Anda di halaman 1dari 34

PERSIAPAN

PENDIRIAN USAHA
Nama Anggota :
-Andhika Kurniawan (01)
-Angga Siregar (02)
-Elis Muhlishoh (10)
-Ghana Rayhan (13)
-Ira Mawaddah (16)
-M. Fachrul. R (21)

XII-TKJ

Mempersiapkan Pendirian Usaha

Dalam mempersiapkan pendirian usaha,seorang


calon wirausaha tidak mungin berhasil dengan
baik tanpa adanya perencanaan terlebih dahulu.
Mengapa calon wirausaha harus membuat
perencanaan usaha? Oleh karena, perencanaan
usaha merupakan alat yang paling ampuh untuk
menentukan prioritas,mengukur
kemampuan,mengukur keberhasilan, dan
kegagalan usaha.

Perencanaan pendirian usaha akan memberikan


uraian tentang langkah-langkahnya dengan
sasaran,target,petunjuk pelaksanaan,jadwal
waktu,stategi,taktik,program biaya, dan
kebijaksanaan. Perencanaan pendirian usaha
yang dibuat secara tertulis merupakan
perangkat yang tepat untuk mengendalikan
usaha agar fokus pelaksanaan usahanya tidak
menyimpang.

Dalam mempersiapkan pendirian usaha, calon wirausaha harus


membuat dan menuangkan pokok-pokok pikiranya yang
mencangkup:
1.nama perusahaan,
2.lokasi perusahaan,
3.komoditi yang akan diusahakan,
4.konsumen yang akan dituju,
5.pasar yang akan dituju,
6.partner yang akan diajak bejerja sama,
7.personil yang dipercaya untuk membantu menjalankan usaha,
8.jumlah modal yang dibutuhkan dan yang tersedia,
9.peralatan yang perlu disediakan, dan
10.penyebaran promosi.

Dalam merencanakan pendirian usaha, calon wirausaha perlu


menerapkan kekuatan mentalnya dan selanjutnya dapat
melaksanakan sesuai dengan minat dan kemampuan. Fakor
utama yang dapat mendorong seseorang mendirikan usaha,
yaitu adanya peluang usaha, ingin menghimpun kekayaan, ingin
menjadi bos sendiri, dan sebagainya.

Semakin maju suatu negara,akan semakin banyak banyak orang


terdidik dan banyak juga orang yang menganggur. Oleh karena itu,
akan semakin terasa pentingnya perkembangan dunia usaha.
Adapun dunia usaha itu merupakan suatu kegiatan usha yang penuh
tantangan dan resiko.
Untuk mempersiapkan pendirian usaha, seorang calon wirausaha
terlebih dahulu perlu menghayati faktor-faktor usaha yang
mendukungnya. Agar pendirian usaha berhasil, maka calon
wirausaha selain harus memahami faktor-faktor usaha, juga harus
dapat meningkatkan ilmu pengetehuan dan teknologi.
Berikut faktor2 usaha yang perlu diperhatikan dan dihayati oleh
calon wirausaha:
1.Faktor Alam,
2.Faktor Modal Usaha,
3.Faktor Ketrampilan Usaha,
4.FaktorTenaga Kerja,
5.Faktor Internal Dan Eksternal.

Persiapan pendirian usaha, sebaiknya dilakukan ketika calon


wirausaha memiliki semangat rasa optimis dan sudah
dipertimbangkan untung ruginya.

Adapun faktor-faktor umum dalam rangka


mempersiapkan pendirian usaha antara lain:
1.Faktor Personal, menyangkut aspek-aspek
kepribadian calon wirausaha yang akan
mendirikan usaha,
2.Faktor Sociological masyarakat masalah hubungan
calon wirausaha yang akan mendirikan
usaha dengan dukungan keluarga, famili, teman, dan
sebagainya,
3 Faktor Environmental,menyangkut hubungan calon
wirausaha yang akan mempersiapkan
pendirian usaha dengan lingkunganya.

