Anda di halaman 1dari 16

MATERI PKN KELAS X SEMESTER 2 BAB 6 SISTEM POLITIK

Alokasi Waktu : 12 jam pelajaran ( 6 pertemuan)


A. Standar Kompetensi :
6. Menganalisis sistem politik di Indonesia
B. Kompetensi Dasar :
Mendeskripsikan suprastruktur dan infrastruktur politik di Indonesia
6.2
Mendeskripsikan perbedaan sistem politik di berbagai negara
6.3
Menampilkan peran serta dalam sistem politik di Indonesia

6.1.

C. Indikator
Mendeskripsikan pengertian sistem politik Indonesia
Mendeskripsikan supra struktur politik Indonesia
Mendeskripsikan infrastruktur politik
Menguraikan dinamika politik Indonesia
Menunjukkan kelebihan dan kelemahan sistem politik yang dianut Indonesia
Mendeskripsikan perbedaan sistem politik Indonesia dengan negara liberal dan komunis
Mengidentifikasikan ciri-ciri masyarakat politik
Menunjukkan perilaku politik yang sesuai aturan
Mensimulasikan salah satu kegiatan politik yang diselenggarakan oleh pemerintah (Pemilu)
Berperan serta secara aktif dalam sistem politik di Indonesia

D. Tujuan Pembelajaran
Setelah pembelajaran ini diharapkan siswa mampu:
Mendeskripsikan pengertian sistem politik Indonesia
Mendeskripsikan supra struktur politik Indonesia
Mendeskripsikan infrastruktur politik
Menguraikan dinamika politik Indonesia
Menunjukkan kelebihan dan kelemahan sistem politik yang dianut Indonesia
Mendeskripsikan perbedaan sistem politik Indonesia dengan negara liberal dan komunis
Mengidentifikasikan ciri-ciri masyarakat politik
Menunjukkan perilaku politik yang sesuai aturan
Mensimulasikan salah satu kegiatan politik yang diselenggarakan oleh pemerintah (Pemilu)
Berperan serta secara aktif dalam sistem politik di Indonesia
E. Materi Ajar
Supra struktur dan infra struktur politik

Pengertian sistem politik Indonesia

Cara berpolitik melalui suprastruktur politik atau lembaga formal negara

Infrastruktur kelompok kekuatan politik dalam masyarakat


Partai politik
Kelompok kepentingan
Kelompok penekan
Media komunikasi
Sistem politik Indonesia dan sistem politik di berbagai negara

Dinamika politik Indonesia

Sistem politik di negara liberal dan negara komunis

Peran serta dalam sistem politik di Indonesia

Ciri masyarakat politik

Menunjukkan perilaku politik yang sesuai aturan

Contoh peran serta dalam sistem politik

F. Metode Pembelajaran
Ceramah/informasi, Tanya jawab, Diskusi, Presentasi, Pemberian tugas, Kerja mandiri, Studi
kasus, dan Eksplorasi.

Materi Pembelajaran
A. Pengertian Sistem Politik
1. Pengertian Sistem Politik
Menurut The Advanced Learners Dictionary of Current English, sistem adalah satuan
dari bagian-bangian yang kadang terdiri dari sejumlah bagian utama dan sejumlah bagian yang
kurang penting; bagian-bagian itu bekerja bersama sesuai dengan tujuan sistem yang
bersangkutan. Contoh suatu sistem adalah tubuh manusia, mesin mobil, perangkat komputer, dan
lain-lain.
Almond and Powel, 1966:19, mengartikan sistem sebagai suatu kesatuan yang
mengandung unsur-unsur atau elemen-elemen atau bagian-bagian yang terikat dalam satu
kesatuan dan saling bergantung (interdependen). Akibat dari interdepedensi atau
kesalingtergantungan antarunsur itu, bila sifat dari satu bagian berubah, maka semua
bagian/komponen lainnya, termasuk juga sistem secara keseluruhan akan terpengaruh.

2. Pengertian Politik
Dalam arti umum, politik adalah macam-macam kegiatan dalam suatu sistem
politik/negara yang menyangkut proses menentukan dan sekaligus melaksanakan tujuan-tujuan
sistem itu. Kata politik (Yunani) polis = negara kota. Polis berarti city state
merupakan segala aktivitas yang dijalankan oleh Polis untuk kelestarian dan perkembangannya
politike techne (politika). Politik pada hakikatnya the art and science of government atau
seni dan ilmu memerintah.
Dalam pengertian lain, politik dapat diartikan :
Seni dan ilmu meraih kekuasaan secara konstitusional maupun non-konstitusional.
Hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan dan negara.
Merupakan kegiatan yang diarahkan untuk mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan di
masyarakat.
Segala sesuatu tentang proses perumusan dan pelaksanaan kebijakan publik.

