Anda di halaman 1dari 19

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan YME dan sebagai
wakil

Tuhan

mengelola

di

bumi

kekayaan

yang

menerima

alam.

amanat-Nya

Sebagai

hamba

untuk
Tuhan

yangmempunyai kewajiban untuk beribadah dan menyembah


Tuhan Sang Pencipta dengan tulus.
Selain itu, dalam kehidupan sehari- hari manusia tidak
dapat lepas dari alat- alat teknologiyang pada setiap waktu
teknologi- teknologi tersebut terus bekembang. Serta umat
manusiadituntut

untuk

mengembangkan

dan

mengikuti

perkembangan teknologi tersebut.

B. Tujuan
Tujuan

dalam

penulisan

makalah

ini

adalah

untuk

menambah pengetahuan dan informasi bagi yang membacanya


dan diharapkan dapat bermanfaat bagi kita semua.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Serat Optik


Serat optik adalah saluran transmisi atau sejenis kabel
yang terbuat dari kaca atau plastik yang sangat halus dan lebih
kecil

dari

sehelai

rambut,

dan

dapat

digunakan

untuk

mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat lain.


Sumber cahaya yang digunakan biasanya adalah laser atau LED.
Kabel ini berdiameter lebih kurang 120 mikrometer. Cahaya
yang ada di dalam serat optik tidak keluar karena indeks bias
dari kaca lebih besar daripada indeks bias dari udara, karena
laser mempunyai spektrum yang sangat sempit. Kecepatan
transmisi serat optik sangat tinggi sehingga sangat bagus
digunakan sebagai saluran komunikasi.
Perkembangan teknologi serat optik saat ini, telah dapat
menghasilkan pelemahan (attenuation) kurang dari 20 decibels
(dB)/km. Dengan lebar jalur (bandwidth) yang besar sehingga
kemampuan dalam mentransmisikan data menjadi lebih banyak
dan cepat dibandingan dengan penggunaan kabel konvensional.
Dengan demikian serat optik sangat cocok digunakan terutama
dalam aplikasi sistem telekomunikasi. Pada prinsipnya serat optik
memantulkan dan membiaskan sejumlah cahaya yang merambat
didalamnya.

Efisiensi dari serat optik ditentukan oleh kemurnian dari


bahan penyusun

gelas/kaca.

Semakin

murni

bahan

gelas,

semakin sedikit cahaya yang diserap oleh serat optik.Serat optik


umumnya digunakan dalam sistem telekomunikasi serta dalam
pencahayaan,sensor, dan optik pencitraan.

Struktur Serat Optik pada umumnya terdiri dari 3 bagian yaitu:


1. Bagian yang paling utama dinamakan bagian inti (core),
dimanagelombang

cahaya

yang

dikirimkan

akan

merambat dan mempunyai indeks bias lebih besar dari


lapisan

kedua.

Terbuat

dari

kaca

(glass)

yang

berdiameter antara 2 -125 mm, dalam hal ini tergantung


dari jenis serat optiknya.
2. Bagian yang kedua dinamakan lapisan selimut (Cladding),
dimanabagian

ini

mengelilingi

bagian

inti

dan

mempunyai indeks bias lebih kecil dibandingkan dengan


bagian inti. Terbuat dari kaca yang berdiameter antara 5
~ 250 mm, juga tergantung dari jenis serat optiknya.
3. Bagian yang ketiga dinamakan lapisan jaket (Coating),
dimana bagian ini merupakan pelindung lapisan inti dan
selimut yang terbuat dari bahan plastik yang elastisSerat
optik terdiri dari 2 bagian, yaitu cladding dan core.
Cladding adalah selubung dari core.Cladding mempunyai
indek

bias

lebih

rendah

dari

pada

core

akan

memantulkan kembalicahaya yang mengarah keluar dari


core kembali kedalam core lagi.

