Anda di halaman 1dari 3

Artikel Sabun

Sabun adalah bahan yang digunakan untuk mencuci dan mengemulsi, terdiri
dari dua komponen utama yaitu asam lemak dengan rantai karbon C16 dan sodium
atau potasium. Sabun merupakan pembersih yang dibuat dengan reaksi kimia antara
kalium atau natrium dengan asam lemak dari minyak nabati atau lemak hewani.
Sabun yang dibuat dengan NaOH dikenal dengan sabun keras (hard soap), sedangkan
sabun yang dibuat dengan KOH dikenal dengan sabun lunak (soft soap).
Biji kakao merupakan produk hulu yang dihasilkan oleh perkebunan kakao di
Indonesia. Sementara itu, liquor, mentega, butter, serta bubuk kakao merupakan
produk antara atau setengah jadi yang digunakan sebagai bahan baku oleh industri
hilir seperti cokelat makanan, permen yang mengandung cokelat, susu cokelat, dan
sebagainya. Cocoa butter yang berharga paling mahal merupakan lemak cokelat hasil
ekstraksi cocoa liquor dari pembentukan bubuk cokelat. Cocoa butter sering kali
digunakan sebagai campuran pembuatan permen cokelat dan bahan baku kosmetik
seperti lipstik dan pelembab. Minyak atau lemak kakao juga umum dimanfaatkan
dalam pembuatan sabun. Lemak kakao memiliki aroma khas coklat. Walaupun
harganya cukup mahal, lemak kakao disukai karena memiliki manfaat yang bagus
sebagai pelembab dan pelembut kulit, serta mengandung vitamin E, tokoferol, dan
polifenol sebagai antioksidan. Lemak kakao juga dapat membantu mengeraskan
sabun dan menunda proses ketengikan (Wahyudi et al., 2008).
Fungsi sabun adalah sebagai bahan pembersih. Sabun menurunkan tegangan
permukaan air, sehingga memungkinkan air itu membasahi bahan yang dicuci dengan
lebih efektif, sabun bertindak sebagai suatu zat pengemulsi untuk mendispersikan
minyak dan gemuk; dan sabun teradsorpsi pada butiran kotoran (Keenan, 1980).
Kotoran yang menempel pada kulit umumnya adalah minyak, lemak dan
keringat. Zat-zat ini tidak dapat larut dalam air karena sifatnya yang non polar. Sabun
digunakan untuk melarutkan kotoran-kotoran pada kulit tersebut. Sabun memiliki
gugus non polar yaitu gugus R yang akan mengikat kotoran, dan gugus COONa

yang akan mengikat air karena sama-sama gugus polar. Kotoran tidak dapat lepas
karena terikat pada sabun dan sabun terikat pada air (Qisti, 2009).
Sabun dibuat dengan dua cara yaitu proses saponifikasi dan proses netralisasi
minyak. Proses saponifikasi minyak akan memperoleh produk sampingan yaitu
gliserol, sedangkan proses netralisasi tidak akan memperoleh gliserol. Proses
saponifikasi terjadi karena reaksi antara trigliserida dengan alkali, sedangkan proses
netralisasi terjadi karena reaksi asam lemak bebas dengan alkali (Qisti, 2009).
Sabun dapat dibuat melalui dua proses, yaitu:
1. Saponifikasi
Saponifikasi melibatkan hidrolisis ikatan ester gliserida yang menghasilkan
pembebesan asam lemak dalam bentuk garam dan gliserol. Garam dari asam lemak
berantai panjang adalah sabun. Dengan kata lain saponifikasi adalah proses
pembuatan sabun yang berlangsung dengan mereaksikan asam lemak dengan alkali
yang menghasilkan sintesa dan air serta garam karbonil (sejenis sabun). Sabun
merupakan salah satu bahan yang digunakan untuk mencuci baik pakaian maupun
alat-alat lain. Alkali yang biasanya digunakan adalah NaOH dan Na2CO3 maupun
KOH dan K2CO3. Ada dua produk yang dihasilkan dalam proses ini, yaitu sabun
dan gliserin
Reaksi kimia pada proses saponifikasi adalah sebagai berikut:

2. Netralisasi
Netralisasi adalah proses untuk memisahkan asam lemak bebas dari minyak atau
lemak, dengan cara mereaksikan asam lemak bebas dengan basa atau pereaksi lainnya
sehingga membentuk sabun (Ketaren, 2008).
Reaksi kimia pada proses saponifikasi adalah sebagai berikut:

Daftar Pustaka
Ketaren, S. 2008. Pengantar Teknologi Minyak dan Lemak Pangan. Penerbit
Universitas Indonesia, Jakarta.
Keenan, 1980, Kimia untuk Universitas Jilid 1, Erlangga, Jakarta.
Qisti, Rachmiati, 2009, Sifat Kimia Sabun Transparan dengan Penambahan Madu
pada Konsentrasi yang Berbeda, Bogor, Program Studi Teknologi Hasil Ternak
Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor.
Wahyudi, T. et al. 2008. Panduan Lengkap Kakao. Jakarta: Penebar Swadaya.