Izin Usaha

Izin usahaadalah suatu bentuk persetujuan atau pemberian


izin dari pihak yang berwenang atas penyeleranggaraan
kegiatan usaha yang dilakukan oleh perorangan maupun
suatu badan.
Izin Usaha bertujuan :
a. Supaya pemerintah dapat memberikan pembinaan,
pengarahan dan pengawasan dalam kegiatan usaha.
b. Agar pemerintah dapat menjaga ketertiban dalam usaha
serta menciptakan pemerataan kesempatan berusaha.

Macam-macam Izin Usaha


Pemerintah Indonesia lewat Departemen Perdagangan
menerbitkan surat keputusan Menteri Perdagangan Nomor
1458/KP/XII?1984. Iain-izin usaha yang dikeluarkan
pemerintah sebenarnya sangat banyak. Diantaranya adalah
sebagai berikut :

A. SITU (Surat Izin Tempat Usaha) atau Izin HO


Lingkungan

Prosedur pengurusan SITU :


1) Pemohon mengisi formulir SITU dilampiri izin tertulis
tetangga disebelah kanan, kiri, depan, belakang yang
berisi tidak keberatan dengan usahanya.
2) Formulir permohonan SITU di mintakan izin kelurahan
dan kecamatan untuk disahkan
3) Formulir SITU diajukan ke kotamadya. Setahun sekali
dilakukan registrasi ulang.
4) Membayar izin berdasarkan perda 17/PD/1976 nomor
35/PD/1977.
Syarat-syarat dalam pembuatan SITU :
1) Syarat Keamanan
a) Dalam perusahaan harus di sediakan alat pemadam
kebakaran.
b) Perusahaan yang kegiatannya menyediakan bahanbahan yang mudah terbakar , harus menyimpan barangbarang tersebut dengan aman.
c) Bangunan perusahaan harus terdiri atas bahan-bahan
yang tidak mudah terbakar.
d) Harus mengikuti dan mentaati Undang-undang
Keselamatan Kerja.

3) Syarat Ketertiban
a) Harus menjaga ketertiban
b) Dilarang menyiapkan barang-barang di pinggir jalan
umum
c) Melebihi ketentuan jam kerja, dapat dilakukan dengan izin
khusus
4) Syarat-syarat lain
a) Perusahaan diwajibkan untuk mengutamakan tenaga kerja
dan penduduk di sekitarnya yang mempunyai KTP.
b) Harus menjaga keindahan lingkungan dan menjaga
penghijauan
Perusahaan yang melanggar syarat-syarat tersebut diatas,
berakibat SITU-nya akan di cabut dan dikenakan tindakan
ditutupnya perusahaan.
B. SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan)
1) Dikeluarkan oleh menteri atau pejabat yang ditunjuk.
2) Diberikan kepada Perusahaan perorangan dan badan
usaha seperti Firma, CV, PT, Koperasi, BUMN dan sebagainya.

C. NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)


1) NPWP merupakan suatu sarana dalam administrasi
perpajakan yang di pergunakan sebagai tanda pengenal
diri atau identitas pajak
2) NPWP dikeluarkan oleh Kantor Pelayanan Pajak
setempat.
3) NPWP harus dimiliki oleh setiap perusahaan dan setiap
pribadi yang berpenghasilan diatas penghasilan tidak kena
pajak.
4) Setiap perusahaan wajib mendaftarkan diri dikantor
Pelayanan Pajak yang wilayahnya meliputi tempat
kedudukan wajib pajak
D. NRP (Nomor Register Perusahaan) atau TDP
(Tanda Daftar Perusahaan)
1) Dikeluarkan oleh Departemen Perdagangan setempat.
2) Harus dimiliki oleh setiap perusahaan. Dasar hokum UU
No.3 Tahun 1982 tentang wajib daftar perusahaan.
3) TDP/NRP wajib dipasang ditempat yang mudah dilihat
oleh umum. Wajib pula dicantumkan pada papan nama
perusahaan dan dokumen-dokumen yang dipergunakan
dalam kegiatan usaha

E. AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan)


1) AMDAL merupakan hasil studi mengenai dampak penting
usaha atau kegiatan yang terpadu yang direncanakan
terhadap lingkungan dalam satu kesatuan hamparan
ekosistem dan melibatkan kewenangan lebih dari satu
instansi yang bertanggung jawab.
2) Tujuan AMDAL adalah terlaksananya pembangunan yang
berwawasan lingkungan dan terkendalinya pemanfaatan
sumber daya alam secara bijaksana.
Berikut dampak penting menurut penjelasan pasal 16 yang
telah ditentukan :
1) Jumlah manusia yang akan terkena dampak
2) Luas wilayah persebaran dampak
3) Lamanya dampak berlangsung
4) Intensitas dampak
5) Banyaknya komponen lainnya yang akan terkena
dampak
6) Sifat kumulatif dampak tersebut
7) Berbalik (reversible) atau tidak terbalik (irreversible)

Permodalan

Modal usaha adalah : Kolektivitas dari barang-barang


yang masih ada dalam proses produksi . barang-barang
modal merupakan semua barang yang ada di dalam rumah
tangga perusahaan yang berfungsi secara produktif untuk
membentuk pendapatan.
Dampak usaha yang kekurangan modal ;
1. Kekurangan biaya untuk penelitian padsar,
mem[produksi barang, dll
2. Kurangnya dan untuk pembalian mesin-mesin produksi
3. Kurangnya untuk promosi
4. Kekurangan untuk biaya ekstensifikasi
5. Kekurangan spartarts modal mesin-mesin produksi

Penggolongan Modal
a. Modal Sendiri dan Modal Pinjaman
b. Harta tetap dan harta lancar
1. Harta tetap adalah Barang yang dibeli berniali tinggi
dan tidak bergerak (tanah,

C. Modal aktif dan modal pasif


1. Modal aktif adalah modal yang berbentuk aktiva/harta yang
menunjukan
bentuk modal usaha yang ditanamkan di perusahaan
modal aktif dapat dibagi berdasarkan masa pakainya :
a. Modal lancar adalah keseluruhan harta perusahaan yang masa
pakainya atau
penggunaannya kurang dari setahun. Contoh kas, barang, wesel surat
berharga, dll.
b. Modal tetap adalah keseluruhan harta perusahaan yang masa pakai
atau penggunaannya lebih dari satu tahun . Contoh harta berwujud tanah,
bangunan, dll harta yang tidak berwujud seperti hak cipta, hak paten dll)
Berdasarkan wujudnya ;
1. Modal barang (modal berupa aktiva berwujud )
2. Modal tunai ( modal berbentuk uang tunai )
2. Modal Pasif adalah modal yang menunjukan dari mana asalnya dan
merupakan suatu jumlah yang abstrak. Modal pasif dapat dibedakan :
1. Modal Pasif atas dasar sumbernya (modal sendiri dan modal asing0
2. Modal pasif atas dasar lama penggunaannya (modal jangka pendek dan
modal jangka panjang )

Manfaat dan cara Menyimpan Modal Usaha


Cara melaksanakan simpanan modala usha :
a. Simpanan dapat dilakukan dari keuntungan bersih (netto)
pendapatan usaha.
b. Simpanan dapat dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif
c. Simpanan dapat dilakukan tanpa pengorbanan usaha
d. Simpanan dapat dilakukan dengan hasrat yang baik karena ada
masalah dalam permodalan usaha
Manfaat simpanan modal bagi wirausaha :
1. Sebagai cadangan perbaikan usaha perusahaan
2. Sebagai cadangan stabilitas perusahaan
3. Sebagai cadangan untuk ekspansi perusahaan

B. Peminjaman Modal usaha Tambahan


1. Tujuan Peminjaman dan cara penataan Perusahaan
a. Secara Umum
1. Menguasai tatalaksana usaha secara umum
2. Menguasai dan menerapkan manajemen usaha
3. Menguasai pengurusan dan penggunaan keuangan usaha
4. Menguasai cara memproduksi barang
5. Menguasai cara pemasarandan penjualan barang
b. Secara Khusus ;
Penataan perusahaan secara khusus adalah dengan membina dan

