Anda di halaman 1dari 7

PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI

FAKULTAS TEKNIK, UNIVERSITAS SRIWIJAYA


STUDENT CENTER LEARNING INQUIRY AND DISCOVERY
NAMA

: RIZKI AMELIA SASQIA PUTRI

NIM

: 03071181419015

KELAS

: TEKNIK GEOLOGI 2014 KELAS PALEMBANG.

Mata Kuliah/Kode
Pertemuan keTanggal
Pokok Bahasan
Pengajar
Jenis Tugas/Praktek
Revisi

: Penulisan Esai Geologi/GEO340114


:
: 10 November 2015
: Struktur Global Artikel Ilmiah
: Dr. Budhi Kuswan Susilo, S.T., M.T.
: Tugas rumah
: 0.

PEKERJAAN DAN PENYELESAIAN


SOAL:
1.

Carilah dua artikel ilmiah pilihanmu di bidang geologi

2.

Analisis apakah artikel tersebut menggunakan pola IMRD atau Non-IMRD

3.

Jelaskan bagaimana penulis artikel tersebut dalam menyusun isinya

4.

Analisis kedua abstrak tersebut menurut tahapan penulisan abstrak

5.

Penilaian Bagian Pendahuluan berdasarkan Pola Cars

6.

Kesesuaian Metodelogi dengan Topik yang dibahas

7.

Pola yang digunakan dalam menuliskan hasil dan pembahasan

8.

Cara penulis dalam menuliskan dan mengembangkan bagian Pembahasan

9.

Keterdapatan benang merah pada kedua jurnal

PENYELESAIAN:
1.

Artikel
Judul Artikel Pertama : KarakteristikGeologiTeknikTanahResiduBatuan
SedimenKuarterBawahDaerahKertajati,
Majalengka,JawaBarat

STUDENT CENTER LEARNING INQUIRY AND DISCOVERY

Judul Artikel Kedua

: AplikasiAnalisaSeismikMultiatributuntukPrediksi
Penyebaran Reservoir Batupasir E dan
Porositasnya pada Lapangan PDE Cekungan
SumateraTengah

2.

Analisis Pola Dua Artikel


A. Artikel dengan Pola IMRD
Pola IMRD (pola empiris) merupakan pola penulisan artikel ilmiah yang memiliki
sub-judul (I)ntroduction (Pendahuluan), (M)ethod (Metode Penelitian), (R)esult
(Hasil Penelitian), dan (D)iscussion (Pembahasan). Dalam beberapa jurnal, ada
pula yang menampilkan Conclusion (Kesimpulan) dan Implication (Implikasi)
sebagai tambahannya.
Salah satu contoh artikel dengan pola IMRD adalah artikel yang berjudul
Karakteristik Geologi Teknik Tanah Residu Batuan Sedimen Kuarter
BawahDaerahKertajati,Majalengka,JawaBarat oleh U. Sudarsono dan G.
Hasibuan yang diterbitkan pada tahun 2011. Pada artikel yang ditulis sebanyak 13
halaman ini, penulis memberikan pola susunan atas isi jurnalnya menggunakan
pola IMRD, hal ini dibuktikan dengan pembagian setiap hasil pembahasan
menjadi beberapa sub-judul yang dimulai dari Abstrak (Abstract) yang
menjelaskan mengenai intisari dari penelitian yang dilakukan penulis mengenai
karakteristik tanah residu batuan sedimen Kuarter Bawah (Qos) di daerah
Kertajati,Majalengka.Setelah itu dilanjutkan dengan Pendahuluan (Introduction),
Metode Penelitian (Methodology), Hasil Penelitian (Result of Investigation),
Diskusi (Discussion), dan terakhir ditutup dengan sub-judul Kesimpulan
(Conclusion), Ucapan Terima Kasih, serta Acuan (Reference).
B. Artikel dengan Pola Non-IMRD
Pola Non-IMRD merupakan pola yang penulisan sub-judulnya tidak terikat
dengan IMRD (bersifat bebas). Pola ini biasanya digunakan untuk penulisan
artikel argumentatif dan review articles.
Salah satu contoh artikel dengan pola Non-IMRD adalah artikel yang berjudul

AplikasiAnalisaSeismikMultiatributuntukPrediksiPenyebaranReservoir
BatupasirEdanPorositasnyapadaLapanganPDECekunganSumatera
TengaholehPutriDiahEkowatidanSigitSukmonoyangterbitpadatahun2009
dengan isi sebanyak 14 halaman. Setelah diawali dengan Abstrak dan
Pendahuluan(Introduction),penulismelanjutkansusunanisiartikeldengansub
judul pembahasan masingmasing materi secara spesifik. Beberapa subjudul
tersebutantaralain:GeologiRegional,AnalisaCrossplotPropertiLog,Analisa
Inversi,AnalisaMultiatribut,NeuralNetwork,BlindWellTest,InterpretasiPeta,
Kesimpulan,danDaftarPustaka.
3.