Efisiensi dari serat optik ditentukan oleh kemurnian dari


bahan penyusun gelas. Semakinmurni bahan gelas, semakin
sedikit cahaya yang diserap oleh serat optik.
Pembagian Serat optik dapat dilihat dari 2 macam perbedaan :
1. Berdasarkan Mode yang dirambatkan :

Single mode : serat optik dengan core yang sangat kecil,


diameter mendekati panjanggelombang sehingga cahaya
yang

masuk

ke

dalamnya

tidak

terpantul-pantul

ke

dindingcladding.
Multi mode : serat optik dengan diameter core yang agak
besar yang membuat laser didalamnya akan terpantulpantul di dinding cladding yang dapat menyebabkan
berkurangnya bandwidth dari serat optik jenis ini.

2. Berdasarkan indeks bias core :


Step indeks : pada serat optik step indeks, core memiliki
indeks bias yang homogen.
Graded indeks : indeks bias core semakin mendekat ke
arah cladding semakin kecil. Jadi pada graded indeks,
pusat core memiliki nilai indeks bias yang paling besar.
Serat

gradedindeks

memungkinkan

untuk

membawa

bandwidth yang lebih besar, karena pelebaran pulsayang


terjadi dapat diminimalkan.

B. Sejarah Fiber Optic


Penggunaan

cahaya

sebagai

pembawa

informasi

sebenarnya sudah banyak digunakan sejak zaman dahulu, baru


sekitar

tahun

1930-an

para

ilmuwan

Jermanmengawali

eksperimen untuk mentransmisikan cahaya melalui bahan yang

bernama serat optik. Percobaan ini juga masih tergolong cukup


primitif

karenahasil

dimanfaatkan,

yang

namun

dicapai

harus

tidak

melalui

bisa

langsung

perkembangan

dan

penyempurnaan lebih lanjut lagi.


Perkembangan selanjutnyaadalah ketika para ilmuawan
Inggris pada tahun 1958 mengusulkan prototype serat optik yang
sampai sekarang dipakai yaitu yang terdiri atas gelas inti yang
dibungkus oleh gelas lainnya.
Sekitar awal tahun 1960-an perubahan fantastisterjadi di
Asia yaitu ketika para ilmuwan Jepang berhasil membuat jenis
seratoptik yang mampu mentransmisikan gambar.
Di

lain

pihak

para

ilmuwan

selain

mencoba

untuk

memandu cahaya melewatigelas (serat optik) namun juga


mencoba

untuk

menjinakkan

cahaya.

Kerjakeras

itupun

berhasil ketika sekitar 1959 laser ditemukan.Laser beroperasi


padadaerah frekuensi tampak sekitar 1014 Hertz-15 Hertz atau
ratusan ribu kalifrekuensi gelombang mikro.
Pada awalnya peralatan penghasil sinar laser masih serba
besar dan merepotkan.Selain tidak efisien, ia baru dapat
berfungsi pada suhu sangat rendah. Laser juga belum terpancar
lurus.Pada

kondisi

pancarannyagampang

cahaya
meliuk-liuk

sangat

cerah

mengikuti

pun,

kepadatan

atmosfer.Waktu itu, sebuah pancaranlaser dalam jarak 1 km, bisa


tiba di tujuan akhir pada banyak titik dengansimpangan jarak
hingga hitungan meter.
Sekitar

tahun

60-an

ditemukan

serat

optik

yang

kemurniannya sangat tinggi,kurang dari 1 bagian dalam sejuta.


Dalam bahasa sehari-hari artinya serat yangsangat bening dan

tidak

menghantar

listrik

ini

sedemikian

murninya,

sehinggakonon, seandainya air laut itu semurni serat optik,


dengan pencahayaan cukupkita dapat menonton lalu-lalangnya
penghuni dasar Samudera Pasifik.
Seperti halnya laser, serat optik pun harus melalui tahaptahap

pengembanganawal.

cahaya,

ia

berselang

sangat
dua

tidak

tahun

Sebagaimana
efisien.