Tujuan tambahan permodalan perusahaan :


a. Meningkatkan keuntungan usaha
b. Menambah modal usaha
c. Memperluas dan mengembangkan usaha
2. Permodalan Pinjaman Modal Usaha
Pihak perbankan akan melihat kondisi keuangan perusahaan dan
mempertimbangkan untuk diberikan pinjaman, dan bank selalu
melihat dari sudut likuiditasnya. Likuiditas adalah kemampuan
perushaan untuk memnuhi kewajiban membayar kembali pinjaman
tepat waktu.
3. Cara memohon pinjaman modal usaha
a. Diajukan langsung kepada Kantor Cabang Bank Pelaksana
b. Mengisi dafta isin yang telah diseduakan Bank tersebut
c. Memberikan keterangan lengkap dan benar tentang perusahaan
Persyaratan yang ditetapkan pihak bank yang harus dipenuhi
wirausaha :
1. Pemohon adalah pengusaha yang memiliki atau sedang
mengajukan surat izin usaha
2. Pinjaman tersebut benar-benar digunakan untukkegiatan usaha
3. Peminjam harus melengkapi persy aratan yang ditentukan bank

PENGAJUAN KREDIT
USAHA
A. Kredit Investasi

1. Pengertian, tujuan dan Fungsi Kredit


Kredit adalah pemberian prestasi dari satu pihak kepihak lain yang
akan dikembalikan lagi pada suatu masa tertentu dengan suatu
kontraprestasi berupa bunga.
Pemberi kredit (kreditur) dan penerima kredit (debitur)
A. Pengertian dan tujuan Kredit Investasi
Kredit investasi adalah Kredit yang diberikan oleh bank untuk
keperluan pertambahan modal, guna mengadadkan rehabilitasi,
dan mendirikan suatu proyek baru.
Ciri-ciri kredit investasi:
1. Mempunyai perencanaan yang terarah dan matang
2. Waktu penyelesaian kredit berjangka menegah dan panjang
3. Di[erlukan untuk penanaman modal
B. Cash flow adalah
Perputaran keuangan perusahaan yang mencakup segala
komponen, biaya dan pendapatan.
Tujuan Kredit :

2. Fungsi Kredit Investasi


1. Untuk meningkatkan daya guna dari modal/uang
2. Untuk menstabilkan perekonomian
3. Untuk menimbulkan kegairahan dalam berusaha atau berisnis
4. Untuk meningkatkan peredaran dan lalulintas uang
5. Untuk meningkatkan dayaguna suatu barang
3. Unsur-unsur Kredit
a. Kepercayaan
b. Waktu
c. Degree of Risk / tingkat risiko
d. Prestasi
4. Persyaratan memperoleh Kredit
a. Persyaratan memperoleh kredit pada umumnya
1. Kejujuran dan itikat baik nasabah
2. Permodalan
3. Kemampuan
4. Jaminan

b. Persyatan memperoleh kredit invdestasi kecil dan kredit modal


kerja permanent
Kredit Investasi Kecil (KIK) adalah
Kredit jangka menengah dan panjang yang diberikan kepada
wirausaha pribumi golongan ekonomi lemah untuk membiayai
barang modal,rehabilitasi modernisasi, perluasan usaha dan
;proyek baru.
Kredit Modal Kerja Permanen (KMKP) adalah
Kredit yang diberikan kepada para wirausaha atau para pengusaha
pribumi ekonomi lemah untuk membiayai barang-barang modal
dan keperluan modal kerja.
Persyaratan KIK dan KMKP :
1. Pengusaha pribumi
2. Pengusaha atau perusahaan ekonomi lemah
3. Mempunyai usaha yang jelas
4. Ada izin usaha atau sedang penyelesaian
5. tidak sedang menerima kredit dari bank lain
6. tidak termasuk daftar hitam atau daftar kredit rangkap

5. Pemberian Kredit
Untuk pemberian kredit biasanya ada beberapa formulasi yang
lazim digunakan bank (P4) ;
a. Personality tentang data kepribadian peminjam seperti riwayat

