Anda di halaman 1dari 13

1.

JANTUNG:
Jantung adalah salah satu organ penting dalam tubuh kita. Fungsi jantung
secara umum adalah bekerja sebagai pompa. Fungsi pompa ini adalah kaitannya
dengan sistem peredaran tubuh sehingga ketika jantung bekerja untuk dan dalam
rangka memompakan darah ke seluruh jaringan tubuh kita.
Jantung adalah sebuah pompa yang memiliki empat bilik. Dua bilik yang
terletak di atas disebut Atrium, dan dua yang di bawah disebut Ventrikel.
Jantung juga dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu bagian kanan yang bertugas
memompa darah ke paru-paru, dan bagian kiri yang bertugas memompa darah ke
seluruh tubuh manusia.
Atrium dan ventrikel masing-masing akan dipisahkan oleh sebuah katup,
sedangkan sisi kanan dan kiri jantung akan dipisahkan oleh sebuah sekat yang
dinamakan dengan septum.
Katup jantung berfungsi terutama agar darah yang telah terpompa tidak
kembali masuk ke dalam lagi.

1.1.

Anatomi Fisiologi Jantung:


Jantung merupakan sebuah organ yang terdiri otot. Cara bekerjanya

menyerupai otot polos yaitu di luar kemauan kita (dipengaruhi oleh


susunan saraf otonom).
Kerja Fungsi jantung adalah mengatur distribusi darah ke seluruh
bagian tubuh. Bentuk jantung menyerupai jantung pisang, besarnya kurang
lebih sebesar kepalan tangan pemiliknya. Bagian atasnya tumpul (pangkal
jantung) dan disebut juga basis kordis. Di sebelah bawah agak runcing
yang disebut apeks kordis.

Letak jantung di dalam rongga dada sebelah depan (kavum


mediastinum anterior), sebelah kiri bawah dari pertengahan rongga dada,
diatas diafragma, dan pangkalnya terdapat di belakang kiri antara kosta V
dan VI dua jari di bawah papilla mamae.
Pada tempat ini teraba adanya denyutan jantung yang disebut iktus
kordis. Ukurannya kurang lebih sebesar genggaman tangan kanan dan
beratnya kira-kira 250-300 gram.
1.2.

Ruang-Ruang Jantung:
Berbicara mengenai anatomi jantung maka organ jantung terdiri

atas 4 ruang, yaitu 2 ruang yang berdinding tipis disebut dengan atrium
(serambi), dan 2 ruang yang berdinding tebal yang disebut dengan
ventrikel (bilik).
Atrium dan ventrikel jantung ini masing-masing akan dipisahkan
oleh sebuah katup, sedangkan sisi kanan dan kiri jantung akan dipisahkan
oleh sebuah sekat yang dinamakan dengan septum.
Septum atau sekat ini adalah suatu bagian otot kontinue yang
mencegah percampuran darah dari kedua sisi jantung.

Pemisahan ini sangat penting karena separuh jantung kanan


menerima dan juga memompa darah yang mengandung oksigen rendah
sedangkan sisi jantung sebelah kiri adalah berfungsi untuk memompa
darah yang mengandung oksigen tinggi.