Pengertian politik menurut pendapat para ahli:


Austin Ranney mendefinisikan politik sebagai proses pembuatan kebijakan pemerintahan
(public policy)
Usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama (Teori Klasik
Aristoteles).
Harold D. Laswell menyebut bahwa politik itu menyangkut proses penentuan who get what,
when and how
Ramlan Surbakti mendefinisikan politik sebagai proses interaksi antara pemerintah dan
masyarakat untuk menentukan kebaikan bersama bagi masyarakat yang tinggal dalam satu
wilayah tertentu

3. Pengertian Sistem Politik


Batasan sistem politik menurut beberapa ahli ;
Rusandi Sumintapura, sistem politik ialah mekanisme seperangkat fungsi atau peranan dalam
struktur politik dalam hubungan satu sama lain yang menunjukkan suatu proses yang langgeng.
Sukarna, sistem politik ialah tata cara mengatur negara.
David Easton, sistem politik dapat diperkenalkan sebagai interaksi yang diabstraksikan dari
seluruh tingkah laku sosial sehingga nilai-nilai dialokasikan secara otoritatif kepada masyarakat.
Robert Dahl, sistem politik merupakan pola yang tetap dari hubungan antara manusia serta
melibatkan sesuatu yang luas dan berarti tentang kekuasaan, aturan-aturan, dan kewenangan.
Sistem politik Indonesia diartikan sebagai kumpulan atau keseluruhan berbagai kegiatan
dalam negara Indonesia yang berkaitan dengan kepentingan umum termasuk proses penentuan
tujuan, upaya-upaya mewujudkan tujuan, pengambilan keputusan, seleksi dan penyusunan skala
prioritasnya.
Sistem politik merupakan sebuah rangkaian kegiatan atau proses di dalam sebuah
masyarakat politik dalam mempengaruhi dan menentukan siapa mendapat apa, kapan dan
bagaimana. Sistem politik yang berintikan proses-proses politik tersebut dimodelkan sebagai
berikut:

Umpan Balik
Sistem politik terdiri dari input, proses, out put, dan timbal balik. Input dalam sebuah
sistem politik adalah aspirasi masyarakat atau kehendak rakyat. Aspirasi masyarakat dapat
dikelompokkan menjadi tiga jenis yaitu:
Tuntutan
Yaitu keinginan masyarakat yang pemenuhannya harus diperjuangkan melalui cara-cara dan
menggunakan sarana politik.
Dukungan
Yaitu setiap perbuatan, sikap, dan pemikiran warga masyarakat yang mendorong pencapaian
tujuan, kepentingan dan tindakan pemerintah dalam sistem politik. Contoh dukungan sebagai
input sistem politik adalah memberikan suara dalam pemilu, membayar pajak, bela negara,
mentaati hukum dan peraturan, dan lain-lain.
Sikap apatis
Sikap tidak peduli warga negara terhadap kehidupan politik juda dapat menjadi input bagi sistem
politik. Ketidak pedulian warga menunjukkan adanya persoalan yang harus dipecahkan oleh
sistem politik yang bersangkutan, sehingga menggugah perhatian pengambil kebijakan untuk
menanggapi dan menindaklanjutinya dalam bentuk kebijakan publik tertentu.
Proses dalam sistem politik mencakup serangkaian tindakan pengambilan keputusan baik
oleh lembaga legislatif, eksekutif maupun yudikatif dalam rangka memenuhi atau menolak
aspirasi masyarakat. Output sistem politik berupa kebijakan publik yang hakikatnya akan berisi
(a) pemenuhan aspirasi masyarakat atau (b) penolakan/ketidaksediaan untuk memenuhi
(sebagian atau seluruh) aspirasi masyarakat.
Berbagai kegiatan dalam proses politik dijalankan oleh lembaga-lembaga politik sesuai
dengan fungsi masing-masing. Lembaga-lembaga tersebut secara keseluruhan membentuk
struktur politik. Struktur politik merupakan keseluruhan bagian atau komponen (yang berupa
lembaga-lembaga) dalam suatu sistem politik yang menjalankan fungsi atau tugas tertentu. Tugas
atau kewajiban lembaga politik disebut fungsi. Rangkaian keseluruhan fungsi disebut proses.
Karena fungsi-fungsi tersebut adalah fungsi di bidang politik, maka serangkaian proses yang
terjadi dari serangkaian fungsi itu disebut proses politik. Dengan demikian, sistem politik
merupakan kesatuan antara struktur dan fungsi-fungsi politik. Struktur politik diibaratkan mesin
dengan berbagai komponennya serta fungsi masing-masing komponennya.
4. Fungsi Politik
Secara garis besar fungsi-fungsi pokok politik yang harus berjalan dalam sebuah sistem politik/
negara adalah:
a. Fungsi perumusan kepentingan

b.

c.

d.

e.

Yaitu fungsi menyusun dan mengungkapkan tuntutan politik dalam suatu negara. Orang per
orang atau kelompok-kelompok dalam sayarakat harus menentukan apa yang menjadi
kepentingan mereka, atau apa yang ingin mereka dapatkan dari negara/ politik. Fungsi ini
seharusnya terutama dijalankan oleh lembaga swadaya masyarakat (LSM) atau kelompokkelompok kepentingan.
Fungsi pemaduan kepentingan
Yaitu fungsi menyatupadukan tuntutan-tuntutan politik dari berbagai pihak dalam suatu negara
dan mewujudnyatakannya ke dalam berbagai alternatif kebijakan. Pihak yang paling
bertanggungjawab untuk memadukan kepentingan adalah partai politik. Namun demikian, proses
pemaduan kepentingan juga terjadi di lembaga-lembaga legislatif dan eksekutif.
Fungsi pembuatan kebijakan umum
Yaitu fungsi untuk mempertimbangkan berbagai alternatif kebijakan yang diusulkan oleh partai
politik dan pihak-pihak lain, untuk dipilih salah satu di antaranya sebagai satu kebijakan
pemerintahan. Pelaku fungsi ini adalah lembaga legislatif dan eksekutif (pembuatan undangundang) atau lembaga eksekutif sendiri (pembuatan peraturan pemerintah).
Fungsi penerapan kebijakan
Yaitu fungsi melaksanakan berbagai kebijakan yang telah ditetapkan oleh pihak yang berwenang.
Pelaksana kebijakan pemerintah adalah aparat birokrasi pemerintah di bawah pimpinan pejabat
eksekutif.
Fungsi pengawasan pelaksanaan kebijakan
Yaitu fungsi mengadili pelanggar hukum. Pelaku peran untuk mengadili adalah lembaga
peradilan, yakni Mahkamah Agung beserta lembaga peradilan di bawahnya dalam lingkungan
peradilan umum, lingkungan peradilan agama, lingkungan perdilan militer, dan lingkungan
peradilan tata usaha negara, dan oleh sebuah Mahkamah Konstitusi.

