Anda di halaman 1dari 28
Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Surabaya

MATERI Sensor dan Tranduser

Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya MATERI Sensor dan Tranduser

Pengantar

Materi

Contoh Soal

Ringkasan

Latihan

Assessment

Pada sistem pengendalian loop tertutup, terkadang

bentuk energi dari sinyal keluaran plant tidak sama dengan bentuk energi dari sinyal masukan sehingga tidak dapat dibandingkan, oleh karena itu diperlukan

sensor atau tranduser untuk mengubah bentuk energi

sinyal keluaran menjadi sama dengan bentuk energi sinyal masukan acuan.

Pada bagian ini akan dijelaskan tentang sensor dan

tranduser termasuk fungsinya dalam sistem pengendalian dan klasifikasi tranduser dan sensor

berdasarkan bentuk energi sinyal terukur.

fungsinya dalam sistem pengendalian dan klasifikasi tranduser dan sensor berdasarkan bentuk energi sinyal terukur.
fungsinya dalam sistem pengendalian dan klasifikasi tranduser dan sensor berdasarkan bentuk energi sinyal terukur.

Pengantar

Materi

Contoh Soal

Ringkasan

Sensor dan Tranduser

Spesifikasi Teknis

Latihan

Assessment

Menyatakan seberapa baik korelasi antara masukan dan keluaran tranduser atau sensor

Spesifikasi teknis terdiri dari :

1.

Akurasi

2.

Sensitifitas

3.

Resolusi

4.

Hysterisis

5. Repeatability

teknis terdiri dari : 1. Akurasi 2. Sensitifitas 3. Resolusi 4. Hysterisis 5. Repeatability
teknis terdiri dari : 1. Akurasi 2. Sensitifitas 3. Resolusi 4. Hysterisis 5. Repeatability
teknis terdiri dari : 1. Akurasi 2. Sensitifitas 3. Resolusi 4. Hysterisis 5. Repeatability
teknis terdiri dari : 1. Akurasi 2. Sensitifitas 3. Resolusi 4. Hysterisis 5. Repeatability

Pengantar

Materi

Contoh Soal

Ringkasan

Latihan

Assessment

Fungsi

Tranduser mentransformasikan suatu sinyal dari bentuk energi yang satu menjadi bentuk energi yang lain atau dari besaran fisik yang satu menjadi besaran fisik yang lain.

Keluaran tranduser : sinyal listrik (arus, tegangan, resistansi,

kapasitansi atau frekuensi) Pada dasarnya sensor juga merupakan tranduser. Yang membedakan antara sensor dengan tranduser adalah aplikasi

dan penggunaannya.

E(s)  Kontroler + -
E(s)
Kontroler
+
-

C*(s)

Aktuator Plant
Aktuator
Plant

R(s)

adalah aplikasi dan penggunaannya. E(s)  Kontroler + - C*(s) Aktuator Plant R(s) Sensor / Tranduser
adalah aplikasi dan penggunaannya. E(s)  Kontroler + - C*(s) Aktuator Plant R(s) Sensor / Tranduser

Sensor /

Tranduser

adalah aplikasi dan penggunaannya. E(s)  Kontroler + - C*(s) Aktuator Plant R(s) Sensor / Tranduser
adalah aplikasi dan penggunaannya. E(s)  Kontroler + - C*(s) Aktuator Plant R(s) Sensor / Tranduser

C(s)

adalah aplikasi dan penggunaannya. E(s)  Kontroler + - C*(s) Aktuator Plant R(s) Sensor / Tranduser

Pengantar

Materi

Contoh Soal

Ringkasan

Respon Sensor dan Tranduser

Latihan

Assessment

Bisa berupa sistem orde pertama atau orde kedua.

Pada umumnya tranduser atau sensor merupakan sistem orde

pertama, maka :

*

C s

(

)



C s

K

τ

t

s

1

C*(s) dan C(s) : masukan dan keluaran tranduser ,

K : Gain dan t : konstanta waktu tranduser atau sensor

s  1 C*(s) dan C(s) : masukan dan keluaran tranduser , K : Gain dan
s  1 C*(s) dan C(s) : masukan dan keluaran tranduser , K : Gain dan
s  1 C*(s) dan C(s) : masukan dan keluaran tranduser , K : Gain dan
s  1 C*(s) dan C(s) : masukan dan keluaran tranduser , K : Gain dan

Pengantar

Materi

Contoh Soal

Ringkasan

Latihan

Assessment

Respon Sensor dan Tranduser

Jika konstanta waktu tranduser lebih cepat daripada konstanta waktu plant (t << ) maka konstanta waktu tranduser bisa diabaikan.