Jantung terdiri dari beberapa ruang jantung yaitu atrium dan


ventrikel yang masing-masing dari ruang jantung tersebut dibagi menjadi
dua yaitu atrium kanan kiri, serta ventrikel kiri dan kanan.
1.2.1. Atrium
Berikut fungsi dari masing-masing atrium jantung tersebut yaitu :
1. Atrium kanan berfungsi sebagai penampungan (reservoir) darah yang
rendah oksigen dari seluruh tubuh. Darah tersebut mengalir melalui vena
kava superior, vena kava inferior, serta sinus koronarius yang berasal dari
jantung sendiri. Kemudian darah dipompakan ke ventrikel kanan dan
selanjutnya ke paru. Atrium kanan menerima darah sedikit oksigen dari
tubuh melalui vena kava superior (kepala dan tubuh bagian atas) dan
inferior vena kava (kaki dan dada lebih rendah). Simpul sinoatrial
mengirimkan impuls yang menyebabkan jaringan otot jantung dari atrium
berkontraksi dengan cara yang terkoordinasi seperti gelombang. Katup
trikuspid yang memisahkan atrium kanan dari ventrikel kanan, akan
terbuka untuk membiarkan darah sedikit oksigen dikumpulkan di atrium
kanan mengalir ke ventrikel kanan.
2. Atrium kiri menerima darah yang kaya oksigen dari kedua paru melalui 4
buah vena pulmonalis. Kemudian darah mengalir ke ventrikel kiri dan
selanjutnya ke seluruh tubuh melalui aorta. Atrium kiri menerima darah
kaya oksigen dari paru-paru melalui vena paru-paru. Sebagai kontraksi
dipicu oleh node sinoatrial kemajuan melalui atrium, darah melewati
katup mitral ke ventrikel kiri.
1.2.2. Ventrikel
Berikut adalah fungsi ventrikel yaitu :
1. Ventrikel kanan menerima darah dari atrium kanan dan dipompakan ke
paru-paru melalui arteri pulmonalis. Ventrikel kanan menerima darah deoksigen sebagai kontrak atrium kanan. Katup paru menuju ke arteri paru
tertutup, memungkinkan untuk mengisi ventrikel dengan darah. Setelah
ventrikel penuh, mereka kontrak. Sebagai kontrak ventrikel kanan,
menutup katup trikuspid dan katup paru terbuka. Penutupan katup
trikuspid mencegah darah dari dukungan ke atrium kanan dan pembukaan

katup paru memungkinkan darah mengalir ke arteri pulmonalis menuju


paru-paru.
2. Ventrikel kiri menerima darah dari atrium kiri dan dipompakan ke seluruh
tubuh melalui aorta. Ventrikel kiri menerima darah yang mengandung
oksigen sebagai kontrak atrium kiri. Darah melewati katup mitral ke
ventrikel kiri. Katup aorta menuju aorta tertutup, memungkinkan untuk
mengisi ventrikel dengan darah. Setelah ventrikel penuh, dan berkontraksi.
Sebagai kontrak ventrikel kiri, menutup katup mitral dan katup aorta
terbuka. Penutupan katup mitral mencegah darah dari dukungan ke atrium
kiri dan pembukaan katup aorta memungkinkan darah mengalir ke aorta
dan mengalir ke seluruh tubuh.
1.3.

Siklus Jantung dan Sistem Peredaran Darah Jantung:


Siklus jantung termasuk dalam bagian dari fisiologi jantung itu

sendiri. Jantung ketika bekerja secara berselang-seling berkontraksi untuk


mengosongkan isi jantung dan juga berelaksasi dalam rangka mengisi
darah kembali. Siklus jantung terdiri atas periode sistol (kontraksi dan
pengosongan isi) dan juga periode diastol (relaksasi dan pengisian
jantung).
Atrium dan ventrikel mengalami siklus sistol dan diastol terpisah.
Kontraksi terjadi akibat penyebaran eksitasi (mekanisme listrik jantung) ke
seluruh jantung. Sedangkan relaksasi timbul setelah repolarisasi atau
tahapan relaksasi dari otot jantung.
1.3.1. Peredaran Darah Jantung:
Peredaran jantung itu terdiri dari peredaran darah besar dan juga
peredaran darah kecil. Darah yang kembali dari sirkulasi sistemik (dari
seluruh tubuh) masuk ke atrium kanan melalui vena besar yang dikenal
sebagai vena kava.
Darah yang masuk ke atrium kanan berasal dari jaringan tubuh,
telah diambil O2-nya dan ditambahi dengan CO2. Darah yang miskin akan
oksigen tersebut mengalir dari atrium kanan melalui katup ke ventrikel
kanan, yang memompanya keluar melalui arteri pulmonalis ke paru.
Dengan demikian, sisi kanan jantung memompa darah yang miskin
oksigen ke sirkulasi paru.

Di dalam paru, darah akan kehilangan CO2-nya dan menyerap O2


segar sebelum dikembalikan ke atrium kiri melalui vena pulmonalis.
Darah kaya oksigen yang kembali ke atrium kiri ini kemudian
mengalir ke dalam ventrikel kiri, bilik pompa yang memompa atau
mendorong darah ke semus sistim tubuh kecuali paru.
Jadi, sisi kiri jantung memompa darah yang kaya akan O2 ke dalam
sirkulasi sistemik. Arteri besar yang membawa darah menjauhi ventrikel
kiri adalah aorta. Aorta bercabang menjadi arteri besar dan mendarahi
berbagai jaringan tubuh.
1.4.