Di samping itu, juga terdapat fungsi-fungsi politik yang lain, yaitu:


a. Fungsi komunikasi politik
Adalah proses penyampaian informasi mengenai politik dari masyarakat kepada pemerintah dan
juga dari pemerintah kepada masyarakat.
b. Fungsi sosialisasi politik
Adalah proses pembentukan sikap dan orientasi politik anggota masyarakat. Proses sosialisasi
berlangsung seumur hidup dan terjadi baik secara sengaja (melalui pendidikan formal,
nonformal, dan pendidikan informal), maupun secara tidak sengaja melalui pengalaman seharihari baik dalam kehidupan keluarga, tetangga, teman sepergaulan, sekantor maupun berbagai
aspek kegiatan kehidupan lainnya.
c. Fungsi rekrutmen politik
Adalah proses menyeleksi orang/ orang-orang yang akan dipilih atau diangkat sebagai pejabat
dari jabatan-jabatan yang ada dalam suatu negara atau partai politik. Misalnya sebagai anggota
DPR/DPRD I/DPRD II, presiden, menteri, gubernur, bupati/ walikota, hakim, jaksa, dan lainlain.
5. Struktur Politik: Suprastruktur dan Infrastruktur
Struktur politik dibedakan dalam dua suasana, yaitu: (1) struktur politik dalam suasana
pemerintahan, disebut suprastruktur politik, dan (2) struktur politik dalam suasana masyarakat,
disebut infrastruktur politik.

Suprastruktur menjalankan output berupa pengambilan dan pelaksanaan keputusan. Fungsi


output dapat diperinci ke dalam:
Fungsi pengambilan keputusan (Decision or rule making), yang dijalankan oleh lembaga
legislatif dan / atau eksekutif.
Fungsi pelaksanaan keputusan (Rule application), yang dijalankan oleh eksekutif dan aparat
birokrasi.
Fungsi pengawasan pelaksanaan keputusan (Rule adjudication) yang dijalankan oleh badanbadan kehakiman (yudikatif).
Infrastruktur politik menjalankan fungsi-fungsi input yang dapat diperinci ke dalam:
Fungsi perumusan dan pengajuan kepentingan (Interest articulation), terutama dijalankan oleh
kelompok kepentingan, kelompok penekan, dan pers.
Fungsi pemaduan dan pengajuan kepentingan (Interest aggregation), secara khusus dilakukan
oleh partai politik dan tokoh politik.
Struktur politik, baik suprastruktur politik maupun infrastruktur politik masing-masing
menjalankan fungsi komunikasi politik, sosialisasi politik, dan rekrutmen politik.
6. Struktur Politik di Indonesia
Suprastruktur politik di Indonesia
Yaitu suasana kehidupan politik yang ada dalam pemerintahan yakni ada pada lembaga-lembaga
negara, meliputi:
o Lembaga pelaksana fungsi pembuatan kebijakan umum/legislatif, dijalankan oleh MPR, DPR, dan
DPD. Lembaga legislatif lazimnya memainkan 3 fungsi pokok, sebagai berikut:
Fungsi legislasi, yaitu fungsi membentuk undang-undang.
Fungsi pengawasan/kontrol, yaitu fungsi mengawasi tindakan pemerintah, misalnya melalui
ratifikasi perjanjian internasional, persetujuan atas pernyataan perang, pengangkatan duta,
maupun pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan dan penggunaan uang negara.
Fungsi anggaran, yaitu fungsi menetapkan anggaran pendapatan dan belanja negara.
MPR menjalankan dua dari tiga fungsi tersebut, yaitu fungsi legislasi dan fungsi pengawasan.
DPR menjalankan ketiga fungsi di atas, sementara DPD walau dengan kewenangan terbatas
menjalankan ketiga fungsi tersebut ditambah fungsi pertimbangan.
o Lembaga pelaksana fungsi penerapan kebijakan/eksekutif, yaitu presiden, baik sebagai kepala
negara maupun sebagai kepala pemerintahan. Presiden dibantu oleh seorang wakil presiden dan
beberapa orang menteri.
o Lembaga pelaksana fungsi pengawasan pelaksanaan kebijakan/yudikatif, dilakukan oleh
Mahkamah Agung (MA), dan badan-badan peradilan yang berada di bawahnya, serta Mahkamah
Konstitusi (MK).
Infrastruktur Politik di Indonesia
Yaitu suasana kehidupan politik yang ada di dalam masyarakat, yang memberi pengaruh
terhadap pelaksanaan tugas-tugas lembaga negara dalam pemerintahan; atau kekuatan politik riil
di dalam masyarakat. Disebut juga bangunan politik bawah.
Meliputi: Partai politik, Kelompok kepentingan, Kelompok penekan, Media komunikasi politik
atau pers atau media massa, dan Tokoh politik.
a. Partai Politik
Secara umum, partai politik adalah suatu kelompok terorganisir yang anggota-anggotanya
mempunyai orientasi, nilai-nilai, dan cita-cita yang sama.