Sehingga :

*

C ( s )



C s

K

Contoh : tachogenerator (tranduser kecepatan)

tranduser bisa diabaikan. • Sehingga : * C ( s )  C s  K
tranduser bisa diabaikan. • Sehingga : * C ( s )  C s  K
tranduser bisa diabaikan. • Sehingga : * C ( s )  C s  K
tranduser bisa diabaikan. • Sehingga : * C ( s )  C s  K

Pengantar

Materi

Contoh Soal

Ringkasan

Latihan

Assessment

Spesifikasi Teknis

Menyatakan seberapa baik korelasi antara masukan dan keluaran tranduser atau sensor

Performansi sebuah sensor ditentukan oleh karakteristik statis

dan dinamik

Karakteristik Statis

Karakteristik Statis terdiri dari :

1.

2.

3.

4.

5. 6.
5.
6.

Akurasi

Sensitivitas

Resolusi

Hysterisis

Repeatability

Linieritas

Karakteristik Statis terdiri dari : 1. 2. 3. 4. 5. 6. Akurasi Sensitivitas Resolusi Hysterisis Repeatability
Karakteristik Statis terdiri dari : 1. 2. 3. 4. 5. 6. Akurasi Sensitivitas Resolusi Hysterisis Repeatability
Karakteristik Statis terdiri dari : 1. 2. 3. 4. 5. 6. Akurasi Sensitivitas Resolusi Hysterisis Repeatability

Pengantar

Materi

Contoh Soal

Karakteristik Dinamik

Ringkasan

Latihan

Assessment

Menyatakan seberapa cepat perubahan keluaran yang terjadi terhadap perubahan masukan

Spesifikasi dinamik terdiri dari :

1.

Rise time

2.

Time konstan

3.

Dead time

4.

Respon frekuensi

5.

Parameter orde kedua : rasio peredaman, frekuensi natural,

settling time, dan maksimum overshoot.

frekuensi 5. Parameter orde kedua : rasio peredaman, frekuensi natural, settling time, dan maksimum overshoot.
frekuensi 5. Parameter orde kedua : rasio peredaman, frekuensi natural, settling time, dan maksimum overshoot.
frekuensi 5. Parameter orde kedua : rasio peredaman, frekuensi natural, settling time, dan maksimum overshoot.
frekuensi 5. Parameter orde kedua : rasio peredaman, frekuensi natural, settling time, dan maksimum overshoot.

Pengantar

Materi

Klasifikasi

Contoh Soal

Ringkasan

Latihan

Assessment

Berdasarkan bentuk energi/besaran sinyal masukan, tranduser

sensor dalam sistem pengendalian umumnya dapat diklasifikasikan

menjadi :

1. Tranduser atau sensor mekanik

sensor perpindahan, lokasi atau posisi, sensor level, dan sensor gerakan

banyak digunakan pada sistem servomekanik 2. Tranduser atau sensor temperatur

banyak digunakan pada sistem pengendalian proses.

pada sistem servomekanik 2. Tranduser atau sensor temperatur • banyak digunakan pada sistem pengendalian proses.
pada sistem servomekanik 2. Tranduser atau sensor temperatur • banyak digunakan pada sistem pengendalian proses.
pada sistem servomekanik 2. Tranduser atau sensor temperatur • banyak digunakan pada sistem pengendalian proses.
pada sistem servomekanik 2. Tranduser atau sensor temperatur • banyak digunakan pada sistem pengendalian proses.

Pengantar

Materi

Contoh Soal

Ringkasan

Contoh Sensor Perpindahan

1. Potensiometer linier

Latihan

Assessment

mengubah gerakan linier ke dalam suatu resistansi variabel

yang bisa diubah langsung ke sinyal tegangan dan/atau

arus.

variabel yang bisa diubah langsung ke sinyal tegangan dan/atau arus. V out R1 Rt V i

V out

R1

variabel yang bisa diubah langsung ke sinyal tegangan dan/atau arus. V out R1 Rt V i

Rt

V in

variabel yang bisa diubah langsung ke sinyal tegangan dan/atau arus. V out R1 Rt V i
variabel yang bisa diubah langsung ke sinyal tegangan dan/atau arus. V out R1 Rt V i