Analisis Penulisan Ide/Isi


Penulisan ide pada artikel pertama, diawali dengan penjelasan geografi dan
geologi daerah penelitian (Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka), lalu
dilanjutkan dengan pembahasan mengenai pengenalan tanah residu, karakteristik
tanah residu, serta kaitan tanah residu dengan tingkat pelapukan suatu massa
batuan. Sedangkan pada artikel kedua, penulis mengawalinya dengan penjelasan
geologi regional daerah penilitan, dan dilanjutkan dengan pemaparan berbagai
analisis yang digunakan untuk mengetahui penyebaran litologi dan densitas dari
Formasi duri pada lapangan PDE.

4.

Analisis Tahapan Penulisan Kedua Abstrak


Tahap-tahapan penulisan abstrak yaitu (1) menciptakan ruang penelitian, (2)
menguraikan prosedur penelitian, (3) merangkum hasil pokok penelitian, dan (4)
mengevaluasi hasil penelitian.
Pada artikel yang berjudul Karakteristik Geologi Teknik Tanah Residu
Batuan Sedimen Kuarter Bawah Daerah Kertajati, Majalengka,
Jawa Barat, penulisan abstraknya menggunakan keempat unsur sesuai dengan

tahapan penulisan abstrak. Pada artikel tersebut, penulis menyapaikan tujuan


penelitiannya, menguraikan prosedur penelitiannya yaitu dilaksanakan dengan
prosedur pemetaan geologi teknik, merangkum hasil penelitian yang
disertai dengan data hasil uji lapangan, dan mengevaluasi hasil
penelitian.

STUDENT CENTER LEARNING INQUIRY AND DISCOVERY

Pada artikel yang berjudul Aplikasi Analisa Seismik Multiatribut


untuk

Prediksi

Porositasnya

Penyebaran

pada

Reservoir

Lapangan

PDE

Batupasir
Cekungan

dan

Sumatera

Tengah, penulisan abstrak yang ditampilkan merupakan intisari dari apa

yang akan penulis jelaskan dalam keseluruhan artikel tanpa menjelaskan mengenai
beberapa tahapan dalam penyusunan abstrak. Penulis hanya memaparkan berbagai
macam analisis yang dilakukan dengan hasil yang akan diperoleh dari tiap-tiap
analisis, tanpa menuliskan juga evaluasi terhadap hasil analisis penelitian tersebut.
5.

Penilaian Bagian Pendahuluan Berdasarkan Pola Cars


Penulisan pendahuluan memiliki 3 tahapan yang bisa digunakan seperti tahap 1
(menetapkan wilayah penelitian/bidang kajian), tahap 2 (menetapkan daerah
khusus/topic kajian), dan tahap 3 (menggambarkan kajian sendiri). Pada jurnal
pertama yang berjudul KarakteristikGeologiTeknikTanahResiduBatuan
Sedimen Kuarter Bawah Daerah Kertajati, Majalengka, Jawa Barat
penulisan sub-judul pendahuluan menggunakan Pola Cars Tahap-1. Hal ini
dibuktikan dengan cara penulis yang menjelaskan mengenai penelitian geologi
tekniktentangtanahresidudiIndonesiabelumbanyakdilakukan,padahalbanyak
tapak pembangunan dilaksanakan di tanah residu sehingga penelitian geologi
teknik tersebut dianggap penting. Selanjutnya penulis menjelaskan mengenai
pembangunandiIndonesiatidakhanyaberlangsungdidaerahdaerahdataransaja,
tetapi juga sudah merambah ke daerah bergelombang dan pegunungan.Halini
didasarkan oleh beberapa tinjauan pustaka dari beberapa peneliti terdahulu.
Sedangkan pada jurnal kedua yang berjudul Aplikasi Analisa Seismik
Multiatribut untuk Prediksi Penyebaran Reservoir Batupasir E dan
Porositasnya pada Lapangan PDE Cekungan Sumatera Tengah
menggunakan Pola Cars Tahap3. Penulis dengan jelas menyatakan tujuan
penelitiannyasertastudiyangsedangdigunakandalampenelitiantersebut,yaitu
untuk mengetahui penyebaran litologi dan densitas dari Formasi Duri pada
LapanganPDEdenganmenggunakanmetodeseismikmultiatribut.

6.