Tekanan Darah:
Tekanan darah adalah tekanan yang diberikan oleh darah terhadap

dinding pembuluh darah arteri. Tekanan itu diukur dalam satuan milimeter
mercury (mmHg) and direkam dalam dua angka-tekanan sistolik (ketika
jantung berdetak) terhadap tekanan diastolik (ketika jantung relaksasi). Kedua
angka ini penting. Dengan setiap denyut jantung, darah dipompa keluar dari
jantung ke dalam pembuluh darah, yang membawa darah ke seluruh tubuh.
Tekanan darah Anda merupakan ukuran tekanan atau gaya di dalam arteri
Anda dengan setiap denyut jantung.
Tekanan darah dibaca pada meter khusus. Tercatat sebagai dua angka :
120 (Sistolik) 80 (Diastolik). Tekanan darah sistolik angka pertama; jumlah
tekanan terhadap dinding arteri setiap waktu jantung berkontraksi atau
menekan darah keluar dari jantung. Tekanan darah diastolik angka kedua;
jumlah tekanan di dalam arteri sewaktu jantung beristirahat, dan di antara
denyut jantung. Pencatatan tekanan darah tidak selalu sama. Sewaktu sedang
berolahraga atau merasa gembira, tekanan darah akan naik. Jika beristirahat,
tekanan darah akan lebih rendah. Ini merupakan reaksi normal terhadap
perubahan dalam aktivitas atau emosi. Usia, obat-obatan, dan perubahan posisi
juga dapat mempengaruhi tekanan darah. Untuk mengurangi risiko penyakit
kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah), tekanan darah yang normal bagi
mereka yang tidak minum obat tekanan darah seharusnya kurang dari 120/80.
Tekanan darah umumnya diukur dengan alat yang disebut
sphygmomanometer. Sphygmomanometer terdiri dari sebuah pompa, sebuah
pengukur tekanan, dan sebuah manset dari karet. Alat ini mengukur tekanan
darah dalam unit yang disebut milimeter air raksa (mmHg).

Cara mengukur tekanan darah :


1. Naracoba berbaring terlentang.
2. Pasang manset sfigmomanometer pada lengan kanan atas naracoba.
3. Temukan denyut a. brachialis pada fossa cubiti dan a. radialis pada pergelangan
tangan melalui palpasi.
4. Sambil meraba a. radialis, pompa manset sampai a. radialis tidak teraba lagi
(mencapai tekanan sistolik). Bila a. radialis tidak teraba, manset terus
dipompa sampai 30 mmHg di atas tekanan sistolik.
5. Letakkan stetoskop di atas denyut a. brachialis.
6. Turunkan tekanan udara dalam manset (buka klep udara) secara perlahan
sambil mendengarkan adanya bunyi pembuluh (penurunan tekanan 2-3
mmHg per 2 denyut).
7. Tentukan kelima fase Korotkoff.
Fase-fase Korotkoff yaitu :

Fase I (Bunyi Korotkoff I)

Timbul dengan tiba-tiba suatu bunyi mengetuk yang jelas dan makin lama
makin keras sewaktu tekanan menurun 10-14 mmHg. Ini disebut nada
letupan.

Fase II (Bunyi Korotkoff II)

Bunyi berubah kualitasnya menjadi bising selama penurunan tekanan 15-20


mmHg. Ditimbulkan oleh penutupan katup semilunaris yang tiba-tiba pada
akhir sistole.

Fase III (Bunyi Korotkoff III)

Bunyi sedikit berubah dalam kualitas, tetapi menjadi jelas dan keras
selama penurunan tekanan 5-7 mmHg. Bunyinya lemah dan bergemuruh
dan terdengar pada awal sepertiga bagian tengah diastole.

Fase IV (Bunyi Korotkoff IV)

Bunyi meredam (melemah) selama penurunan 5-6 mmHg. Setelah itu


bunyi menghilang. Bunyi ini timbul saat atrium berkontraksi yang
disebabkan oleh meluncurnya darah ke dalam ventrikel sehingga
menimbulkan getaran seperti yang terjadi pada bunyi jantung yang ke-3.