V

out

R

1

R

T

. V

in

variabel yang bisa diubah langsung ke sinyal tegangan dan/atau arus. V out R1 Rt V i

Pengantar

Materi

Contoh Soal

Ringkasan

Contoh Sensor Perpindahan

Latihan

Assessment

2. Potensiometer rotary mengubah gerakan anguler ke dalam suatu resistansi

variabel yang bisa diubah langsung ke sinyal tegangan

dan/atau arus.

resistansi variabel yang bisa diubah langsung ke sinyal tegangan dan/atau arus. 0 V out V in
resistansi variabel yang bisa diubah langsung ke sinyal tegangan dan/atau arus. 0 V out V in

0

resistansi variabel yang bisa diubah langsung ke sinyal tegangan dan/atau arus. 0 V out V in
V out
V out

V in

resistansi variabel yang bisa diubah langsung ke sinyal tegangan dan/atau arus. 0 V out V in

V

out

resistansi variabel yang bisa diubah langsung ke sinyal tegangan dan/atau arus. 0 V out V in

θ

360

0

. V

in

resistansi variabel yang bisa diubah langsung ke sinyal tegangan dan/atau arus. 0 V out V in

Pengantar

Materi

Contoh Soal

Ringkasan

Contoh Sensor Perpindahan

2. Potensiometer rotary

Latihan

Assessment

Penggunaan potensiometer rotary pada sistem pengendalian

posisi motor DC

Motor DC + + e Beban e Amplifier DC a M _ _ + E
Motor DC
+
+
e
Beban
e
Amplifier DC
a M
_
_
+
E
_
θ
r Input
θ
l
referensi
pengendalian posisi motor DC Motor DC + + e Beban e Amplifier DC a M _

Pengantar

Materi

Contoh Soal

Ringkasan

Contoh Sensor Perpindahan

2. Potensiometer rotary

Latihan

Assessment

Penggunaan potensiometer rotary pada sistem pengendalian

posisi motor AC 2 Fase

Motor AC

2 phase + + e Beban e Amplifier DC a _ _ + V(t) _
2 phase
+
+
e
Beban
e
Amplifier DC
a
_
_
+
V(t)
_
θ
Input
r
θ
l
referensi
motor AC 2 Fase Motor AC 2 phase + + e Beban e Amplifier DC a

Pengantar

Materi

Contoh Soal

Ringkasan

Contoh Sensor Perpindahan

3. Sensor Kapasitif

Latihan

Assessment

Mengubah perubahan kapasitansi menjadi sinyal arus atau

tegangan.

A Kapasitansi C
A
Kapasitansi C
d
d

Kapasitansi C

C

K

ε

0

A

d

tegangan. A Kapasitansi C d Kapasitansi C C  K ε 0 A d K :

K : konstanta dielekrik, 0 : permitivitas = 8,85 pF/m, A : luas penampang plat, d : adalah jarak antar-plat

K : konstanta dielekrik,  0 : permitivitas = 8,85 pF/m, A : luas penampang plat,
K : konstanta dielekrik,  0 : permitivitas = 8,85 pF/m, A : luas penampang plat,
K : konstanta dielekrik,  0 : permitivitas = 8,85 pF/m, A : luas penampang plat,

Pengantar

Materi

Contoh Soal

Ringkasan

Contoh Sensor Perpindahan 4. Sensor Induktif

Latihan

Assessment

Jika sebuah inti (core) permeable dimasukkan ke dalam suatu

induktor, maka induktansi terkait akan naik.

Tiap posisi baru dari inti menghasilkan induktansi yang berbeda

Gabungan antara induktor dan movable core tersebut dapat

digunakan sebagai sensor perpindahan.

Dikenal sebagai sensor Linear Variable Differential Transformer (LVDT)

dapat digunakan sebagai sensor perpindahan. • Dikenal sebagai sensor Linear Variable Differential Transformer (LVDT)
dapat digunakan sebagai sensor perpindahan. • Dikenal sebagai sensor Linear Variable Differential Transformer (LVDT)

Pengantar

Materi

Contoh Soal

Contoh Sensor Level

1. Pelampung

Ringkasan

Latihan

Assessment

Pelampung ini dihubungkan oleh linkage (penghubung) ke

sistem pengukuran perpindahan sekunder seperti

potensiometer

• Pelampung ini dihubungkan oleh linkage (penghubung) ke sistem pengukuran perpindahan sekunder seperti potensiometer
• Pelampung ini dihubungkan oleh linkage (penghubung) ke sistem pengukuran perpindahan sekunder seperti potensiometer
• Pelampung ini dihubungkan oleh linkage (penghubung) ke sistem pengukuran perpindahan sekunder seperti potensiometer
• Pelampung ini dihubungkan oleh linkage (penghubung) ke sistem pengukuran perpindahan sekunder seperti potensiometer
• Pelampung ini dihubungkan oleh linkage (penghubung) ke sistem pengukuran perpindahan sekunder seperti potensiometer