setelah

medium

Hinggatahun

serat

optik

transmisi

1968

atau

pertama

kali

diramalkanakan menjadi pemandu cahaya, tingkat atenuasi


(kehilangan)-nya masih 20dB/km. Melalui pengembangan dalam
teknologi material, serat optik mengalami pemurnian, dehidran
dan lain-lain. Secara perlahan tapi pasti atenuasinyamencapai
tingkat di bawah 1 dB/km.
Tahun 80-an, bendera lomba industri serat optik benarbenar sudah berkibar.Nama-nama besar di dunia pengembangan
serat optik bermunculan.Charles K.Kao diakui dunia sebagai
salah

seorang

perintis

utama.Dari

Suematsu.Raksasa-raksasa

elektronik

Jepang
macam

munculYasuharu
ITT

atau

STL

jelaspunya banyak sekali peranan dalam mendalami riset-riset


serat optik.
C. Generasi Perkembangan Serat Optik
Berdasarkan penggunaannya maka sistem komunikasi
serat optik dibagi atas beberapa generasi yaitu :
Generasi pertama (mulai 1975)
Sistem masih sederhana dan menjadi dasar bagi
sistem generasi berikutnya, terdiri dari :
Alat encoding : mengubah input (misal
suara) menjadi sinyal listrik transmitter,
mengubah

sinyal

listrik

menjadi

sinyal

gelombang, berupa LED dengan panjang


gelombang 0,87 mm.
Serat silika : sebagai penghantar sinyal
gelombang
Repeater : sebagai penguat gelombang
yang

melemah

di

perjalanan.

Repeater

bekerja melalui beberapa tahap, mula-mula


ia mengubah sinyal gelombang yang sudah
melemah menjadi sinyal listrik, kemudian
diperkuat

dan

diubah

kembali

menjadi

sinyal gelombang.
Receiver : mengubah sinyal gelombang
menjadi sinyal listrik, berupa fotodetektor
Alat decoding : mengubah sinyal listrik
menjadi output (misal suara)
Generasi pertama ini pada tahun 1978 dapat
mencapai kapasitas transmisi sebesar 10 Gb.km/s.

Generasi kedua (mulai 1981)


Untuk mengurangi efek dispersi, ukuran teras
serat diperkecil agar menjadi tipe mode tunggal. Indeks
bias kulit dibuat sedekat-dekatnya dengan indeks bias
teras.

Dengan

dengan

diode

sendirinya
laser,

transmitter

panjang

juga

diganti

gelombang

yang

dipancarkannya 1,3 mm. Dengan modifikasi ini generasi


kedua

mampu

mencapai

kapasitas

transmisi

100

Gb.km/s, 10 kali lipat lebih besar daripada generasi


pertama.
Generasi ketiga (mulai 1982)
Terjadi penyempurnaan pembuatan serat silika
dan pembuatan chip diode laser berpanjang gelombang

1,55 mm. Kemurnian bahan silika ditingkatkan sehingga


transparansinya dapat dibuat untuk panjang gelombang
sekitar 1,2 mm sampai 1,6 mm. Penyempurnaan ini
meningkatkan kapasitas transmisi menjadi beberapa
ratus Gb.km/s.
Generasi keempat (mulai 1984)
Dimulainya riset dan pengembangan

sistem

koheren, modulasinya yang dipakai bukan modulasi


intensitas

melainkan

modulasi

frekuensi,

sehingga

sinyal yang sudah lemah intensitasnya masih dapat


dideteksi.Maka
kapasitas

jarak

yang

transmisinya,

ikut

dapat

ditempuh,

membesar.Pada

juga
tahun

1984 kapasitasnya sudah dapat menyamai kapasitas


sistem deteksi langsung.Sayang, generasi ini terhambat
perkembangannya karena teknologi piranti sumber dan
deteksi modulasi frekuensi masih jauh tertinggal. Tetapi
tidak dapat disangkal bahwa sistem koheren ini punya
potensi untuk maju pesat pada masa-masa yang akan
datang.

