Anda di halaman 1dari 10

BANGSA DAN NEGARA

Pengertian Bangsa

Ben Anderson: bangsa merupakan komunitas


yang dibayangkan (imagined community)
dalam wilayah yang jelas batasannya dan
berdaulat.
Komunitas yang dibayangkan --- anggotanya
tidak saling mengenal. Dibayangkan secara
terbatas --- mempunyai batas wilayah yang
relatif jelas.
Anggota bangsa selalu memandang satu sama
lain sebagai saudara sebangsa dan setanah air.

Model Pembentukan Bangsa dan


Negara

Model ortodoks : dari adanya suatu bangsa


terlebih dahulu untuk kemudian bangsa itu
membentuk satu negara tersendiri. Setelah
bangsa terbentuk baru rezim politik
(konstitusi) dirumuskan dan ditetapkan dan
dikembangkan partisipasi warga dalam
kehidupan bangsa-negara.
Model Mutakhir : yang berawal dari adanya
negara terlebih dahulu yang terbentuk
melalui proses tersendiri, sedangkan
penduduknya merupakan kumpulan
sejumlah kelompok suku bangsa dan ras.

Perbedaan
model ortodoks dan mutakhir

Ortodoks tidak mengandung


perubahan unsur karena satu
bangsa membentuk satu
negara
Model ortodoks memerlukan
waktu yang singkat karena
hanya membentuk struktur
kekuasaan saja.
Kesadaran politik muncul
setelah terbentuknya negara
bangsa.
Partisipasi politik dan rezim
politik dianggap sebagai hal
yang terpisah dari proses
integrasi nasional.

Mutakhir mengandung
perubahan unsur dari banyak
kelompok suku bangsa menjadi
satu bangsa baru.
Memerlukan waktu yang lebih
lama karena harus mencapai
kesepakatan mengenai
identitas kultural (nasionalitas)
yang baru.
Kesadaran politik muncul lebih
awal sebagai kondisi awal bagi
terbentuknya negara-bangsa.
Partisipasi politik dan rezim
politik merupakan hal yang
tidak terpisahkan dari proses
integrasi nasional
(pembentukan negara-bangsa).

Faktor Pembentukan Identitas


Bersama

Primordial
Sakral
Tokoh
Sejarah
Bhinneka Tunggal Ika
Perkembangan Ekonomi
Kelembagaan

Primordial

Primordial adalah ikatan kekerabatan


dan kesamaan suku bangsa, daerah,
bahasa, dan adat istiadat.
Primordial melahirkan perilaku dan
pemikiran yang sama berkaitan
dengan masyarakat dan negara yang
dicita-citakan.

Sakral

Faktor sakral yang dapat membentuk


bangsa-negara : keamaan agama,
ideologi doktriner.
Keduanya menjanjikan surga dan
masyrakat tanpa kelas.

Tokoh

Kepemimpinan yang disegani,


dihormati dapat menjadi faktor yang
menyatukan bangsa dan negara.
Pengaruh pemimpin untuk
manyatukan bangsa dan negara
hanya bersifat sementara.

Sejarah

Sejarah berkaitan dengan persepsi yang


sama tentang asal usul dan pengalaman
masa lalu.
Sejarah melahirkan solidaritas, tekad dan
tujuan antar kelompok masyarakat yang
dapat menjadi identitas dari sebuah bangsa.
Hampir semua negara secara sadar
menciptakan dan memelihara simbol-simbol
yang dapat membentuk persepsi yang sama
tentang masa lalu.

Kelembagaan

Pembentukan bangsa dan negara juga


dapat berupa lembaga pemerintahan,
politik, birokrasi.
Sumbangan birokrasi bagi proses
pembentukan bangsa dapat berupa
upaya mempertemukan berbagai
kepentingan dalam instansi
pemerintahan serta tidak membedakan
dalam melayani masyarakat.