Fase V (Bunyi Korotkoff V)

Titik di mana bunyi menghilang. Digunakan untuk mengukur tekanan


diastolik.
2.

MENGUKUR KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT:


Pada umumnya untuk mengukur kebersihan gigi dan mulut digunakan suatu
Indeks. Indeks adalah suatu angka yang menunjuukkan keadaan klinis yang didapat
pada waktu dilakukan pemeriksaan, dengan cara mengukur luas dari permukaan gigi
yang ditutupi oleh plak maupun kalkulus, dengan demikian angka yang diperoleh
berdasarkan penilaian yang objektif. Apabila kita sudah mengetahui nilai atau angka
kebersihan gigi dan mulut dari seseorang pasien kita dapat memberikan pendidikan
dan penyuluhan, motivasi dan evaluasi yaitu dengan melihat kemajuan ataupun
kemunduran kebersihan gigi dan mulut seseorang atau sekelompok orang, ataupun
kita dapat melihat perbedaan keadaan klinis seseorang atau sekelompok orang.
Gigi penentu yang diperiksa:
1.
Gigi 16 bagian bukal
2.
Gigi 11 bagian labial
3.
Gigi 26 bagian bukal
4.
Gigi 36 bagian lingual
5.
Gigi 31 bagian labial
6.
Gigi 46 bagian bukal
2.1.

Debris
Debris adalah sisa-sisa makanan yang baisanya menempel di celah gigi
dan merupakan faktor pendukung timbulnya karies. Debris dibedakana
menjadi food retention (Sisa makanan yang mudah dibersihkan dengan air
liur, pergerakan otot-otot mulut, berkumur, atau dengan menyikat gigi)
dan food impaction (sisa makann yang terselip dan tertekan diantara gigi
dan gusi, biasanya hanya bisa dibersihkan dengan dental floss.
Kebanyakan debris makanan akan bersih 5-30 menit setelah makan, tetapi
ada kemungkinan sebagian masih tertinggal pada permukaan gigi dan
membran mukosa.

2.1.1. Cara Pemeriksaan Indeks Debris:

Pemeriksaan dilakukan pada permukaan gigi sampai ke batas gingiva.


Gigi dibagi dengan garis khayal pada permukaan labialnya menjadi
tiga bagian yang kira-kira luasnya sama yaitu dari batas gingiva sampai
ke batas insisalnya. Dengan menggunakan sonde yang berbentuk bulan
sabit, sonde digeserkan dan menempel pada permukaan gigi dimulai
dari bagian insisal gigi agar debris yang menempel pada gigi akan
terangkat pada sonde. Luasnya debris yang dilihat bukan ketebalan dari
debris yang dihitung.

1.

Pemeriksaan dimulai bagian A3, kalau ada debris pada

2.

sonde diberi nilai 3.


Bila bagian A3 bersih pindahkan ke A2, kalau ada debris

3.

pada sonde diberi nilai 2.


Bila bagian A2 bersih pindahlah ke A1, kalau ada debris

4.

pada sonde diberi nilai 1.


Bila bagian A1 bersih maka diberi nilai 0.
Debris Index adalah jumlah seluruh skor segmen dibagi

2.2.

jumlah segmen.
Plak
Plak adalah lapisan tipis, licin dan tidak berwarna yang terdiri
dari kumpulan bakteri, saliva dan sisa makanan yang melekat
pada permukaan gigi. plak sering terdapat dibagian leher gigi
(servikal) dan bagian sela-sela gigi (interdental). Plak tidak
dapat dilihat secara langsung dengan mata oleh karena itu
hanya dapat diketahui dengan pemakaian disclosing solution
jika jumlahnya sedikit, jika plak sudah tebal maka akan
terlihat berwarna abu-abu, abu-abu kekuningan, atau kuning
karena plak yang tebal akan menyerap pigmen-pigmen yang
berasal dari sisa makanan, eksudat ataupun sel-sel mati.

