Anda di halaman 1dari 11

HAMA PENTING Penggerek buah kakao (Conopomorpha cramerella)

HAMA PENTING Penggerek buah kakao ( Conopomorpha cramerella ) Famili : Gracillariidae Ordo : Lepidoptera Menurut

Famili

: Gracillariidae

Ordo : Lepidoptera

Menurut Arifin Djamin. (1980) , Buah kakao yang diserang berukuran panjang 8 cm, dengan gejala masak awal, yaitu belang kuning hijau atau kuning jingga dan terdapat lubang gerekan bekas keluar larva. Pada saat buah dibelah biji-biji saling melekat dan berwarna kehitaman, biji tidak berkembang dan ukurannya menjadi lebih kecil. Selain itu buah jika digoyang tidak bunyi.

Bioekologi

Telur

HAMA PENTING Penggerek buah kakao ( Conopomorpha cramerella ) Famili : Gracillariidae Ordo : Lepidoptera Menurut

Telur berwarna merah jingga dan diletakkan pada kulit buah, terutama pada alur buah. Telur berukuran sangat kecil (sulit dilihat) dengan panjang 0.8 mm dan lebar 0.5 mm. Serangga dewasa bertelur 50 – 100 butir pada setiap buah kakao. Telur akan menetas dalam waktu 6–9 hari.

Larva

Larva yang menetas dari telur tersebut berwarna jingga, bergerak dan mulai membuat lubang ke dalam kulit, untuk selanjutnya masuk ke dalam buah kakao. Larva tua berwarna putih kekuningan. Lubang gerekan berada tepat di bawah tempat meletakkan telur. Larva akan menggerek daging buah, diantara biji dan plasenta. Panjang larva sekitar 1,0-1,2 cm dan berwarna ungu muda hingga putih, lama hidup dalam buah kakao antara 14 – 18 hari, kemudian menjadi kepompong. Setiap buah dapat mengandung 6-40 larva.

Kepompong

Kepompong terlindung dalam anyaman kokon . Periode kepompong 6-8 hari, warna abu- abu gelap dan panjang 8 mm. Biasanya larva berkepompong pada daun atau alur buah, dan larva membuat lubang keluar dengan benang-benang sutra yang keluar dari mulutnya. Melalui benang tersebut, larva turun ke tanah dan menggulung menjadi kepompong. Dengan demikian kepompong seringkali di temukan pada daun kering di tanah, keranjang, karung atau kantong plastik yang ada di sekitar pohon kakao. Kepompong berubah menjadi imago.

Imago

Imago berwujud kupu-kupu kecil (ngengat) dengan panjang 7 mm dan lebar 2 mm, memiliki sayap depan berwarna hitam bergaris putih, pada setiap ujungnya terdapat bintik kuning dan sayap belakang berwarna hitam. Antena yang lebih panjang dari badannya dan runcing. Imago aktif mulai senja sampai malam hari, pada pukul 18.00 – 20.30. Pada siang hari biasanya berlindung di tempat lembab dan tidak terkena sinar matahari. Daya terbangnya tidak terlalu tinggi namun mudah terbawa oleh angin. Serangga dewasa ini sendiri hanya berumur 5 – 7 hari, setelah bertelur akan mati.

Kepik penghisap buah (Helopeltis spp)

Menurut Atmaja (2012) Buah kakao yang terserang tampak bercak-bercak cekung berwarna coklat kehitaman dengan ukuran bercak relatif kecil (2-3 mm) dan letaknya cenderung di ujung buah. Serangan pada buah muda menyebabkan buah kering dan mati, tetapi jika buah tumbuh terus, permukaan kulit buah retak dan terjadi perubahan bentuk. Bila serangan pada pucuk atau ranting menyebabkan daun layu, gugur kemudian ranting layu mengering dan meranggas.