Adapun tujuan dibentuknya sebuah partai adalah untuk memperoleh kekuasaan politik, dan
merebut kedudukan politik dengan cara (yang biasanya) konstitusional yang mana kekuasaan itu
partai politik dapat melaksanakan program-program serta kebijakan-kebijakan mereka. Misalnya
dengan mengikuti pemilu legislatif. Di samping itu juga dengan cara ilegal, seperti melakukan
subversif, revolusi atau kudeta.
Fungsi di Negara Demokrasi
Dalam negara demokrasi, partai politik mempunyai beberapa fungsi antara lain :
Sebagai sarana komunikasi politik
Salah satu tugas dari partai politik adalah menyalurkan aneka ragam pendapat dan aspirasi
masyarakat dan mengaturnya sedemikian rupa sehingga kesimpangsiuran pendapat dalam
masyarakat bisa diminimalkan.
Sebagai sarana sosialisasi politik
Partai politik memainkan peran dalam membentuk pribadi anggotanya. Sosialisasi yang
dimaksudkan adalah partai berusaha menanamkan solidaritas internal partai, mendidik
anggotanya, pendukung dan simpatisannya serta bertanggung jawab sebagai warga negara
dengan menempatkan kepentingan sendiri dibawah kepentingan bersama.
Sebagai sarana rekruitment politik.
Partai politik mencari dan mengajak orang yang berbakat untuk turut aktif dalam kegiatan politik
sebagai anggota partai. Cara-cara yang dilakukan oleh partai politik sangat beragam, bisa melalui
kontrak pribadi, persuasi atau menarik golongan muda untuk menjadi kader.
Sebagai sarana pengatur konflik.
Partai politik harus berusaha untuk mengatasi dan memikirkan solusi apabila terjadi persaingan
dan perbedaan pendapat dalam masyarakat. Namun, hal ini lebih sering diabaikan dan fungsifungsi diatas tidak dilaksanakan seperti yang diharapkan.
Sebagai sarana partisipasi politik
Partai politik harus selalu aktif mempromosikan dirinya untuk menarik perhatian dan minat
warga negara agar bersedia masuk dan aktif sebagai anggota partai tersebut. Partai politik juga
melakukan penyaringan-penyaringan terhadap individu-individu baru yang akan masuk
kedalamnya.
Sebagai sarana pembuatan kebijakan
Fungsi partai politik sebagai pembuat kebijakan hanya akan efektif jika sebuah partai memegang
kekuasaan pemerintahan dan mendominasi lembaga perwakilan rakyat. Dengan memegang
kekuasaan, partai politik akan lebih leluasa dalam menempatkan orang-orangnya sebagai
eksekutif dalam jabatan yang bersifat politis dan berfungsi sebagai pembuat keputusan dalam
tiap-tiap instansi pemerintahan.
Fungsi Partai Politik di Negara Otoriter
Menurut faham komunis, sifat dan tujuan partai politik bergantung pada situasi apakah partai
tersebut berkuasa di negara ia berada. Partai komunis bertujuan untuk mencapai kedudukan
kekuasaan yang dapat dijadikan batu loncatan guna menguasai semua partai politik yang ada dan
menghancurkan sistem politik yang demokratis.
Partai komunis juga mempunyai beberapa fungsi, namun sangat berbeda dengan yang ada di
negara demokrasi. Sebagai sarana komunikasi partai politik menyalurkan informasi dengan
mengindokrinasi masyarakat dengan informasi yang menunjang partai. Fungsi sebagai sarana
sosialisasi juga lebih ditekankan pada aspek pembinaan warga negara ke arah dan cara berfikir

yang sesuai dengan pola yang ditentukan partai. Partai sebagai sarana rekruitment politik lebih
mengutamakan orang yang mempunyai kemampuan untuk mengabdi kepada partai.
Jadi pada dasarnya partai komunis mengendalikan semua aspek kehidupan secara monolitik dan
memaksa individu agar menyesuaikan diri dengan suatu cara hidup yang sejalan dengan
kepentingan partai.
Fungsi Partai Politik di Negara Berkembang
Di negara-negara berkembang, partai politik diharapkan untuk memperkembangkan sarana
integrasi nasional dan memupuk identitas nasional, karena negara-negara berkembang sering
dihadapkan pada masalah bagaimana mengintegrasikan berbagai golongan, daerah, serta suku
bangsa yang berbeda corak sosial dan pandangan hidupnya menjadi satu bangsa.
Partai Politik (Political Partai) di Indonesia
Eksistensi parpol merupakan prasyarat, baik sebagai sarana penyaluran aspirasi rakyat, maupun
dalam proses penyelenggaraan negara melalui wakil-wakilnya di dalam badan perwakilan rakyat.
Cara memperoleh kekuasaan ;
Pertama, secara legal (ikut pemilu legislatif).
Kedua, secara ilegal (melakukan subversif, revolusi atau coup d`etat).
Masa Pra Kemerdekaan
Budi Utomo (Jkt, 20 Mei 1908), merupakan organisasi modern pertama yg melakukan
perlawanan secara non fisik. Dalam perkembangannya menjadi partai-partai politik yang
didukung kaum terpelajar dan buruh tani.