B. Kredit Modal Kerja


1. Pengertian dan Kegunaan Kredit Modal Kerja
Kredit Modal Kerja disebut juga kredit produksi atau eksploitasi karena
digunakan untuk membiayai eksploitasi perusahaan seperti pembelian
bahan baku dan biaya produksi.
2. Pengelolaan Kredit Modal Kerja
Modal Kerja adalah Jumlah uang yang tergabung kedlam aktiva lancar
perusahaan , aktiva lancar adalah harta perusahaan dalam jangka
paling lama satu
tahun dan dapat dicairkan menjadi uang kas.
3. Pengaturan Kredit Modal Kerja
a. Modal kerja selalu dibutuhkan selama usaha perusahaan masih
beroperasi
b. Kredit modal kerja merupakan alat untuk mengukur likuiditas usaha
perushaan
c. Modal sebagai sarana penyusunan rencana usaha

4. Perputaran Modal Kerja


Unsur-unsur modal kerja :
1. uang kas
2. surat-surat berharga
3. Piutang-piutang dagang
4. Persediaan barang dagangan
5. Besarnya kebutuhan kredit Modal Kerja
a. Periode terikatnya modal kerja
b. Pengeluaran kas rata-rata setiap hari
C. Prosedur Mendapatkan Kredit Investasi dan Kredit Modal Kerja
1. Cara memohon kredit investasi dan kredit modal kerja
a. Diajukan kepada Kantor Cabang Bank Pelaksana
b. Mengisi daftar isian
c. Memeberikan keterangan lengkap tentang perusahaan
2. Dokumen-dokumen Permohonan Kredit
a. Akte Pendirian Perusahaan
b. Kartu Tanda Penduduk
c. SITU,SIUP, dan AMDAL
d. Neraca dalam perincian rugi laba
e. NPWP
f. Proposal Usaha

3. Praktek Lapangan
1. Penelitian Pendahuluan yaitu penelitian kelengkapan permohonannkredit
dan keberadaan nasabah
2. Wawancara
3. Pemeriksaan ke tempat usaha
4. Meminta informasi mengenai pemohon kredit dari bank lain
5. Penilaian/analisis permohonan kredit
a. Penilaian untuk menghadapi risiko kredit :
1. Watak (character)
2. Kemampuan (capacity)
3. Modal (capital)
4. Kondisi usaha
5. Jaminan (collateral)
b. Analisis Permohonan kredit
1. Aspek Umum (izin, pemilik modal, pengalaman usaha, informasi pihak
ketiga )
2. aspek manajemen ( Pengurus, Jumlah personalia, jabatan rangkap diluar
perusahaan , kerapian adm, kebenaran data yang disampaikan)
3. Aspek pemasaran ( Jenis barang, saluran distribusi, posisi pemohon
terhadap perantara, Cara pembayaran, rata-rta penjualan, rencana
penjualan,dll)
4. Aspek teknik dan produksi pembelian
5. Aspek Keuangan

Mencari, Memilih, dan


Menetapkan Tempat Usaha
yang Strategis
1. Mencari tempat usaha yang paling strategis
Para pengelola usaha sangat berkepentingan dalam
mencari tempat usaha yang strategis.Perusahaan
yang akan didirikan sudah barang tentu ditempat
atau daerah para pelanggan yangsangat potensial.
Tempat usaha harus berdekatan dengan tempat
pemusatan para pembeli, agardapat menjamin
penyerahan barang yang mudah dan cepat.
Pengambilan keputusan dalammencari tempat usaha
yang strategis dapat dipandang sebagai proses :
a. Mencari tempat usaha yang strategias
b. Mencari tempat usaha yang khas

