Anda di halaman 1dari 16

OLEH :

WAHYU INDRA SAPUTRA


113030127

Dalam proses pembuatan semen diperlukan


alat transportasi untuk memindahkan material
dari satu mesin ke mesin yang lain. Alat
transportasi yang digunakan bermacam
macam tergantung material (ukuran dan
bentuk ) dan juga metode transportasi yang
sesuai dengan kondisi. Pada PT. Indocement
Tunggal Prakarsa, Tbk. Fan merupakan salah
satu alat penunjang produksi yang cukup
terpenting
karena
merupakan
alat
transportasi material sehingga segala bentuk
kerusakan pada fan khususnya pada fan raw
mill
harus
diminimalisir
agar
tidak
menimbulkan kerugian pada perusahaan.

Fan
biasanya
digunakan
untuk
memindahkan sejumlah volume udara atau
gas melalui suatu saluran (duct). Selain itu,
fan juga digunakan untuk memasok udara
dalam proses pengeringan, pemindahan
bahan tersuspensi di dalam aliran gas,
pembuangan
asap,pengondensasian
menara,
pemasokan
udara
untuk
pembakaran boiler, pembuangan debu,
aerasi sampah, pengeringan,pendinginan
proses-proses industrial, sistem ventilasi
ruangan, dan aplikasi sistem beraliran tinggi
dan bertekanan rendah yang lain.

FAN RAW
MILL

Pemeriksaan visual dari Fan impeller


menunjukkan kegagalan bahwa ada kurangnya
perpaduan pada pertengahan blade yang
berputar kembali kepermukaan lasan,di bawah ini
yang menyebabkan terjadinya keausan pada
impeller fan :
(1) mid - blade ditarik keluar dari pelat las
belakang
(2) pertengahan blade retak oleh kelelahan
sepanjang las cincin depan.
(3)Celah yang menyebabkan tepi blade yang
menguap, yang menunjukkan bahwa terjadinya
tegangan tarik sisa
(4) Terjadinya aliran turbulensi yang besar
(5) Terjadinya mis-alignment pada Shaft Impeller

1.Cleaning
Cleaning merupakan perawatan yang dilakukan
saat vibrasi tinggi pada impeller. Perawatan ini
adalah membuang semua partikel debu yang
menempel pada impeller.Cleaning ini bisa
menggunakan
sand
blasting
ataupun
pemanasan.Cleaning
ini
dilakukan
pada
permukaan impeller Raw mill fan

2.Balancing
Balancing merupakan perbaikan yang
dilakukan disaat terjadi unbalance pada
impeller. Unbalance ini terjadi akibat adanya
ketidak seimbangan massa impeller. Unbalance
ini terjadi saat vibrasi horizontal terjadi vibrasi
yang dominan dibandingkan dengan vibrasi
arah lainnya. Langkah yang dilakukan adalah
dengan
cara
penambahan
massa
menggunakan pelat yang biasa disebut bandul
pada titik yang kekurangan massa atau juga
pengurangan massa dengan cara digerinda
ketika adanya penyimpangan massa yang kecil

Dari hasil analisa pada Impeller fan raw


mill yang dilakukan di PT. Indocement
Tunggal Prakarsa. Tbk terdapat berbagai
macam kerusakan atau kehausan yang
terjadi pada impeller fan yaitu :
Pada saat Material Handling yang tidak baik
Terjadinya Aliran Turbulen yang

menyebabkan Impeller fan terjadi kehausan


Terjadinya Crack akibat cacat Pengelasan
Material impeller yang digunakan kurang baik
Terkikisnya blade impeller akibat material
semen

THANKS FOR ATTENTION