function, di mana opacity, luminosity dan RGB value dapat diubahubah. Pada gambar 3 ditunjukkan bahwa bagian dari sampel yang memiliki massa
jenis/kerapatan yang tinggi dapat dihilangkan, dan retakan yang terisi udara (kerapatan
rendah) dapat dilihat dengan baik.

a.

b.

c.

Gambar 1. (a) Perangkat -CT Scanner SkyScan 1173. (b) sampel batuan (c) citra proyeksi
sebagai keluaran awal.

Gambar 2. Struktur 3D dari sampel batuan yang telah di-scan.

Gambar 3. Struktur 3D dari sampel batuan yang telah di-scan, ditampilkan dengan perangkat
CTVox.

3.2

Analisis dan Karakterisasi

Citra digital yang ditunjukkan pada Gambar 2.a. akan diolah lebih lanjut dengan
menggunakan berbagai metode analisis citra menggunakan perangkat lunak analisis CTAn
dan Fiji. Perangkat lunak CTAn merupakan paket pengolahan dan analisis citra yang
dikembangkan oleh produsen SkyScan 1173, sedangkan Fiji merupakan Open Source
Software untuk pengolahan dan analisis citra. Karakterisasi dilakukan dengan perhitungan
berbagai besaran fisis, di antaranya adalah porositas didefinisikan sebagai fraksi volume pori
per unit volume atau

Vp
V

volume pori
volume total

(1)

Persentase pori yang terisolasi dihitung dengan mencari pori-pori yang tidak terkoneksi
dengan pori lainnya. Luas permukaan spesifik volumetrik dapat didefinisikan sebagai fraksi
luas permukaan pori per unit volume total sampel atau

Sv

Ap
V

Luas permukaan pori


volume total sampel

(2)

Selain itu, luas permukaan spesifik pori juga dapat dihitung yaitu didefinisikan sebagai
sebagai fraksi luas permukaan pori per unit volume pori atau
SP

Ap
VP

Luas permukaan pori


volume pori

(3)

Perhitungan permukaan luas spesifik dalam disertasi ini dengan mengukur luas permukaan
pori tiap gambar 2D penyusun model atau sampel batuan dan luas permukaan pori adalah
jumlah luas permukaan pori tiap gambar potongan 2D penyusun model.
Karakter lainnya yang juga dikaji adalah distribusi ukuran pori dalam potongan gambar 2D.
Ukuran pori direpresentasikan oleh jari-jari ekivalen pori r e k yang diperoleh dari:
r e k =2 A / K

dengan

A adalah luas pori, dan

(4)

adalah keliling pori.

Perangkat lunak CTAn dilengkapi dengan fitur pengolahan citra seperti konversi dari citra
warna ke citra skala-abu (grayscale) dan juga thresholding menjadi citra binari (hitam-putih).
Salah satu analisis yang bsia juga dilakukan dengan perangkat lunak ini adalah klasifikasi
pori berdasarkan ukurannya. Gambar 4 menunjukkan konversi citra dan hasil
pengelompokkan pori berdasarkan ukurannya.

Gambar 4. (a) citra skala warna (pseudo-density) (b) citra skala-abu (c) citra binari (d) citra
denga kode warna berdasarkan ukuran pori.
Data digital hasil pemrosesan lebih lanjut (citra binari) dapat digunakan lebih jauh untuk
menjadi masukan (sebagai medium alir) dalam simulasi aliran fluida yang memanfaatkan
metode Kisi Boltzmann (Lattice Boltzmann Method; LBM) [10-12]. Dari simulasi tersebut bisa
8

diperoleh besaran permeabilitas serta tortuositas. Gambar 5.a menunjukkan citra 3D hasil
pengolahan lebih lanjut. Citra tersebut merupakan komposit dari bagian pori, bagian padatan
serta streamline yang dibentuk dari peta kecepatan aliran fluida keluaran dari simulasi aliran
fluida menggunakan LBM.