Dengan perkataan lain tempat usaha yang strategis


adalah tempat atau letak perusahaanmelakukan
aktivitas berikut pemasarannya, serta penjualan
barang dagangan yang dapatmemberikan keuntungan
besar.Untuk mencari tempat usaha yang strategis
banyak kaitannya dengan badan usaha. Mencaritempat
usaha yang strategis pada umumnya lebih mudah bila
dibandingkan denganmencaritempat untuk pabrik
Mencari tempat perusahaan adalah di daerah pusat
perdagangan dan keuangan agar pemasaranproduk
atau barang dagangan lebih berhasil dan terjamin.Akan
tetapi, jika mencari tempat yang strategis untuk pabrik
harus dipertimbangkan secaraseksama, karena akan
berkaitan dengan masalah bahan baku, tenaga kerja,
transportasi, danmasalah penunjang produksi lainnya.
Tempat usaha yang strategis besar sekali
pengaruhnyaterhadap biaya produksi maupun biaya
pemasaran dan penjualan barang dagangan

2. Memilih Tempat Usaha yang Palin Strategis.


Memilih tempat usaha yang paling strategis akan menyangkut
banyaknya pusat penjualan yangakan didirikan. Tempat usaha
yang paling strategis dipengaruhi oleh beberapa
faktor,diantaranya corak barang yang disediakan, pelayanannya,
penyerahan barang, dan kemudahantransportasinya.
A. Tempat Usaha yang diinginkan Perusahaan
Tempat usaha yang paling strategis dan yang paling diinginkan
oleh perusahaan/toko,diantaranya sebagai berikut :
1. Letaknya strategis
2. Dekat dengan bahan-bahan baku
3. Dekat dengan pasar
4. Tenaga kerja mudah didapt
5. Biaya transportasi murah
6. Fasilitas pemerintah daerah mendukung dan menunjang
7. Fasilitas tenaga penggerak/energi mudah didapat
8. Keadaan ekonomi konsumen didaerah tersebut cukup baik
B. Tempat Usaha yang diinginkan Konsumen/Pembeli
Tempat usaha yang paling strategis dan yang diinginkan pembeli,
adalah sebagai berikut :
1. Adanya fasilitas parkir yang cukup luas

3. Menetapkan Tempat Usaha yang Paling Strategis


Menetapkan tempat usaha yang paling strategis merupakan dambaan
para pengelola usahadisebabkan karena :
a. Sangat menguntungkan
b. dapat memuskan langganan
c. adanya kemudahan dalam segala hal
d. memudahkan pemasaran dan penjualan barang dagangan.
Apabila perusahan telah menempatkan tempat atau daerah yang
strategis, maka masalah-masalahselanjutnya yang akan dihadapi
adalah :
a. Masalah biaya
h. Masalah persaingan
b. masalah pelayanan
i. Masalah transportasi
c. arus pengunjung
j. Batas-batas daerah perdagangan
d. arus para pembeli
k. Masalah keindahan
e. masalah parkir kendaraan
l. Masalah tenaga kerja yang terampil
f. masalah keamanan
g. masalah polusi

Menetapkan Tempat Usaha


Menetapkan tempat usaha sangat penting sekali. Tempat usaha
adalah tempat dimana perusahaanmelakukan kegiatan usaha.
Tempat usaha tersebut tentunya tidak akan dibangun disetiap
tempat.Menetapkan tempat usaha perlu dibangun wilayah yang
strategis serta menguntungkan.Penciptaan perusahaan diwilayah
yang strategis akan mendukung lancarnya kegiatankegiatanusha.Pengertian tempat yang strategis ditinjau dari sudut
ekonominya, secara lebih terperinci faktor-faktor yang dapat
mempengaruhi didalam penetapan tempat usaha adalah sebagai
berikut :
1. Pasar
Masalah pasar yang perlu dipertimbangkan adalah masalah
transportasi dan distribusinya.,sehingga dapat menentukan
tempat usaha yang diinginkan.
2. Tenaga Kerja
Tenaga kerja terdidik ataupun tenaga kerja terlatih yang cukup
profesional sangat mendukunglancarnya usaha.
3. Fasilitas Transportas
Fasilitas transportasi yang tersedia dapat mendukung didalamnya
menetapkan tempat usahaperusahaan.
4. Faktor-Faktor Pendukung
Faktor-faktor pendukung yang dapat mempengaruhi didalam
penempatan tempat usaha,diantaranya sebagai berikut :
a. Fasilitas-fasilitas perbankan