Kesesuaian Metodelogi dengan Topik yang dibahas

Pada jurnal yang pertama, berdasarkan polanya yang tergolong pola IMRD, maka
terdapat sub-judul Metodelogi untuk menganalisa kesesuaiannya dengan topik
yang dibahas. Pada sub judul ini, penulis memaparkan secara panjang dan jelas,
mulai dari alat dan langkah-langkah yang akan dilakukan dalam penelitian, serta
hal-hal apa saja yang akan dianalisis setelah dilakukan penelitian. Tingkat
kesesuaian metodelogi dengan topik yang dibahas pada artikel ini tergolong baik,
karena metode yang digunakan dapat memberikan informasi yang ingin diketahui
berdasarkan topik artikel. Sedangkan pada jurnal kedua yang memiliki pola NonIMRD, metode penelitian tidak langsung dijabarkan melalui sub-judul yang
khusus, namun metodologi muncul di dalam bagian Pendahuluan (introduction)
yang dipaparkan secara ringkas apa saja analisis yang digunakan serta software
pendukung dari analisis tersebut. Tigkat kesesuaian metode dengan topik cukup
baik, karena didukung oleh pejelasan secara rinci melalui sub-judul tiap-tiap
analisis serta hasil data yang diperoleh.
7.

Pola yang digunakan dalam menuliskan hasil dan pembahasan


Pada artikel pertama, penulisan hasil dan pembahasan menggunakan Pola
Terpisah. Pada bagian hasil dibedakan dengan sub-judul Hasil Penelitian
yang berisikan data yang belum diolah dalam bentuk tabel dan grafik
berdasarkan data yang diperoleh. Bagian pembahasan ditulis dengan
subjudul Diskusi, bagian ini membahas teori yang berhubungan dengan
penelitian dan data yang didapat. Pembahasan ini dilengkapi oleh rumusrumus yang berkaitan dengan kalkulasi pengolaan data yang dilengkapi pula
oleh kurva yang dinyatakan sebagai hasil dari pengaplikasian data yang telah
diproses melalui rumus yang digunakan.
Pada artikel kedua, tidak terdapat pembagian yang jelas oleh sub-judul
mengenai hasil dan pembahasan. Artikel ini menggunakan subjudul yang
berbeda untuk tiap -tiap jenis analisa yang digunakan, sehingga hasil dan
pembahasan telah terangkum pada tiap-tiap sub-judul analisa itu sendiri.
Namun pada bagian kesimpulan, disebutkan analisa yang paling baik untuk
digunakan

dalam

penelitian

tersebut

sesuai

pertimbangan

tentang

kekurangan dan kelebihan yang dimiliki oleh beberapa analisa yang


dilakukan.

STUDENT CENTER LEARNING INQUIRY AND DISCOVERY

8.

Cara penulis dalam menuliskan dan mengembangkan bagian Pembahasan


Pada jurnal pertama yang berpola IMRD, pada sub-judul Pembahasan, dalam
penulisan dan pengembangannya penulis menggunakan tahapan dalam kaidah
penulisan pembahasan, yang dimulai dengan tujuan penelitian, faktor pendukung
dalam melakukan penelitian tersebut, lalu penjelasan secara deskriptif mengenai
hasil yang didapatkan oleh peneliti, serta

memberikan sedikit review data

penelitian dari artikel terdahulu sebagai data pendukung.


Pada jurnal kedua yang berpola Non-IMRD, penulisan dan pengembahangan
bagian pembahasan hampir menyerupai jurnal pertama, namun tidak menyertakan
data penelitian dari artikel terdahulu. Penulis cenderung membahas rancangan
penelitiannya serta sistem pendukung dari penelitian tersebut.
9.

Keterdapatan benang merah pada kedua jurnal


Setelah dilakukan analisis, artikel pertama memiliki benang merah yang
menunjukkan hubungan antara Metodologi, Hasil Penelitian, dan Diskusi.
Dari metode yang dipaparkan, penulis memuat secara jelas mengenai alat dan
langkah-langkah yang akan dilakukan dalam penelitian, serta hal-hal apa saja yang
akan dianalisis setelah dilakukan penelitian. Pada bagian Hasil Penelitian,
dipaparkan data dan grafik secara rinci yang didapatkan dari pengaplikasian
metode penelitian yang telah dirancang. Lalu yang terakhir pada bagian Diskusi,
hasil data yang belum diolah tadi diproses menggunakan rumus dan teori yang
berkaitan dengan penelitian.
Artikel kedua juga memiliki pola hubungan yang saling berkaitan antara
Metodologi, Hasil, dan Pembahasan, meskipun ketiganya tidak memiliki sub-judul
yang khusus, namun melalui subjudul-subjudul yang berkaitan ketiganya
memiliki hubungan secara tersirat namun jelas.

DAFTAR PUSTAKA

Sudarsono, U. dan Hasibuan, G. 2011. Karakteristik Geologi Teknik Tanah Residu


Batuan Sedimen Kuarter Bawah Daerah Kertajati, Majalengka, Jawa Barat.
JurnalGeologiIndonesia,Vol.6No.3Hal.177189
Ekowati, P. D., dan Sukmono, S. 2009. Aplikasi Analisa Teknik Seismik Multiatribut
untuk Prediksi Penyebaran Reservoir Batupasir E dan Porositasnya pada
Lapangan PDE. Cekungan Sumatera Barat. JTM, Vol. 16 No. 3 Hal. 135-148