Pengantar

Materi

Contoh Soal

Contoh Sensor Level

2. Ultrasonik

Ringkasan

Latihan

Assessment

Ada 2 teknik untuk mengukur level dengan menggunakan

refleksi ultrasonik, yaitu :

teknik eksternal teknik internal

: untuk solid/liquid material : untuk liquid material

: teknik eksternal teknik internal : untuk solid/liquid material : untuk liquid material eksternal i n
: teknik eksternal teknik internal : untuk solid/liquid material : untuk liquid material eksternal i n

eksternal

: teknik eksternal teknik internal : untuk solid/liquid material : untuk liquid material eksternal i n
: teknik eksternal teknik internal : untuk solid/liquid material : untuk liquid material eksternal i n
: teknik eksternal teknik internal : untuk solid/liquid material : untuk liquid material eksternal i n

internal

: teknik eksternal teknik internal : untuk solid/liquid material : untuk liquid material eksternal i n

Pengantar

Materi

Contoh Soal

Ringkasan

Contoh Sensor Kecepatan

1. Tachometer

Latihan

Assessment

Tranduser yang digunakan untuk mengubah sinyal kecepatan

menjadi sinyal tegangan.

Penggunaan tachometer pada sistem pengendalian kecepa

tan motor DC

Motor DC

e r + e e Beban Kontroler Amplifier DC a M _ + _ θ
e r
+
e
e
Beban
Kontroler
Amplifier DC
a
M
_
+
_
θ
T
Tachometer
e t
kecepa tan motor DC Motor DC e r + e e Beban Kontroler Amplifier DC a

Pengantar

Materi

Contoh Soal

Ringkasan

Contoh Sensor Temperatur

1. Bimetal

Latihan

Assessment

Sensor yang mengubah perubahan nilai temperatur menjadi

energi mekanik.

Terdiri dari dua metal berbeda dengan koefisien ekspansi

termal berbeda yang dilekatkan menjadi satu.

Koefisien ekspansi termal yang tidak sama pada kedua metal akan mengakibatkan keping bimetal melengkung.

satu. • Koefisien ekspansi termal yang tidak sama pada kedua metal akan mengakibatkan keping bimetal melengkung.
satu. • Koefisien ekspansi termal yang tidak sama pada kedua metal akan mengakibatkan keping bimetal melengkung.
satu. • Koefisien ekspansi termal yang tidak sama pada kedua metal akan mengakibatkan keping bimetal melengkung.
satu. • Koefisien ekspansi termal yang tidak sama pada kedua metal akan mengakibatkan keping bimetal melengkung.

Pengantar

Materi

Contoh Soal

Ringkasan

Contoh Sensor Temperatur

1. Bimetal

Latihan

Assessment

• Contoh Rangkaian Mekanik Bimetal Mercury Glass Bulb Switch Connection Base Bimetal Strip
• Contoh Rangkaian Mekanik Bimetal
Mercury
Glass Bulb
Switch
Connection
Base
Bimetal Strip
Base
Base
SetPoint Switch on
SetPoint
Switch on

Base

Temperature Rendah

Switch Connection Base Bimetal Strip Base SetPoint Switch on Base Temperature Rendah Switch off Temperature Tinggi
Switch Connection Base Bimetal Strip Base SetPoint Switch on Base Temperature Rendah Switch off Temperature Tinggi
Switch Connection Base Bimetal Strip Base SetPoint Switch on Base Temperature Rendah Switch off Temperature Tinggi

Switch off

Switch Connection Base Bimetal Strip Base SetPoint Switch on Base Temperature Rendah Switch off Temperature Tinggi

Temperature Tinggi

Pengantar

Materi

Contoh Soal

Ringkasan

Contoh Sensor Temperatur

Latihan

Assessment

2. Resistance Temperature Detector (RTD)

Tranduser yang mengubah perubahan nilai temperatur

menjadi nilai resistansi pada suatu logam.