3.3

Estimasi Parameter Elastsitas dan Kecepatan Gelombang

Konstanta elastisitas dan dan parameter Lame berkaitan dengan kecepatan gelombang P,
kecepatan gelombang S dan kecepatan gelombang ekstensional. Dituliskan sebagai,

Vp

Vs

K 43

(5)
.... (6)

Hubungan modulus elastisitas terhadap saturasi fluida dijelaskan oleh persamaan BiottGassman yaitu,
K dry
Kf
K sat

K m K sat K m K dry ( K m K f )

dry sat

.. (7)

dengan
K sat : Modulus bulk tersaturasi
K m : Modulus bulk mineral batuan
K dry

: Modulus bulk matriks padatan batuan saat kering

Kf

: Modulus bulk fluida


sat dry
: Modulus shear batuan
Sedangkan desitas batuan tersaturasi sat , densitas mineral batuan m dan densitas fluida
dituliskan oleh persamaan:

sat m (1 ) f

DAFTAR PUSTAKA

Andra, H., dkk., 2012. Digital Rock Physics Benchmarks-Part I: Imaging and
Segmentation. Journal Computers & Geosciences ELSEVIER 50 (2013) 2532.

Arns, C.H., Knackstedt, M.A., 2002. Computation of Linear Elastic Properties from
Microtomographic Images: Methodology and Agreement Between Theory and
Experiment. Journal of Geophysics, Vol. 67, No. 5, 1396-1405. Australian National
University. Canberra.

Beard, D.C., Weyl, P.K., 1973. Influence of Texture on Porosity and Permeability in
Unconsolidated Sand. AAPG Bull 57: 349-369.

Berryman, J.G., 1981, Elastic wave propagation in fluid-saturated porous media, Journal
of Acoustical Society of America, 69, 416-424.

Castagna, J.P., Batzle, M.L., and Eastwood, R.L., 1985. Relationships between
Compressional Wave and Shear-wave Velocities in Clastic Silicate Rocks. Geophys., 50,
571581.

Castagna, J.P., Baztle, M.L., and Kan, T.K., 1993, Rock Physics The Link beetwen Rock
Properties and AVO Response, in offset-Dependent Reflectivity-Theory and Practice of
AVO Analysis, J.P. Castagna and backus, eds. Investigations in Geophysics, No. 8, SEG,
Tulsa, Oklahoma, 3-36.

Dvorkin, J.P., Nur, A., 2009. Special Section Rock Physics: Scale of Experiment and
Rock Physics Trends. Stanford University. Leading Edge Journal.

Dvorkin, J.P.,. 2009. Kozeny-Carman Equation Revisited. Geophysics Journal.


Geophysics Department, Stanford University. Stanford. USA.

Fourrier, D.E.L., 2013. Isolation Technique for Reconstruction and Visualization of


Crack in Geothermal Reservoir Rock. Physics of Earth and Complex System, Faculty of
Mathematics and Natural Sciences, Bandung Institute of Technology, Indonesia.

10

Gardner, G.H.F., Gardner, L.W., and Gregory, A.R., 1974, Formation Velocity and
Density: The Diagnotic Basic for Stratigraphic Traps. Geophysiscs, Vol. 39, 770-780.

11

Glover, Paul. 2000. Petrophysics MSc Course Notes. Leeds University. United Kingdom.

12

Guguen, Y., Palciaukas, V. 1994. Introduction to The Physics of Rocks. Princeton


University Press, New Jersey, 294 pp.

13

Jain, A. K., and R. Juanes. Preferential Mode of Gas Invasion in Sediments: Grain-scale
Mechanistic Model of Coupled Multiphase Fluid flow and Sediment Mechanics. Journal.
Geophysics. Res. 114.B8 (2009): B08101. 2009 American Geophysical Union.

14

King, M.S., Marsden, J.R., Dennis, J.W., 2000. Biot Dispersion for P- and S-wave
Velocities in Partially and Fully Saturated Sandstones. Geophysical Prospecting, 48,
10751089

15

Kusumadinata, R.P., 1980. Geologi Minyak dan Gasbumi. Jilid 1, edisi kedua., Penerbit
ITB. Bandung.
10

16

Mavko, G., and Nur, A., 1997, The effect of a percolation threshold in the Kozeny
Carman relation, Geophysics, 62, 1480-1482.