Kepik penghisap buah ( Helopeltis spp ) Menurut Atmaja (2012) Buah kakao yang terserang tampak bercak-bercak

Klasifikasi

Kingdom

: Animalia

Phillum

: Arthropoda

Kelas

: Insekta

Ordo

: Hemiptera

Famili

: Miridae

Genus

: Helopeltis

Spesies

: Helopeltis antonii

Bioekologi

Penghisap buah kakao (Helopeltis sp.) tersebar di beberapa negara penghasil kakao seperti Malaysia, Indonesia, Afrika Barat, Afrika Timur, Papua New Guinea, dan Amerika Selatan. Hingga saat ini Helopeltis sp. diketahui terdiri dari 13 spesies yang 2 spesies diantaranya terdapat di Indonesia. Ke dua spesies tersebut adalah H. antonii Sign. dan H. theivora Watt.

Imago helopeltis sp dapat diidentifikasi dari beberapa penampilan fisiknya yang antara lain terdapatnya jarum penusuk pada mesoskutelumnya, berwarna coklat kehitam-hitaman pada serangga jantan, berwarna coklat kemerah-merahan pada serangga betina, tungkai berwarna coklat kelabu, punggung berwarna hijau kelabu, dan panjang tubuhnya 6,5 sd 7,5 mm. Serangga yang tumbuh optimal pada ketinggian 200 sd 1.400 meter di atas permukaan laut ini, dapat hidup sampai 50 hari. Imago betina dapat bertelur sebanyak 235 butir selama 34 hari. Telur tersebut biasanya diletakan di permukaan buah muda. Telur berbentuk lonjong berwarna putih dengan panjang sekitar 1 mm.

Telur menetas dan menjadi nimfa setelah 6 sd 8 hari setelah diletakan. Nimfa yang keluar berbulu halus dan belum memiliki jarum. Nimfa tersebut akan dewasa setelah mengalami 4 kali ganti kulit dan jaru akan mulai nampak ketika ganti kulit pertama pada nimfa. Periode nimfa biasanya berlangsung selama 12 sd 14 hari sebelum kemudian berubah menjadi serangga dewasa (imago).

Populasi dan serangan hama penghisap buah kakao umumnya meningkat saat musim hujan karena pada musim hujan intensitas penyinaran matahari semakin kecil, kelembaban udara semakin tinggi, dan kecepatan angin semakin rendah. Kondisi seperti ini sangat cocok untuk pertumbuhan dan perkembangan hama ini.

Semut hitam (D. thoracicus)

MUSUH ALAMI

Semut hitam ( D. thoracicus) MUSUH ALAMI Semut hitam D. thoracicus termasuk dalam Ordo Hymenoptera (serangga

Semut hitam D. thoracicus termasuk dalam Ordo Hymenoptera (serangga

bersayap bening) dan masuk dalam Familia Formicidae. Menurut Kalshoven (1981), klasifikasi semut hitam D. thoracicus adalah sebagai berikut :

Filum

: Arthropoda

Kelas

: Hexapoda

Ordo

: Hymenoptera

Famili

: Formicidae

Sub famili

: Dolichoderinae

Genus

: Dolichoderus

Spesies

: Dolichoderus thoracicus Smith

Bioekologi

Telur

Telur semut berwarna putih, berbentuk lonjong, panjangnya 1-1,5 milimeter, dan lama fase telur adalah 14 hari (Cadapan et al., 1990). Telur diproduksi 10-20 hari setelah kopulasi antara ratu dan semut jantan. Produksi telur semut hitam rata-rata 1.300 - 1.700 butir per tahun. Telur-telur tersebut diletakkan di dalam sarangnya yang berada di lubang-lubang pohon atau di balik dedaunan (Elzinga, 1978 dalam Rahmawadi, 1997).

Larva

Telur-telur semut selanjutnya akan menetas menjadi larva. Larva semut tampak seperti belatung, berwarna putih, kepala terdiri atas 13 segmen, dan lama fase larva adalah 15 hari (Cadapan dkk., 1990). Larva semut hitam mendapatkan pakan berupa cairan ludah dari kelenjar saliva ratu, dari cadangan lemak otot terbang ratu, atau jika koloni sudah memiliki pekerja maka diberi makan oleh pekerjanya (Samiyanto, 1990).

Pupa

Larva semut kemudian akan berubah menjadi pupa. Pupa semut hitam berwarna putih, tidak terbungkus kokon seperti kebanyakan serangga yang lain, dan lama fase pupa adalah 14 hari. Pada saat berbentuk pupa, semut hitam mengalami periode tidak makan atau non-feeding periode (Cadapan dkk., 1990).