Generasi kelima (mulai 1989)


Pada generasi ini dikembangkan suatu penguat
optik

yang

menggantikan

fungsi

repeater

pada

generasi-generasi sebelumnya. Sebuah penguat optik


terdiri dari sebuah diode laser InGaAsP (panjang
gelombang 1,48 mm) dan sejumlah serat optik dengan
doping erbium (Er) di terasnya. Pada saat serat ini
disinari diode lasernya, atom-atom erbium di dalamnya
akan

tereksitasi

dan

membuat

inversi

populasi,

sehingga bila ada sinyal lemah masuk penguat dan

lewat di dalam serat, atom-atom itu akan serentak


mengadakan deeksitasi yang disebut emisi terangsang
(stimulated emission) Einstein. Akibatnya sinyal yang
sudah melemah akan diperkuat kembali oleh emisi ini
dan diteruskan keluar penguat. Keunggulan penguat
optik ini terhadap repeater adalah tidak terjadinya
gangguan terhadap perjalanan sinyal gelombang, sinyal
gelombang tidak perlu diubah jadi listrik dulu dan
seterusnya seperti yang terjadi pada repeater.Dengan
adanya penguat optik ini kapasitas transmisi melonjak
hebat

sekali.Pada

dicapai

400

awal

Gb.km/s,

pengembangannya
tetapi

setahun

hanya

kemudian

kapasitas transmisi sudah menembus harga 50 ribu


Gb.km/s.
Generasi keenam
Pada tahun 1988 Linn F. Mollenauer memelopori
sistem

komunikasi

soliton.Soliton

adalah

pulsa

gelombang yang terdiri dari banyak komponen panjang


gelombang.Komponen-komponennya memiliki panjang
gelombang yang berbeda hanya sedikit, dan juga
bervariasi dalam intensitasnya.Panjang soliton hanya
10-12

detik

dan

dapat

dibagi

menjadi

beberapa

komponen yang saling berdekatan, sehingga sinyalsinyal yang berupa soliton merupakan informasi yang
terdiri dari beberapa saluran sekaligus (wavelength
division multiplexing). Eksperimen menunjukkan bahwa
soliton

minimal

dapat membawa

saluran

yang

masing-masing membawa informasi dengan laju 5 Gb/s.


Cacah saluran dapat dibuat menjadi dua kali lipat lebih
banyak jika dibunakan multiplexing polarisasi, karena

setiap saluran memiliki dua polarisasi yang berbeda.


Kapasitas transmisi yang telah diuji mencapai 35 ribu
Gb.km/s.

Cara kerja sistem soliton ini adalah efek Kerr, yaitu sinarsinar yang panjang gelombangnya sama akan merambat dengan
laju yang berbeda di dalam suatu bahan jika intensitasnya
melebihi suatu harga batas. Efek ini kemudian digunakan untuk
menetralisir efek dispersi, sehingga soliton tidak akan melebar
pada waktu sampai di receiver. Hal ini sangat menguntungkan
karena tingkat kesalahan yang ditimbulkannya amat kecil bahkan
dapat diabaikan. Tampak bahwa penggabungan ciri beberapa
generasi teknologi serat optik akan mampu menghasilkan suatu
sistem komunikasi yang mendekati ideal, yaitu yang memiliki
kapasitas

transmisi

yang

sebesar-besarnya

dengan

tingkat

kesalahan yang sekecil-kecilnya yang jelas, dunia komunikasi


abad 21 mendatang tidak dapat dihindari lagi akan dirajai oleh
teknologi serat optik.

D. Kode warna pada kabel serat optic


Selubung luar
Dalam standarisasinya kode warna dari selubung luar
(jacket) kabel serat optik jenis Patch Cord adalah sebagai
berikut:

Warna selubung

Artinya

luar/jacket
Kuning

Serat optik single-mode

Orange
Aqua

Serat optik multi-mode


Optimal laser 10 Giga 50/125

Abu-Abu

mikrometer serat optik multi-mode


Kode warna serat optik multi-

Biru

mode, yang tidak digunakan lagi


Kadang masih digunakan dalam
model perancangan

Konektor
Pada kabel serat optik, sambungan ujung terminal
atau disebut juga konektor, biasanya memiliki tipe standar
seperti berikut:
FC (Fiber Connector): digunakan untuk kabel single
mode dengan akurasi yang sangat tinggi dalam
menghubungkan kabel dengan transmitter maupun
receiver. Konektor ini menggunakan sistem drat ulir
dengan posisi yang dapat diatur, sehingga ketika
dipasangkan ke perangkat lain, akurasinya tidak akan

mudah berubah.
SC (Subsciber Connector): digunakan untuk kabel
single

mode,

dengan

sistem

dicabut-pasang.