Menyusun dan Mengatur


Tempat Usaha serta Kebutuhan
Peralatan
1. Menyusun Kebutuhan Peralatan Perusahaan

Menyusun kebutuhan peralatan perusahaan memerlukan


pertimbangan mengenai jenis-jeniskebutuhan peralatan serta
penyusunannya. Penyusunan kebutuhan peralatan
perusahaanperalatan perusahaan yang tepat akan memberikan
efisiensi terhadap kegiatan usaha.Didalam menyusun kebutuhan
peralatan perusahaan, hendaknya mempertimbangkan halhalsebagai berikut:
a. Pekerjaan dan cara penyelesainnya
b. Fleksibilitas penggunaan peralatan
c. Harga dan penanaman modal
Didalam menyusun kebutuhan akan peralatan perusahaan harus
yang menguntungkanperusahaan. Peralatan-peralatan tersebut
meliputi hal-hal berikut :
a. Mesin atau peralatan harus dapat menghemat tenaga kerja
b. Mesin atau peralatan harus dapat menghemat waktu
c. Mesin atau peralatan harus dapat meningkatkan kualitas

2. Mengatur Tempat Kegiatan Usaha Kebutuhan Peralatan

Mengatur tempat kegiatan usaha dan peralatan sangat penting


sekali. Setelah tempat usahaditentukan, maka tugas perusahaan
selanjutnya adalah mengatur serta menyimpan peralatan
yangdibutuhkan. Tempat kegiatan usaha yang akan digunakan
sedapat meungkin diatur sehinggadapat menimbulkan suasana yang
menyenangkan baik untuk para pegawai maupun bagi
parakonsumen.
Mengatur tempat kegiatan usaha yang baik adalah sebagai berikut :
a. Ruang kegiatan usaha harus mempunyai ventilasi/saluran udara.
b. Ruang informasi dan ruang keamanan sebaiknya berdampingan
letaknya
c. Ruang tunggu para konsumen ditempatkan didepan
d. Ruang operasional sebaiknya berdekatan dengan ruang pimpinan
e. Ruang arsip harus cukup penerangannya dan diatur dengan rapi
f. Mesin-mesin yang berat sebaiknya ditempatkan pada bagian
tersendirig. Ruang administrasi diatur secara baik dan harmonis
h. Ruang akuntasi, ruangan umum, dan ruangan pengawasan jangan
terlampau jauh letaknya,karena menyangkut urusan pembukuan,
personalia, dan pemeriksaan

Mempersiapkan Fasilitas dan


Bahan Baku
Bahan baku adalah sesuati yang sangat penting sekali.
Kegiatan proses produksi tidak mungkindapat dilaksanakan
manakala bahan yang akan diproses belum/tidak tersedia.
Mengadakan bahanbaku hendaknya dipersiapkan dengan
sebaik-baiknya agar dalam proses produksi tidak
mengalami gangguan dan hambatan.Untuk menjelaskan
masalah tersebut dapat disebutkan apa yang dimaksud
dengan persediaanbarang.
Istilah inventories (persediaan-persediaan) diguanakan
utuk barang-barang atau bahan-bahan sebagai berikut :
1. Barang dagangan yang disimpan oleh perusahaan untuk
dijual kembali sesuai perputarannormal suatau usaha
dagang.
2. Bahan-bahan baku dan barang dalam proses produksi
3. Bahan atau barang yang disimpan untuk dipakai
Bagi suatu usaha industri, barang persediaan yang ada
yaitu bahan baku (raw material ), barangdalam proses
produksi (good in process) dan barang jadi atau selesai
(finished good). Sedangkanbarang dagangan yang

Merekrut dan Menempatkan SDM


Bilamana suatu perusahaan membutuhkan tenaga kerja
baru, maka perusahaan akan merekrut(menarik) atau
mencari orang-orang yang mampu melakukan tugas-tugas
untuk lowongantersebut. Langkah berikut sesungguhnya
merupakan langkah kedua. Langkah pertama
dalahmenentukan jenis pekerjaan yang akan dilakukan.Untuk
memilih orang yang tepat, perlu dianalisis terlebih dahulu.
Artinya memberi gambaransecara umum tentang pekerjaan
tersebut. Penentuan sifat dan jenis pekerjaan serta
penentuanketerampilan yang harus dimiliki untuk dapat
melaksanakan pekerjaan dengan baik, hal
tersebutdinamakan job analysisAtau analisa jabatan. Jadi
sebelum diadakan perekrutan atau pencarian tenaga kerja,
maka harusterlebih dahulu diadakan job analysis dari jabatan
yang kan diserahkan.

