Anda di halaman 1dari 1

PATOFISIOLOGI TIK

Peningkatan TIK (16 mmHg atau lebih ) merupakan keadaan yang mengancam jiwa. Telah
disebutkan di atas, bahwa di dalam rongga tengkorak yang terdapat 3 macam komponen yang
dapat dikatakan tidak dapat dimanfaatkan yaitu otak yang setengah padat, darah di pembuluh
darah otak dan CSS. Volume dari ketiga komponen tersebut hampir selalu dalam keadaan
tetap. Apabila terjadi kenaikan volume pada salah satu komponen maka harus disertai dengan
penurunan volume komponen yang lain sebesar peningkatan volume tersebut. Mekanisme
kompensasi berupa penurunan volume komponnen ini terjadi dengan jalan dengan
memindahkan atau menggeser CSS ke dalam kanalis spinalis atau diabsorpsi homeostatis bila
peningkatan volume kecil, atau peningkatan volume terjadi perlahan-lahan.
Mula-mula terjadi penyempitan ventrikel dan rongga subarachnoid yang menyebabkan
pemindahan sejumlah CSS ke dalam rongga subarachnoid di daerah lumbal, kemudian terjadi
kompersi vena yang bertekanan rendah. Keaan ini menyebabkan vena-vena otak dan sinus
mengempis(kolaps) dan terjadi peningkatan absorpsi CSS ke dalam sistem vena.
Bila terjadi penambahan volume mendadak, maka:
1.

CSS segera bergeser ke ekstratrakranial

2.

Darah dipembuluh darah otak bergeser ke ekstrakranial dengan cara vasokontriksi.

Kedua mekanisme ini dapat menampung 5% kenaikan volume intrakranial, sebelum terjadi
peningkatan TIK. Namun demikiaan jika cadangan kemempuan untuk kompensasi tidak
mampu lagi bekerja, tekanan dalam sistem vena meningkat. Oleh karena vena-vena serebral
tidak mempunyai katup, selanjutnya TIK meningkat. Peningkatan ini dapat terjadi dengan
cepat. Peningkatan volume intrakranial 8 10 % dapat menyebabkan kematian, terutama bila
terjadinya cepat. Bila tekanan berkembang dengan cepat, jaringan otak akan mengalami
herniasi kebawah menuju ke foramen magnum. Kondisi pasien akan memburuk dengan cepat
bila meningkatkan TIK sampai menyamai dengan tekanan arteri rata-rata ( MAP ), karena
aliran darah otak akan terhenti yang menghasikan skemia dan infark otak.