Pada umumnya plak gigi jarang terdapat pada permukaan


oklusal gigi yang sedang berkontak, kecuali gigi tersebut
tidak berfungsi, maka plak dapat terbentuk di permukaan
oklusal gigi.
2.2.1.Cara Pemeriksaan Plak dengan Indeks PHP-M:

Indeks kebersihan mulut PHP-M (Personal Hygiene


PerformanceModified) dari Martin dan Meskin (1972) merupakan
indeks yang telah dimodifikasi dari Indeks PHP (Patient Hygiene
Performance Index) dari Podshadley dan Haley (1968), metode dari
indeks PHP-M ini sering digunakan untuk pemeriksaan kebersihan gigi
dan mulut pada masa geligi campuran. Prinsip pemeriksaan hampir
sama dengan indeks PHP, akan tetapi permukaan yang diperiksa adalah
bagian bukal dan lingual. Indeks PHP ini untuk menilai debris,
sedangkan Indeks PHP-M untuk mengukur plak secara obyektif.
Pemeriksaan PHP-M menggunakan disclosing agent sebagai indikator
plak pada gigi.
Gigi yang diperiksa pada metode PHP-M ini diantaranya
adalah:
1. Gigi paling posterior yang tumbuh di kwadran kanan atas.
2. Gigi kaninus atas kanan sulung atau permanen, bila gigi ini
tidak ada dapat digunakan gigi anterior lainnya.
3. Gigi molar satu atas kiri sulung atau premolar satu atas kiri.
4. Gigi paling posterior yang tumbuh di kwadran kiri bawah.
5. Gigi kaninus kiri bawah sulung atau permanen, bila gigi ini
tidak ada dapat dipakai gigi anterior lainnya.
6. Gigi molar satu kanan bawah sulung atau premolar satu
kanan bawah.
Teteskan disclosing agent di bawah lidah pasien kemudian
instruksikan pasien untuk menutup mulutnya selama 1-2 menit hingga
mengakumulasi banyak saliva, kemudian instruksikan pasien untuk
membasuh semua permukaan gigi dengan larutan disclosing agent di
dalam mulutnya.
Cara penilaian skor plak pada PHP-M:
1.
Petama-tama pada permukaan bukal dan lingual gigi dibagi
menjadi beberapa area untuk memudahkan dalam menentukan
skor. Buat 2 garis imajiner pada gigi dari oklusal atau insisal
menuju gingival, garis imajiner ini akan membagi gigi

menjadi 3 bagian yang sama dari mesial ke distal. Tahap


selanjutnya membagi area sepertiga tengah menjadi 3 area
dengan cara menarik 2 garis imajiner dari mesial menuju distal
sehingga akan membagi area sepertiga tengah tersebut
menjadi 3 bagian yang sama dari oklusal ke gingival.
Jadi akan didapat 5 area pada satu permukaan gigi saja (bukal
atau lingual), yaitu:
A. Area sepertiga gingival dari area tengah.
B. Area sepertiga tengah dari area tengah.
C. Area sepertiga insisal atau oklusal dari area tengah.
D. Area distal.
E. Area mesial.

2.

Apabila terlihat ada plak di salah satu area, maka diberi skor 1,

3.

jika tidak ada plak diberi skor 0.


Hasil penilaian plak yaitu dengan menjumlahkan setiap skor
plak pada setiap permukaan gigi, sehingga skor plak untuk

4.

setiap gigi dapat berkisar antara 0-10.


Skor plak untuk semua gigi dapat berkisar antara 0-60.

Indeks PHP = jumah total skor plak


gigi yang diperiksa
Kriteria penilaian tingkat kebersihan mulut berdasarkan indeks plak
(PHP / Patient Hygiene Performance)
Sangat baik

:0

Baik

: 0,1 1,7

Sedang

: 1,8 3,4

Buruk

: 3,5 5

2.3.

Kalkulus
Kalkulus adalah material keras dari garam anorganik yang terdiri dari
kalsium karbonat dan posfat yang bercampur dengan debris,
mikroorganisme, dan sel epitel yang telah terdeskuamasi. Kalkulus
supragingival dapat terlihat melalui klinis dan terasa kasar bila dirasakan
dengan sonde. Untuk mendeteksi kalkulus subgingiva, setiap permukaan

gigi diperiksa hingga batas perlekatan gingiva dengan menggunakan


sonde lurus atau probe WHO #621. Ketika dilakukan pewarnaan dengan
disclosing agent kalkulus tidak terwarnai.
2.3.1. Cara Pemeriksaan Kalkulus Indeks:
1.
Menjalankan sonde dari arah insisal atau oklusal ke arah
2.

servikal.
Nilai 0 menandakan tidak terdapat kalkulus, nilai 1
menandakan kalkulus supragingiva menutup tidak lebih dari
1/3 servikal, nilai 2 menandakan kalkulus supragingiva
menutup lebih dari 1/3 servikal atau ada bercak-bercak kalkulus
subgingiva disekeliling servikal gigi, nilai 3 menandakan
kalkulus supragingiva menutup lebih dari 2/3 servikal atau ada
kalkulus subgingiva yang kontinyu disekeliling servikal gigi.

