Anda di halaman 1dari 11

KABUPATEN NDUGA

ANNISHA JEHAN KHAERUNNISA 1102013040

YAIRUS GWIJANGGE, S.Sos, M.SI


BUPATI

Drs. FRANS R KRISTANTUS, MM


WAKIL BUPATI

VISI DAN MISI

VISI

Terwujudnya Masyarakat yang mandiri dengan memanfaatkan potensi sumber daya secara
bertanggungjawab

MISI

Meningkatkan Kesejahteraan Dan Kemakmuran Masyarakat Melalui Pemberdayaan


Masyarakat Dan Peningkatan Daya Saing Agar Mampu Menguasai Teknologi Tepat Guna
Untuk Mengelola Sumber Daya Alam Yang Dimiliki.

Meningkatkan Partisipasi Dan Akuntabilitas Publik Dalam Menyelenggarakan Pemerintahan


Dan Pembangunan.

Meningkatkan Kapasitas Kelembagaan Dalam Mendukung Pelaksanaan Otonomi Dan


Kemandirian Daerah.

Meningkatkan Penyediaan Prasarana Dan Sarana Untuk Membuka Hubungan Antar


Wilayah, Terutama Wilayah Pedalaman, Daerah Terpencil, Perbatasan Dan Kawasan Tumbuh
Cepat Atau Pusat-Pusat Pengembangan

Menggali, Mengembangkan Dan Memantapkan Budaya Dan Hukum Positif Yang Ada Pada
Masyarakat Yang Berintikan Kebenaran Dan Keadilan, Sehingga Meningkatkan Harkat,
Martabat Dan Jati Diri Masyarakat

Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia Agar Mampu Menatagunakan Segala Potensi
Dan Sumber Daya Yang Dimiliki Untuk Dapat Memenuhi Kebutuhan Dasar Masyarakat,
Meningkatkan Daya Saing Dalam Menghadapi Segala Tantangan Dan Persaingan Di Era
Globalisasi.

PETA WILAYAH

Kabupaten
NdugaadalahsebuahkabupatendiProvinsiPapua,Indonesia.
Dulunya
pernah menjadi bagian dari wilayah Kabupaten Jayawijaya. Kabupaten ini
dibentuk pada tanggal, 4 Januari2008 berdasarkanUndang-UndangNomor
6 Tahun 2008, bersama-sama dengan pembentukan 5 kabupaten lainnya di
Papua. Peresmiannya dilakukan oleh Mendagri Mardiyantopada tanggal21
Juni 2008.
GEOGRAFIS
Bentang alam Kabupaten Nduga berada di hamparan Lembah Baliem,
sebuah lembah aluvial yang terbentang pada areal ketinggian 1500-2000 m
di atas permukaan laut. Temperatur udara bervariasi antara 14,5 derajat
Celcius sampai dengan 24,5 derajat Celcius. Dalam setahun rata-rata curah
hujan adalah 1.900 mm dan dalam sebulan terdapat kurang lebih 16 hari
hujan. Musim kemarau dan musim penghujan sulit dibedakan. Berdasarkan
data, bulan Maret adalah bulan dengan curah hujan terbesar, sedangkan
curah hujan terendah ditemukan pada bulan Juli.. Kabupaten Nduga
mempunyai luas wilayah 2.168 Km.

Kabupaten Nduga berbatasan dengan wilayah:

- Sebelah Barat berbatasan dengan Jila


Sebelah Timur berbatasan dengan Pelebaga dan Wamena
Sebelah Utara berbatasan dengan Kuyawage, Balingga, Pirime dan
Makki
Sebelah Selatan berbatasan dengan Sawaerma, Asmat

Kabupaten Nduga yang beribukota di Kenyam terbagi dalam 36


Desa 8 Kecamatan, Diantaranya Kecamatan Wosak, Kecamatan
Kenyam, Kecamatan Geselma, Kecamatan Mapenduma,
Kecamatan Mugi, Kecamatan Yigi, Kecamatan Mbuwa, dan
Kecamatan Gearek.

DEMOGRAFI

Kabupaten Nduga berada di hamparan Lembah Baliem, sebuah lembah aluvial


yang terbentang pada areal ketinggian 1500-2000 m di atas permukaan laut.
Temperatur udara bervariasi antara 14,5 derajat Celcius sampai dengan 24,5
derajat Celcius. Dalam setahun rata-rata curah hujan adalah 1.900 mm dan dalam
sebulan terdapat kurang lebih 16 hari hujan. Musim kemarau dan musim
penghujan sulit dibedakan. Berdasarkan data, bulan Maret adalah bulan dengan
curah hujan terbesar, sedangkan curah hujan terendah ditemukan pada bulan Juli.

Lembah Baliem dikelilingi oleh Pegunungan Jayawijaya yang terkenal karena


puncak-puncak salju abadinya, antara lain: Puncak Trikora (4.750 m), Puncak
Mandala (4.700 m) dan Puncak Yamin(4.595 m). Pegunungan ini amat menarik
wisatawan dan peneliti Ilmu Pengetahuan Alam karena puncaknya yang selalu
ditutupi salju walaupun berada di kawasan tropis. Lereng pegunungan yang terjal
dan lembah sungai yang sempit dan curam menjadi ciri khas pegunungan ini.
Cekungan lembah sungai yang cukup luas terdapat hanya di Lembah Baliem Barat
dan Lembah Baliem Timur (Wamena).

Vegetasi alam hutan tropis basah di dataran rendah memberi peluang pada hutan
iklim sedang berkembang cepat di lembah ini. Ekosistem hutan pegunungan
berkembang di daerah ketinggian antara 2.0002.500 m di atas permukaan laut.

PARIWISATA
FESTIVAL LEMBAH BALIEM

Festival Lembah Baliem menampilkan tari-tarian


adat khas masing-masing suku. Para pengunjung
melihat keunikan corak yang terlukis di wajah
dan badan para penarinya.

Ada
pula
aksi
lempar
tombak
yang
didemonstrasikan oleh warga suku di sana.
Menariknya, pengunjung pun diperbolehkan
untuk ikut mencoba lempar tombak ini. Selain
melempar tombak, pengunjung juga akan
diajarkan cara memanah ala masyarakat Papua
yang sehari-harinya biasa berburu. Tombak dan
panah secara kultural memang sangat dekat
dengan kehidupan penduduk asli Lembah Baliem.

TERIMAKASIH