Sarekat Islam (1912),

Muhammadiyah (1912),

Indische Partij (1912),

PKI (1921),

PNI (1927),

Partai Rakyat Indonesia (1930),

Partai Indonesia (1931),

Partai Indonesia Raya (1931).

Masa Pasca Kemerdekaan (Tahun 1945 1965)


Tumbuh suburnya partai-partai politik, didasarkan pada Maklumat Pemerintah tanggal 3
Nopember 1945. Klasifikasi partai menurut dasar/ asasnya:
Klasifikasi partai menurut dasar/ asasnya
Ketuhanan
Kebangsaan
Marxisme
Nasionalisme

Partai Masjumi,
Partai Sjarikat
Indonesia,
Pergerakan Tarbiyan
Islamiah (Perti),
Partai Kristen Indonesia
(Parkindo),
Dan lain-lain.

Partai Nasional Indonesia Partai Komunis Partai Demokrat


(PNI)
Indonesia (PKI)
Tionghoa (PTDI)
Partai Indonesia Raya Partai Sosialis Partai Indonesia
(Parindra)
Indonesia
Nasional (PIN)
Partai Rakyat Indonesia Partai Murba
IPKI
(PRI)
Partai Buruh
Partai Demokrasi Rakyat Permai
(Banteng)
Partai Rakyat Nasional
(PRN)
Partai Kebangsaan
Indonesia (Parki)
Dan lain-lain

Alfian, mengelompokkan partai politik hasil Pemilu 1955 :


1. Aliran Nasionalis (Partai Buruh, PNI, PRN, PIR Hazairin, Parindra, SKI, dan PIRWongsonegoro).
2. Partai Islam (Masjumi, NU, PSII, dan Perti).
3. Aliran Komunis (PKI, SOBSI dan BTI).
4. Aliran Sosialis (PSI, dan GTI).
5. Aliran Kristen (Partai Katolik, dan Parkindo).
Kehidupan politik masa demokrasi liberal (1955 1959), banyak ditandai pergantian kabinet.
Persaingan antar elit partai politik besar, telah membawa negara pada instabilitas politik,
sehingga mandeknya pemb ekonomi & rawannya keamanan.
Akibat konflik berkepanjangan pada Badan Konstituante gagal (merumuskan UUD yang bersifat
tetap), mendorong Presiden Soekarno mengeluarkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959 yang
selanjutnya melahirkan demokrasi terpimpin.

Masa Orde Baru (Tahun 1966 - 1998)


Orde Baru (1966) melakukan pembenahan institusi politik, karena jumlah parpol yang banyak,
tidak menjamin stabilitas politik
Parpol peserta Pemilu 1971 :
Golongan Karya (Golkar),
Partai Nasional Indonesia (PNI),
Nahdatul Ulama (NU),
Partai Katolik,
Partai Murba,
Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII),
Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI),
Partai Kristen Indonesia (Parkindo),

Partai Muslimin Indonesia (Parmusi),


Partai Islam Perti (Persatuan Tarbiyah Islamiyah).
Hasil Pemilu 1971, menunjukkan kemenangan Golkar.
Terjadi penyederhanaan partai politik ;
Partai berbasis Islam (NU, Parmusi, PSII, dan Partai Islam) menjadi Partai Persatuan
Pembangunan (PPP);
Partai berbasis sosialis dan nasionalis (Parkindo, Partai Katolik, PNI, Murba dan IPKI) menjadi
Partai Demokrasi Indonesia (PDI).
Berdasarkan UU No. 3 Tahun 1975, Pemilu 1977 & 1982 hanya diikuti 3 (tiga) peserta :

PPP (ke-Islaman & ideologi Islam)

Golkar (kekaryaan dan keadilan sosial)

PDI (demokrasi, kebangsaan/ nasionalisme dan keadilan).

Masa Reformasi (1998 sampai dengan sekarang):


Komposisi Partai yang memperoleh kursi dalam Pemilu Legislatif 9 April 2009 yaitu :
1. Partai Demokrat

: 148

2. Partai Golkar

: 106

3. PDI Perjuangan

: 94

4. Partai Keadilan Sejahtera

: 57

5. Partai Amanat Nasional

: 46

6. Partai Persatuan Pembangunan : 38


7. Partai Kebangkitan Bangsa

: 28

8. Partai Gerakan Indonesia Raya : 26


9. Partai Hati Nurani Rakyat
J U M LAH
=

: 17
560

b. Kelompok Kepentingan
Kelompok kepentingan adalah sekelompok manusia yang mengadakan persekutuan yang
didorong oleh kepentingan-kepentingan tertentu. Kepentingan ini dapat berupa kepentingan
umum atau masyarakat luas ataupun kepentingan untuk kelompok tertentu.
Contoh persekutuan yang merupakan kelompok kepentingan, yaitu organisasi massa, paguyuban
alumni suatu sekolah, kelompok daerah asal, dan paguyuban hobi tertentu.
Kelompok kepentingan bertujuan untuk memperjuangkan sesuatu kepentingan dengan
mempengaruhi lembaga-lembaga politik agar mendapatkan keputusan yang menguntungkan atau