1. Analisa Jabatan
Untuk dapat melaksanakan seleksi pada calon-calon
pegawai dengan sebaik-baiknya, maka perluterlebih
dahulu diketahui keterangan-keterangan yang
lengkap tentang jabatan yang hendak diisi.Sebelum
diadakan seleksai, haruslah terlebih dahulu ada
kriteria yang obyektif dalam melakukanpemilihan
tersebutUntuk dapat menentukan apakah
seseorang mampu bekerja pada sesuatu jabatan,
perlu terlebihdahulu diketahui pendidikan, keahlian,
pengalaman, dan keadaan fisik yang diminta
olehmasing-masing jabatan.

2. Manfaat Analisa Jabatan


Analisa jabatan dapat dianggap merupakan alat bagi pemimpin
dalam memecahkan masalahkemanusiaan. Ini disebabkan analisa
jabatan dapat memberikan bantuannya dalam banyak halyaitu :
a. Dalam penarikan (rekrutment), seleksi, dan penempatan para
pekerja
b. Dalam pendidikan
c. Dalam penilaian jabatan
d. Dalam perbaikan syarat-syarat pekerjaane. Dalam perencanaan
organisasif. Dalam pemindahan dan promosi
3. Deskripsi Jabatan
Deskripsi jabatan dalam spesifikasi jabatan dapat disusun
berdasarkan keterangan yang didapatdari pada analisa jabatan.
Pada umumnya keterangan-keterangan yang ditulis dalam
deskripsi jabatan meliputi dua hal yaitu :
a. Sifat pekerja yang bersangkutan
b. Tipe pekerja yang cocok untuk jabatan itu

Mengenai hal yang pertama, maka dalam sesuatu


deskripsi jabatan harus termuat antara lainsebagai
berikut :
a. Nama jabatan
b. Jumlah pegawai yang memegang jabatan itu
c. Ringkasan pekerjaan yang menjelaskan dengan
singkat tugas-tugas utama, alat-alat ataumesinmesin yang dipergunakan dalam pekerjaan itu.
d. Ringkasan pekerjaan
e. Keterangan tentang bahan yang dipakai
f. Hubungan pekerjaan itu dengan pekerjaan yang
terdekat
g. Penjelasan tentang jabatan dibawah dan jabatan
kemana petugas akan dipromosikan
h. Latihan yang dibutuhkan
i. Besarnya upah
j. Lamanya jam kerja
k. Keadaaan khusus sesuatu pekerjaan, misalnya
mengenai udara, penerangan ventilasi dan
lainsebagainya

Menegenai hal yang kedua yakni tipe pekerja yang


cocok untuk jabatan tersebut, maka harusdimuat
antara lain sebagai berikut :
a. Jenis kelamin
b. Keadaan fisik
c. Emosi si pekerja
d. Mental si pekerja
e. Syarat pendidikan
f. Temperamen
g. Karakter
h. Minat sipekerja

Spesifikasi jabatan merupakan hasil yang diperoleh


dari suatu job description (deskripsi jabatan).Ia
menjelaskan karakteristik dari pekerja yang
dibutuhkan untuk memangku suatu jabatantertentu.
Pada umumnya spesifikasi jabatan memuat
ringkasan pekerjaan yang jelas, yang diikutioleh
kualifikasi definitive yang dibutuhkan dari pemangku
jabatan.
Yang disebut terakhir menjelaskan antara lain :
a. Tingkat pendidikan
b. Keadaan fisik
c. Pengetahuan dan kecakapan
d. Nikah atau belum
e. Jenis kelamin
f. Batas umur
g. karakter