Hubungan antara temperatur dan resistansi :

R (T) = R (T o ) [1+α 1 ΔT+ α 2 T)²]

Jika T << , maka :

R (T) = R (T o ) [1+α o ΔT]

 T << , maka : R ( T ) = R ( T o )

positive temperature coefficient (PTC)

 T << , maka : R ( T ) = R ( T o )
 T << , maka : R ( T ) = R ( T o )
 T << , maka : R ( T ) = R ( T o )

Pengantar

Materi

Contoh Soal

Ringkasan

Contoh Sensor Temperatur

Latihan

Assessment

2. Resistance Temperature Detector (RTD)

Grafik Hubungan Tahanan dengan Suhu RTD

2. Resistance Temperature Detector (RTD) • Grafik Hubungan Tahanan dengan Suhu RTD R 0 : tahanan
R 0 : tahanan pada suhu 0 o C
R 0 : tahanan pada suhu 0 o C
2. Resistance Temperature Detector (RTD) • Grafik Hubungan Tahanan dengan Suhu RTD R 0 : tahanan
2. Resistance Temperature Detector (RTD) • Grafik Hubungan Tahanan dengan Suhu RTD R 0 : tahanan
2. Resistance Temperature Detector (RTD) • Grafik Hubungan Tahanan dengan Suhu RTD R 0 : tahanan

Pengantar

Materi

Contoh Soal

Ringkasan

Contoh Sensor Temperatur

3. Thermistor

Latihan

Assessment

Tranduser yang mengubah perubahan nilai temperatur

menjadi nilai resistansi pada suatu semikonduktor.

Hubungan antara temperatur dan resistansi :

R T

R T

0

e

β

  1 T

1

T

0

negative temperature coefficient (NTC)

 R T 0  e β   1  T   1 
 R T 0  e β   1  T   1 
 R T 0  e β   1  T   1 
 R T 0  e β   1  T   1 

Pengantar

Materi

Contoh Soal

Contoh Sensor Temperatur

3. Thermistor

Grafik Hubungan Tahanan

dengan Suhu Thermistor

Contoh Sensor Temperatur 3. Thermistor • Grafik Hubungan Tahanan dengan Suhu Thermistor Ringkasan Latihan Assessment
Contoh Sensor Temperatur 3. Thermistor • Grafik Hubungan Tahanan dengan Suhu Thermistor Ringkasan Latihan Assessment

Ringkasan

Latihan

Assessment

Contoh Sensor Temperatur 3. Thermistor • Grafik Hubungan Tahanan dengan Suhu Thermistor Ringkasan Latihan Assessment

Pengantar

Materi

Contoh Soal

Ringkasan

Contoh Sensor Temperatur

4. Termokopel

Latihan

Assessment

Tranduser yang mengubah perubahan nilai temperatur

menjadi emf

Latihan Assessment • Tranduser yang mengubah perubahan nilai temperatur menjadi emf • Persamaan Termokopel

Persamaan Termokopel

Latihan Assessment • Tranduser yang mengubah perubahan nilai temperatur menjadi emf • Persamaan Termokopel
Latihan Assessment • Tranduser yang mengubah perubahan nilai temperatur menjadi emf • Persamaan Termokopel

Pengantar

Materi

Contoh Soal

Ringkasan

Contoh Sensor Temperatur

4. Termokopel

Latihan

Assessment

 

Tipe

Material

Range normal

 

J

Iron-constantan

-190 o C s/d 760 o C

T

Copper-constantan

-200 o C s/d 371 o C

K

Chromel-alumel

-190 o C s/d 1260 o C

E

Chromel-constantan

-100 o C s/d 1260 o C

S

90% Platinum + 10% rhodium-platinum

0 o C s/d 1482 o C

R

87% platinum + 13% rhodium-platinum

0 o C s/d 1482 o C

 
 
 

Pengantar

Materi

Contoh Soal

Ringkasan

Latihan

Assessment

1.

Pada sistem pengendalian, sensor atau tranduser mengubah bentuk energi sinyal keluaran dari plant menjadi sama dengan bentuk energi sinyal masukan acuan.

2.

Sensor mekanik banyak digunakan pada sistem

servomekanik dan sensor temperatur banyak digunakan pada sistem pengendalian proses.

mekanik banyak digunakan pada sistem servomekanik dan sensor temperatur banyak digunakan pada sistem pengendalian proses.
mekanik banyak digunakan pada sistem servomekanik dan sensor temperatur banyak digunakan pada sistem pengendalian proses.

Sekian dan Terimakasih