menghindarkan keputusan yang merugikan. Kelompok kepentingan tidak berusaha untuk


menempatkan wakil-wakilnya dalam dewan perwakilan rakyat, melainkan cukup mempengaruhi
satu atau beberapa partai didalamnya atau instansi yang berwenang maupun menteri yang
berwenang.
c. Kelompok Penekan
Kelompok penekan merupakan sekelompok manusia yang berbentuk lembaga kemasyarakatan
dengan aktivitas atau kegiatannya memberikan tekanan kepada pihak penguasa agar
keinginannya dapat diakomodasi oleh pemegang kekuasaan.
Contohnya, Lembaga Swadaya Masyarakat Peduli Nasib Petani, dan Lembaga Swadaya
Masyarakat Penolong Korban Gempa, LSM Anti Korupsi seperti ICW.
Pada mulanya, kegiatan kelompok-kelompok ini biasa-biasa saja, namun perkembangan situasi
dan kondisi mengubahnya menjadi pressure group.
d. Media massa atau Pers
Media massa atau Pers adalah suatu istilah yang mulai dipergunakan pada tahun 1920-an untuk
mengistilahkan jenis media yang secara khusus didesain untuk mencapai masyarakat yang sangat
luas. Dalam pembicaraan sehari-hari, istilah ini sering disingkat menjadi media.
Menurut UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers
Pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan
jurnalistik yang meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan
menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta data
dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik,
dan segala jenis saluran yang tersedia.
Menurut Oemar Seno Adji
Pers dalam arti sempit, yaitu penyiaran-penyiaran pikiran, gagasan, atau berita-berita dengan kata
tertulis
Pers dalam arti luas, yaitu memasukkan di dalamnya semua media mass communications yang
memancarkan pikiran dan perasaan seseorang baik dengan kata-kata tertulis maupun dengan
lisan.
Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia , Pers berarti:
alat cetak untuk mencetak buku atau surat kabar
alat untuk menjepit atau memadatkan
surat kabar dan majalah yang berisi berita
orang yang bekerja di bidang persurat kabaran.
Pers secara sempit : Media cetak, contohnya: koran, majalah, tabloid, brosur, pamflet, dan lainlain.
Pers secara luas: Media cetak dan Media elektronik, contohnya: televisi, radio, internet, dan lainlain.
Fungsi Pers:
Sebagai pelaku Media Informasi
Pers itu memberi dan menyediakan informasi tentang peristiwa yang terjadi kepada masyarakat,
dan masyarakat membeli surat kabar karena memerlukan informasi.

Fungsi Pendidikan
Pers itu sebagai sarana pendidikan massa (mass Education), pers memuat tulisan-tulisan yang
mengandung pengetahuan sehingga masyarakat bertambah pengetahuan dan wawasannya.
Fungsi Hiburan
Pers juga memuat hal-hal yang bersifat hiburan untuk mengimbangi berita-berita berat
(hard news) dan artikel-artikel yang berbobot. Berbentuk cerita pendek, cerita bersambung,
cerita bergambar, teka-teki silang, pojok, dan karikatur.
Fungsi Kontrol Sosial
Fungsi ini terkandung makna demokratis yang didalamnya terdapat unsur-unsur sebagai
berikut:
Social participation (keikutsertaan rakyat dalam pemerintahan)
Social responsibility (pertanggungjawaban pemerintah terhadap rakyat)
Social support (dukungan rakyat terhadap pemerintah)
Social control (kontrol masyarakat terhadap tindakan-tindakan pemerintah)
Sebagai Lembaga Ekonomi
Pers adalah suatu perusahaan yang bergerak di bidang pers dapat memanfaatkan keadaan di
sekitarnya sebagai nilai jual sehingga pers sebagai lembaga sosial dapat memperoleh keuntungan
maksimal dari hasil produksinya untuk kelangsungan hidup lembaga pers itu sendiri.
e. Tokoh-tokoh Politik
Pemikir-pemikir politik
Mancanegara
Tokoh tokoh pemikir Ilmu Politik dari kalangan teoris klasik, modern maupun kontempoter
antara lain adalah: Aristoteles, Adam Smith, Cicero, Friedrich Engels, Immanuel Kant, John
Locke, Karl Marx,Lenin, Martin Luther, Max Weber, Nicolo Machiavelli, Rousseau, Samuel P
Huntington, Thomas Hobbes, Antonio Gramsci, Harold Crouch, Douglas E Ramage.
Pelaku politik: Barrack Obama, Ahmadimejad, Aung San Suu Kyi, Hasanal Bolkiah, dll.
Indonesia
Beberapa tokoh pemikir dan penulis materi Ilmu Politik dan Hubungan Internasional dari
Indonesia adalah: Miriam Budiharjo, Salim Said, Ramlan Surbakti, dan lain-lain.
Pelaku politik: SBY, Boediono, Jusuf Kalla, Megawati, Prabowo Subianto, Wiranto, Aburizal
Bakrie, Joko Wi, Bibit Waluyo, dan lain-lain.
Macam-Macam Sistem Politik
o Democracy is a form of government organized in accordance with the principles of polular
souvereignty, political equality, popular consultation and majority rule (Austin Ranney,
1982:278)
Kedaulatan rakyat
Persamaan politik
Konsultasi rakyat
Pemerintahan mayoritas (majority rule)
David Beetham dan Kevin Boyle 1995:47 menyatakan adanya minoritas permanen adalah
kelompok minoritas yang terbentuk atas dasar ras agama, bahasa, entisitas atau ciri permanen
lainnya
Prinsip majority rule tidak cukup melindungi minoritas, oleh karena itu beberapa kebijakan
dijalankan