Imago

Fase terakhir dalam metamorfosis semut adalah imago. Imago berwarna hitam, organ- organ tubuh mulai berfungsi, dan mulai terpisah menurut kastanya masing-masing. Koloni akan lebih banyak menghasilkan pekerja daripada kastakasta yang lain pada awal-awal terbentuknya koloni. Hal ini dilakukan untuk meringankan tugas ratu karena sebagian besar aktivitas koloni akan dilaksanakan oleh pekerja. Lama siklus hidup semut hitam sekitar 40 hari dan semut dapat bertahan hidup selama 2-3 tahun (Cadapan dkk., 1990).

Lebah (Trigona sp)

SERANGGA LAIN

Lebah ( Trigona sp ) SERANGGA LAIN Klasifikasi Menurut Sihombing (2005) klasifikasi lebah Trigona sp. adalah

Klasifikasi

Menurut Sihombing (2005) klasifikasi lebah Trigona sp. adalah sebagai berikut :

Kingdom

: Animalia

Phylum

: Antropoda

Sub phylum

: Mandibulata

Kelas

: Insekta (Hexapoda)

Ordo

: Hymnoptera

Sub Ordo

: Apocrita

Famili

: Apidae

Sub Famili

: Meliponinae

Genus

: Trigona

Spesies

: Trigona sp

Bioekologi

Kehidupan lebah dimulai dengan telur yang ditelurkan oleh ratu didalam sel sisiran sarang. Telur akan menetas setelah 3 hari menjadi larva. Lebah pekeda memberi larva pakan sehingga tumbuh sangat cepat sehingga memadati sel dalam

waktu 4 hari. Larva tersebut membuat satu koloni dalam selnya, lebah pekerja menutup sel sararng dengan lilin, kernudian fase pupa. Fase pupa inilah tedadi perubahan besar menjadi lebah dewasa. Banyaknya koloni tetasan (brood) tergantung dari musim dan kondisi lungkungan, pada keadaan normal biasanya terdapat sekitar 5000 telur, 10000 larva, dan 20000 pupa.

DAFTAR PUSTAKA

Arifin Djamin1980. Strategi Pengendalian Hama Coklat. Konferensi Coklat Nasional. Medan, 16-18 September 1980.

Atmadja Warsi Rahmat, 2012, Pengendalian Helopeltis Secara Terpadu Pada Tanaman Perkebunan, Bogor, Unit Penerbitan Dan Publikasi Balitro

Cadapan, E.P; M. Moezir dan A.A. Prihatin. 1990. Semut Hitam. Berita Perlindungan Tanaman Perkebunan 2 (1): 5-6.

Elzinga, R.J. 1978. Fundamentals of Entomology. Departement of Entomology Kansa State University. New Delhi.

Kalshoven, L.G.E. 1981. Pest of Crop in Indonesia. PT Ichtiar Baru-Van Hove. Revised by Van der Laan. Jakarta

Samiyanto. 1990. Semut dan Peranannya dalam Pengendalian Hama pada Tanaman Kakao. Warta Lembaga Pendidikan Perkebunan. IV: 2-5.

Tanaman Kakao (Theobroma cacao L.)

Tanaman Kakao ( Theobroma cacao L .) Klasifikasi Divisio : Spermatophyta Subdivisio : Angiospermae Kelas :

Klasifikasi

Divisio

: Spermatophyta

Subdivisio

: Angiospermae

Kelas

: Dicotyledoneae

Ordo

: Malvales

Familia

: Sterculiaceae

Genus

: Theobroma

Spesies

: Theobroma cacao L.

LAPORAN MATA KULIAH PERTANIAN BERLANJUT

Pengukuran Biodiversitas Dari Aspek Hama Penyakit pada tanaman Kakao sebagai Indikator Pertanian Berlanjut

Oleh :

Galih Kurniawan Jati 135040218113026

LAPORAN MATA KULIAH PERTANIAN BERLANJUT Pengukuran Biodiversitas Dari Aspek Hama Penyakit pada tanaman Kakao sebagai Indikator

UNIVERSITAS BRAWIJAYA FAKULTAS PERTANIAN AGROEKOTEKNOLOGI KEDIRI

2015