17

Mavko, G., Mukerji, T., and Dvorkin, J., 1998, The Rock Physisc Handbook: Tool for
Seismic Analysis in Porous Media, Cambridge Univ. Press, USA.

18

Putra, Y.S. 2011. Korelasi Tortuositas dengan Porositas Absoulut dalam Pemodelan
Aliran Fluida Menggunakan Lattice Gas Automata Model FHP III. Jurusan Fisika
FMIPA Universitas Tanjungpura. Pontianak.

19

Reuss, A. 1929. Berechnung der Fliesgrensen von Mischkristallen auf Grund der
Plastizitatsbedigung fur Einkristalle. Z. Ang. Math. Mech. 9, 49-58.

20

Schon,J.H., 1998, Physical Properties of Rocks, Fundamental and Principles of


Petrophysics. Handbook of Geophysical Exploration. Section 1, Seismic Exploration.,
Pegamon., Netherland.

21

Setiawan, A., Nomura, H., Suekane, T., 2011. Microtomography of Imbibition


Phenomena and Trapping Mechanism. The University of Tokushima. 770-8506. Japan.

22

Sismanto, 2013. Pendekatan Estimasi Permeabilitas dan Saturasi Air Berbasiskan Data
Seismik. Graha Ilmu. Yogyakarta.

23

Sukmono, S. 2002. Seismic Inversion and AVO Analysis for Reservoir. Program Studi
Teknik Geofisika ITB. Bandung.

24

Swanson, B.J. 1981. A Simple Correlation between Permeability and Mercury Capillary
Pressures. J Pet Technol Dec: 2488-2504.

25

Tosaya, C.A. and Nur, A., 1982. Effects of Diagenesis and Clays on Compressional
Velocities in Rocks. Geophys. Res. Lett., 9, 58.

11

JADWAL PELAKSANAAN PENELITIAN

Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2015 s.d. Oktober 2015. Jadwal detail rancangan
kemajuan penelitian ditampilakan pada tabel berikut.
No
1

Jenis Kegiatan

Studi rekonstruksi citra 3D sampel


batupasir menggunakan -CT
X
Scanner
Analisis pengaruh parameter
scanning terhadap citra 3D yang
dihasilkan
Analisis pengaruh parameter
rekonstruksi pada citra 3D sampel
batupasir yang dihasilkan
Visualisasi dan karakterisasi
(penentuan berbagai sifat fisis,
morfologi dan geometri) sampel
yang sudah direkonstruksi menjadi
citra digital 3D menggunakan
DataViewer, CTVox, CTVol dan CTAn
Analisis lanjut untuk perhitungan
berbagai karakter struktur sampel
batupasir dengan perangkat lunak
CTAn
Analisis anjut untuk karakterisasi
sampel batupasir dengan
perangkat lunak Fiji
Perhitungan parameter elastisitas
dan gelombang sampel batupasir

9 Pembuatan laporan penelitian


Pembuatan paper untuk jurnal PIT
10 HAGI, IAGI, IATMI dan IAFMI 2015 di
Balikpapan, Kalimantan Selatan

Bulan ke5
6

X
X
X

12

USULAN BIAYA PENELITIAN


Biaya penelitian diajukan ke ITERA melalui dana penelitian. Usulan dana yang diajukan
pada penelitian ini ditunjukkan oleh tabel berikut.
No

Keterangan

Jumlah

Foto kopi keperluan


pemberkasan dan laporan
penelitian

Jasa scanning sampel


batupasir dan sewa alat
laboratorium di ITB

Biaya satuan (Rp) Jumlah biaya (Rp)

100

125

12.500

1.000.000

5.000.000

Jasa rekonstruksi dan


analisis sampel di ITB

2.000.000

2.000.000

Cetak laporan penelitian

75.000

375.000

Biaya penjilidan laporan


penelitian

5.000

25.000

Total

7.412.500

Biaya total pengajuan adalah


Rp. 7.412.500,- (tujuh juta empat ratus dua belas ribu rupiah).

13