Memberikan perwakilan proporsional


Memberikan hak veto
Memberikan otonomi khusus
o Otoriter/kediktatoran/totaliter artinya

suatu bentuk pemerintahan di mana kekuasaan tertinggi


untuk memerintah dipegang dan dijalankan oleh satu orang/kelompok kecil elit (Carl J friederich
dan Zbiegniew Brzezinki), ciri-cirinya adalah:
Negara memiliki sebuah ideologi resmi
Mempunyai satu partai massa tunggal
Mengawasi seluruh kegiatan penduduk dan sistem teror
Monopoli media massa
Kontrol ketat dari militer
Pengendalian terpusat

Macam-macam sistem politik di berbagai negara


o Sistem politik di negara komunis :
Bercirikan pemerintahan yang sentralistik, peniadaan hak milik pribadi, peniadaan hak-hak sipil
dan politik, tidak adanya mekanisme pemilu yang terbuka, tidak adanya oposisi, serta terdapat
pembatasan terhadap arus informasi dan kebebasan berpendapat.
o Sistem politik di negara liberal :
Bercirikan adanya kebebasan berpikir bagi tiap individu atau kelompok, pembatasan kekuasaan,
khususnya dari pemerintah dan agama, penegakan hukum, pertukaran gagasan yang bebas,
sistem pemerintahan yang transparan yang di dalamnya terdapat jaminan hak-hak kaum
minoritas.
o Sistem politik demokrasi di Indonesia :
Sistem politik yang didasarkan pada nilai, prinsip, prosedur, dan kelembagaan yang demokratis.
Adapun sendi-sendi pokok dari sistem politik demokrasi di Indonesia adalah :
1. Ide kedaulatan rakyat
2. Negara berdasarkan atas hukum
3. Bentuk republik
4. Pemerintahan berdasarkan konstitusi
5. Pemerintahan yang bertanggung jawab
6. Sistem perwakilan
7. Sistem pemerintahan presidensiil
o Sistem Demokrasi Sebagai Sistem Politik
Menurut Bingham Powel, Jr., sistem politik demokrasi ditandai :
Legitimasi pemerintah didasarkan pada klaim bahwa pemerintah tersebut mewakili keinginan
rakyatnya.
Pengaturan yg mengorganisasikan perundingan untuk memperoleh legitimasi, dilaksanakan
melalui pemilu.
Sebagian besar orang dewasa dapat mengikuti proses pemilihan (memilih/dipilih).
Penduduk memilih secara rahasia dan tanpa dipaksa.
Masyarakat dan pemimpin menikmati hak-hak dasar (kebebasan berbicara, berorganisasi dan
setiap partai politik berusaha untuk memperoleh dukungan).

System politik di Negara cina dan inggris

Sistem politik China


Bercirikan pemerintahan yang sentralistik, peniadaan hak milik pribadi, peniadaan
hak- hak sipil dan politik, tidak adanya mekanisme pemilu yang terbuka, tidak
adanya oposisi, serta terdapat pembatasan terhadap arus informasi dan kebebasan
berpendapat.
1)Sistem pemerintahan dengan Single Party.
2)Mengharamkan kebebasan berkumpul dan berpendapat.
3)Menghalalkan segala cara dalam mempertahankan kekuasaan.
4)Memiliki backing dari pihak militer yang sangat kuat dan selalu berusaha ikut
campur dalam urusan pemerintahan.
5)Kebebasan beragama kurang dihargai.
6)Paling jago kalau disuruh propaganda.
7)Membenci kelompok intelektual dan cendekiawan
8)Mengagung-agungkan kelompok pekerja, buruh dan petani
Negara Inggris dikenal sebagai induk parlementaria (the mother of parliaments) dan
pelopor dari sistem parlementer. Inggrislah yang pertama kali menciptakan suatu
parlemen workable. Artinya, suatu parlemen yang dipilih oleh rakyat melalui pemilu
yang mampu bekerja memecahkan masalah sosial ekonomi kemasyarakatan.
Melalui pemilihan yang demokratis dan prosedur parlementaria, Inggris dapat
mengatasi masalah sosial sehingga menciptakan kesejahteraan negara (welfare
state).
Sistem pemerintahannya didasarkan pada konstitusi yang tidak tertulis (konvensi).
Konstitusi Inggris tidak terkodifikasi dalam satu naskah tertulis, tapi tersebar dalam
berbagai peraturan, hukum dan konvensi.
Sistem Politik di Inggris:
a. Inggris adalah negara kesatuan (unitary state) dengan sebutan United Kingdom
yang terdiri atas England, Scotland, Wales dan Irlandia Utara. Inggris berbentuk
kerajaan (monarki).
b. Kekuasaan pemerintah terdapat pada kabinet (perdana menteri beserta para
menteri), sedangkan raja atau ratu hanya sebagai kepala negara. Dengan demikian,
pelaksanaan pemerintahan sehari-hari dijalankan oleh perdana menteri.
c. Raja/ratu/mahkota memimpin tapi tidak memerintah dan hanyalah tituler dengan
tidak memiliki kekuasaan politik. Ia merupakan simbol keagungan, kedaulatan dan
persatuan negara.
d. Parlemen atau badan perwakilan terdiri atas dua bagian (bikameral), yaitu House
of Commons dan House of Lord. House of Commons atau Majelis Rendah adalah
badan perwakilan rakyat yang anggota-anggotanya dipilih oleh rakyat di antara