Konektor ini tidak terlalu mahal, simpel, dan dapat


diatur secara manual serta akurasinya baik bila

dipasangkan ke perangkat lain.


ST (Straight Tip): bentuknya seperti bayonet berkunci
hampir mirip dengan konektor BNC. Sangat umum
digunakan baik untuk kabel multi mode maupun
single mode. Sangat mudah digunakan baik dipasang

maupun dicabut.
Biconic: Salah satu konektor yang kali pertama
muncul dalam komunikasi fiber optik. Saat ini sangat
jarang digunakan.

D4: konektor ini hampir mirip dengan FC hanya


berbeda ukurannya saja. Perbedaannya sekitar 2 mm

pada bagian ferrule-nya.


SMA: konektor ini merupakan

pendahulu

dari

konektor ST yang sama-sama menggunakan penutup


dan

pelindung.

Namun

seiring

dengan

berkembangnya ST konektor, maka konektor ini

sudah tidak berkembang lagi penggunaannya.


E200

Selanjutnya jenis-jenis konektor tipe kecil:

LC
SMU
SC-DC

Selain itu pada konektor tersebut biasanya menggunakan warna


tertentu dengan maksud sebagai berikut:
Warna

Arti

Keterangan

Konektor
Biru

Physical Contact

Yang paling umum

(PC), 00

digunakan untuk serat

Angle Polished

optik single-mode
Sudah tidak digunakan lagi

(APC), 80

untuk serat optik multi-

Hijau

mode
Hitam

Physical Contact

Abu-Abu

(PC), 00
Krem Physical

Putih

Contact (PC), 00
Physical Contact

Serat optik multi-mode

(PC), 00
Merah

Penggunaan Khusus

E. Karakteristik Serat Optik


a. Numerical Aperture (NA)
Numerical Aperture merupakan parameter yang
merepresentasikan
dimana

berkas

sudut

cahaya

penerimaan
masih

bisa

maksimum

diterima

dan

merambat didalam inti serat. Sudut penerimaan ini


dapat beraneka macam tergantung kepada karakteristik
indeks bias inti dan selubung serat optik.

Jika sudut datang berkas cahaya lebih besar dari NA


atau sudut kritis maka berkas tidak akan dipantulkan
kembali ke dalam serat melainkan akan menembus
cladding dan akan keluar dari serat. Semakin besar NA
maka semakin banyak jumlah cahaya yang diterima oleh
serat. Akan tetapi sebanding dengan kenaikan NA
menyebabkan lebar pita berkurang, dan rugi penyebaran
serta penyerapan akan bertambah. Oleh karena itu, nilai
NA besar hanya baik untuk aplikasi jarak-pendek dengan
kecepatan rendah. Besarnya Numerical Aperture (NA)
dapat dihitung dengan menggunakan persamaan berikut
:

b. Redaman
Redaman/atenuasi

serat

optik

merupakan

karakteristik penting yang harus diperhatikan mengingat


kaitannya

dalam

menentukan

jarak

pengulang

(repeater), jenis pemancar dan penerima optik yang


harus digunakan. Besarnya atenuasi atau rugi-rugi daya
dinyatakan oleh persamaan berikut :

Redaman serat biasanya disebabkan oleh karena


penyerapan/absorpsi energi sinyal oleh bahan, efek
scattering/penghamburan

dan

pengaruh

radiasi/pembengkokan. Semakin besar atenuasi berarti


semakin sedikit cahaya yang dapat mencapai detektor
dan dengan demikian semakin pendek kemungkinan
jarak span antar pengulang.
c. Dispersi
Dispersi adalah pelebaran pulsa yang terjadi ketika
sinyal merambat melalui sepanjangserat optik. Dispersi
akan membatasi lebar pita (bandwidth) dari serat.
Dispersi yang terjadi pada serat secara garis besar ada
dua yaitu dispersi intermodal dan dispersi intramodal

dikenal dengan nama lain dispersi kromatik disebabkan


oleh dispersi material dan dispersi wavegiude.
F. Kelebihan Dan Kekurangan Serat Optik
a. Kelebihan Serat Optik
1.