3.

ATRISI
Yaitu keausan gigi yang disebabkan oleh kontaknya gigi. Makin sering kontak
terjadi, makin besar keausannya. Merupakan suatu kondisi hilangnya lapisan gigi
(email ataupun dentin) akibat gesekan antar permukaan gigi.
Oleh Gelbier dan Copley (1977) serta Cawson (1978), atrisi gigi didefinisikan
sebagai keausan permukaan oklusal gigi secara bertahap yang berhubungan dengan
gerakan-gerakan pengunyahan.
Secara umum atrisi gigi adalah suatu istilah yang dipakai untuk menyatakan
hilangnya suatu substansi gigi secara bertahap pada permukaan oklusal dan proksimal
gigi karena proses mekanis yang terjadi secara fisiologis akibat pengunyahan. Atrisi
gigi ini dapat terjadi pada insisal, oklusal dan proksimal dari gigi.
3.1.

Etiologi Atrisi:
1.
2.
3.

Tingkat kekerasan makanan yang dikonsumsi.


Faktor Saliva
Mineralisasi Gigi

4.
5.
6.

Usia (Semakin tua usia akan lebih cepat terkena atrisi)


Emotional tension
Tipe oklusi, karakteristik pengunyahan individu, mastikasi, bicara,
atrikulasi.

3.2.

Gambaran Klinis:
1.
Biasanya terlihat pada permukaan kunyah seperti insisal, oklusal, dan

2.

proksimal.
Biasanya menyebabkan permukaan melengkung sampai rata,
mahkotanya memendek dan permukaan enamel oklusal/insisal

3.
4.
5.

menghilang.
Menyebabkan tepi enamel menjadi tajam
Pada gigi anterior, ujung insisal tampak melebar
Pada gigi posterior, bagian yang mengalami atrisi terutama adalah
cusp. Pada gigi rahang atas, yang paling mudah terkena atrisi adalah

6.

cusp lingual, sementara pada gigi rahang bawah adalah cusp bukal.
Jika sudah terkena dentin, warna menjadi kekuning-kuningan serta

7.

terbuka.
Pada atrisi patologis (bruxism, maloklusi, bentuk gigi, dll), keausan
batas (facet) meluas lebih cepat dibandingkan atris karena fisiologis.

3.3.

Rencana Perawatan:

1.

Untuk atrisi yang disebabkan karena bruxism, maka dapat


menggunakan bidang gigit (bite plane) pada waktu tidur untuk

2.

mencegah terkikisnya gigi.


Apabila atrisi yang terjadi tidak terlalu mengganggu dan tidak
mengurangi fungsi semestinya, maka tidak diperlukan perawatan

3.

khusus.
Apabila atrisi yang terjadi sudah menggangu estetika serta fungsi,
maka dapat dilakukan perawatan dengan bahan tambalan atau
pembuatan crown.

4.

KELAINAN PADA LIDAH

DAFTAR PUSTAKA

Sherwood L. Fisiologi Manusia dari sel ke sistem. Ed 2. Jakarta: EGC. 2002.

Anonymus. Hipertensi. UPT-Balai Informasi Teknologi LIPI: Pangan &

Kesehatan. Hal. 14.2009.


Wirayuni, K. A. Plaque control. J. Ked. Gigi. Mahasaraswati (JKGM). Vol:1.

No. 1. Hal. 1722.


Putri MH, Herijulianti.E, Nurjannah.N. Ilmu pencegahan penyakit jaringan

keras dan jaringan pendukung gigi. Jakarta: EGC. 2010: hal. 85-9.
Carranza, F. A. Clinical Periodontology. Elsevier. 2012. Hal. 217.

Mount, GJ dan W.R. Hume. 2005, Preservation and Restoration of Tooth


Structure. 2ndedition, Knowledge Books and Software: USA