calon-calon partai politik. House of Lord atau Mejelis Tinggi adalah perwakilan yang
berisi para bangsawan dengan berdasarkan warisan. House of Commons memiliki
keuasaan yang lebih besar daripada House of Lord. Inggris menganut Parliament
Soverengnity, artinya kekuasaan yang sangat besar pada diri parlemen.
e. Kabinet adalah kelompok menteri yang dipimpin oleh perdana menteri. Kabinet
inilah yang benar-benar menjalankan praktek pemerintahan. Anggota kabinet
umumnya berasal dari House of Commons. Perdana menteri adalah pemimpin dari
partai mayoritas di House of Commons. Masa jabatan kabinet sangat tergantung
pada kepercayaan dari House of Commons. Parlemen memiliki kekuasaan
membubarkan kabinet dengan mosi tidak percaya.
f. Adanya oposisi. Oposisi dilakukan oleh partai yang kalah dalam pemilihan. Para
pemimpin oposisisi membuat semacam kabinet tandingan. Jika sewaktu-waktu
kabinet jatuh, partai oposisi dapat mengambil alih penyelenggaraan pemerintah.
g. Inggris menganut sistem dwipartai. Di Inggris terdapat 2 partai yang saling
bersaing dan memerintah. Partai tersebut adalah Partai Konservatif dan Partai
Buruh. Partai yang menang dalam pemilu dan mayoritas di parlemen merupakan
partai yang memerintah, sedangkan partai yang kalah menjadi partai oposisi.
h. Badan peradilan ditunjuk oleh kabinet sehingga tidak ada hakim yang dipilih.
Meskipun demikian, mereka menjalankan peradilan yang bebas dan tidak memihak,
termasuk memutuskan sengketa antara warga dengan pemerintah.
Inggris sebagai negara kesatuan menganut sistem desentralisasi. Kekuasaan
pemerintah daerah berada pada Council (dewan) yang dipilih oleh rakyat di daerah.
Sekarang ini, Inggris terbagi dalam tiga daerah, yaitu England, Wales dan Greater
London

2. Perbedaan Sistem Politik


Memahami perbedaan sitem politik yang ada pada setiap negara bukanlah sesuatu yang mudah.
Perlu waktu untuk mengadakan studi mendalam tentang apa dan bagaimana suatu negara
dijalankan dengan sistem politik yang dianutnya.
a. Sistem politik negara Inggris
1. Masyarakat Inggris sejak abad 19, mulai mengubah bentuk ekonominya dari ekonominya
pertanian dan kerajinan tangan menjadi masyarakat industri modern.
2. Kondisi Sosiologis

Kondisi masyarakat Inggris yang semula agraris feodal, dengan cepat menyesuaikan diri menjadi
masyarakt industry modern.
3. Kondisi Kultural/Budaya
Sebagian masyarakat Inggris memiliki tingkat pendidikan dan kesejahteraan yang baik. Mereka
dikenal sebagai masyarakat yang disiplin dan taat pada aturan.
4. Kondisi Psiko-Sosial/KejiwaanMasyarakat
Mayoritas masyarakat Inggris sangat menghormati simbol-simbol kekuasaan negara, seperti ratu
atau raja, lembaga pemerintah, dan lain-lain.
5. Pedoman Filsafat
Masyarakat Inggris akan sangat mendukung rezim yang berkuasa, mana kala para penguasa juga
mentaati undang-undang politik asasi. Dan jika dilanggar maka akan menghadapi perlawanan.
6. Paham atau Ideologi yang Diterapkan
Penerapan Ideologi negara Inggris yang juga pada umunya dianut oleh negara-negara Erofa
(Barat) adalah ideology liberal.
7. Pedoman Konstitusi danHukum
Kekuasaan pemerintah Inggris lebih banyak dibatasi oleh konvensi (hukum tidak tertulis) dari
pada hukum formal. Dalam struktur politik pemerintah Inggris, pemegang peran politik pusat
digolongkan dalam 3 (tiga) bagian, yaitu: para menteri kabinet, para pegawai negeri senior, dan
para pegawai tidak tetap lainnya. Para pemegang peranan politik pusat, pengalaman/senioritas
sangat dihargai. Penyelenggaraan pemerintah dilaksanakan oleh kabinet (perdana menteri dan
dewan menteri) serta parlemen yang terdiri dari Majelis Rendah dan Majeis Tinggi. Peranan
parlemen dalam merumuskan kebijakan pemerintah dibatasi, karena cara kerjanya diawasi oleh
kabinet. Sedangkan perdana menteri dapat memastikan bahwa setiap usul yang diajukan oleh
pemerintahnya akan diputuskan dalam parlemen tepat pada waktu yang telah ditetapkan, dan
disetujui dalam bentuk yang dikehendaki oleh parlemen.