Mempunyai

lebar

pita

frekuensi

(bandwith

yang

lebar).Frekuensi pembawa optik bekerja pada daerah


frekuensi yang tinggi yaitu sekitar 10^13 Hz sampai
dengan 10^16 Hz, sehingga informasi yang dibawa akan
menjadi banyak.
2. Redaman sangat rendah dibandingkan dengan kabel yang
terbuat dari tembaga, terutama pada frekuensi yang
mempunyai panjang gelombang sekitar 1300 nm yaitu 0,2
dB/km.
3. Kebal terhadap gangguan gelombang elektromagnet.
Fiber optik terbuat dari kaca atau plastik yang merupakan
isolator, berarti bebas dari interferensi medan magnet,
frekuensi radio dan gangguan listrik.
4. Dapat menyalurkaninformasi digital dengan kecepatan
tinggi. Kemampuan fiber optic dalam menyalurkan sinyal
frekuensi tinggi, sangat cocok untuk pengiriman sinyal
digitalpada sistem multipleks digital dengan kecepatan
beberapa Mbit/s hingga Gbit/s.
5. Ukuran dan berat fiber optik kecil dan ringan.Diameter inti
fiber

optik

berukuruan

ruangan lebih ekonomis.

mikro

sehingga

pemakaian

6. Tidak mengalirkan arus listrik. Terbuat dari kaca atau


plastik sehingga tidak dapat dialiri arus listrik (terhindar
dari terjadinya hubungan pendek)
7. Sistem dapat diandalkan (20 30 tahun) dan mudah
pemeliharaannya.
b. Kekurangan Serat Optik
1.

Konstruksi

fiber

pemakaiannya

optik

lemah

diperlukan

lapisan

sehingga
penguat

dalam
sebagai

proteksi.
2. Karakteristik transmisi dapat berubah bila terjadi tekanan
dari luar yang berlebihan
3. Tidak dapat dialiri arus listrik, sehingga tidak dapat
memberikan catuan pada pemasangan repeater.

SERAT OPTIK

DISUSUN OLEH:
Hilda Mega Marcella

03111004003

M Arif Amiruddin

03111004095

Ryan Busra Kowara

03111004077

TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SRWIJAYA
2011/2012

Kata Pengantar

Puji syukur kami panjatkan kepada ALLAH SWT berkat rahmat dan
karunia-Nya saya bisa menyelesaikan makalah yang berjudul SERAT
OPTIK
Adapun maksud penyusunan makalah ini ialah untuk memenuhi
salah satu tugas mata kuliah Bahan-Bahan Listrik, selain itu kami
berharap semoga makalah ini bisa bermanfaat khususnya untuk
pengetahuan seputar kelistrikan.
Makalah ini dapat terselesaikan dengan baik dan tepat waktu,
bukan sepenuhnya usaha dari kami selaku penulis, melainkan banyak
mendapat bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu kami mengucapkan
terima kasih pada pihak-pihak yang telah membantu kami baik itu
dosen

dan

semua

pihak

yang

telah

membantu

kami

dalam

menyelesaikan makalah ini.


Kami menyadari bahwa makalah ini jauh dari sempurna, untuk
itu kami selaku penulis makalah ini mengharapkan saran dan kritik
yang membangun demi kesempurnaan tugas selanjutnya.
Demikian kami selaku penulis makalah, mohon maaf bila dalam
pembuatan makalah ini ada hal-hal yang kurang berkenan. Semoga
makalah yang kami buat ini dapat bermanfaat dan berguna bagi
semua pihak.

Inderalaya,
Maret 2012

20

Penulis